I'M Chinese Princess

I'M Chinese Princess
Extra Part Restu yang Tak Diinginkan,



"Tentu saja tidak. Pangeran kan sudah punya istri dan saya bukanlah barang yang bisa diberikan seenaknya"kata Anna, ia datang dari belakang dan berdiri disamping Ri Won.


"Kenapa Putri kemari? Acaranya masih berlangsungkan"kata Woo Rin, ia mengalihkan pembicaraan karena malu. Ditolak secara tak langsung membuatnya sangat malu.


"Aku bosan disana... Pangeranku sebaiknya kita ke kediamanmu. Aku ingin jalan jalan lagi denganmu"kata Anna, ia menatap Ri Won dengan lembut sedangkan saat menatap Woo Rin dengan datar.


"Ohh... salam Pangeran Ri Won. Maafkan aku yang lancang menghinamu tadi"kata Eunyeon, ia sangat tak rela mengatakan hal itu wajahnya tertekuk masam.


"Tidak masalah Eunyeon"kata Ri Won, lagi lagi rasa kecewa itu muncul ternyata cuma dirinya yang memikirkan Eunyeon, padahal saat masih kecil Eunyeon adalah gadis kecil yang manis yang selalu mengikutinya kemana pun ia pergi.


"Yahh... aku kan berkata yang sesungguhnya. Bukan salahku jika aku ingin muntah melihat wajahmu"gumam Eunyeon, ia memeluk Woo Rin dari samping dan membuang mukanya.


"Mantan Putri Mahkota belum belajar tata krama sepertinya"kata Anna, ia mendekati Eunyeon dan mengetuk etuk dahinya.


"Dia Pangeran... Calon suami Tuan Putri Qin yang Agung. Jika aku meminta Kaisar terdahulu dan Kaisar Qin untuk meratakan Joseon apakah kau masih bisa jadi Putri?"kata Anna, ia tersenyum miring lalu menarik kasar Hanbok Eunyeon.


"Ck!! Kau hanya memiliki status yang tinggi! Sampai bisa memilih pria mana yang kau suka! Aku hanya mengasihanimu karena mengambil bekasanku yang buruk rupa itu! Tapi sekarang aku rasa kalian cocok!"kata Eunyeon dia tertawa melihat Anna dan Ri Won bersama.


"Hmm? Salahkan dirimu sendiri yang terlahir dikeluarga yang miskin.... Mengasihaniku? Tidak perlu... suamiku ini paling tampan di seluruh Joseon"kata Anna dia memegang tangan Ri Won dengan erat.


*Dia menolongku-batin Ri Won, bukannya tak bisa menjawab tetapi membantah perkataan seorang wanita adalah hal yang sia sia.


"Sudah cukup... ayo kita pergi"kata Ri Won, dalam sehari ini Anna membuat wajahnya merah tanpa henti.


"Kenapa?"tanya Anna tangannya masih digandeng oleh Ri Won yang pergi menjauh dari Woo Rin dan Eunyeon.


"Cemburu? Mencintainya?"tanya Anna lagi membuat Ri Won berhenti.


"Bukan... jantungku bisa keluar kalau kau memujiku tampan setiap saat"kata Ri Won dia berbalik dan meletakan tangan Anna didadanya. Jantungnya yang berdegub kencang membuat Anna tersipu.


********


Plakkk


"Apa yang kau lakukan tadi hah?!"Woo Rin menampar wajah Eunyeon dia tak suka melihat Eunyeon yang memojokkan Ri Won karena hal itu membuat Anna menunjukan bahwa hanya Ri Won lah pria yang dia inginkan.


"Ka..kau Woo Rin?? Kau menamparku?"tanya Eunyeon, ia masih tak percaya dengan apa yang dialaminya.


"Iya! Kau menghancurkan semuanya! Mati saja sana!"teriak Woo Rin, ia mendorong Eunyeon menjauh darinya, menikah dengan Eunyeon adalah hal tersial dalam hidupnya.


"kenapa? Kau mencintaiku kan Woo Rin! Kenapa kau melakukan hal ini!"teriak Eunyeon tanpa sadar dia menangis.


"Mencintaimu? Hah.... Hahahahaa... Tidak mungkin! Wanita tua sepertimu?? Aku belum buta!"kata Woo Rin, ia mencengkam dagu Eunyeon dengan kuat. Awalnya dia ingin bersikap lembut kepada Eunyeon sampai nanti ia mendapatkan Anna tetapi karena kesal dengan perilaku Eunyeon membuat Woo Rin menunjukan sifat aslinya.


"A..apa.."Eunyeon tak percaya dengan kata kata Woo Rin yang baru saja didengarnya.


"Iya itu kebenarannya!! Jika kau masih ingin hidup! Berhenti menganggu Tuan Putri Qin! Dia adalah Rajanya disini! Jika dia menghancurkan Joseon karenamu. Aku pasti akan membunuhmu"kata Woo Rin, ia pergi dari sana dan meninggalkan Eunyoen disana sendiri.


*Yiwei!!! Awas saja kau! Beraninya kau merebut Woo Rin dariku! Akan kupastikan kau tak bisa menampakan diri lagi di Joseon!-batin Eunyeon, ia merasa Anna lah yang merubah sikap Woo Rin sehingga Woo Rin kasar padanya dan bertekad membuat Anna sengsara.


"Ohh... Aku kaget melihatmu disini saat perayaan masih berlangsung"kata Penasehat Lim, ia berbalik tampak bajunya yang penuh dengan darah serta seorang dayang yang tergeletak ditanah.


"Bunuh dia"kata penasehat Lim menunjuk dayang yang berada di gazebo, ia menyerahkan belati miliknya kepada Woo Rin.


"...."Woo Ri tak menjawab karena terbawa emosi dia membunuh dayang itu dengan mudah.


Crashh


"Da..darah.."gumam Woo Rin, tangannya penuh dengan darah saat sadar ia gemetar.


"Wajar bagi pemula. Aku yakin dalam 1 bulan kau sudah terbiasa membunuh orang"kata Penasehat Lim, ia menyemangati cucunya itu agar tak menyerah demi tujuan yang besar.


****


"Ekhemm... Mata kakek tua ini sakit"kata Jendral Hwang, ia yang dari tadi mengikuti Ri Won dan Anna merasa terabaikan oleh dua orang itu.


"Hiyy...! Kapan anda datang!"teriak Ri Won bulu ditubuhnya naik karena kaget dan melepas tangan Anna dengan kasar.


"Kakek tua ini sudah dari tadi disini. Sejak cucunya berkata lebay 'jantungku bisa keluar kalau kau memujiku tampan setiap saat' yah kira kira pada saat itu"kata Jendral Hwan, ia mengulangi kata kata Ri Won dengan tambahan aksen klasik membuat wajah Ri Won memerah karena malu.


"Uhuk...uhuk....! Ada apa kakek kemari?"tanya Ri Won sekarang rasanya dirinya sedang dipermalukan saja.


"Aku ingin bertanya sesuatu kepada Sang Putri"kata Jendral Hwang, ia menatap Anna dengan dingin.


"Apa yang ingin anda tanyakan?"kata Anna dia juga menatap Jendral Hwang dengan dingin aura kedua orang itu seakan akan sedang beradu.


"Apa alasan anda memilih Ri Won? Seperti yang anda lihat dia tak memiliki apa apa dan tidak mungkin anda memilihnya karena dia tampan? Lihat wajahnya... saya jauh lebih tampan darinya"kata Jendral Hwang perkataannya yang terkesan lucu sangat tak sesuai dengan raut wajahnya.


"Secara tak langsung kakek bilang aku jelek"gumam Ri Won dia menatap datar kakeknya itu.


"Jendral Hwang orang yang peka ternyata, itu memang benar. Saya memerlukan cucu anda sebagai tameng...."kata Anna, ia melipat tangannya dan mulai bersikap angkuh entah kenapa, sikap itu selalu muncul saat ia mulai bicara dengan orang asing.


"Tameng? Kenapa harus Ri Won?"tanya Jendral Hwang, banyak prajurit Qin yang jauh lebih kuat dari pada Ri Won. Kenapa harus Ri Won? Pikir Jendral Hwang.


"Karena...."


"Saya hanya mau Lee Ri Won"jawab Anna dia tak bisa memberi alasan lagi. Itu memang benar. Dia hanya mau Ri Won siapa pun tak bisa mengantikan Ri Won dihatinya.


"Hahahahha....!"Jendral Hwang tertawa tiba tiba membuat Anna terkejut.


"Aku suka!!! Menantu idamanku"kata Jendral Hwang, ia tersenyum dan mengacungkan jempolnya.


"Kau dapat restuku!!"kata Jendral Hwang dengan bangga.


"Sebenarnya saya tidak memerlukan restu anda"kata Anna membuat Jendral Hwang serasa tersambar petir.