I'M Chinese Princess

I'M Chinese Princess
56. Kepribadian



5 Tahun Kemudian


"Huhh!!! Ini sulit, benar benar sulit"kata Liu Wen sambil menghela nafas panjang, selama 5 tahun terakhir ia membantu ibunya mengurus Grup Liu sebagai Wakil Presdir, hal itu membuatnya sibuk sepanjang hari dan jarang memilki waktu bersama anak anaknya.


"Mami.... mami tidak lupakan"kata si kembar anak pertama.


"Hmm? Siapa yang bicara"kata Liu Wen, ia mengeser kepalanya untuk melihat ke depan mejanya.


"Kami dibawah mami"kata si kembar dengan serempak, Liu Wen berdiri dan menundukan kepalanya melihat pasukan kecil dibawah sana.


"Ahhh kalian... memang hari ini ada.... ohh iya! Mami ingat! Kalian hari ini masuk TK"kata Liu Wen dengan kikuk sebenarnya ia lupa tetapi saat matanya tak sengaja melihat kalender dengan lingkaran merah yang dibuat oleh putri bungsunya membuat ingatannya timbul kembali.


"Ohhh....! Aiden Liu hadir"kata si kembar anak pertama, ia lupa mengabsen nama hari ini bisa bisa ibunya salah panggil nama mereka lagi.


"Jake Liu disini"kata si kembar anak kedua.


"Anna Liu hadir"kata si kembar anak ketiga dengan cuek.


"Ellson Liu hadir"kata si kembar anak keempat.


"Key...Key...! Disini mami"teriak si kembar anak kelima, ia langsung melompat ke pelukan Liu Wen.


"He. He. He.... kalian tidak perlu menyebut nama lagi, dulu mami susah mengenali wajah kalian saat berusia 3 tahun"seru Liu Wen, ia mengelus satu persatu kepala anaknya.


"Baiklah"kata Aiden tanpa melihat kearah Liu Wen, matanya sibuk membaca buku yang terbilang sangat berat untuk anak seusianya.


"Ehmm? Apa kamu baca buku politik lagi"tanya Liu Wen melihat beberapa buku yang berada ditas putra sulungnya.


"Begitulah, entah kenapa aku menyukainya"kata Aiden memasang wajah penasaran, sifatnya yang dingin dan tak peduli dengan sekitarnya entah mirip dengan siapa.


*Mungkin karena ayahmu seorang Kaisar-batin Liu Wen, ia sedikit kewalahan mengurus hobi putra pertamanya yang suka sekali mengkritik para petugas pemeritah entah saat menonton tv atau pun bertemu secara langsung.


"Jake! Mami ingatkan saat di TK nanti jangan berulah!"kata Liu Wen dengan tegas, ia berdecak pinggang mengingat sifat putra keduanya ini yang nakal, terlalu aktif dan yang paling dibencinya adalah playboy.


"Huh? Apa maksud mami"tanya Jake, ia tersenyum lebar dan memasang wajah yang mengemaskan.


*Imutnya.... tidak...tidak.... kali ini aku harus memarahinya! Atau dia benar benar akan seperti ayah playboynya-batin Liu Wen, ia sempat terbuai akan godaan wajah imut Jake.


"Anak nakal...! Kemarin ibu dari anak perempuan di daerah ini mencari mami! Mereka bilang kau membuat anak perempuan mereka menangis!"Liu Wen mencubit pipi Jake dengan keras.


"Aiyaa.... mami! Itu bukan salahku! Salah mereka yang menyukaiku..."ringis Jake, ia menepuk tangan ibunya agar melepaskan cubitan itu.


"Kau jangan memancing mereka. Aihh anak ini.... sadar Jake kau masih kecil"kata Liu Wen, ia mengguncang tubuh Jake menganggkatnya dan berputar bersama.


"Aiyaa...aiyaa"ringis Jake, Liu Wen tertawa bercanda dengan anak keduanya ini selalu membuatnya ingin memeluk dan mencubitnya, tak sengaja matanya melihat Anna yang sedang duduk dikursi roda tanpa ekspresi.


"Anna.... apa kakimu sakit?"tanya Liu Wen dengan lembut, ia jongkok didepan kursi roda Anna.


"Hmm"kata Anna anak ketiga Liu Wen karena memakan kacang yang diberi Selir Chu membuat kaki Anna lemah dan tak bisa disembuhkan.


"Maafkan mami ya.."kata Liu Wen memeluk Anna.


"Mami salah apa? Aku tak merasa mami melakukan kesalahan padaku?"kata Anna dengan cuek, ia tersentak karena tiba tiba Liu Wen meminta maaf padanya.


"Tidak apa... nanti mami gendong ya"kata Liu Wen mengulurkan tangannya.


"Tidak perlu... aku sudah bisa jalan walau hanya sebentar"kata Anna sambil tersenyum tipis, ia bangkit dari kursi rodanya.


"Wahh..."mata Liu Wen berbinar, ia terharu melihat putrinya bisa berjalan.


"Mami aku bukan anak berusia dua tahun lagi, jangan pasang ekspresi itu"kata Anna tersenyum kikuk, dia merasa seperti anak kecil.


[Padahal kau memang masih kecil¿ xixixi]


"Kakak bawa obatmu"kata Ellson si kembar anak keempat kepada Anna kakaknya.


"Ya terima kasih El"kata Anna, ia mengangguk dan menatap adiknya.


"El sudah seperti dokter kak Anna saja"kata Liu Wen dengan gemas.


"Hmm...mm... kata paman aku harus mengawasi kak Anna karena kak Aiden sibuk dengan bukunya, kak Jake sibuk mencari perempuan, sedangan Key masih kecil, itu sebabnya aku yang akan mengawasi kak Anna"kata Ellson dengan penuh semangat.


"Ehh? Apa kami seperti itu?"tanya Jake sambil berpikir.


"Maaf jika aku menemukan sesuatu yang baru itu membuatku lupa dengan kalian"kata Aiden menutup bukunya dan mendekati Anna.


"Key juga mau peluk kak Anna"kata Keyzee, ia merangkak mendekat kearah Anna walupun mereka kembar Keyzee yang paling kecil diantara mereka sedangkan Aiden, Jake, dan Ellson memiliki tinggi yang sama.


"He...hei...! Aku tak apa"kata Anna, ia merasa tak nyaman dipeluk begini oleh kembarannya.


"Anakku yang imut"kata Liu Wen memeluk mereka semua didekapannya.


"Owhhh.... ayolah"kata Anna dengan malas sekarang mereka seperti keluarga yang sedang reunian saja.


******


TK AYE


*Ini TK terbaik di Shangxi! Mereka tak akan kesepian lagi! Sebenarnya mereka tak pernah kesepian sih karena mereka bermain bersama walau kadang sibuk sendiri juga-batin Liu Wen sepanjang jalan, ia memikirkan anak anaknya sambil sesekali melirik kebelakang kelima anaknya duduk dikursi belakang dengan wajah yang sangat berbeda, Anna dan Aiden sangat mirip dengan Kaisar sedangkan Jake, Ellson dan Keyzee mirip dengannya.


"Sudah sampai.... ayo turun... mami akan tunggu diluar ya"kata Liu Wen, ia menghentikan mobilnya dan membukakan pintu untuk anak anaknya.


"Mami... gendong"kata Key, ia menjulurkan tangannya dan memasang wajah memelas.


"Anna yakin tidak mau mami gendong?"tanya Liu Wen kepada putri sulungnya yang terlihat gemetar saat turun dari mobil.


"Hmm..."kata Anna dengan singkat.


"Pegang tangan mami saja ya"kata Liu Wen mengulurkan tangannya dan disambut Anna.


"Aiden.... tolong ya"kata Liu Wen, ia tersenyum manis kepada putra sulungnya.


"Jake, El pegang tanganku"kata Aiden mengulurkan kedua tangannya kanan dan kiri.


"Huh!? Ga mau! Aku kan udah besar!"kata Jake, ia berlarian menyusul Liu Wen.


"Terserah.... El? Ga mau digandeng juga?"tanya Aiden kepada adik kempatnya.


"Mau kok"kata Ellson sambil tersenyum.


"Hei... lihat itu..."


"Iya! Dia Profesor berbakat itu kan?"


"Bukan hanya itu dia ternyata Nona Muda Liu"


"Apa itu anak yang dikabarkan?"


"Yang mana? Ada lima... satu digendong dan empat mengekor padanya"


"Yang digendong itu sepertinya"


"Anak haramnya"


"Hehehehe.... dulu dikabarkan kecelakaan dan menghilang! Tiba tiba kembali bawa bayi"


"Jangan jangan...."


"Sttt diam! Suamimu bekerja di Grup Liu kan!"


"Dia Wakil Presdir"


"Untuk apa menghormati wanita kotor dan anak haramnya!"


Bisik dua orang wanita yang sedang menunggu anak anaknya, mereka mengenal Liu Wen karena beberapa tahun yang lalu penemuannya mengemparkan dunia.


"Mami... anak haram itu apa?"tanya Keyzee yang berada didekapan Liu Wen.


"Mereka bilang Key anak haram apa itu artinya Key anak yang manis?"tanya Keyzee dengan polosnya.


"Mami biar aku yang urus"kata Aiden, tidak sulit mengetahui makna kata itu baginya.


"Bawa adikmu masuk sekarang. Ini tugas mami"kata Liu Wen wajahnya seketika berubah beraninya mereka menyebut anaknya anak haram.


"Apa mulutmu belum pernah makan enak?"tanya Liu Wen dengan angkuh, ia menghampiri dua wanita itu.


"Apa?"wanita itu menoleh kearah Liu Wen.


"Kalau begitu kuberi gratis"kata Liu Wen menyodorkan pasta cabai ke mulut dua wanita itu.


"Ahh!! Pedass...pedass"teriak dua wanita itu mereka berlarian menuju toserba untuk membeli air, Liu Wen tersenyum puas tak berapa lama dua wanita itu datang memasang wajah penuh amarah.


"Ada apa ini ramai sekali"kata para orang tua yang lain mereka mengitari Liu Wen dan dua wanita itu.


"Dasar kau jalangg! Aku akan menyuruh suamiku keluar dari Grup Liu sampah itu!"teriak wanita itu, ia menunjuk Liu Wen dan hendak menamparnya.


"Hmphh... babii gemuk tukang korupsi Long Kixie bagian departemen keuangan? Tak perlu kau bilang begitu besok dia akan disidang! Kami pihak perusahaan akan menuntutnya! Seluruh aset keluargamu pun tak cukup membayar kerugian yang dilakukan suamimu"kata Liu Wen dengan nada meremehkan, ia mengenggam tangan wanita itu dengan kuat.


"Ha..."wanita itu terduduk tak percaya dengan apa yang dikatakan Liu Wen.


"K...kau bohong! Gajinya selalu diberikan padaku dan nominalnya tak lebih!"kata wanita itu yang tak lain Nyonya Long.


"Mungkin suamimu menghidupi selingkuhannya diam diam? Sebaiknya kau mencari tahu hal itu"kata Liu Wen sambil membenarkan kerah bajunya.


"Hahaha... dia mempermalukan diri sendiri"


"Nona Liu Hebat"


"Sayang sekali ia sudah menikah"


"Katanya suaminya diluar negri"


"Kurang berita dia"


"Oh ya kalian! Ajaklah anak kalian datang ke pesta ulang tahun anakku minggu depan. Semua yang disini diundang kecuali dua jalangg ini"kata Liu Wen sambil tersenyum manis, ia menunjuk dua wanita itu sebagai pengecualian.


"Wow!! Aku memiliki kesempatan untuk melihat Villa keluarga Liu"


"Kita bisa menjilat Presdir Mia!"


"Hehehehe kesempatan emas!"


"Hmphh! Ini daerah kekuasaan ku! Mau melawanku? Sama dengan cari mati!!"kata Liu Wen, ia duduk dikursi tempat para orang tua menunggu anak anak mereka yang sedang belajar di TK.