
"Aiden dewasa? Hahaha... lucu sekali"kata Su Zheji, ia tertawa mendengar kata kata Keyzee.
"Mama? Apa yang kau lakukan disini"tanya Presdir Mike, ia berdiri dan menyambut ibunya yang berada dua meter disampingnya.
"Anak siapa ini? Mama tidak menculik anak orang kan?"tanya Presdir Mike mengingat ibunya ini seperti mirip sekali dengan preman, ia takutnya apa yang ia pikirkan benar benar terjadi.
"Paman ini sangat konyol"kata Aiden, ia menyingitkan alisnya kata kata bodoh apa itu padahal melihat dari pembicaraan mereka, pria itu adalah anaknya dan wanita ini adalah ibunya.
"Prffff... Aiden benar! Anakku memang aneh"kata Su Zheji, ia terkekeh geli mendengar kata kata anaknya serta ejek Aiden untuk putranya itu.
"Aku serius ma..."kata Presdir Mike bagaimana bisa ibunya memojokkannya begini.
"Tidak Xuan. Mereka sedang menuju cafe ini itu sebabnya mama mengantar mereka...."jelas Su Zheji, ia tertawa ringan karena akan mengobrol lama, ia melangkahan kakinya ke arah putranya.
"Kalian.... apa yang kalian lakukan disini? Ini bukan taman kanak kanak"kata Presdir Mike, ia berbicara dengan sedikit ketus dan memberi tatapan mengintimidasi membuat Keyzee hampir menangis.
"Paman kau menakutii adikku! Singkirkan tatapan itu!"kata kata Aiden, ia menatap Presdir Mike dengan serius.
"Jika dilihat begini... kalian seperti ayah dan anak"gumam Su Zheji, ia memegang dahunya sambil berpikir.
"Key.."panggil Su Zheji, ia menatap gadis kecil itu.
"Hmm?"Keyzee mendongkakkan kepalanya, matanya menatap Su Zheji sambil beberapa kali mengedipkan pelan matanya.
"Apa Key punya ayah?"tanya Su Zheji walaupun ini pertanyaan yang konyol, ia masih ingin menanyakannya.
"Tidak punya! Tapi Key tahu nama papi! Nama papi Xuan juga! Sama seperti paman ini"kata Keyzee, ia sangat antusias saat membicarakan sesuatu yang bersangkutan dengan ayahnya.
"Kamu masih kecil kenapa memilliki tatapan seperti itu? Sangat mengintimidas"kata Presdir Mike dari mana anak ini belajar menggunakan ekspresi itu.
"Paman yang memulainya"kata Aiden, ia tak mau kalah.
"Aku? Aku cuma melihatnya, tidak melukainyakan?"kata Presdir Mike, selama ini tak ada yang pernah membantahnya dan untuk pertama kalinya ia dibantah oleh seorang anak kecil.
"Makanya jangan pasang wajah begitu"kata Aiden, ia mengejek Presdir Mike yang selalu kaku berbicara dengan orang lain.
"Kamu tidak sadar? Wajahmu itu juga sama"kata Presdir Mike, ia menyeringai memang benar ekspresi keduanya sangat mirip sekarang bahkan cara senyum berbicara pun sama.
**Hmmm... a*pa Xuan punya anak diluar nikah?? Jangan jangan Aiden anaknya Xuan!! Hehehe... kita perlu mengujinya-batin Su Zheji melihat putranya dan anak yang baru ia temui dijalan ini bertengkar dengan gaya dan aksen bicara yang sama membuatnya curiga.
"Key turun sebentar ya"kata Su Zheji, ia menaruh Keyzee dikursi dan mendekat kearah dua bocah ini.
"Kalian.... bisa tidak jangan bertengkar!"kata Su Zheji, ia menarik rambut keduanya sampai tercabut beberapa helai.
"Ahhh!! Nyonya kau melukaiku"kata Aiden, ia memegang kepalanya yang terasa sakit dengan kedua tangan kecilnya.
"Mama! Kau ingin membuat putramu ini botak ya?"kata Presdir Mike ia mengelus kepalanya.
"Ahh! Tidak...tidak! Kalian tidakk mendengarku dengan baik! Itu sebabnya aku memperingatkan kalian"kata Su Zheji ia tersenyum dan langsung mengamankan sampel yang ada dikedua tangannya itu.
*Hehehe... sampel berhasil didapat! Jika hasilnya sesuai perkiraanku... itu artinya aku punya cucu-batin Su Zheji, ia memasukkan rambut Presdir Mike dan Aiden disaku celananya, matanya berbinar mengharapkan hasil yang baik.
*Jahatnya seperti preman beneran-batin Aiden, ia menekuk wajahnya karena masih kesal.
*Sudahku bilang dia itu preman-batin Presdir Mike, ia dan Aiden berbicara lewat kontak mata, sesaat mereka berbaikan karena merasa senasib.
"Oh ya Aiden!! Siapa yang ingin kau temui?"tanya Su Zheji kira kira siapa yang ingin ditemui anak anak ini bahkan sampai pergi sendiri tanpa pengawasan orang tuanya.
"Seorang laki laki, kami sudah berjanji di meja 4.2 cafe ini"kata Aiden, ia lupa akan tujuan awalnya datang kemari karena asik berdebat dengan Presdir Mike.
"4.2? Itu mejaku sebelumnya! Mungkin sudah ada yang mengisinya sekarang"kata Presdir Mike, lagipula ia ada janji dengan Liu Wen bukan seorang anak kecil.
"Paman?"tanya Aiden saat melihat meja pesanannya yang diisi pasangan lansia, membuatnya yakin bahwa pria yang melamar ibunya pasti pria menyebalkan didepannya ini.
"Aiden!!"teriak Liu Wen, mata membulat, nafasnya pun sudah tak beraturan lagi, ia segera berlari menuju tempat putranya berada.
*****
Beberapa menit yang lalu
"Ehmm?"Liu Wen memegang kanan dan kiri ranjang.
"Kemana mereka"kata Liu Wen, ia mengusap matanya, untuk ke sekian kalinya dia bangun ke siangan.
"Apa yang kalian lakukan?"tanya Liu Wen, ia baru saja selesai membersihkan wajahnya dan mendengar suara bising dikamar sebelah.
"Mami sudah bangun?"tanya Jake, ia membawa anak perempuan dari ditaman kanak kanak.
"Siapa ini"tanya Liu Wen menghampiri anak perempuan itu sambil mencubit pelan pipinya.
"Hallo saya Angel... bibi"kata anak perempuan itu dengan malu malu.
"Dia pacarku mami! Cantikkan!"kata Jake dengan percaya diri, ia merangkul bahu Angel.
"Tidak boleh"kata Liu Wen, ia memukul kepala Jake sambil tersenyum.
"Huh?! Cuma pacaran doang kok ga boleh"cibir Jake, ia mamajukan bibirnya karena marah kepada Liu Wen.
"Angel jika Jake menganggumu, pukul saja ya seperti yang bibi lakukan tadi"seru Liu Wen, ia mempraktikan kembali apa yang dilakukan kepada putranya itu.
"Oh ya dimana Key?"tanya Liu Wen biasanya anak bungsunya itu selalu menunggunya bangun tidur.
"Tadi bersama kak Aiden"kata Ellson, ia sedang bermain dengan stetoskop milik Liu Zhiwan.
"Begitu ya"kata Liu Wen, ia turun ke bawah mencari dua anaknya itu, tak melihat satu anaknya rasanya, harinya tak lengkap.
"Pagi kakak ipar"sapa Liu Wen, ia menyapa Gu Suyi yang sedang duduk di sofa.
"Pagi Fe... mau kemana?"tanya Gu Suyi, ia menutup majalah yang ia baca dan menghampiri Liu Wen.
"Apa kakak lihat Aiden dan Key?"tanya Liu Wen matanya tak henti hentinya bergerak kesana kemari mencari keberadaan dua anaknya itu.
"Emhh... tidak... biasanya mereka bermain bersama didalam vila"kata Gu Suyi membuat Liu Wen sedikit cemas.
"Ya hari ini mereka berdua bermain, aku tidak tahu kemana"kata Liu Wen, ia mulai mencari diruang tengah.
"Mungkin sedang bermain disekitar sini, Fei tenanglah"kata Gu Suyi untuk pertama kalinya, ia tak melihat anak anaknya saat baru membuka mata membuatnya sangat khawatir.
"Oke, tetapi aku harus menemukan mereka ini hampir jam makan siang"kata Liu Wen, ia meneriaki nama Aiden dan Keyzee tetapi tak ada jawaban.
"Kakak!! Mereka tidak ada..."kata Liu Wen sekarang rasa paniknya meluap, ia sangat binggung.
"Akan kusuruh satpam mencarinya diluar"kata Gu Suyi, mereka mencari Aiden dan Keyzee tetapi masih tak menemukannya juga.
"Dimana mereka..."kepala Liu Wen serasa pecah, ia sangat pusing memikirkan nasib anak anaknya apa mereka diculik? Atau mereka bermain keluar dan tersesat.
"Tenang Fei! Aiden anak yang pintar"kata Gu Suyi berusaha menenangkan Liu Wen.
"Bibi... aku melihat Aiden keluar tadi"kata Angel, ia menunjuk pintu keluar Villa Liu.
"Apa itu benar?"tanya Liu Wen, ia memegang erat bahu Angel.
"Ehmm.."kata Angel mengangguk saat itu Aiden membawa banyak uang juga.
"Mami.. aku tahu dimana mereka"kata Anna yang sedikit tergesa gesa, ia yakin Aiden ingin mencari tahu tentang pria yang melamar ibunya.
"Cafe Gardliva"teriak Anna membuat Liu Wen langsung berlari keluar.
*****
"Mami?"tanya Aiden, ia sedikit terkejut melihat kehadiran ibunya yang secara tiba tiba ini.
"Mami!!!"teriak Keyzee ia melompat kepelukan Liu Wen, dengan sigap Liu Wen menangkap putrinya itu dan menciumi wajahnya.
"Jika berani keluar tanpa izin lagi!!! Akan mami pukul"kata Liu Wen, ia memeluk anak anaknya, ia takut terjadi sesuatu sampai sampai menangis.
"Oke... maafkan aku"kata Aiden, ia tak menyangka ibunya akan sekhawatir ini padanya.
"Tunggu ini mami kalian?"tanya Su Zheji, ia memalingkan wajahnya sebentar tubuhnya gemetar.
"Hmm"kata Aiden, ia mengangguk.
"Nakk.. aku tahu kau khawatir akan keselamatan anakmu, tapi... setidaknya ganti dulu piama mu... prfff"Su Zheji terkekeh apa apaan itu ke cafe dengan rambut acak acakan dan piama pendek, semua orang melihat kearah mereka.
"Hahahaha"Aiden, Keyzee dan Presdir Mike pun ikut tertawa karena ulah Liu Wen.