I'M Chinese Princess

I'M Chinese Princess
16. Permintaan Liu Wen



"Ada apa ini? ! Kenapa berisik sekali?"tanya seorang pria yang ditunggu tunggu Liu Wen, ia memakai jubah naga berwarna hitam dengan rambut panjang yang terurai.


"Yang Mulia Kaisar... Huhuhu..... Putri Liu Wen menampar saya! Padahal saya hanya mengatakan bahwa dia tidak boleh sembarangan jika berada dikediaman naga"isak tangis Selir Bai, ia langsung berlari memeluk Kaisar Qin.


"Coba kulihat mukamu"kata Kaisar Qin dengan lembut, ia memegang pipi Selir Bai dan melihay bekas merah disana.


*Ck! Buaya tetap lah buaya! Aiyaaa lihat tampang buayanya. Dengan memakai baju seorang Kaisar-batin Liu Wen, ia terkekeh sendiri saat membayangkan Kaisar Qin dengan kepala buaya sebagai kepalanya.


"Putri Liu Wen! Apa benar kau menampar Selir Bai? Apa kau tidak takut dihukum atas tindakanmu ini?"tanya Kaisar Qin walau dia tau Liu Wen wanita yang kejam tetapi dia tahu kalau Liu Wen tak akan menyakiti orang jika orang tersebut tidak menganggunya duluan.


"Ya! itu memang aku! Apa kau lihat bekas tamparan dipipinya? Semua bedaknya hilang"kata Liu Wen membuat semua orang tertawa tak terkecuali Kaisar Qin yang berusaha menahan tawanya.


"Kenapa kau melakukan hal itu?"tanya Kaisar Qin, ia kembali serius dan menatap wajah Liu Wen.


"Karena aku menginginkannya!"jawab Liu Wen sambil mengedikkan bahunya.


"Padukaa tolong tegakkan keadilan untuk saya"rengek Selir Bai menangis didekapan Kaisar Qin.


"Kau sudah bersikap tak sopan kepada Selir Agung! Apa benar tak ada alasannya?"tanya Kaisar Qin ia tak mau menghukum Liu Wen itu sebabnya menanyakan pertanyaan yang sama.


"Iya aku yang memukul! Karena menginginkannya! Jika kuberi alasan lain bukankah kau masih melindunginya? Dia pionmu yang berhargakan?"kata Liu Wen membuat semua orang terkejut.


"Lancang sekali Putri Pertama! Berkata seperti itu! Yang Mulia tidak pernah menjadikan kami pion"kata Selir Bai yang langsung memaki Liu Wen.


"Selir Xiao, jelaskan apa yang terjadi"kata Kaisar Qin sepertinya melindungi Liu Wen secara terang terangan begini tidak ada gunanya karena wanita itu sama sekali tak peka.


"Anuu... Yang Mulia Kaisar... Selir Bai memaki Kakak Permaisuri.... Katanya Kakak Permaisuri mirip pengemis tak pantas jadi Permaisuri"kata Selir Xiao dengan polosnya.


"Kauu!!! Xiao Ju Hee..."Selir Bai melolot kearah Selir Xiao.


"Ah! Selir Bai ingin membunuhku! Kakak Permaisuri tolong aku"Selir Xiao bersembunyi dibalik Liu Wen.


"Mau apa kau!? Berani sama anak kecil! kalau kau berani ayo berkelahi denganku!"kata Liu Wen ia mengulung lengan bajunya dan maju kedepan menantang Selir Bai.


"Apa kau mau pangkatmu diturunkan menjadi Selir biasa hah?! Kenapa Ibunda membawa wanita wanita tak berguna ini"kata Kaisar Qin sambil memijit pelipisnya ia mendorong pelan Selir Bai menjauh darinya.


"Mohon ampun Yang Mulia! Saya merasa Putri Liu Wen memang tidak pantas jadi Permaisuri. Dia sangat kasar"Selir Bai berlutut ia mengeretakan giginya jelas sekali Kaisar mendukung Liu Wen.


"Aku juga tidak mau jadi Permaisuri! Itu sebabnya aku datang dan ingin bertanya padamu"Liu Wen menunjuk Kaisar Qin semua orang terkejut mendengar pernyataan Liu Wen.


"Apa?! Kau sungguh tak mau jadi Permaisuri?"tanya Selir Hui matanya terbelak saat mendengar perkataan Liu Wen.


"Kakak Permaisurii..... kau Harus jadi Permaisuri"rengek Selir Xiao dia menguncang tubuh Liu Wen dari bawah.


"Suka tak suka kau harus jadi Permaisuriku! Aku tak bisa menarik dekrit kerajaan atau aku akan dijuluki Kaisar plin plan"kata Kaisar Qin, ia mengingat kejadian saat pesta perayaan saat itu Liu Wen dan Feng Li bercanda sampai fajar tiba. Apa dia benar benar tidak bisa melupakan Feng Li sampai tidak ingin menjadi Permaisurinya? Hal itu membuat Kaisar Qin marah.


"Baik!! Aku bisa menyetujuinya tetapi dengan satu syarat!"kata Liu Wen mengedipkan satu matanya.


"Ohh ya? Sebutkan apa syaratmu"kata Kaisar Qin telinga kelincinya bangkit.


*Aku bisa memberi apa pun untukmu, aku seorang Kaisar-batin Kaisar Qin hidungnya memanjang karena kadar kesombongan yang tinggi.


"Saat aku menjadi Permaisuri! Aku mau membawa gigolo dan membuat harem!"kata Liu Wen membuat semua orang menganga karena terkejut, membuat harem? Seorang Permaisuri? Dizaman kolot begini? Tidak mungkin.


"Kurang ajarr kau! Apa kau tahu apa yang kau katakan!"seorang wanita paruh baya datang mendekat dengan wajah yang memerah.


*Aiyaaa..... Kenapa nenek sihir ini datang kemari! Aku kesini cuma mau bicara dengan Qin Xuan-batin Liu Wen, ia berdecih saat Ibu suri memotong pembicaraannya.


"Ya... Tentu saja"jawab Liu Wen dengan percaya diri, ia menundukan pandangannya karena menghormati Ibu suri.


"Dasarrr tidak tahu malu! Sudah bersyukur bisa jadi Permaisuri malah ingin membawa gigolo masuk istana dan membuat harem!"teriak Ibu Suri, ia menunjuk wajah Liu Wen tangannya gemetar dengan membayangkan hal itu saja.


"Ibu suri tolong tenangkan diri anda"Selir Chu mendekat kearah Ibu suri dan memegang bahunya berusaha untuk menenangkannya.


"Apa kau sadar apa yang kau katakan Putri? Selama ini tidak ada Permaisuri yang membuka harem"Kata Kaisar Qin dia tak habis pikir apa lagi yang direncanakan Liu Wen.


"Kalau begitu aku yang Pertama! Ini akan tercetak didalam sejarah! Seorang Permaisuri memiliki harem sendiri"jawab Liu Wen dengan tegas tidak ada sedikit pun keraguan dihatinya.


"Kau tau?! Kau akan dipenggal karena permintaanmu ini!"teriak Kaisar Qin, ia sudah menahan diri sebisanya sepertinya Liu Wen benar benar tak menyukainya sampai membuat keributan yang luar biasa ini.


"Kalau begitu lakukanlah! Penggal kepalaku sekarang juga! Kenapa seorang Kaisar bisa memiliki Selir sedangkan Permaisuri tidak bisa?!"teriak Liu Wen, ia menatap tajam kearah Kaisar Qin.


"Tunggu apa lagi Xuan'er! Bunuh saja wanita tidak tahu malu ini!"kata Ibu suri ia menatap geram Liu Wen.


"Jangan uji kesabaranku"Kaisar Qin mengambil pedangnya dan bersiap menghunuskannya keleher Liu Wen. Lehernya tergores sedikit sehingga darahnua menetes.


"Kenapa berhenti lakukanlah!"kata Liu Wen tak ada takut sama sekali walau pedang sudah menggores sedikit kulitnya.


",,,,"Kaisar Qin membulatkan matanya dia sadar sudah melukai Liu Wen. Tak sadar tangannya gemetar melihat tatapan Liu Wen yang tak takut akan kematian.


"Ada apa? Apa Kaisar selemah ini bahkan sampai tidak bisa membunuh seorang perempuan tanpa senjata?"tanya Liu Wen dengan santainya.


*Dia bahkan berani melawan Kaisar-batin Selir Hui.


*Wanita ini benar benar gilaa! Jika begini tak perlu takut dia akan mengambil kaisar-batin Selir Bai.


*Kakak Permaisuri mau membuka harem? Untuk apa? Apa agar paviliun phoenix ramai-batin Selir Xiao dia menaruh jarinya didagu dan berpikir dengan polosnya.


"Pergi!!"kata Kaisar Qin dia membalikan badannya ada rasa bersalah tetapi tak mampu untuk berkata maaf.


"Aku tak akan pergi sampai kau mengeluarkan keputusan! membunuhku, membuka harem untukku atau membatalkan pernikahan ini"kata Liu Wen yang masih tetap ditempat yang sama.


"Pernikahan akan tetap terjadi. Kau boleh membawa gigolo semaumu. Aku akan membuat harem dikediaman Permaisuri. Apa kau puas!?"kata Kaisar Qin wajahnya memerah dan sedikit sedih, ia langsung pergi ke kediamannya.


*Hatiku terasa sakit, ternyata mencintai seseorang bisa membuat perasaan menyesakkan seperti ini juga-batin Kaisar, ia memegang dadanya, fakta Liu Wen yang menolaknya secara kasar itu membuat hatinya terluka berkali kali, tetapi entah kenapa ia masih ingin membangun hubungan dengan Liu Wen.


*Kenapa dia seperti orang yang cemburu dan sedih-batin Liu Wen yang merasa bersalah.


*Ahh mungkin! Pasti hanya perasaanku saja? Tidak mungkin dia cemburu. Aku cuma pionnya yang berharga. Itu sebabnya dia mengorbankan martabat istana demi aku jadi Permaisuri-batin Liu Wen, ia mengedikkan bahunya.


"Xuann! Apa yang kau katakan! Kau tidak boleh seperti ini! Ini melanggar langit!"protes Ibu suri, ia mengejar Kaisar Qin yang sudah pergi duluan.


"Ibu suri.... Tunggu saya"kata Selir Chu, ia mengejar Ibu suri untuk mendekatinya.


"Sangat tidak menyangka Kaisar menyetujuinya!"gumam Selir Bai, ia tak menyangka Kaisar mengabulkan permintaan yang bisa menjatuhkan martabat anggota kerajaan.


"Apa Yang Mulia suka dengan rubah kasar ini!"Selir Bai menatap Liu Wen yang masih ada didepannya.


"Tidak aku harus membunuhnya!"


"Hoammm..... Sudah sore besok aku akan menikah sebaikan aku pulang"kata Liu Wen meregangkan badannya dan pergi dari kediaman naga.


*Setidaknya aku bisa bersenang senang didalam istana dengan gigolo sampai dapat kesempatan untuk kabur dari sini-batin Liu Wen sambil memamerkan tawa jahatnya.