I'M Chinese Princess

I'M Chinese Princess
59. Bercerita



"Ma...maafkan mami"kata Liu Wen, ia memeluk erat putri bungsunya.


"Tidak. Mami jangan menangis Key tidak suka"kata Keyzee ia mengusap air mata Liu Wen.


"Aku tak akan menanyakan hal ini lagi, mami jangan menangis oke?"kata Aiden, ia merasa bersalah karena mengatakan hal yang membuat ibunya sedih.


"Apa yang kalian katakan, haa!! Mami baik baik saja... tidak apa"kata Liu Wen, ia mencubit pipi gembul milik Anna yang hampir menangis.


"Itu hak kalian untuk bertanya mengenai ayah kandung kalian..."kata Liu Wen, ia menghela nafas panjang dan duduk diantara anak anaknya.


"Kemari"seru Liu Wen, ia membuka lebar tangannya dan menyuruh keempat anaknya mendekat.


"Mami akan bercerita sedikit tentang papi..."kata Liu Wen membuat wajah anak anaknya segar kembali.


"Wahh, serius!"tanya Jake dengan antusias, entah apa yang dia rasakan suka. Benci. Entahlah dia cuma ingin seorang ayah.


"Ehmmm"kata Liu Wen mengangguk.


"Papi orangnya baik, dia tampan dan wajahnya mirip sekali dengan Aiden, emm.... dia juga pria terbodoh yang pernah kutemui"kata Liu Wen, ia mendengus kesal walau terlihat kesal wajahnya tetap merona.


"Kenapa mami mau menikahi orang bodoh?"tanya Jake, ia binggung dengan selera ibunya yang aneh.


"Mami dulu tak mau menikah dengannya! Mami tak menyukainya bahkan mami berencana kabur saat itu karena ancaman dan statusnya. Mami terpaksa menikahinya, sial sekali ya"kata Liu Wen, ia memicingkan matanya karena terlalu terbawa suasana saat bercerita.


"Lalu bagaimana mami bisa menyukai papi? Apa sampai sekarang mami tak menyukainya?"tanya Aiden bisa gawat kalau ibunya tak menyukai ayahnya, bisa bisa ia tak bertemu ayahnya lagi.


"Tidak, mami menyukainya! Sangat menyukainya, dia selalu tahan akan sifat konyol mami atau bahkan hal ekstrim yang mami lakukan"sambung Liu Wen, ia mengingat kejadian dimana ia meminta sesuatu yang aneh yaitu membawa gigoloo sebagai mainannya bukan hanya Kaisar bahkan seluruh istana gempar oleh permintaannya itu.


"Jadi papi adalah orang baik?"tanya Anna, ia tak terlalu mengharapkan ayah yang sempurna dan menyayanginya.


"Ehmm... sepertinya begitu sebagai pria dia memang baik"kata Liu Wen, ia memejamkan matanya sebentar.


*Sebagai suami dia tak lebih dari bajingann, seberapa besar dia mencintaiku jika ada orang ketiga aku tak akan pernah mempercayinya. Aku tahu itu karena posisinya setidaknya tolaklah untuk berbagi hal yang intim-batin Liu Wen, ia cemburu mendengar Selir Tang hamil dan sangat dimanja di istana bahkan dibuat perayaan menyambut anaknya dan Kaisar. Ia merasa kasian kepada anak anaknya. Harus berbagi ayah dengan Pangeran lain, belum lagi perebutan kekuasaan yang dibilang bilang sangat berbahaya itu sampai merenggut nyawa! Ia tak mau mereka mati dengan sia sia hanya karena sebuah tahta.


"Baiklah mami terima kasih sudah mau cerita"senyum Ellson, ia tersenyum manis untuk pertama kalinya. Ia merasa senang karena ibunya punya banyak waktu luang untuk bermain, bercerita, seharian ini.


"Mami! Apapun pilihan mami kami akan selalu mendukung! Jika mami ingin menikah lagi, kami pasti akan mendukung sepenuhnya! "kata Aiden, ia memegang tangan ibunya kata kata seperti itu keluar dari mulut anak berusia lima tahun. Dia serasa berbicara dengan anak remaja saja.


"Key tidak rela tetapi jika mami senang Key tidak masalah"kata Keyzee, ia membenamkan wajahnya dibahu Liu Wen.


"Apa yang kalian katakan, kalian berlima saja sudah cukup"kata Liu Wen sikap anaknya sekarang sangat mengemaskan wajahnya berkata tidak tetapi mulutnya berkata iya.


*Owhh imutnya, siapa yang mengajari anak anakku sampai bisa sepintar ini-batin Liu Wen.


"Mami janji akan sering bermain dengan kalian, ayo mandi bersama kata Liu Wen mengangkat kelima anaknya seperti anak kucing.


"Mamii!!"protes mereka dengan serempak.


******


Hotel Yutuan


"Pre...presdir! Wakil Presdir Liu mengirim video permintaan maaf"kata Sekertaris Lex, ia melirik kedepan nampak pria asing berambut pirang dengan mata sipit khas orang asia menatapnya balik dan tersenyum kearahnya, ia adalah Presdir De Zure perusahan yang bergerak dibidang softwere.


"Hallo Presdir De Zure! Saya Wakil Presdir Liu dari Grup Liu"video itu menayangkan Liu Wen yang duduk dengan tegap berbicara sopan dengan memakai bahasa Mandarin.


"Ehmm? Ternyata dia sudah menyelidikiku... gadis pintar"gumam Presdir Mike biasanya orang asia akan berbicara bahasa inggris dengannya karena mengira ia tak bisa bahasa Mandarin, ia mulai serius mengamati video itu.


"Saya meminta maaf karena membatalkan secara sepihak rapat yang sudah disetujui, sekali lagi saya mohon maaf. Jika Presdir Mike berkenan. Ayo minum di bar Zuks malam besok, aku akan meminta maaf secara langsung, itu pun jika kau berani"kata Liu Wen, ia memakai bahasa informal di akhir video dan mengedipkan satu matanya.


"Sungguh tidak sopan!"cibir Sekertaris Lex melihat tingkah Liu Wen yang begitu berani walupun tak mengerti apa yang ia katakan.


"Atur jadwalku kembali, aku akan menerima undangan Wakil Presdir Liu"kata Presdir Mike, ia berdiri dan pergi ke cafe menemui seseorang.


******


Villa Keluarga Liu


"Ahhh selesai"kata Liu Wen, ia mereggangkan otot otot badannya yang kaku.


"Sudah jam dua ya"gumam Liu Wen matanya sembab karena begadang mengerjakan dokumen dan baru saja mengirim video permintaan maaf sebagai inisiatifnya sendiri.


"Nyenyak sekali kalian ya"kata Liu Wen, ia memegang pipi anak anaknya, hari ini mereka tidur dengan dikamar Liu Wen.


"Bagaimana nasibnya? Apa dia masih hidup? Kemarin lukanya sangat parah hampir mengenai jantung. Aku harap dia masih hidup"gumam Liu Wen dengan malas ia berjalan kekasurnya, ia tidur disamping putri bungsunya.


"Aku tak mengharapkan kita bersama, cukup kau selamat aku akan bahagia. Jika kau mau hidup bahagia dengan Selirmu itu urusanmu!"kata Liu Wen, ia memiringkan kepalanya melihat rak buku.


"Andai saja.... andai saja dia disini dan memiliki akun sosmed! Mungkin aku sudah menjadi stalker nomer satu Xuan"kata Liu Wen sambil terkekeh geli.


"Yaaa! Aku ada di era modern dan melewati masa itu! Mungkin namanya ada dicatatan sejarah"kata Liu Wen, ia memejamkan matanya dan berusaha tidur


"Tunggu? Itu benar! Aku bisa tahu dari sejarah"Liu Wen langsung melompat dari ranjang dan mencari buku sejarah dirak buku.


 


Sejarah Kekaisaran Qin


Kekaisaran Qin dimulai pada tahun 1*** Masehi, berawal dari pemberontakan yang dilakukan Keluarga Pejabat daerah kepada Dinasti Xia, mereka berhasil merebut tahta dengan gagah berani memberontak demi rakyat yang menderita dibawah kepemimpinan Dinasti Xia.


Kaisar pertama bernama Qin Huangdi, ia memiliki 2 putra yaitu Qin Yeyu dan Qin Hao, anak tertuanya Qin Yeyu meninggal karena sakit dan anak keduanya Qin Hao akhirnya resmi menduduki tahta menjadi Kaisar kedua.


Qin Hao memiliki 12 putra tetapi yang bertahan hanya tiga yaitu Qin Xuan, Qin Junxi dan Qin Guan Yi, karena Qin Xuan anak pertama dan sangat cocok menjadi Kaisar, ia melaksanakan upacara penobatannya menjadi Kaisar ketiga disaat Kaisar Qin Hao baru saja meninggal.


Qin Xuan memiliki dua anak yaitu Qin Jianwe dan Qin Meili karena memiliki satu putra yakni Qin Jianwe, akhirnya pada saat ayahnya meninggal ia dinobatkan menjadi Kaisar keempat, tak disangka badannya yang lemah membuatnya akhirnya mati karena sakit dan hanya bertahan 2 bulan.


Melihat tahta yang kosong Ibu suri, Chu Nuan mengangkat Putri kandungnya Qin Meili menjadi maharani dan memerintah Kekaisaran Qin selama 20 tahun.


Kekaisaran ini runtuh 2 tahun setelah Putra Meili menjadi Putra Mahkota, ia menghabiskan seluruh kas negara untuk berjudi dan disaat bersamaan Kekaisaran Tang mengirim pasukan penyerbu.


 


"Jadi begini nasib Kekaisaran Qin.... sungguh tragis, hanya beberapa tahun saja memerintah lalu bagaimana nasibnya? Kenapa tak diceritakan disini"kata Liu Wen, ia mencari buku lainnya tetapi informasi tentang Kaisar Qin sangat sedikit.