
"Jadi sebaiknya mulai sekarang ayah tidak perlu terlalu akrab denganku... Kita lakukan tugas kita masing masing. Aku memimpin disini dan ayah mengambil keputusan"sebelum pergi Lim Hari mengatakan hal itu untuk mengancam ayahnya untuk tidak mencampuri urusannya.
"Ck! Jika Cha Ni tidak sakit aku pasti akan menjadikannya Ratu!"
"Ibunda..."panggil Woo Rin, ia memberi salam kepada Ibunya yang baru saja keluar dari ruang sidang.
"Woo Rin!"seru Lim Hari, ia terkejut karena anaknya itu menyapanya duluan biasanya saat berpaspas begini Woo Rin akan mengabaikannya.
"Aku punya permintaan Ibunda"Woo Rin tersenyum tetapi dari kata katanya ia sangat serius.
"Ohh... apa itu?! Apapun yang kamu mau... Ibunda pasti berikan"kata Lim Hari jika dia memberi apa yang diinginkan Woo Rin, pasti putranya itu tak akan bersikap dingin lagi padanya.
"Sebaiknya kita bicara di Kediaman Ibunda"kata Woo Rin, ia mempersilakan ibunya itu berjalan duluan.
*Apa yang dia inginkan?! Aku penasaran"batin Lim Hari melihat anaknya yang antusias membuatnya pensaran akan permintaan anaknya.
Butuh waktu tiga puluh menit untuk sampai kekediaman Ratu, walaupun sangat jauh Lim Hari tak pernah memakai tandu karena ingin menciptakan imej sebagai Ratu yang sederhana.
"Jadi apa yang kau minta anakku?"tanya Lim Hari mereka sekarang sudah berada dikamarnya.
"Aku ingin Jang Eunyeon"kata Woo Rin membuat Ibunya tersentak.
"Apa yang kau katakan! Dia Putri Mahkota kan?"kata Lim Hari kenapa tiba tiba anaknya itu tertarik dengan wanita milik Ri Won kakaknya.
"Wanita itu umurnya sangat berbeda denganmu! Ibunda bisa carikan gadis yang seumuran untukmu"kata Lim Hari selain karena gelar itu Lim Hari tak menyetujuinya karena renta umur mereka yang lumayan jauh.
"Aku tidak menikah hanya karena cinta Ibunda. Aku belajar itu dari anda. Keluarga Mentri Jang baru baru ini memiliki persediaan perang yang banyak berkat bisnisnya dia bisa bertukar bubuk mesium semaunya. Aku bisa memanfaatkan Eunyeon untuk meminta bubuk mesium itu untukku dan aku akan mendapatkan dukungan keluarga Jang"setelah mendengar penjelasan Woo Rin, Lim Hari tertawa dia bisa melihat dirinya ditubuh Woo Rin.
"Jadi begitu rencanamu. Jika begitu tentu saja Ibunda akan membantu... pertama yang harus kita lakukan adalah mencopot gelarnya itu"kata Lim Hari, ia tersenyum dan mengambil kertas dan kuas yang berada disampingnya, menulis surat permohonan kepada Raja untuk mencopot gelar Eunyeon dan memintanya agar Woo Rin dan Eunyeon menikah.
"Apa Ayahanda akan setuju?"tanya Woo Rin selama ini dia tahu kalau ayahnya itu sangat menyayangi Ri Won bahkan lebih dari nyawanya sendiri. Apakah dia mau menyerahkan Istri anak kesayangannya itu demi dirinya.
"Tentu saja dia mau, serahkan kepada Ibunda! Selama ini Ibunda lah yang berkuasa"kata Lim Hari baginya sangat mudah mempengaruhi Raja dengan kata kata manisnya.
*******
Dinasti Qin
"A...apa itu Kepala Pengawal Ri Won??"
"A..astaga! Dulu aku pengemarnya! Ternyata dibalik setengah topeng itu...! Bekas luka"
"Ewww... Aku mual melihatnya!?"
"Menjijikan"
"Kenapa dia harus melepas topengnya?! Bukannya selama ini dia selalu menutupi kekurangannya itu"
Banyak yang membicarkannya lebih tepatnya menghina saat tak memakai topeng lagi. Semua orang langsung menjauhinya apa lagi para wanita yang dulu mengejarnya tiba tiba saja langsung menjadi orang asing yang bahkan tak mau melihatnya lagi.
"Apa anda puas sekarang?"Yong menekuk alisnya, ia marah karena Ri Won melakukan sesuatu yang sangat merugikan dirinya sendiri.
"Tidak... ini menjengkelkan"kata Ri Won dengan datar, hinaan yang sudah lama tak pernah didengarnya kini kembali lagi. Wajah hitam kecoklatan yang membuatnya seperti manusia rendahan itu selalu membuatnya risih.
"Kalau begitu kenapa anda lepas"kata Yong dia berteriak melampiaskan amarahnya.
"Karena satu hal yang penting"kata Ri Won sambil tersenyum, entah sejak kapan dia berpikir Anna sangat penting baginya.
"Huuhh! Apa yang lebih penting dari reputasi anda"gumam Yong, ia memajukan bibirnya
"Hmphh! Saya tidak akan membantu anda menyelesaikan masalah dokumen"kata Yong, ia berjalan mendahului Ri Won.
"Eh? Yong kau tidak boleh meninggalkanku"teriak Ri Won walaupun sudah dibujuk Yong tetap tak mau menolongnya.
*****
Balai Pelatihan
"Kenapa dokumen ini banyak sekali"kata Ri Won nyawanya serasa hilang karena lelah mengerjakan sebagian dokumen dimejanya.
"Salah anda sendiri karena mengabaikan tugas anda demi Putri Yiwei... Padahal Putri selalu mengusir anda"kata Yong dengan terus terang.
"Aku hanya ingin berterima kasih padanya karena ingin membantuku kembali ke Joseon"kata Ri Won, ia tersenyum dan memainkan kuasnya mengambar wajah Anna yang datar didokumen pentingnya.
"Apa!! Anda mau kembali!! Putri Yiwei yang menolong anda! Kenapa anda tidak memberitahu saya!"kata Yong,ia menunjuk wajah Ri Won yang masih sibuk dengan lukisannya.
"Yahh.... aku lupa"kata Ri Won tanpa berdosa.
Grtttttt
Yong hanya bisa menahan rasa kesal didalam hatinya. Wajahnya sampai memerah karena kesal.
"Hari ini! Setelah aku menghukum bajingann itu"kata Anna dari luar ruangan saat ia masuk dan melihat Ri Won tanpa topeng ia terkejut.
"Mana topengmu?"tanya Anna secara spontan.
"Sudah saya buang"kata Ri Won sambil tersenyum.
"Ke..kenapa?"suaranya bergetar ternyata yang dikataan para pelayan benar. Ri Won yang selama ini memakai topeng adalah seseorang yang buruk rupa saat mendengar hal itu Anna yang baru sadar menghampiri Ri Won untuk mengetahui keadaan yang sebenarnya.
"Karena seseorang berkata kalau saya tampan tanpa memakai topeng"jawab Ri Won, ia tersenyum manis bahkan sampai membuka mulutnya.
Deg Deg jantung Anna berdetak kencang apa semua ini dilakukan Ri Won untuknya? Apa karena dia tadi sangat emosional dan ingin bunuh diri karena tak menerima keadaannya yang cacat?! Sehingga Ri Won memperlihatkan kelemahannya.
"Ha..hari ini kita pergi ke Joseon... Kaisar terdahulu sudah memberikan izin dan memberi kapal serta kuda untuk kesana"jelas Anna, ia jadi gugup melihat betapa tampannya Ri Won.
"Sungguh!? Akhirnya aku bisa bertemu Eunyeon"kata Ri Won, ia sangat bahagia karena bisa bertemu cinta masa kecilnya.
"Ya kau bisa bertemu istrimu"kata Anna sambil tersenyum tipis.
"Tapi. Aku ikut karena aku bisa mendapat izin untukmu dengan cara berbohong"kata Anna, ia menaruh jarinya dibibir.
"Jadilah pemandu jalanku Pangeran"
"Mohon bantuannya"Anna menunduk hormat meminta dengan resmi kepada Pangeran Joseon itu.
"Eumm"Ri Won mengangguk wajah Anna yang tersenyum memang sangat menawan baginya.
******
Joseon
"Yang Mulia ini sudah malam sebaiknya anda segera tidur"kata Kasim Ma, ia ingin mematikan lampu kamar Raja Nam Wok tetapi Raja Nam Wok menghentikannya.
"Ti..tidak! Bagaimana jika ada yang membunuhku!"kata Raja Nam Wok, ia mengebrak meja karena ketakutan.
"Ternyata benar mental Raja akhir akhir ini sangat buruk"gumam Kasim itu sebelum keluar dari kamar Raja Nam Wok.
"Yang Mulia Ratu akan memasuki ruangan"teriak dayang yang menjaga pintu masuk.
"Jangan terlalu memikirkan hal itu Yang Mulia... Saya ada disini"kata Lim Hari, ia langsung melemparkan dirinya kepelukan Raja Nam Wok.
*Jika bukan karena Woo Rin, aku tidak mungkin tidur dengan si tua bangka ini-batin Lim Hari dia merubah ekspresi dengan cepat saat Raja Nam Wok tak melihatnya.
"Hari! Kau disini"seru Raja Nam Wok dia membalas pelukan Lim Hari.
"Tentu saja Yang Mulia! Saya sangat merindukan anda... apa anda ingat saat pertama kali kita bertemu? Anda bilang saya sangat cantik"kata Lim Hari wajahnya memerah demi drama yang sempurna tentu saja harus menyakinkan.
"Ya tentu saja... Kau wanita tercantik yang pernah aku temui... Jangan pernah tinggalkan aku Hari"
"Tidak akan Yang Mulia. Percayakan semuanya kepada saya. Saya akan membantu anda mengurus negara dengan baik anda cepatlah sembuh"
"Hmm... Kau istriku yang baik. Aku bersyukur memilikimu"
"Yang Mulia... Woo Rin menyukai Jang Eunyeon"dia ingin mengakhirinya semua ini dengan cepat.
"Apa! Lancang sekali anak itu dia menyukai kakak iparnya sendiri"kata Raja Nam Wok wajahnya nampak sangat marah dengan perkataan Lim Hari.
"Hamba mohon jangan marah Yang Mulia! Pangeran Ri Won dan Jang Eunyeon tak pernah menikah. Dia tiba tiba mendapat posisi itu sedangkan Pangeran Ri Won pun belum tentu akan kembali"kata Lim Hari dia memeluk Raja Nam Wok kembali.
"Apa yang kau bicarakan Hari? Ri Won pasti kembali!"
"Iya itu pasti tapi kapan tepatnya Yang Mulia? Joseon memerlukan seseorang yang bisa menjaga negrinya! Ayah sudah mengajukan bahwa posisi Putra Mahkota akan dikosongkan? Anda juga setujukan?"
"Cepat atau lambat Jang Eunyeon juga akan disingkirkan. Itu sebabnya saya mengusulkan agar mereka berdua menikah!"
"Tidak! Jang Eunyeon milik Ri Won mereka sudah dijodohkan sebelum mereka lahir"dengan pelan Raja Nam Wok mendorong Lim Hari menjauh, ia tak ingin menuruti wanita yang dia cintai itu untuk masalah ini.
"Anda tidak boleh egois Yang Mulia! Mentri Jang memiliki banyak pendukung mereka bisa saja melengserkan anda! Saya mengatakan hal ini demi kebaikan anda! demi Joseon!"kata Lim Hari, ia sedikit tegas membuat Raja Nam Wok terdiam lalu mengangguk tanda setuju.
*Hmphh...! Dasar pengecut! Tidak salah ayah memilih Pangeran Nam Wok yang bodoh dan penakut sebagai Raja-batin Lim Hari hanya dengan sedikit gertakan Raja Nam Wok menyetujuinya.
"Anda sendiri yang harus menyampaikannya saya yakin Mentri Jang akan sepenuhnya mendukung anda"Lim Hari tersenyum, ia membakar dupa dengan sangat banyak dsn menutup hidungnya. Tak berapa lama Raja Nam Wok tertidur ia pun keluar dari sana.
"Jangan biarkan Raja keluar atau siapa pun menemui Raja, beliau sedang istirahat!"kata Lim Hari kepada para pelayan dia tak mau kalau tiba tiba Raja Nam Wok bangun dan datang ke kediamannya.
"Yang Mulia Ratu.... Apa urusan anda sudah selesai?"tanya Pejabat Ji, ia memeluk Lim Hari yang baru saja masuk ke dalam tandu.
"Iya kita bisa lanjutkan"Jawab Lim Hari dia melepas semua hasratnya malam itu ditandu bersama Pejabat Ji.