
"Hiyyyyy.....!"seketika bulu badan Rong Tian naik, ia sangat ketakutan tetapi tak ada celah untuk kabur.
*Aku terkenal dengan penakluk wanita dan sekarang perjakaku akan diambil seorang pria tua! Sialan!-batin Rong Tian, ia menangis didalam hatinya.
"Tunggu apa lagi?! Ayo naik!"kata Liu Wen sambil mengulurkan tangannya agar Rong Tian bisa naik dengan mudah keatas kereta kuda.
"Ba..baikk..."seru Rong Tian wajahnya pucat, ia naik keatas dan duduk bersama gigoloo lainnya.
"Apa kalian sudah lama bekerja di Paviliun Keindahan? Coba sebutkan nama kalian?"tanya Liu Wen kepada lima gigoloo didepannya.
"Nama saya Yuxu Tuan tetapi saya suka dipanggil Si Imut oleh para pelanggan, semenjak umur 12 tahun saya menjadi gigoloo"kata seorang gigoloo sambil memainkan kipasnya.
*Ini orang pede amet... Si Imut? Hihihi-batin Liu Wen dia hampir saja terkekeh mendengar pernyataannya.
"Baiklahh! Aku akan memanggil namamu saja... Selanjutnya"kata Liu Wen sambil tersenyum membuat Yuxu cemberut marah.
"Tuan saya Gubao.... Saya pintar menari dan menyanyi, menjadi gigoloo hampir lima tahun"katanya sambil melikuk likukkan badannya.
*Apa tak patah tulang kau? Kek uler gitu... Hahaha, oke. Badanmu lebih bagus dari punyaku-batin Liu Wen.
"Mmmm.... Bagus! Malam ini Gubao bisa menunjukan keahliannya"kata Liu Wen sambil tersenyum matanya tak lepas memandang rong Tian.
"Kakak.... Kau benar benar akan memelihara sekumpulan orang aneh ini??"tanya Liu Yichen membisikan hal itu ke Liu Wen.
"Tentu saja aku sudah membeli mereka dengan mahal"jawab Liu Wen dengan singkat.
"Bagaimana jika ayah tahu?? Kau bisa diomeli habis habisan nanti!"bisik Liu Yichen, ia sudah bisa menebak bagaimana reaksi ayahnya saat melihat sekumpulan orang aneh yang dibawa kakaknya.
"Itu tugasmu membawa mereka dari pintu belakang dan aku akan alihkan perhatian ayah!"Liu Wen mengibas tangannya lalu tertawa membuat gigoloo yang lain juga tertawa.
"Lanjutkan!"perintah Liu Wen, perkenalan mereka didengar seksama oleh Liu Wen dan tinggal gigoloo terakhir yang menarik perhatiannya.
"Sa...saya Tian. Baru saya masuk Paviliun Keindahan karena diculik pedagang manusia"kata Rong Tian sambil melipat tangannya dan menoleh kearah jendela ia tak mau melihat kedepan karena takut Liu Wen yang dianggapnya kakek tua itu menyukainya.
"Emm, dilihat dari pakaianmu sepertinya kau bukan orang biasa!"kata Liu Wen, dia tak akan tertipu lagi dengan seorang bangsawan yang menyamar menjadi orang bisa.
[note:trauma karena Qin Xuan]
"Ah.... Ini saya mencurinya dari seseorang"kata Rong Tian dengan acuh jika ia mengungkap identitasnya sebagai Pangeran selain dianggap gila mungkin kakek tua itu akan melaporkannya ke Kekaisaran Rong.
*Jikaku bilang seorang Pangeran Kekaisaraan Rong bisa bisa aku mati dipukul ayah karena pernah jadi gigoloo di negara tetangga-batin Rong Tian, ia tertohok membayangkan nasibnya ditangan ayahnya.
"Pencuri ternyata... Kau tdyak pantas melayani Tuan!"
"Cih! Tuan nanti dia bisa mencuri dikediamanmu"
"Iya Tuan! Jangan kasih dia kasih sayangmu"
Kata para gigoloo mereka menghakimi Rong Tian dan mengatakan bahwa ia tak pantas berada disisi Liu Wen.
*Cihh! Aku juga tidak mau melayani pria tua mesum ini tau! Sialan para pria jadi jadian ini-batin Rong Tian matanya berapi karena marah.
"Baiklah jika sayang sayangku ada disini aku tidak kekurangan apapun, hahaha"Liu Wen tertawa sedangkan Liu Yichen hanya bisa menahan dirinya agar tidak muntah melihat para gigolyo yang manja didepannya.
"Tuann... Apa Tuan Muda juga tidak lurus"kata seorang gigoloo.
",,,,, kurobek mulutmu"Liu Yichen terdiam sebentar lalu menatap tajam kearah para gigoloo membuat mereka ketakutan hanya Rong Tian yang acuh tak acuh.
*Identitasnya tidak biasa sepertinya nanti malam aku akan mengerjainya agar dia mengatakan yang sebenarnya-batin Liu Wen.
"Sudah sampai! Kalian pergi ikut dengan anakku! Aku ada urusan sebentar"kata Liu Wen, ia masuk melalui pintu depan sedangkan Liu Yichen dan para gigoloo dari pintu belakang.
*Kediaman Perdana Mentri Liu? Siapa sebenarnya pria tua ini? Dia bukan Perdana Mentri Liu! Ayah Perdana Mentri Liu juga sudah meninggal, ada yang tidak beres disini-batin Rong Tian saat melihat papan nama Kediaman Perdana Mentri Liu membuatnya berpikir kalau kakek tua atau pria tua itu adalah seorang penipu.
"Aduhhh! Harus cepat cepat ganti baju.... Ayah sudah menunggu didepan gerbang"kata Liu Wen, ia mengintai dari belakang pohon melihat ayahnya yang mondar mandir depan di Kediaman membuatnya merasa seperti narapidana yang melarikan diri dari penjara.
*Apa boleh buat ganti disini sana lagi pula aku sudah memakai baju wanita duluan sebelum pakai baju milik ayah!-batin Liu Wen dengan cepat ia melepaskan baju ayahnya, jenggot palsu, serta bantal yang melekat diperutnya.
"Ayahh....."seru Liu Wen sambil melambaikan tangannya kearah ayahnya yang sudah memasang wajah yang garang.
"Liu Wen!! Besok kau akan menikah!!Seharusnya tadi kau mengikuti upacara kesuciann!! Ini malah keluyuran sampai tengah malam! Anak nakal"teriak Liu Whojin, ia langsung memukul bokong Liu Wen.
"Ayahh! Aku salahh... Aiyaa! Ayah ini sakit"lirih Liu Wen wajahnya yang memelas membuat sang ayah melepaskannya.
"Huhh..... Sudahlah! Ibumu khawatir tadi takut kau kenapa napa, kau seorang wanita keluar sendiri itu tidak baik"Liu Whojin mengeleng gelengkan kepalanya dan menghela nafas.
"Eh??! Kata siapa aku pergi sendiri! Yichen juga bersamaku kok!"seru Liu Wen. Bukankah jika Liu Wen dicari cari ayahnya begini Liu Yichen juga akan mendapat perlakuan yang sama, lalu kenapa ayahnya tak mengungkit nama Liu Yichen dari tadi.
"Kau jangan bicara sembarangan tentang adikmu! Dia dari tadi tidur dikamarnya ayah melihatnya sendiri"kata Liu Whojin dia menatap datar anaknya.
"Baik kita lihat apa dia ada di
kamar atau tidak!"kata Liu Whojin, ia dan Liu Wen langsung pergi kekamar Liu Yichen, saat membuka pintu kamar Liu Yichen tampak seorang pria memakai hanfu dasar sedang tertidur diranjang.
"Nakk... Bangunlah"kata Liu Whojin memegang pudak Liu Yichen yang terlihat tertidur pulas.
"Ada apa ayah? Eh ada kakak juga?"tanya Liu Yichen. Liu Wen terkejut. Bukankah Liu Yichen ikut dengannya. Cepat sekali ia kembali dan lagi yang dilihat ayah itu siapa.
"Lihat adikmu sedang tidur! Anak nakal! Tidur sekarang pagi pagi kau harus bangun! Karena upacara pernikahan dengan keluarga kerajaan akan sangat panjang"Liu Whojin pergi dari kamar Liu Yichen.
"Hebat ya kamu.... Kenapa tidak suruh orang juga untuk mengantikanku! Aku jadi kena marah ayah!"wajah Liu Wen seketika berubah dari lembut menjadi menyeramkan.
"Ehkmm... Aku tidak mau ambil resiko. Lagian kakak main pergi saja.... Dasar bodoh"gumam Liu Yichen, ia memalingkan wajahnya agar suaranya itu tak terdengar.
"Apa??"telinga Liu Wen membesar.
"Tidak...tidaakk! Gigoloomu sudahku suruh masuk kekamar yang kosong disamping kediamanmu! Sudah pergi sana aku mau tidur"Liu Yichen menendang kakaknya keluar kamarnya.
"Sialan!!! Adik kurang ajar"teriak Liu Wen ia mengepalkan tangannya dan berjalan kearah kediamannya dengan gusar.
"Ohhh aku harus mengerjai Tuan Muda itu ya! Hohoho"Liu Wen tertawa jahat, wajahnya terlihat mengerikan, seketika ia melupakan apa yang baru saja terjad, ia ingin melampiaskan amarahnya kepada bangsawan yang mencoba menipunya itu, tak lupa ia memakai baju dan buntalan diperutnya.
"Hohoho.... Kalian sudah ada disini ternyata"kata Liu Wen memasuki kamar para gigoloo.
"Tuann... Kemarilah ayo lakukan"
"Iya Tuann"
"Aku akan melayanimu"
"Tidak..tidak! Malam ini aku ingin dilayani oleh Tian saja"kata Liu Wen sukses membuat Rong Tian terbatuk batuk.
"Maaf Tuann perutku sakit sekali malam ini"kata Rong Tian dengan sopan.
"Ohohoho... Baiklah jika begitu! Kau minumlah rebusan jamur cypo ini"kata Liu Wen ia sudah menyiapkan ramuan yang mirip dengan racun itu agar Rong Tian tak bisa menolaknya.
*Rebusan jamur cypo! Itu racun langka dia ingin membunuhku!-batin Rong Tian, ia mengerti soal tanaman herbal dan cita citanya adalah menjadi seorang tabib itulah kenapa. Ia sering keluar istana mencari tanaman herbal, kecuali saat ini dia kekaisaran Qin untuk bertemu teman lama.
"Tidak Tuann! Sekarang aku sudah sehat"Rong Tian tersenyum ia menelan savilanya sangat susah mengatakan hal itu karena keadaan darurat sepertinya malam ini dia akan habis.
"Bagus! Ayo ikut aku kekamar"kata Liu Wen memandu jalan.
"Ba..baik"saat dijalan Rong Tian berpikir beribu kali cara agar kabur. Ia pria sejati yang selalu dikelilingi wanita dan sekarang akan dipaksa melayani pria tua.
"Kemarilah naik keranjangku"kata Liu Wen.
"Iya Tuann..."Rong Tian duduk ditepi ranjang.
"Buka bajuku!"kata Liu Wen sambil tersenyum ia menggoda Rong Tian yang terlihat banyak sekali keringat didahinya.
*Sial! Dia mulai beraksi-batin Rong Tian
"Cepatlah!"bentak Liu Wen, ia hampir saja tertawa tetapi sebisa mungkin ia menahannya karena rencana akan gagal jika ia tertawa sekarang.
*Hehehehe.... Mau membohongiku??! Kubuka kedokmu sekarang! -batin Liu Wen.
"Pangeran atau Kaisar dari kekaisaran mana? Akanku kasih kesempatan untuk memulangkanmu"kata Liu Wen melihat reaksi Rong Tian yang menutup mata saat membuka bajunya.
"Apa yang Tuan katakan aku hanya orang biasa"Rong Tian terkejut dan tidak mau menoleh kearah Liu Wen.
"Baguss!! Malam ini berarti aku tak akan berurusan dari Kekaisaran manapun jika aku memakanmu"Liu Wen yang langsung mendorong Rong Tian sampai jauh keranjang ia mulai meraba tubuh Rong Tian.
"Hiyyy...! Menjaulah!! Aku...aku Pangeran Ketiga Kekaisaran Rong!! Jika kau menyentuhku! Kaisar Rong akan memenggalmu!"kata Rong Tian, ia menutup dadanya dan menutup matanya karena ketakutan.
"Hahaha.... Dugaanku benarkan! Oh ya kau tak mau melihatku tanpa baju? Sayang?"tawa Liu Wen pecah, ia sudah puas mengerjai Rong Tian sampai ketakutan setengah mati begini.
"Mimpi saja!! Pria tua mesum entah kenapa Kediaman Perdana Mentri Liu tiba tiba punya seorang pria tua di Kediamannya!"teriak Rong Tian, ia mendorong jauh Liu Wen yang sebenarnya sudah berada disamping ranjang, tangannya mengibas kesana kemari layaknya ekor anjingg.
"Hoo.... Sepertinya kau tahu banyak tentang Kediaman Perdana Mentri"kata Liu Wen memakai suara aslinya
"Hah??"Rong Tian membuka matanya dengan ragu.
"Dikediaman Perdana Mentri Liu memang tidak pernah ada pria tua!! Tetapi ada aku 'Putri Pertama' yang berpura pura jadi pria tua mesum"senyum Liu Wen, ia melepas jenggot palsunya dan bantal diperutnya, sebelum memakai baju ayahnya ia sudah memakai hanfu agar mudah dan tak perlu tergesa gesa ganti baju.
"Ah,agghhh"Rong Tian pingsan karena binggung.
*Aku dikerjai oleh seorang wanita apa ini karma-batin Rong Tian.