
Jika bertanya apa Olive setuju dengan hubungan Xena dan Ray? Jawabannya adalah iya, karena dia di netral dan tidak memihak siapa pun.
Ya, meskipun Olive sangat ingin Xena menjadi iparnya, namun ia juga menyayangi Xena tulus. Sama seperti Xena yang juga menyayanginya.
Jadi ia tidak masalah Xena berhubungan dengan siapapun, termasuk Ray. Karena bagi dirinya, yang terpenting adalah kebahagian Xena dan juga Xena bersama orang yang memperlakukan sahabatnya itu dengan baik.
Jika tidak, tentu Olive akan menjadi orang pertama yang menentang Xena berhubungan. Tapi ia mengenal Ray dan sifatnya, meskipun hanya sebatas informasi dari internet. Terutama ia juga Fans Ray dan tidak masalah jika idola dan sahabatnya menjalin hubungan.
Yang ia pikirkan saat ini adalah Vano, ia tahu jika kakaknya itu pasti sedang merasakan patah hati.
"Salah sendiri, mengabaikan Xena bertahun-tahun" gumam Olive mengangkat bahunya.
...
"Pagi nona" sapa Citra.
"Pagi, apa ada kendala?" tanya Xena saat baru sampai di restoran.
"Sejauh ini tidak ada nona" ucap Citra.
"Oke, kalau begitu lanjutkan saja kerjaan kamu. Saya akan ke atas, jika ada sesuatu cari aku di ruang kerja" ucap Xena
"Baik" ucap Citra sopan.
XR Restaurant buka setiap hari dari pukul 7 pagi dan tutup pukul 10 atau 11 malam. Dan menyediakan berbagai makanan, dari makanan tradisional, Chinese dan Western.
Khusus menu breakfast, tersedia dari jam 7 sampai dengan 10 pagi. Makanan di sana juga beragam dari makanan pembuka, utama dan penutup. Jadi XR Restaurant memiliki semua yang di butuhkan dan di sukai semua kalangan. Yang membuat Restoran semakin ramai.
Setelah 2 jam, Citra kembali mengetuk pintu ruangan kerja Xena. Di belakangnya sudah ada Ray dengan mengenakan pakaian rapihnya. Ketampanannya? Tidak perlu di tanya!
Citra segera keluar setelah mengantar Ray.
"Sayang" ucap Ray berjalan menghampiri Xena yang berdiri karena ingin pindah dari kursi kerjanya ke sofa tamu.
Ray tersenyum ia memberikan buket bunga mawar merah yang sangat cantik pada Xena.
"Ini untukmu, semoga kamu suka" ucap Ray tersenyum sangat manis.
Xena menahan senyumnya, Ray memang selalu membuatnya merasa bahagia dan menjadi wanita paling beruntung di dunia.
"Makasih, aku suka" ucap Xena tulus
"Give me a hug" ucap Ray merentangkan kedua tangannya.
Tanpa malu-malu lagi, Xena menghamburkan dirinya ke pelukan Ray dengan senyum lebar di wajahnya. Namun saat berada di pelukan Ray, Xena mengernyitkan keningnya.
Sekilas ia mencium wangi parfum yang lain, setahu dirinya. Ray tidak pernah menganti parfumnya, karena Ray sendiri yang mengatakan jika ia selalu menggunakan minyak wangi dengan merek yang sama dan wangi yang sama.
Sedangkan ini, ada campuran aroma manis dan parfum yang biasa ia pakai di bajunya. Dan wangi ini...
Xena menghela nafasnya, bagaimana pun ia sangat mempercayai Ray. Mengingat pekerjaan Ray, Xena tidak memikirkan hal itu terlalu dalam.
"Mau makan siang sekarang?" tanya Ray membuyarkan lamunan Xena.
"Ah, aku lupa belum mengosongkan meja, atau kamu mau ke ruangan pribadi milikku?" tanya Xena
"Tentu dengan senang hati" ucap Ray tersenyum
Xena Kemudian membawa Ray ke ruangan pribadi miliknya. Dan menghubungi pelayan untuk menyiapkan makanan siangnya.
Ray mengambil tangan Xena dan menciumnya sekilas, Xena hanya tersenyum tipis melihatnya. Ray juga mengambil photo tangannya yang sedang menggenggam tangan Xena dan mempostingnya di IG. Ia tidak lupa menandai jika keduanya tengah berada di XR Restaurant sebagai promosi.
"Permisi Nona, tuan" ucap Pelayan yang tengah menata makanan di atas meja, kemudian pamit keluar setelahnya.
"Apa makanannya enak?" tanya Xena.
"Hmm, ini sangat enak! Kamu memang berbakat soal makanan sayang, kamu juaranya. Aku nggak sabar nikahin kamu, aku pasti jadi laki-laki paling beruntung sedunia" ucap Ray sembari memakan makanannya.
"Gombal terus. Lagian bukan aku yang masak" ucap Xena tersipu.
"Aku serius, yang. Walaupun bukan kamu yang masak, tapi resep ini kamu yang buat" ucap Ray
Tak lama Ray pergi, Xena yang duduk membuka ponsel miliknya dan mengecek email, pesan, atau media sosialnya. Namun saat ini ia mengerutkan keningnya saat ia melihat notifikasi dari internet, ada nama Ray di sana.
Tak menunggu lama, Xena membuka notifikasi itu. Matanya terbelalak saat melihat sebuah berita yang menautkan foto di berita itu.
Ray terciduk tengah memeluk dan mencium seorang perempuan. Apa itu Xena? Tapi mengapa Rambut Xena panjang, bukankah Xena berambut pendek? Apa ini wanita lain?
Begitu judulnya.
Melihat foto yang di ambil, memang terlihat jelas jika itu adalah Ray. Ia tengah memeluk seorang wanita yang memakai Dress hijau, dan terlihat pula Ray mencium kening wanita itu.
Ciri-ciri wanita itu seperti yang di tertera di judul, wanita itu memiliki rambut panjang. Dan jelas itu bukan dirinya!
Pakaian yang di kenakan Ray juga sama persis dengan yang ia pakai sekarang, itu membuat hati Xena sakit. Ia berusaha tenang meski air matanya tidak bisa di tahan dan jatuh di kedua pipinya, hatinya sakit. Setelah mengingat bau parfum yang berbeda dari biasanya di pakaian Ray, dan mengurutkan kejadian yang terjadi.
Xena berusaha tenang, ia ingin meminta penjelasan dulu dari Ray. Ia juga ingin mencari tahu dulu kebenarannya sebelum ia membuat kesimpulan.
Saat hendak mencari tahu yang sebenarnya terjadi, teleponnya bergetar. Itu telepon dari Olive. Xena mengurungkan niatnya untuk mencari tahu dan mengangkat telepon itu lebih dulu.
"Hallo" ucap Xena.
"Hallo, maaf menganggu. Apa anda kenal dengan pemilik ponsel ini, yang bernama Olivia Dirgantara?" tanya orang di seberang
"Ya, dia sahabat saya. Ini siapa ya? Kenapa ponsel sahabat saya ada pada anda? Apa ponselnya hilang dan tidak sengaja di temukan oleh anda?" tanya Xena memikirkan jika Ponsel Olive terjatuh dan tidak sengaja di temukan oleh orang lain.
"Bukan begitu, saya hanya ingin mengabarkan. Kalau pemilik ponsel ini mengalami kecelakaan dan di larikan ke Rumah Sakit Umum Ibukota. Saya sudah mencoba telepon ke nomor lain tapi tidak ada yang mengangkatnya. Kebetulan saya perawat dari rumah sakit, bisakah anda datang ke sini? Kami butuh wali untuk melakukan tindakan pada pasien" ucap orang itu.
"Astaga, baik saya akan segera ke sana" ucap Xena terkejut dan panik.
Tidak banyak berpikir, Xena mengambil tasnya dan keluar ruangan. Ia sangat khawatir tentang keadaan Olive saat ini, sampai-sampai ia lupa kejadian yang baru ia alami.
....
Ray sudah kembali ke ruangan, namun ia tidak mendapati Xena di sana. Tadi ia lama di toilet karena panggilan alam. Ia pikir Xena sedang ke kamar mandi juga, jadi ia menunggu Xena di dalam ruangan.
Tiba-tiba ponselnya berbunyi, itu dari Galang.
"Hallo Lang, ada apa?" tanya Ray
"Astaga Ray! Apa yang kamu lakukan??? Wanita itu siapa???" teriak Galang, dapat Ray dengar kalau Galang tengah menahan amarahnya.
"Wanita? Wanita yang mana? Xena maksud kamu?" tanya Ray bingung.
"Lihat di berita!!! Berikan aku penjelasan, atau aku kehilangan kesabaran dan memukulmu!!!" teriak Galang dan mematikan teleponnya.
Ray yang bingung, ingin melihat berita yang di maksud. Namun tertunda karena kini Reno juga meneleponnya.
"Hal...." ucap Ray.
"Ray, Siapa wanita itu?" tanya Reno langsung memotong.
"Wanita siapa? Aku nggak ngerti" ucap Ray merasa ada yang aneh dengan pertanyaan dua orang terdekatnya.
"Lihat berita! Itu sudah berada di trending satu sekarang, apa yang kamu lakukan hah? Bukannya baru kemarin kamu mengumumkan soal hubungan kamu dengan Xena? Kenapa ada wanita lain lagi..." ucap Reno terpotong karena Ray langsung mematikan telepon itu.
Ia kemudian mencari berita di internet mengenai dirinya. Ray sangat terkejut melihat berita itu.
"Ya Tuhan, berita asal macam apa ini!" ucap Ray merasa marah
"Xena..." ucap Ray terkejut saat mengingat kekasihnya.
Ia kemudian berlari ke arah kamar mandi di ujung lorong restoran. Ia tidak mendapati keberadaan kekasihnya di sana. Ia dengan panik mencoba menelepon Xena, namun tidak di angkat, meskipun ia sudah berkali-kali menghubunginya.
"Aaarrggghhh... Xena, dia pasti salah paham padaku, ya Tuhan, sayang aku mohon dengar kan penjelasan ku tentang kebenarannya...." ucap Ray panik.
Ray segera beranjak ke ruangan kerja Xena, ia bertemu dengan Citra. Ia mengatakan jika Xena keluar sejak beberapa menit yang lalu.
...•••••...