I'M Chinese Princess

I'M Chinese Princess
114. Tak Terima



"Siapa orang cacat itu?"tanya Rong Tian kepada Liu Wen yang berada disampingnya.


"Sepertinya dia adalah Song Yuyue mantan Jendral muda Kekaisaran ini"kata Liu Wen, ia yakin akan hal itu karena orang yang datang menggunakan kursi roda itu tak memiliki kaki dan tangan.


*Apa yang baru saja dia katakan! Apa ini rencana Qin Xuan? -batin Liu Wen, ia menatap suaminya dari samping wajahnya yang tampan saat marah ternyata sangat imut menurut Liu Wen.


*Apa dia marah karena Selir Chu menyelingkuhinya?-batin Liu Wen, ia terlihat murung karena hal itu menganggu pikirannya.


"Lalu kenapa dia bisa cacat separah itu bahkan saat perang pun tak mungkin kedua kaki dan tangannya dipotong begitu kan"gumam Rong Tian membuat Liu Wen tersenyum miring.


"Karena aku lah yang memotongnya"seru Liu Wen ia menatap Rong Tian dengan tatapan mata yang tajam.


*Apa suasana hatinya sedang buruk saat ini? Aku merasa terancam-batin Rong Tian sebagai Kaisar yang terkenal akan wibawanya bisa bisanya takut kepada seorang wanita.


[Kalian lihat dulu bagaimana wanita yang ada didepanku ini]-Rong Tian.


"Apa yang kau katakan! Aku tak mengenalmu!"teriak Selir Chu, ia sangat panik saat mendengar pengakuan Song Yuyue. Biasanya pria itu selalu berpikir lurus entah kenapa hari ini dia membongkar rencana mereka.


"Hmm? Begitukah Selir... aku jadi kecewa mendengar kata katamu"kata Song Yuyue, ia menatap Selir Chu sambil tersenyum. Sekarang dirinya tak berdaya, kata kata Kaisar membuatnya tak bisa berkutik.


*******


Dua hari sebelum penobatan


"Bagaimana keadaan Mei'er tabib Wu?"tanya Song Yuyue hari ini, ia mengajak tabib Wu bertemu disebuah Kedai makan dipinggir jalan Ibu kota.


"Putri baik baik saja, percayakan kepada saya"kata Tabib Wu, beberapa kali ia mengelus telapak tangannya, tanda meminta uang.


"Ohh, maafkan saya"kata Song Yuyue, ia menyuruh pelayannya untuk mengambil satu kantung penuh tael emas.


"Terima kasih Tuan... oh ya saya perlu darah anda"kata tabib Wu, matanya langsung berbinar saat melihat sekantung penuh emas.


"Yang Mulia sampai kapan kita akan mendengarkan pembicaraan tabib dan Tuan Song"kata Chen mereka dari pagi sudah mengintai kediaman Tabib Wu untuk mengumpulkan buktinya sendiri.


"Kau dengar tadi mereka membicarakan Mei'er, kenapa Tuan Song sangat peduli dengan kesehatan Mei'er"gumam Kaisar, ia semakin penasaran akan hal itu.


"Untuk apa?"tanya Song Yuyue, ia menyingkirkan alisnya.


"Sebagai ayah kandungnya, darah anda sangat berguna. Saya dengar darah dari orang tua atau saudara Putri bisa dibuat penawar racun, sebagai ayah kandungnya anda bisa menyumbang sedikit"kata tabib Wu, ia sangat bersungguh sungguh dalam menjalankan tugas selama dibayar banyak, ia akan berpihak kepada siapapun.


"Ayah kandungnya? Jadi dia orangnya"gumam Kaisar, hari ini tak sia sia ia mengikuti tabib Wu setelah hampir 4 hari akhirnya ia mendapatkan informasi yang bagus.


Song Yuyue menyuruh bawahannya untuk menyayat pipinya dan menampung darahnya menggunakan daun bambu."Baiklah ambil ini"


"Terima kasih, saya permisi"kata tabib Wu, setelah ia pergi jauh Kaisar dan Chen pun mengikuti Song Yuyue saat mereka masuk ke gang kecil, Kaisar mulai menampakan dirinya.


"Jadi kau ayah kandungnya Meili"seru Kaisar dari belakang, ia menyeringai menatap punggung Song Yuyue yang berada di depannya.


"Hmm...?" Song Yuyue berbalik, ia tak tahu siapa orang yang mengetahui rahasianya itu.


Matanya terbelak saat melihat Kaisar Qin yang berada di belakangnya." Ya... yang Mulia...!"


"Saya tidak mengerti apa yang anda katakan"


Song Yuyue tersenyum, ia memilih untuk berpura pura tak tahu apa yang dikatakan penguasa Kekaisaran Qin itu.


"Hmm....! Yahh tidak masalah kedua orang itu akan ku adili dua hari lagi... Selir yang menyelingkuhi Kaisar dan anak haramnya akan mati"


"Anda tak bisa menghukum orang tanpa ada nya bukti"


"Tentu saja, makanya aku sudah menyiapkan bukti palsu yang ku buat sendiri.... "


"Aku akan membebaskan mereka jika kau mengaku..."


"Tuan Song sangat bijak pasti mengerti apa yang harus dilakukan nanti"


********


"Siapa yang putrimu! Orang cacat bukanlah ayahku! Dan jalangg Chu itu juga bukan Ibundaku! Ibunda kandungku adalah Permaisuri"teriak Qin Meili dengan lantang, ia mengatakan imajinasinya di aula istana.


"Apa? Apa maksudnya"kata Liu Wen, anaknya? Bagaimana itu mungkin, dirinya tak pernah hamil lagi.


"Bagiku anak siapapun pasti akan kuperlakukan sama, entah pengemis ataupun pejabat, entah laki laki atau perempuan, menolong seseorang adalah sebuah keharusan. Jika kau bilang aku adalah Ibundamu kau benar. Aku adalah Ibu bagi seluruh rakyat dan itu juga termasuk kau tapi jika kau bilang Ibu kandung, kurasa kau salah paham. Aku tak pernah hamil lagi setelah melahirkan mereka berlima"kata Liu Wen, walaupun tak tega mematahkan imajinasi Qin Meili. Dia juga tak bisa berbohong demi kesenangannya pribadi.


"Bohong! Ibunda Permaisuri Ibu kandungku!"teriak Qin Meili, ia hampir menangis karena perkataan Liu Wen yang menurutnya sangat dingin itu.


"Mei'er apa yang kau katakan"kata Selir Chu, ia melihat putrinya yang begitu kecewa saat Liu Wen musuhnya itu mengatakan bahwa Qin Meili bukan anak kandung Liu Wen.


"Salahmu! Ini semua salahmu"isak Qin Meili, ia sekarang sangat membenci Ibu kandungnya sendiri.


"Saya punya buktinya Yang Mulia. Saya dan Selir Chu pernah melakukan hubungan intim"kata Song Yuyue membuat semua orang terkejut mereka menganggap Song Yuyue sangat bodoh karena menyerahkan dirinya dan membawa bukti kejahatannya sendiri.


"Kenapa dia membawa bukti kalau dirinya bersalah?"


"Apa dia bodoh atau gila?"


"Menarik tontonan gratis di Kekaisaran Qin ini sangat membuatku terhibur"


"Mungkin dia gila sampai mau mati saja"


"Hahahaha.... astaga apa yang dilihat Selir Chu dari pria cacat itu sampai dia mengkhianatinya"


"Bawa kemari"kata Kaisar, ia mengayunkan tanganya yang artinya mengizinkan para pengawal ikut dengan pengawal Song Yuyue.


"Ini adalah baju Selir Chu, mungkin anda lupa tapi ini baju yang anda berikan kepada Selir Chu. Lalu ini surat surat kami. Beberapa tahun yang lalu Selir Chu mengajak saya melakukan hubungan intim karena Kaisar tak tertarik padanya. Demi memiliki anak untuk mendukungnya di istana dia mengkhianati anda"kata Song Yuyue masalah Kaisar mandul, ia benar benar tak mengetahuinya Selir Chu tak pernah memberitahunya.


"Bo...bohong"kata Selir Chu, ia sudah gemetar karena rahasianya terbongkar.


"Diam! Kau berani membantah lagi!"kata Kaisar, ia sangat marah dengan kelakuakan Selir Chu.


"Mengakulah atau kali ini Ibu dan ayahmu yang harus menanggung akibatnya"kata Kaisar, ia tak main main bunuh ya bunuh rasa kemanusiaannya terkubur dalam karena terbakar amarah.


"Nuan! Apa ini benar!"teriak Chu Sixie sekarang dirinya sudah berlutut dengan tangan diikat.


"Nuan'er jika benar katakanlah! Ibu dan ayahmu dalam bahaya"kata Ibu Selir Chu, ia sangat ketakutan saat melihat pedang yang mengarah padanya.


"Ya! Iya Yang Mulia! Aku mengakuinya, kau puas. Mau tahu kenapa aku melakukannya?! Itu karena kau tak pernah menatapku! Kau hanya menatap Permaisuri! Aku lebih cantik darinya. Kenapa kau tak pernah melihatku!"teriak Selir Chu, kepalanya terasa pusing mendapat desakan disana dan disini membuatnya gila.


"Aku juga meracuni Qin Jianwe! Aku juga yang meracuni anak kandungku sendiri demi menjatuhkan wanita rubah itu! Ini semua salahnya!"teriak Selir Chu, ia menatap tajam kearah Liu Wen dan berlari kearahnya, semua orang yang melihat hal itu langsung berdiri.


"Ahhh!"teriak Selir Chu saat pedang berhasil menembus tubuhnya pedang itu berasal dari arah belakang.


"Permaisuri harus dilindungi"kata Qin Yuanqu, ia menusuk Selir Chu dari belakang.


"Hahahaha.... kalian sangat senang hari ini! Apa kalian tahu Dinasti ini tak akan mungkin memiliki penerus ka... ka... akhh"


Selir Chu terbaring ia benar benar sudah mati karena Qin Yuanqu menarik pedang dengan sembarangan.


"Apa yang mau Selir Chu katakan?"


"Entahlah"


"Dia hanya jalangg"


"Pasti hanya omong kosong"


Gumam para Pangeran dan Kaisar, sekarang mereka menunggu hukuman apa yang diberikan Kaisar Qin kepada Song Yuyue dan bagaimana nasib Qin Meili.


"Aku tak menyuruhmu ikut campur Pangeran Pertama"kata Kaisar, ia sudah tahu apa yang ingin dikatakan Selir Chu tetapi dia ingin Selir Chu mengatakannya agar orang yang membuatnya mandul tertangkap.


"Maafkan aku Yang Mulia, nyawa Permaisuri dalam bahaya"kata Qin Yuanqu, sebenarnya itu hanya alasannya untuk membunuh Selir Chu. Ia takut Selir Chu akan mengatakan bahwa Kaisar mandul dilihat dari kejadian ini. Ia mengambil kesimpulan bahwa Selir Chu lah wanita yang diceritakan kakaknya.


*Kenapa dengan Kak Yuanqu, apa dia memiliki masalah dengan Selir Chu-batin Kaisar.


"Baiklah! Karena Tuan Song sudah mengakuinya dia akan dihukum penjara seumur hidup, jabatan Kepala Pengadilan akan dicabut! Keluarga Chu hanya rakyat biasa sekarang. Putri Qin Meili marganya akan dicabut dan namanya akan dihapus dari silsilah kerajaan! Dia akan diusir dari istana!"kata Kaisar, ia menatap Qin Meili yang sangat putus asa itu.


"Aku tidak mau! Aku seorang Putri! Aku Putri Qin!"teriak Qin Meili, ia sangat frustrasi mendengar hal itu.


"Lebih baik aku mati!"kata Qin Meili, ia berlarian kearah pedang pengawal yang mengarah tepat didepannya.


"Mei'er!"teriak Song Yuyue, bukan ini yang dia inginkan alasannya mengakui semuanya karena Kaisar berjanji akan menjaga putrinya dan Selir Chu, Membiarkan mereka tetap hidup selama dia menjalani hukuman didalam penjara.