I'M Chinese Princess

I'M Chinese Princess
118. Terpukul



"Kenapa kau disini!"teriak Ibu suri, dia tak salah masuk kediaman, sudah dipastikan ini kediaman Putra Mahkota! Kenapa putranya bisa ada disini? Apa rencananya ketahuan begitu saja.


"Sepertinya aku tahu apa alasan Ibu suri datang. Ingin membunuhku kan?"kata Aiden, ia ikut masuk ke dalam kamarnya. Dua orang pria berpakaian hitam yang dibawa Ibu suri bergegas mendekati Aiden.


"Jika kalian membunuhku didepan Kaisar, Ibu suri akan dapat masalah benarkan.... nenek?"kata Aiden, ia memiringkan kepalanya agar dapat melihat wajah neneknya yang sekarang terdiam dan sangat panik.


"Kalian pergilah!"kata Ibu suri memberi perintah kepada dua pembunuh bayaran itu, ia juga membuka penutup wajahnya walaupun sudah memasuki umur 64 tahun Ibu suri masih bisa melakukan pekerjaan kotor ini, sungguh membuat Liu Wen mengeleng gelengkan kepalanya.


"Qin Jianwe"kata Aiden dengan lantang membuat ibu dan ayahnya melihat kearahnya.


"Anda ingin Qin Jianwe menjadi Putra Mahkotanya jadi ingin membunuh saya? Benar begitu?"sambungnya Aiden melihat luka diperut ayahnya itu ia pergi menghampirinya.


"Jika saya yang disana mungkin saya yang akan terluka"Aiden terdiam sebentar dan menatap Ibu suri.


"Bagi anda! Saya dan kembaran saya adalah anak pungut dan cucu palsu anda bukan?"Liu Wen dan Kaisar saling menatap satu sama lain mereka pun beralih menatap Aiden yang sepertinya sangat marah.


"Bagus jika kau tahu! Ingatlah posisimu anak pungutmu!"kata Ibu suri dengan sombongnya.


"Jianwe ku yang pantas menjadi Kaisarnya. Dia sudah dilatih dengan baik sejak kecil! Bagaimana bisa kau yang baru datang seminggu sudah dinobatkan menjadi Putra Mahkota!"kata Ibu suri, ia tak merasa bersalah dan secara terang terangan menentang Aiden.


"Ibunda! Cukup! Jangan ikut campur lagi!Apa and..."saat Kaisar ingin memberitahu yang sebenarnya Liu Wen malah menghentikannya.


"Kita belum punya bukti percuma Ibu suri tak akan percaya"bisik Liu Wen membuat Kaisar berhenti bicara dan mengepalkan tangannya dengan kuat.


"Ingat kata kata anda bahwa Jianwe lah yang pantas mendapatkannya! Jika anda berjanji tak berubah pikiran saya akan menyerahkan gelar Putra Mahkota dan Kaisar kepada Jianwe"kata Aiden, lagi pula dari awal dia tak menginginkan gelar ini cukup menjadi penasehat saja dia sudah senang.


"Hmphh! Ingat kata katamu!"kata Ibu suri sambil tersenyum walaupun awalnya ia kaget mendengar perkataan Aiden yang dengan mudah menyerahkan gelar itu.


"Zhan'er! Papi memberimu gelar itu karena kau layak mendapatkannya!"kata Kaisar, kenapa anaknya mau saja menyerahkan gelar itu.


"Bukankah dulu papi juga tak mau menjadi Kaisar? Anggaplah aku mengikuti jejakmu"kata Aiden membuat Kaisar tersipu dan mengangguk.


"Mudah disuap dengan kata kata manis"gumam Liu Wen, ia tertawa garing melihat tingkah suaminya.


"Tapi... ada yang ingin saya tanyakan kepada anda"kata Aiden kepada Ibu suri yang masih saja bersikap angkuh kejadian Selir Chu dan Qin Meili tak membuatnya jerah.


"Apa!"kata Ibu suri dengan ketus.


"Kenapa anda bisa berpikir bahwa saya dan kembaran saya anak pungut?"kata Aiden.


"Karena Ibundamu mandul! Tentu saja tak mungkin punya anak"kata Ibu suri, ia berdecih dan tersenyum miring.


"Apa alasan mengatakan hal itu? Apa anda seorang tabib yang memeriksa kesehatan Permaisuri atau ada sesuatu yang lain..."kata Aiden, ia sengaja membuat Ibu suri merasa bahwa dirinya tahu segalanya dengan memutus kata katanya ditengah pembicaran.


"Apa! Apa kau menuduhku meracuni Ibundamu agar dia mandul!"kata Ibu suri, ia terpancing emosinya sampai mengatakan hal itu.


"Zhan'er jangan bicara sembarangan"kata Kaisar, tidak mungkin ibunya sekeji itu.


"Yizhan kau tak boleh memfitnah orang tanpa bukti atau pun saksi"kata Liu Wen, ia tak mau ada kesalahpahaman disini.


"Siapa bilang tidak memiliki saksi.... kita punya saksi disini"kata Pangeran Keempat bersama dengan Chen membawa tabib Wu yang sudah diikat menghadap Kaisar. Awalnya Chen menangkap tabib Wu di dapur istana karena mencampurkan sesuatu dimakanan Aiden tetapi saat dijalan Chen bertemu Pangeran Keempat dan menceritakan semuanya.


"Xi'er, Chen? tabib Wu?"kata Kaisar melihat adik dan bawahannya itu menangkap Tabib Wu menandakan ada sesuatu.


"Lapor Yang Mulia.... tabib Wu mencampur sesuatu dimakanan Putra Mahkota, jadi saya menangkapnya"kata Chen ia mendorong tabib Wu sampai tersungkur kebawah lantai.


"Yang Mulia... Yang Muliaa! Saya disuruh!!"kata tabib Wu dengan gugup dia melihat Ibu suri yang nampak melotot kearahnya.


"Tunggu Yang Mulia, sebelum mengetahui apa dan siapa yang menyuruh tabib Wu, apa anda tak mau tahu apa yang dimasukan tabib Wu didalam makanan Putra Mahkota?"kata Pangeran Keempat, dia menatap tabib Wu yang sepertinya bungkam dan tak bisa bicara lagi.


"Apa yang dicampurkannya?!"tanya Kaisar walaupun darahnya tak berhenti mengalir ia tak menghentikan persidangan ini.


"Obat mandul"kata Pangeran Keempat, membuat semua disana terkejut.


"Efek obat ini bisa membuat pria dewasa tak bisa mengeluarkan air mani dan wanita, rahimnya akan kering"sambung Pangeran Keempat membuat kepala Kaisar terasa pusing, itu hal yang sama yang dialami olehnya. Gejala mandul yang sama, bearti obat yang sama digunakan padanya dan yang memberi obat itu adalah ibunya sendiri menurut informasi dari bawahan setianya itu.


"Ibunda... "lirih Kaisar, dia hampir tak bisa berkata kata, suaranya hampir hilang karena menahan amarahnya.


"Kenapa, Ibunda melakukannya..."lanjut Kaisar membuat Ibu suri terkejut.


"Xuan jangan memfitnahku!"Ibu suri bersikeras tak memgetahui apa apa dan. masih saja memasang wajah angkuh.


"Jangan berbohong! Kenapa ibunda melakukannya! Apa ibunda tahu. Putramu ini mandul karenamu"kata Kaisar membuat Ibu suri menatap putranya itu dengan lekat tangannya perlahan turun kebawah, tiba tiba tubuhnya lemas, tenaga hilang.


"Mandul? Ba...bagaimana mungkin!! Kamu....kamu tidak mandul!"kata Ibu suri, dia memegang bahu Kaisar dengan kuat, melihat putranya yang menahan amarah membuatnya mulai mempercayainya.


"Xuan.... kau memakan kue itu!?"tanya Ibu suri, ia menatap anaknya dengan lemah.


"Kue apa?!"tanya Kaisar bukannya sedih karena tak bisa memikili anak lagi baginya si kembar sudah cukup, fakta bahwa Ibunya yang ingin menyakiti orang orang disekitarnya lah yang membuatnya sedih dan kecewa.


"Kue yang kuberikan dulu saat Liu Wen sedang sakit karena hukum pukulmu!"teriak Ibu suri, ia memiliki harapan bahwa anaknya itu masih baik baik saja.


"Kue itu... hmm... itu karena aku lapar... Aku juga tak menyuruh Wen memakannya karena perutnya akan sakit jika makan yang keras keras saat itu"kata Kaisar membuat Ibu suri terduduk ia benar benar kalah.


*Jadi waktu itu dia ingin aku mandul dengan obat itu dan menyuruh tabib Wu berbohong bahwa aku mandul karena hukuman pukul itu-batin Liu Wen sekarang dia mengerti. Alasan kenapa dirinya dinyatakan mandul dan alasan suaminya yang benar benar mandul.


"Berakhir sudah! kekaisaran ini tak memiliki penerus, jadi We'er juga bukan cucuku"isak Ibu suri, dia merasa benar benar kalah sekarang. Kecewa untuk yang kedua kalinya membuatnya tak bisa berkata kata lagi. Ia hanya bisa menatap kosong ke depan karena putranya itu tak bisa memiliki penerus untuk Kekaisaran Qin.


*Apa ini artinya Qin Guan Yi yang akan jadi Kaisar?-batin Ibu suri, ia menangis maratapi nasibnya. Sepertinya Ibu suri lebih terpukul dari pada Kaisar yang telah dikhianati oleh ibunya sendiri.