Xena

Xena
99. Kasus Yani



Maaf tadi pagi nggak jadi upload, karena author nggak sanggup nulis🤧🤒. Jadi sekarang author nulis 3 bab setelah istirahat sebentar. Mudah-mudahan besok pagi Author lekas baikan, biar nulisnya lancar... Aamiin🤲


...•••••...


Olive terkejut mendengar kabar itu, ia turut bahagia mendengarnya. Namun ia teringat kakaknya yang mungkin akan mengalami patah hati yang lebih besar lagi, setelah ia tahu jika wanita yang ia cintai akan bertunangan.


"Selamat Xe, aku harap kamu selalu bahagia" ucap Olive dengan tulus.


"Terimakasih Liv. Maaf aku mengecewakan kak Vano lagi dan lagi. Aku harap kak Vano bisa bertemu dengan perempuan yang kak Vano cintai dan juga mencintai nya" ucap Xena


"Aamiin, aku juga harap demikian Xe" ucap Olive mengharapkan hal yang sama.


Keduanya kemudian makan dengan lahap sebelum nanti Xena mengantar Olive ke rumahnya.


Saat menunggu Xena mengambil mobil yang Xena pinjam dari mama nya. Olive menunggu di depan pintu dengan sabar.


"Aww" ringis Olive saat tongkatnya tersenggol. Untungnya dia tidak terjatuh karenanya.


"Ah, maaf nona aku tidak sengaja" ucap seorang pria.


"Tidak apa-apa, lain kali hati-hati saat berjalan" ucap Olive dengan cuek, ia tidak repot-repot melihat orang yang menabraknya.


Berbeda dengan pria yang berbinar melihat Olive yang cantik dan feminim. Melihat Olive yang berdiri seperti menunggu, pria itu menanyakan sesuatu padanya.


"Apa kamu sedang menunggu seseorang?" tanya pria itu


"Hmm" Jawab Olive hanya bergumam.


"Gadis yang menarik, Dia sana sekali tidak melirikku" ucap Pria itu


"Apa perlu tumpangan, untuk di permintaan maaf, aku bisa mengantarmu sampai rumah dengan selamat" ucap pria itu lagi


Olive mendongak melihat pria yang menabraknya tadi kemudian menjawab.


"Tidak perlu!" ucap Olive dengan ekspresi datar.


"Sepertinya pesonaku semakin menurun" ucap pria itu dalam hati.


"Sedang apa kau di sini? Mau menggoda sahabat ku?" tanya Xena yang baru datang menatap pria itu tajam.


Pria itu menegang saat mendengar suara Xena, ia kemudian berbalik dan menoleh. Seketika matanya terbelalak terkejut saat melihat Xena.


"Nyo eh salah, Nona Bos" ucap pria yang tidak lain adalah Tiger dengan senyum tiga jari miliknya.


"Mati aku, ternyata tuh cewek cantik sahabat Nona Bos. Untung nggak pake pegang-pegang, yang ada kena banting lagi aku" ucap Tiger ngeri-ngeri sedap.


"Kamu godain sahabat aku?" tanya Xena lagi


"Ti-tidak bos, aku hanya menawarinya untuk mengantarnya. Karena aku tidak sengaja menyenggolnya tadi" ucap Tiger.


"Apa kamu nggak apa-apa Liv?" tanya Xena khawatir karena Tiger mengatakan jika ia menyenggol Olive. Untungnya Olive tidak terluka sama sekali.


"Aku nggak apa-apa Xe" ucap Olive membuat Xena lega.


"Tiger, kamu kalau macam-macam seettt" ucap Xena memperagakan adegan menggunting dengan dua jarinya.


Glek!


"Ha-ha, sejak kapan kamu jadi galak gini Xe" tawa Olive.


Tiger masih tertegun melihatnya, sedangkan Xena hanya menggelengkan kepalanya saja melihat Tiger yang terpesona dengan Olive.


"Sudah ayo pulang Liv" ucap Xena menuntun Olive menuju mobil meninggalkan Tiger tanpa permisi.


Tiger menatap keduanya pergi dengan memegangi dadanya. Jantungnya sejak tadi berdebar dengan kencang.


"Hei jantung, apa kamu masih aman?" ucap Tiger pelan


"Oh sepertinya aku menemukan jodohku, Tuhan!!! Tapi kenapa penjaganya mesti Nona Bos, ngeri aku kalau ingat" gumam Tiger lagi sebelum masuk ke dalam Restoran.


....


Di kediaman Halim, teguh marah saat pengacaranya mengatakan jika pengajuan jaminan untuk anaknya di tolak mentah-mentah oleh pihak berwajib.


Bahkan ia menggunakan kekuasaannya tetap saja tidak bisa menjamin Yani agar keluar dari penjara.


Saat pengajuan penyelesaian dengan cara kekeluargaan, pihak polisi mengatakan jika keluarga korban tidak ingin berdamai dan menuntut sesuai hukum yang berlaku.


Selain itu Polisi juga mengatakan jika ada laporan lain yang melaporkan kejahatan Yani. Setelah pemeriksaan, semua bukti terbukti benar. Termasuk tes narkoba dan Yani positif sebagai pemakai. Dan kasusnya sudah masuk ke pengadilan Minggu depan.


Teguh menarik rambutnya Frustasi.


"Si*l, siapa orangnya yang melaporkan Yani selain keluarga Dirgantara?" ucap Teguh.


"Ya Tuhan, apa benar Yani melakukan semua itu, tapi apa alasan putriku melakukannya?" ucap Teguh mengusap kasar wajahnya.


Tok! Tok! Tok!


"Masuk!" ucap Teguh.


Pintu terbuka dan Melati masuk membawakan kopi di tangannya, ia lalu meletakkan nya di atas meja dan menatap wajah suaminya yang kusut.


"Bagaimana Pah?" tanya Melati dengan penuh harap. Teguh hanya menggelengkan kepalanya pelan.


"Tidak bisa mah, polisi memiliki bukti yang sudah di periksa dan terbukti kebenarannya. Yani memang melakukan semua yang di laporkan, bahkan Yani di periksa secara menyeluruh dan terdeteksi jika ia pengguna narkoba aktif selama lebih dari 3 tahun. Dan dari hasil pemeriksaan, di area i*timnya mengalami gejala penyakit ke**min, meskipun masih dalam tahap menengah, tapi butuh perawatan secara insentif. Tapi keadaan tidak memungkinkan jika Yani di penjara" ucap Teguh menekan dadanya yang terasa sesak.


"Tidak mungkin Pah! Tidak mungkin Yani hiks... Tidak mungkin Yani melakukan hiks.. hal seperti itu" tangis melati kembali pecah dan terduduk lemas di lantai saat mendengarnya.


"Papa sudah berusaha mengeluarkannya dari penjara, tapi tetap tidak bisa mah. Kasus Yani bahkan sudah di ajukan ke pengadilan, dan sidang pertama di laksanakan Minggu depan" ucap Teguh.


"Yani putriku, Yani...." ucap Melati dengan suara melemah


Bruk!


Melati jatuh pingsan karena terlalu syok mendengar kebenaran semuanya.


"Mama!!!!!" Teriak Teguh yang menopang tubuh istrinya.


Ia lalu menggendong tubuh istrinya dan meminta ART untuk membantunya menanggil ambulance.


...••••••...