I'M Chinese Princess

I'M Chinese Princess
Extra Part Berubah,



"Padahal tadi bilangnya makan"gumam Anna, ia menatap datar ibunya yang sedang bertengkar dengan ayahnya.


"Sttt...! Semakin tua kau makin brisik ya"kata Liu Wen, ia mencium Qin Xuan secara tiba tiba membuat Qin Xuan terdiam karena kaget. Sifat Liu Wen yang bar bar tak hilang meski bertambahnya usia.


"Jadi kapan acaranya dimulai?"tanya Qin Xuan, ia mengelus bibirnya dengan lembut dan menenggok Anna yang berdecak pinggang dibelakang mereka.


"Sebentar lagi"kata Anna tak sampai 10 menit para Dayang datang menjemput Anna untuk melakukan upacara pernikahan.


"Tuan Putri Qin... Anda dipersilakan untuk ke altar pernikahan"kata Dayang itu dengan hormat. Ia tak berani melihat mata Keluarga Qin itu tatapan mereka sangat mengintimidasi menurut sudut pandang para Dayang. Padahal yang sebenarnya terjadi adalah Liu Wen tersenyum ramah dan menyapa para Dayang itu.


"Kenapa? Apa senyumku kurang tulus?"bisik Liu Wen kepada suaminya yang berada disampingnya.


"Sayang... Senyummu itu sangat mengerikan kau seperti ingin memakan mereka"


"Ehh?? Padahal aku sudah tersenyum manis"gumam Liu Wen, ia tak mengambil pusing dan terus berjalan disamping Anna.


"Jangan tegang rilekskan dirimu. Ini hari penting. ."kata Liu Wen melihat tangan Anna yang gemetar membuatnya tersenyum tipis dan memegang tangan putrinya itu.


"Masih ada waktu jika kau tidak mau menikah! katakan saja pada papi"kata Qin Xuan, ia merangkul kuat Anna. Rasanya masih tak percaya putri kecilnya akan menikah dan meninggalkannya.


"Tidak! Ma..maksudku... Jika batal menikah maka reputasiku akan jelek. Jadi papi tidak perlu khawatir soal itu... Aku pasti menikah!"kata Anna mendengar kata kata ayahnya membuatnya marah dan ingin mengatakan isi hatinya, namun saat sadar dengan cepat Anna menganti alasannya.


"Pfttt... Belajarlah jujur pada dirimu sendiri sayang. Jika tidak kau akan menyesal"kata Qin Xuan dulu ia juga tak pernah jujur kepada perasaannya sendiri. Ia selalu menepis anggapan bahwa dirinya mencintai Liu Wen sehingga Liu Wen pergi dari sisinya selama lebih 11 tahun lamanya.


"Itu pengalaman pribadi papi. Papi harap kalian bahagia. Pangeran Ri Won adalah orang yang baik"lanjutnya dia berhenti sejenak dan memeluk putrinya.


"Bahagialah.... Selalu bersyukur agar kau lebih mudah mendapatkan kebahagiaan. Qin selalu terbuka untukmu jangan lupa pulang"kali ini dia menangis air mata seorang ayah yang melepas pergi putrinya. Mengantarkannya kepada pria yang akan bertanggung jawab atas putri itu.


"Mhmm....! Aku pasti akan bahagia papi!"kata Anna, ia tertawa kecil, mendengar kata kata ayahnya membuatnya terharu. Ia ingat berapa kali dia ingin bunuh diri karena tak pernah bersyukur. Menutup diri dan merasa orang yang tak pantas hidup, hari hari yang dilewatinya sangat suram walaupun ada kebahagiaan saat itu.


"Kami menyayangimu..."timpal Liu Wen, ia mencium kening Anna membiarkan putrinya itu berjalan ke altar dengan para Dayang.


"Yang Mulia Kaisar terdahulu dan Ibu Suri. Silakan duduk ditempat yang sudah dipersiapkan"kata kasim Shin, ia menuntun kedua orang penting itu menuju ke singgasana khusus yang dipersiapkan Raja Nam Wok.


"Woahhh cantik...!"


"Ahhh... Hanbok itu kan keluaran terbaru Pak tua Min"


"Tapi ada bordiran khas Qin"


"Astagaa...! Tuan Putri cantik memakai apa pun"


"Sayang sekali pengantin prianya Pangeran Ri Won..."


"Hahahaha.... Si buruk rupa itu"


"jika bersanding dengan Pangeran Woo Rin pasti akan menjadi pasangan yang serasi!"


"Hahaha... Diamlah istrinya sudah melototi kita"


*Ckkk!!! Woo Rin milikku!! Gara gara Yiwei si jalangg itu Woo Rin sering memukulku!!-batin Eunyeon, ia menatap wajah suaminya itu dengan tatapan tajam.


*Hmphh! Bahkan orang lain pun tahu kalau aku dan Tuan Putri cocok-batin Woo Rin dia merasa bangga mendapat pujian itu.


"Kita bisa mulai upacaranya"kata Raja Nam Wok semua orang pun menantikan saat dimana kedua pengantin melakukan upacara pernikahan.


"Dimana Pangeran Ri Won?"tanya Raja Nam Wok, ia tak melihat putranya di altar.


"An...anu Yang Mulia... Pa..pangeran sepertinya masih berduka atas kematian mendiang Ratu Hyunseo"kata Kasim Min, ia sudah memanggil Ri Won untuk segera datang ke altar namun tak ada jawaban darinya.


"Ohooo... Panggil dia sekarang! Ini hari pernikahannya tidak baik membuat Putri Qin menunggu"kata Raja Nam Wok, ia tak bisa menyalahkan Ri Won yang masih berduka atas kematian ibunya karena semua ini adalah salahnya.


"Ta..tapi Yang Mulia sepertinya Pangeran sedang sakit! Dari luar kamarnya kami mencium bau obat obatan yang kuat"kata Kasim Min, ia ingat betul banyak asap yang keluar dari sela sela pintu kamar Ri Won.


*Ohhh... Dia sudah menggunakannya-batin Penasehat Lim tepat sehari sebelum pernikahan, Penasehat Lim menambahkan dupa yang berisi obat pelumpuh tubuh sehingga Ri Won tak bisa bergerak atau pun berbicara.


*Hmphh! Pernikahan ini akan dibatalkan! Aku yakin Putri Qin akan marah dan menyerang Ri Won yang kurang ajar itu-batin Woo Rin, dia berpikir bahwa Anna menyukai Ri Won sebagai anjingg peliharaannya saja. Jika Ri Won membantah maka Anna pasti akan membuangnya.


"Ada apa ini?"


"Apa benar Pangeran Ri Won sedang sakit?"


"Bagaimana dengan pernikahannya?!"


"Kasihan Putri Qin dia berdiri sendiri di altar!"


"Memang tak tahu diri Pangeran buruk rupa itu! Sudah mendapat istri yang cantik! Dia malah tak datang kepernikahannya"


Hampir lima belas menit Anna menunggu sendiri di altar. Rasa cemasnya mulai muncul saat mendengar desah desus yang dilontarkan para Pejabat. Dia mulai berpikir. Apakah Ri Won masih mencintai Eunyeon sehingga membuatnya berubah pikiran? Atau apakah Ri Won tak mau berbohong kepada orang lain? Atau kesedihannya masih belum menghilang? Segala kemungkinan pun ada didalam pikirannya.


*Ahn Seo.... Bagaimana ini? Dihari pernikahannya... Ri Won... Dia malah sakit! Tolong sembuhkan dia Ahn Seo... Calon istrinya sudah menunggu disana sendiri membuat para Pejabat itu mengunjing putra kita-batin Raja Nam Wok, ia yakin ini pasti perbuatan Penasehat Lim tetapi karena tak berani dan tak adanya bukti ia tak bisa menyalahkannya.


"Kenapa bocah Joseon itu membuat putriku menunggu! Cari mati! Hah!! Dia!"kata Qin Xuan saat ia ingin berdiri dan protes kepada Raja Nam Wok tetapi Liu Wen menghentikannya.


"Putrimu akan semakin sedih jika kau membentak Raja itu"kata Liu Wen tanpa melihat wajah suaminya.


"Ka...."belum selesai Qin Xuan berbicara seorang pria yang mereka kenal masuk ke altar dengan nafas terengah engah.


"Maaf sudah membuat semua orang menunggu!"kata pria itu, ia menunduk hormat kepada Raja Nam Wok dan melambaikan tangannya saat melihat Liu Wen.


"Xiao Xiu?! Apa yang kau lakukan disini?"tanya Liu Wen kepada anak dari sahabat masa kecilnya itu.


"Demi putrimu bibi Wen"kata Feng Xiu tak lama Ri Won masuk ke dalam ruangan ia sudah memakai baju pengantin berwarna hitam dengan corak naga, topi khas Joseon dan memegang kayu bertulis nama ibunya hanya yang membedakannya adalah kulit Ri Won yang kuning langsat bersih bersinar membuat semua orang terkejut tak percaya.


Wajah yang berwarna hitam kecoklatan itu pun hilang. Wajah tampan Ri Won yang selama ini tertutup oleh bekas luka bakar itu pun akhirnya terlihat hari ini.


"Maaf atas keterlambatan saya..."kata Ri Won, ia berjalan menuju Anna sambil tersenyum manis hari ini Anna tampil cantik pikirnya.


"Ada apa dengan wajahmu?"tanya Anna dia memegang sisi kiri wajah Ri Won.


"Hilang karena hari ini aku akan menjadi suami Putri Agung Qin. Tentu saja aku tak boleh membuatmu malu"kata Ri Won, ia memegang tangan Anna dan memasang raut wajah serius.


"Iya kan istriku?"tanya Ri Won membuat jantung Anna berdebar. Ada apa dengan Ri Won dalam waktu 7 hari dia berubah sangat berbeda dari biasanya.