I'M Chinese Princess

I'M Chinese Princess
Extra Part Menunggu,



"Yang Mulia... Ini saya Feng Xiu"seru Feng Xiu yang berada diluar kamar ia tak merasa bersalah menganggu Ri Won dimalam pernikahannya karena ia tahu takkan terjadi apa apa malam ini.


"Ahh... ternyata kau ya. Ini malam pengantin seharusnya kau tahu..."kata Ri Won, ia membuka sebagian pintu menyenderkan badanya dipintu dan menatap malas Feng Xiu.


"Kan tidak terjadi apa apa malam ini"kata Feng Xiu dengan terus terang membuat Ri Won tertohok, ia memukul dadanya yang terasa sakit.


"Uhuk!! Uhuk!! Ini menyakitkan tahu"kata Ri Won, ia menenggok kebelakang, melihat Anna yang tertidur pulas membuatnya keluar dari kamar karena takut suaranya akan menganggu tidur Anna.


"Kau minta aku berterima kasih kan? Baiklah terima kasih untuk bantuanmu... Tuan Muda Feng"kata Ri Won menunduk dan hendak pergi.


"Bantuanku tidak gratis"kata Feng Xiu, ia tersenyum tipis sambil menutup matanya menambah kesan misterius padanya.


"Apa yang kau inginkan?"tanya Ri Won, ia ingat betul saat ia sedang bersedih atas kematian ibunya di kamar. Feng Xiu menyapanya secara tiba tiba entah bagaimana dia masuk saat itu.


******


Tujuh Hari yang Lalu


"Bukankah hari ini hari pernikahan istrimu? Apa kau sedih karena itu Kepala Pengawal Ri Won?"tanya Feng Xiu, ia membuka jubah yang menutupi wajahnya.


"An..anda? anda Tuan Muda Feng? Kenapa bisa ada disini"tanya Ri Won, ia sedang berminat berbicara dengan orang lain sekarang.


"Itu tidak penting.... Aku tahu wajah itu sangat menganggu bagaimana jika kita hilangkan"kata Feng Xiu tetapi tak ada respon dari Ri Won.


"Jika Pangeran ini membalas dendam kepada mereka yang menghinamu setidaknya kau harus memperbaiki wajahmu itu"kata Feng Xiu, ia menghela nafasnya Ri Won yang sedang galau sangat susah diajak kompromi.


"Ak..."baru saja ingin menyangkal berkataan Feng Xiu yang tak mendasar itu kata katanya terpotong.


"Demi Wei Wei... Setidaknya kau tak boleh membuatnya susah. Aku tidak berpikir wajahmu itu buruk rupa tetapi bagi seorang pemimpin wajah adalah cerminan negara. Wei Wei ditakdirkan menjadi penguasa seperti ibunya aku harap Pangeran mengerti"kata Feng Xiu kali ini dia berbicara dengan serius.


Ia datang jauh jauh dari Qin ke Joseon hanya karena memikirkan Anna. Sejak Ri Won membuka topengnya. Seluruh istana gempar membuat Feng Xiu tertegun apa alasannya membuka aib yang selama ini ditutupinya pikir Feng Xiu, saat mengetahui alasannya adalah Anna, disitulah Feng Xiu bertekad untuk membantu Ri Won Karena kebahagiaan Anna hanya pada Ri Won.


"Kau benar aku bisa membuatnya kesulitan jika penampilanku begini"kata Ri Won, ia tak merasa tersinggung dengan perkataan Feng Xiu. Hidup bersama rakyat biasa membuatnya terbiasa akan hinaan atau kritik pedas.


"Bagaimana caranya menyingkirkan ini? Bertahun tahun aku memakai obat untuk menghilangkannya. Memang ada efeknya tapi tak maksimal"kata Ri Won, ia juga sudah mencoba menghilangkan bekas luka bakarnya itu tetapi sampai sekarang hanya berubah warna dari hitam menjadi kecoklatan saja.


"Kau hanya perlu satu komponen. Campurkan itu diracikan obat yang biasa dalam seminggu efeknya akan terlihat"kata Feng Xiu, ia melempar satu kantung penuh tanaman obat.


"Kau juga harus belajar tata krama bukan? Aku akan membantumu Pangeran tapi kau harus bekerja sama denganku"kata Feng Xiu dia tersenyum dan mengedipkan satu matanya.


"Apa yang akan kau lakukan"tanya Ri Won, ia merasa sangat tak nyaman melihat senyum Feng Xiu.


"Aku akan membuat rumor kau masih berduka atas kematian Ratu Hyunseo. Aku mohon jangan tersinggung karena hal ini. Kita akan membuat semua musuhmu terkejut"kata Feng Xiu, ia menarik tangan Ri Won dan mengajaknya ke kamar untuk mulai melakukan pengobatan.


******


"Berikan Wei Wei padaku saat masa pernikahan kalian selesai"kata Feng Xiu, ia menutup wajahnya mengunakan kipas sambil tertawa ringan.


"Bagaimana kau tahu!"kata Ri Won dengan lantang dia terkejut karena rahasianya dan Anna diketahui.


"Be..begitu rupanya. Tapi aku tidak akan menyerahkannya!"kata Ri Won, ia sangat serius mengatakan hal itu.


"Yiwei bukan barang!"


"Ya dia bukan barang lalu apa yang akan kau lakukan saat perjanjian kalian sudah selesai? Apa kau tidak akan melepaskannya? Bukankah itu melanggar aturannya?"kata Feng Xiu, ia tak semudah itu menyerah atas Anna. Awalnya ia sudah ditentukan sebagai calon suami Anna tetapi mendengar berita bahwa Anna akan menikah dengan Ri Won membuatnya pasrah lalu beberapa hari saat melihat isi surat dari mata matanya membuatnya bersemangat kembali dan memutuskan untuk tak menyerah menunggu satu tahun lagi untuk mendapatkan Anna.


"Ak... aku...aku yakin bisa membuatnya jatuh cinta kepadaku"kata Ri Won, ia mengepalkan tangannya, tak bisa menyangkal atau pun memaksa, posisinya sekarang sangat abstrak, sebenarnya dia siapa bagi Anna. Apakah saat masa kontrak itu habis ia bisa melepaskan Anna begitu saja.


"Kalau tidak bisa? Apa kau berjanji akan memberikannya padaku?"tanya Feng Xiu, ia tersentak kata kata Ri Won yang sangat bersungguh sungguh itu membuatnya ingin tertawa.


*Apakah Pangeran ini bodoh? Ia tak tahu kalau Wei Wei sangat menyukainya-batin Feng Xiu, ia hanya tinggal menunggu Anna... Apakah dia sanggup melepas Ri Won dan disaat itulah kesempatannya atau tetap melanjutkan hubungannya dengan Ri Won dan mengungkapkan perasaannya.


"Iya... aku janji tidak akan menganggu Yiwei lagi..."kata Ri Won dengan berat hati ia pergi dari sana dengan perasaan campur aduk.


"Heh?! Ayah dan anak Feng itu memang suka menganggu hubungan orang Ya"gumam Qin Xuan, ia melihat dari kejauhan bagaimana Feng Xiu menindas menantunya.


"Hei...! Kau belum puas mengikuti putriku"kata Qin Xuan, ia menegur Feng Xiu yang masih tersenyum miring disaat Ri Won sudah pergi meninggalkannya sendiri.


"Oh... Salam Yang Mulia..."kata Feng Xiu, ia berbalik dan memberi salam kepada Qin Xuan selaku Kaisar terdahulu Kekaisaran Qin.


"Jangan ganggu hubungan menantuku dan putriku! Seperti ayahmu itu"kata Qin Xuan, ia melipat tangannya dan membuang muka.


"Ayahku? Hehehe....! Iya Yang Mulia. Ayah saya akhir akhir ini sedang sibuk jadi tak bisa mengunjungi Ibu suri"kata Feng Xiu, baginya Qin Xuan tak semenyeramkan wajahnya. Sosok Qin Xuan baginya adalah pak tua yang humoris.


"Bagus! Ayahmu si Feng Li itu tahu diri juga ternyata"kata Qin Xuan, ia tersenyum puas mendengar kata kata Feng Xiu.


*****


"Apa yang kakek masukkan?! Apakah kakek memberinya obat penyembuh bekas lukanya itu?! Bukannya racun pelumpuh!"kata Woo Rin emosinya meledak saat melihat perubahan drastis Ri Won. Kakaknya itu terlihat semakin unggul darinya.


"Woo Rin! Jika kau tak bisa mengendalikan emosimu ini! Semua orang akan tahu siapa dirimu yang sebenarnya!"bentak Penasehat Lim. Ia memegang kedua pipi cucunya itu dan menatapnya dengan tajam.


"Menjadi sang Raja bukan hal yang mudah! Lakukan apa pun yang kakek katakan! Kau akan segera mendapat gelar Putra Mahkota"kata Penasehat Lim, Ia cukup takut saat melihat Woo Rin yang seperti orang gila jika sedang marah.


"Kau harus memanjakan Eunyeon... Buat Mentri Jang mengajak Mentri terdekatnya untuk memihakmu! Saat kita membunuh sang Raja! Petisi akan dilakukan jika kau yang mendapat suara terbanyak! Kau bisa menjadi Putra Mahkota yang secara tidak langsung akan menjadi Raja selanjutnya"kata Penasehat Lim pada saat itu Putra Mahkota lah yang akan menjadi Raja selanjutnya.


Jika pemilihan Putra Mahkota diadakan saat tahta kosong maka petisi akan dilakukan untuk memilih Putra Mahkota dan lima hari kemudian Putra Mahkota akan langsung diangkat menjadi Raja selanjutnya.


"Wanita Jalangg itu!!! Mati pun aku tak mau membuatnya senang!"teriak Woo Rin dia menepis tangan penasehat Lim.


"Baiklah jika begitu! Kau jadilah Pangeran buangan yang cepat atau lambat akan dibunuh oleh kakakmu itu!"


"Woo Rin! Kau harus percaya padaku! Kakakmu itu juga memainkan trik yang sama! dia pura pura baik padamu tetapi sebenarnya tak ada satu detikpun ia tak memikirkan bagaimana cara membunuhmu yang merupakan penghalang terbesarnya dalam mengambil tahta!"


*Kalian harus saling membantu... Bagi Ibunda Woo Rin adalah nomor satu dan kak Ri Won yang kedua karena dia sudah besar!" suara Ratu Hyunseo samar samar terdengar ditelinganya. Suara lembut yang selalu ia dengar setiap bangun dan tidur itu tiba tiba mendatanginya. Ratu Hyunseo menyuruhnya saling membantu! Lalu apa yang dia lakukan sekarang? Dia ingin membunuh kakaknya sendiri.


*Kau itu hanya penganti anaknya! Namamu sama sepertinya!-rasa bersalah itu tiba tiba hilang saat suara Lim Hari mengema dikepalanya membuat kebencian timbul kembali hanya karena satu kata dari Lim Hari. Woo Rin memutuskan untuk merubah dirinya menjadi orang jahat dan menyimpang dari ajaran Ratu Hyunseo.