
"Tenanglah Kepala Pengawal Ri Won.... aku tau itu harta berhargamu kalau aku sedang marah pun, aku tak akan mengincarnya"kata Anna dengan blak blakan melihat raut wajah Ri Won membuatnya mengatakan hal itu.
"Ti..tidak, saya tidak sedang memikirkan hal itu kok"jawab Ri Won, ia terkejut saat Anna tiba tiba buka suara.
"Lagi pula jika itu tak ada, bagaimana penerus Joseon akan lahir"Anna menunjuk ular milik Ri Won membuatnya mundur kebelakang karena malu.
"Apa yang anda bicarakan"gumam Ri Won, ia memalingkan wajahnya yang memerah. Anna sangat blak blakan membicarakan hal intim seperti itu.
"Tuan Putri... Kepala Pengawal Ri Won! Sa...saya sudah siapkan kereta kudanya"teriak Yong, ia berlari menghampiri kedua orang itu, saat wajah Ri Won yang malu dan wajah Anna yang seperti biasa membuatnya penasaran apa yang terjadi.
"Ay...ayo kita pergi sekarang!"kata Ri Won, ia berjalan duluan untuk menutupi wajahnya yang sangat merah.
"Ada apa Yang Mulia?"bisik Yong kepada Ri Won bukannya menjawab Ri Won malah tertawa dan mengabaikan Yong.
"Ada apa sih"gumam Yong, ia yang penasaran pun memberanikan diri bertanya kepada Anna.
"Annu Tuan Putri... ada apa dengan Kepala Pengawal Ri Won?"tanya Yong, ia mundur ke belakang menyamai langka Anna.
"Entahlah aku cuma menunjuk alat kelaminnya saja"kata Anna tanpa berdosa terlebih lagi wajahnya biasa saja membuat Yong juga ikut terkejut.
"Akhhh..."Yong juga ikut merasa malu karena perkataan Anna.
"Seharusnya aku tak bertanya"gumam Yong, ia berlari mengejar Ri Won dan meninggalkan Anna sendiri.
"Apa kau mau pergi sekarang?"tanya Ellson, ia duduk kursi taman Istana Kaisar melihat Anna yang melewati koridoor Istana.
"Emm..."jawab Anna, ia terus berjalan dan tak melihat kearah Ellson lagi saat menjawab pertanyaaan itu.
"Cinta bertepuk sebelah tangan ya?"kata Ellson membuat Anna berhenti dan menoleh kearah Ellson.
"Hmm... Tapi tidak lama lagi akan terbalaskan kok. Kalau masih punya kesempatan...."jawab Anna, ia sangat yakin masih memiliki kesempatan, walaupun ada kemungkinan Ri Won akan kembali ke istrinya. Ia tak akan berkecil hati karena sejak awal dia tak terlalu mengharapkan cinta Ri Won.
"Mungkin saat kau kembali kemari calon suamimu akan ditentukan"kata Ellson namun Anna tak bergeming. ia melanjutkan perjalanannya menuju pintu keluar Istana dimana kereta kudanya menunggu.
*Jika begitu bearti kami tidak ditakdirkan bersama-batin Anna, ia tak ambil pusing untuk terobsesi pada cinta baginya cinta dari seseorang adalah bonus bukan kewajiban.
*Bagaimana wajah istrinya ya aku penasaran dengan sifat dan perilakunya. Apakah baik? Tegas? Setia atau sebaliknya-batin Anna 'Eunyeon' wanita yang dicintai Ri Won sekaligus istrinya itu.
********
Tujuh Hari Kemudian
Joseon
"Wahh Nona Baek... gaun anda sangat cantik"
"Yah! Tentu saja aku beli sangat mahal Hanbok ini"kata Nona Baek, Hanbok bercorak bunga prem itu sangat mewah bagi sebagian anak pejabat.
"Ini pernikahan Pangeran Woo Rin!! Huhuhu!! Aku sangat sedih!"isak Nona Kim, ia menyapu air matanya mengunakan sapu tangannya.
"Yah mau bagaimana lagi. Jang Eunyeon memang beruntung! Diperebutkan dua Pangeran!"
"Tapikan Pangeran Woo Rin harus dengan kita! Kita seusia dengannya Jang Eunyeon itu! Dia rubah tua! Kenapa bisa Pangeran Woo Rin mau dengannya!"
"Katanya Pangeran Woo Rin yang menyukainya!"
"Dia itu tak pernah menikah dengan Pangeran Ri Won! Tetapi atas perintah Raja diusia 12 tahun dia masuk keistana dan menjadi Putri Mahkotanya"
"Wahh gilaaa! Bagaimana jika tiba tiba Pangeran Ri Won kembali!"
"Dia mungkin akan sedih melihat istrinya menikah dengan adiknya sendiri"
*****
"Eunyeon apa kamu sudah siap?"tanya Mentri Jang, ia memegang pundak putrinya yang sudah memakai gaun pengantin lengkap ini adalah pernikahan putrinya membuatnya sangat terharu.
"Dulu kau tiba tiba langsung masuk Istana... Ini adalah pernikahanmu yang pertama, ayah sangat menyayangimu Yeon-na"kata Mentri Jang, ia memeluk putrinya dengan erat
"Ayah... walaupun ini pernikahan saya yang pertama tetapi Istana bukan tempat yang asing bagi saya. Anda jangan khawatir, saya sudah memiliki Pangeran Woo Rin yang akan terus mendukung saya"kata Eunyeon dengan sopan membuat ayahnya itu benar benar menangis memiliki putri yang baik hati dan rendah diri membuatnya sangat bangga.
"Waktunya sudah tiba"kata Kepala dayang Ahn, ia menuntun Eunyeon menuju altar pernikahan yang diadakan dihalaman istana.
****
"Pengantin pria dan wanita disaling memberi hormat"teriak pendeta yang memimpin acara pernikahan.
Eunyeon dan Woo Rin pun saling menunduk hormat sebanyak tiga kali.
"Pengantin wanita memberi hormat kepada pengantin pria!!!"kata pendeta itu Eunyeon pun bersujud sebanyak tiga kali kepada Woo Rin.
"Pengantin pria dan wanita beri hormat kepada langit"kata pendeta itu mereka melihat kedepan dan bersujud tiga kali.
"Selamat Yang Mulia Pangeran atas pernikahannya"teriak para pejabat mereka bersujud dihadapan Woo Rin dan Eunyeon yang sekarang duduk dikursi pengantin.
"Apa maksud semua ini?!"teriak Ri Won dia sangat terkejut melihat apa yang terjadi didepannya, wajah pengantin wanita itu sangat mirip dengan istri sekaligus teman masa kecilnya Eunyeon.
Semua orang melihatnya sangat terkejut. Siapa pria buruk rupa yang berani berteriak ditengah tengah proses pernikahan Pangeran mereka.
Beberapa menit sebelumnya
"Kita sudah sampai di Joseon Putri..."kata Yong saat turun dari kapal ia terus mengoceh seperti pemandu wisata.
"Bagaimana denganmu Pangeran? Apa kau lupa dengan janjimu memanduku jalan jalan?"kata Anna, ia memperhatikan wajah Ri Won yang terlihat sangat gelisah.
"Ahh ya.... Tentu aku akan membawa anda jalan jalan, Putri bisa memanggilku Kepala Pengawal Ri Won seperti biasa"kata Ri Won dia sedikit risih dengan gelar Pangeran itu.
"Ini Joseon aku tak bisa berkata seenaknya"kata Anna, ia berjalan menunju pasar yang berada didekat pelabuhan.
"Tidak lama, aku akan membawa Ibunda dan Eunyeon pergi dari sini dan kembali ke Qin sebagai Kepala Pengawal lagi"kata Ri Won, ia tak melihat wajah Anna raut wajahnya juga tampak sangat serius.
"Hmm.... Bawa saja mereka, sekarang pergilah! Aku yakin kau rindu istri dan ibumu"kata Anna, ia mendorong Ri Won menjauh.
"Terima kasih Putri!"kata Ri Won tanpa pikir panjang ia berlari kearah Istana.
"Ada apa ramai ramai begin?"kata Anna dia melihat ornamen merah layaknya sedang ada perayaan tahun baru imlek di Kekaisaran Qin.
"Lambang ini... Bearti anggota kerajaan ada yang menikah"
"Menikah?"
"Ohh anda tidak tahu ya. Pangeran Ri Won memiliki adik laki laki, usianya 19 tahun, mungkin dia yang menikah sekarang"jelas Yong dia tersenyum sekarang dia merasa satu tingkat diatas Anna yang tak tahu apa apa
"Ohh, apa dia sudah dijodohkan dari bayi juga?"
"Emm.... Sepertinya tidak, biar saya tanya kepada orang sekitar"
"Hei boss apa kau tahu siapa calon Putri Rin?"tanya Yong kepada seorang pedagang
"Hmm.... Ini dulu"kata pedagang itu, ia memberi tanda agar Yong memberinya uang.
"Baiklah.... Jang Eunyeon anak Mentri Jang yang akan menjadi istri Pangeran Woo Rin"kata pedagang itu saat Yong melempar uang pedagang itu langsung bicara.
"Jang Eunyeon....? Hah? Bukankah dia istri Ri Won?"gumam Anna, ia menyuruh prajurit untuk menurunkan kereta kudanya dan menyusul Ri Won ke istana.
*Aku tak mau melihatnya hancur.... Gambaran istri yang setia itu harus tetap ada-batin Anna dari pada memiliki Anna lebih memilih menjaga Ri Won dengan cara apapun.
****
"Siapa yang menyuruh pengemis masuk disaat pesta perayaan pernikahan anakku!"teriak Lim Hari, ia yang duduk disamping Kaisar mendapat tatapan tajam dari Ri Won.
"Kenapa Selir sampah itu lagi yang mendapat kehormatan duduk disamping Ayahanda"gumam Ri Won, ia berjalan mendekat dan terus menatap Lim Hari.
"Suamiku tolong usir pria gila ini aku takut. Hiks... Hikss"rengek Eunyeon saat Ri Won mulai mendekat ia sangat ketakutan apa lagi tatapan Ri Won dan wajah buruk rupanya yang membuatnya sangat jijik.
"Tunggu apa lagi prajurit!!! Seret dia!"teriak Woo Rin, ia tak tahu siapa pria itu dia berani berteriak sampai berjalan mendekati anggota kerajaan.
"Heh?! Eunyeon..."lirih Ri Won membuat Eunyeon tersentak.
"Siapa kau! Lancang sekali memanggil namaku! Pria buruk rupa sepertimu hanya membuatku ingin muntah! Pergi!"kata Eunyeon dengan kasar.