
"Me...meninggal?"air mata Liu Wen berjatuhan, ia gagal menjaga bayinya yang bahkan belum lahir.
"Apa meninggal? Siapa?"tanya tabib itu, ia tersentak dan histeris mendengar perkataan Liu Wen.
"Hah?"Liu Wen menatap tabib itu dengan seksama.
"Bukannya anda bilang bayi saya meninggal?"tanya Liu Wen sepertinya ada yang tidak beres.
"Hah? Bayi? Kau ini kan nenek nenek bagaimana bisa hamil"kata tabib itu, ia tertawa kencang.
"Ne...ne..nenek!!! Dasar orang gilaaa!!"Liu Wen memukul tabib itu sampai pingsan. Ada apa ini bukannya tadi orang ini baik baik saja.
Brrakkk
"Maaf Nyonya... pasien ini baru saja kabur. Dia memiliki penyakit kejiwaan"kata penjaga tempat pengobatan membawa tabib gadungan itu pergi.
"Jadi yang memeriksaku orang gila!?"rasanya lega bearti kata katanya semua bohong.
"Nyonya apa yang terjadi?"tanya Meng kepada Liu Wen.
"Kau membawa orang gila untuk memeriksaku"kata Liu Wen sambil menahan tawanya.
"Ahh... or..orang gila? Maafkan saya! Akan saya panggilkan Tabib yang baru"kata Meng ia pergi keluar dan mencari tabib untuk memeriksa Liu Wen.
"Mau periksa saja susah, untung kamu baik baik saja"kata Liu Wen mengelus perutnya, tiba tiba datang pria memakai penutup diwajahnya masuk kekamarnya.
"siapa kau?! Kau bukan tabib tempat pengobatan ini kan!"tanya Liu Wen, ia takut orang ini adalah seorang pembunuh.
"Begitulah"katanya sambil menutup pintu kamar dan mendekat kearah Liu Wen.
"Berbaringlah"katanya dengan singkat.
"Hoo.... mau main main denganku"kata Liu Wen, ia sudah memegang belatinya kapanpun siap menusuk orang itu.
"Singkirkan itu. Ini aku Qin Junxi"kata Pangeran Keempat, ia melepas topinya dan memeriksa denyut nadi Liu Wen.
"Kau....! Bagaimana kau bisa menemukanku dan lagi aku pakai cadar...! Apa ada pengawal istana disini! Apa ada Qin Xuan disini!"tanya Liu Wen, ia melihat kanan dan kiri takut dirinya ditangkap dan disuruh pulang ke istana.
"Tenanglah aku sendiri disini, kebetulan ini tempat pengobatanku. Aku mendengar suaramu tadi saat berjalan kesini makanya aku tahu itu dirimu. Dan berpakaian mencolok begini siapa yang tidak curiga"kata Pangeran Keempat dengan datar, pakaian yang dipakai Liu Wen sangat mahal apa lagi pakai cadar membuat semua orang disana menyangka bahwa ia seorang bangsawan.
"Hah? Tempat ini milikmu? Memang kau buka tempat pengobatan dimana?!"tanya Liu Wen bukannya ia sudah berada diluar Ibukota.
"Desa kecil didekat Ibukota ini desa kelahiran Ibuku banyak sanak saudara disini yang sakit tetapi tidak diurus dengan benar kalau ada tabib pun biayanya sangat mahal makanya aku membuat tempat pengobatan agar mereka bisa berobat secara gratis"kata Pangeran Keempat, ia masih serius memeriksa Liu Wen.
"Wooo... dermawan sekali! Tapi gerakanmu ini bisa disebut sebagai menarik hati rakyat untuk berpihak padamu"kata Liu Wen menyenggol dada Pangeran Keempat.
"Aku memakai identitas palsu dan ini hanya penebusan dosa untuk ibuku saja"kata Pangeran Keempat, itu memang benar semua orang disana tak ada yang kenal dengan Qin Junxi karena disini Pangeran Keempat dipanggil Wuoyin.
"Kandunganmu baik baik saja, kram diperut biasa terjadi saat kau
melakukan perjalanan, tidak apa itu hal yang normal, minum saja obat yang kuberikan secara teratur"sambungnya, ia beralih menatap Liu Wen dengan serius.
"Apa kau menyukai kakak Xuan?"
"Tidak"kata Liu Wen dengan datar.
"Apa kau mencintainya?"
"Tidak!! Jika aku tak menyukainya bearti aku tak mencintainya"kata Liu Wen ia mulai kesal dengan pertanyaan Pangeran Keempat.
"Kau tak mau jadi Permaisuri?"
"Tidak!! Aku lebih suka menjelajah ke berbagai tempat"
"Perdana Mentri Liu sudah menceraikan kalian"kata Pangeran Keempat membuat Liu Wen kaget.
"Hah? Bu,bukannya perintah Kaisar tidak boleh dibantah ya? Yang membantah akan dihukum mati kan?"tanya Liu Wen itu memang benarkan kekuasaan tertinggi ada ditangan Kaisar.
"Itu benar tapi tak berlaku bagi Perdana Mentri Liu, ia memiliki Plakat Zen milik Kekaisaran terdahulu"jelas Pangeran Keempat.
"Jadi begitu lalu kenapa ayah tak menolak saat aku mau dinikahkan kemarin! Sial, dasar ayah"gumam Liu Wen, ia kesal bercampur sedih.
"Kau tahu dari mana bukannya ini hal yang tabu membahas tentang Kekasiaran terdahulu?"tanya Liu Wen yang penasaran.
"Untuk mencari informasi seluruh Kekaisaran Qin kau hanya perlu mencari disatu tempat yaitu ruang belajar Kaisar"
"Bukannya masuk tanpa izin akan dihukum?"
"Aku dulu anak kesayangan ayahanda jadi masuk ruang belajarnya pun tak akan dihukum"kata Pangeran Keempat itu memang benar berkat Ibunya yang menyuruhnya belajar membuatnya menjadi sangat menonjol setelah Kaisar Qin.
"Qin Xuan... apa tidak disayang? Jangan jangan dia anak buangan"Liu Wen bertawa garing.
"Sembarangan"kata Pangeran Keempat memukul kepala Liu Wen.
"Dia juga disayang ayah tetapi kakak terlalu cuek dan tak pernah ingin diperhatikan Kaisar"
"Bagaimanapun ini semua takdir! Akhirnya keturunan Dinasti Xia akan menjadi Kaisar dan mengambil daerah kekuasaannya lagi"kata pengeran Keempat, ia tersenyum miring jika itu benar bagaimana kedepannya sepertinya hal ini semakin menarik.
"Kita lihat saja bagaimana takdir akan membawa nasibnya"Pangeran Keempat pergi dari kamar itu membiarkan Liu Wen beristirahat.
"Hei... adik ipar..."panggil Liu Wen.
"Ada apa?"tanya Pangeran Keempat ia berbalik.
"Bisakah kau suruh Qin Xuan membakar daging domba diatas pohon"kata Liu Wen memainkan tangannya.
"Apa?"kata Pangeran Keempat, telinganya membesar takut yang didengarnya tadi salah.
"Bi..bisakah kau menyuruh Qin Xuan membakar daging domba diatas pohon?! Dan suruh dia tak pakai baju lalu pakai celana panjang yang ada gambar babinya"timpal Liu Wen, ia entah kenapa dia menginginkan hal itu
"Kau menyuruh Kaisar melakukan hal sekonyol itu? Ingin mati?"tanya Pangeran Keempat menatap datar wajah kakak iparnya.
"Hmmm... aku ngidam... sayang sekali"kata Liu Wen ia menatap senduh kebawah karena merasa kecewa.
"Hah!! Baiklah, sepertinya akan lucu"gumam Pangeran Keempat, ia membayangkan bagaimana jadinya jika kakaknya melakukan hal itu.
"Aku akan datang ke istana siang ini, tunggu aku ditaman belakang ingat! Pastikan dia melakukannya atau keponakanmu saat lahir akan mengeluarkan air liur terus"kata Liu Wen, ia pergi sepertinya ekspedisinya harus dibatalkan dulu.
"Aku tak sabar ingin memakan daging domba bakar"kata Liu Wen bersenandung ria.
*****
Kediaman Naga
"Yang Mulia, Pangeran izin bertemu"kata Kasim Kepada Kaisar yang sedang memeriksa dokumen. Ia bisa sedikit tenang setelah berbicara dengan adiknya kemarin.
"Ada apa siang siang begini dia minta bertemu"pikir Kaisar tak biasanya adiknya yang tak pernah keluar kediaman itu mengajaknya bertemu.
"Salam Yang Mulia Kaisar"kata Pangeran Keempat ia menunduk hormat.
"Ada apa Xi'er?"tanya Kaisar tanpa menoleh kearah adiknya.
"Kakak Xuan... bisakah kau berjanji padaku"kata Pangeran Keempat dengan serius.
"Ya? Janji?? Baik..baik... aku janji? Apa yang kau inginkan?"kata Kaisar tak biasanya adiknya minta sesuatu.
*Bagaimana memintanya... aku pasti akan dianggap sengaja mempermalukan Kaisar-batin Pangeran Keempat.
"Anda tahukan kalau ini sudah masuk musim dingin saya pernah baca kita harus melakukan ritual agar salju tak turun deras"kata Pangeran Keempat, ia mulai berbohong demi keponakannya.
"Ya! Aku tahu itu kita hanya akan berdoa kekuil"kata Kaisar ia mulai merasa curiga.
"Ada lagi agar cepat dikabulkan seseorang harus membakar daging domba diatas pohon tanpa memakai baju dan celana corak babi"kata Pengeran Keempat dengan ragu.
"Oh ya aku baru tahu ada ritual seperti itu"kata Kaisar yang sepertinya menyadari sesuatu.
"Ya! Aku baru membacanya dibuku"kata Pangeran Keempat sambil menggaruk pipinya.
"Hoo... baiklah jika kau yang berbicara akan kita lakukan, sungguh sial yang melakukan ritual itu hahaha"kata Kaisar ia tertawa ringan.
"Dari buku yang kubaca Kaisar lah yang harus melakukannya"sambung Pangeran Keempat.
"Ohh ya? Kita akan menyuruhnya... hmm? Apa?"Kaisar baru sadar dengan perkataan adiknya.
"Kau ingin kakakmu bertindak konyol begitu?"tanya Kaisar sekali lagi dibalas anggukan oleh Pangeran Keempat.
"Hah? Kau benar adikku kan! Qin Junxi tak pernah sekonyol ini, katakan apa yang sebenarnya terjadi?"kata Kaisar mengguncang tubuh adiknya.
"Maaf kakak aku ingin sekali melakukan hal itu dengan kakak, aku mohon. Kau sudah berjanji padaku, lakukan untukku.... kita berdua dibelakang taman. Suruh orang untuk pergi dari sana"kata Pangeran Keempat pertama kalinya dia memelas diusianya setua ini kepada kakaknya.
*Sial! jika bukan karena keponakanku aku takkan pernah melakukan hal ini-batin Pangeran Keempat ia tersenyum kikuk.
"Huhh... baiklah mari kita lakukan! Sudah lama juga tak bermain bersama"kata Kaisar ia tersenyum miring.
Taman belakang Kediaman Naga
"Huh? Mana mereka! Aku sudah lapar"gumam Liu Wen, ia bersembunyi dibalik semak semak. Tak lama Pangeran dan Kaisar datang hanya memakai celana dan membawa daging domba yang diikat dikayu lalu tungkuh yang berisi api.
"Wah pertunjukan sirkus dimulai! Hehehe"kata Liu Wen, ia melihat Kaisar dan Pangeran beraksi, Liu Wen tak berhenti tertawa ini hal terlucu yang dilihatnya sepanjang hidup.
"Dua orang tololl, hahaha"tawa Liu Wen, ia beralih ke daging domba yang sedang dibakar.
"Kakak sudah cukup! Kembalilah, ini memalukan sekali"kata Pengeran Keempat menutup wajahnya karena malu.
"Kau yang meminta kau yang malu? Ada apa sih"kata Kaisar ia mengusap kepala adiknya dan pergi masuk kamarnya.
"Hahahaha... aduhh aku puass sekalii"kata Liu Wen guling guling ditanah perutnya terasa nyeri karena banyak tertawa.
"Ya!! Aku ikut ikutan menjadi orang aneh karena kau kakak ipar"gumam Pangeran Keempat tampak tiga guratan didahinya ia sangat malu sekarang.
"Ini daging dombanya! Jangan banyak banyak makannya"kata Pangeran Keempat dengan tegas.
"Iya... aku pergi dulu, suruh Qin Xuan untuk tak mencariku lagi. Dia sudah memiliki banyak wanita kan. Aku dengar dia sudah mulai bermalam dengan para Selir, mungkin sebentar lagi akan banyak Pangeran di Dinasti Qin, bayiku hanya akan jadi sasaran orang orang tamak saja jika berada diistana"kata Liu Wen, ia langsung pergi keluar Istana melalui tangga.