
Pagi harinya Xena sudah bersiap berangkat ke kampus, mamahnya sudah memberitahunya jika Ray sudah menunggunya di depan.
Ray mengatakannya semalam jika ia ingin mengantar Xena berangkat ke kampus. Terlebih ia tahu jika Xena dan Arsy akan menjenguk Olive ke rumah sakit hari ini. Jadi Ray memaksa untuk mengantar keduanya ke rumah sakit.
Xena tidak menolak keinginan pacarnya itu. Ia tahu jika pacarnya yang bucin itu hanya libur sampai hari ini, besok Ray kembali di sibukkan dengan dunia keartisannya. Jadi Xena juga ingin memanfaatkan kebersamaan mereka yang sedikit itu.
"Sudah lama Ray?" tanya Xena yang baru turun. Ia melihat Ray duduk di sofa tamu bersama mamanya.
"Nggak ko yang, lagian ada mama mertua nemenin ngobrol" ucap Ray tersenyum ke arah Xena
Mendengar sebutan mama mertua, Utami merasa bangga. Siapa yang tidak bangga memiliki calon menantu seperti Ray? Ia bisa memamerkan menantu hebatnya ke teman-teman sosialitanya.
Sedangkan Xena sudah terbiasa dengan ucapan Ray, jadi ia tidak terkejut.
"Ya udah ayok jalan" ucap Xena lagi
"Tidak sarapan dulu Xe?" tanya Utami
"Nggak mah, takut telat. Ada kelas pagi soalnya" ucap Xena
"Hmm ya udah, hati-hati di jalan. Nak Ray titip Xena ya" ucap Utami pada calon menantunya itu.
"Siap delapan enam Tan. Kita pergi dulu tan" ucap Ray pamit sambil menyalami calon mertuanya sopan.
Keduanya kemudian langsung berangkat menuju kampus. Mereka ngobrol ringan seperti pasangan pada umumnya di dalam mobil. Ray juga mengatakan jika ia akan sibuk besok sampai beberapa hari kedepan.
Setelahnya ia janji akan datang bersama kakeknya ke kediaman Xena untuk bertemu dengan orang tua Xena lagi, kali ini tentu saja untuk membahas soal pertunangan.
"Ada jadwal pemutaran film perdana di mall X ibukota, sayang kamu ikut ya?" ucap Ray penuh harap
"Apa harus?" tanya Xena menatap Ray yang fokus menyetir.
"Aku pengen kamu ikut menonton meutaran perdana itu bareng aku. Tapi kalau kamu nggak bisa, nggak apa-apa" ucap Ray
"Memangnya kapan?" tanya Xena
"Minggu depan" ucap Ray
"Oke" ucap Xena
"Beneran yang? Kamu mau ikit?" ucap Ray berbinar.
"Hmm, sekali-kali nggak apa-apalah ya aku ikut jadwal kamu. Lagian aku takut kamu di culik fans kamu, he-he" ucap Xena terkekeh
"Nggak bakal ada yang berani nyulik aku, lagian kamu duluan udah nyulik raga dan hatiku" ucap Ray sambil mencium tangan Xena yang sejak tadi ia genggam.
"Jiah lebay" ucap Xena dengan pipi merona.
"Nggak apa-apa lebay juga, karena emang bener kalau aku cuma punya kamu" ucap Ray menoleh sebentar ke arah Xena.
Tak lama keduanya sampai di kampus, Ray sengaja turun dan melarang Xena untuk keluar lebih dulu. Xena mengerutkan kening, namun setelahnya ia merona malu karena ternyata Ray membukan pintu untuknya.
Astaga, Xena malu saat ini. Karena banyak pasang mata yang mengarah padanya.
"Astaga Ray, malu" ucap Xena
"Kenapa mesti malu, lagian aku mau kasih tahu yang lain. Kalau kamu cuma punyaku begitupun sebaliknya" ucap Ray
"Kamu ini, tanpa harus begitu semua orang tahu kalau kita pacaran, dasar" ucap Xena
"He-he, biar kaya di drama-drama gitu yang. Aku juga pengen romantis juga sama pacar, biar bisa nyenengin hati kamu. Ya sudah sana masuk, belajar yang rajin biar cepet lulus terus kita nikah deh" ucap Ray membuat wajah Xena memerah. Ia tidak tahu lagi harus ngomong apa.
"Aku pulang dulu ya, nanti aku jemput saat kamu pulang" ucap Ray
"Hmm..." Xena mengangguk.
Tanpa aba-aba Ray mencium kening Xena sebelum ia masuk ke mobil. Membuat semua orang di sana yang melihat keuwuan mereka menjerit heboh. Bahkan ada beberapa yang berhasil mengabadikannya lewat video dan foto.
Dengan cepat ia masuk ke kelas, ia sangat malu di lihat orang-orang. Ia yakin jika sebentar lagi ia pasti masuk trending.
....
Benar saja, foto dan Video Xena dan Ray di depan universitas menyebar dengan cepat. Membuat nama keduanya masuk ke dalam berita pencarian terpanas yang membuat publik heboh.
"Oh em ji, Ray nyium Xena!!! Ya meskipun cuma kening doang. Tapi sukses bikin gue yang meleot anjiiirr"
"Ah babang Ray, aku juga mau di sun gitu"
"Astogeeee, baru buka internet keluar beginian, bikin iri gue yang jomblo"
"Pagi-pagi, sarapannya liat begini. Babang Ray tolong, aye sakit ati ini bang. Pengen gitu juga tapi pasangannya kagak ada"
"Yuk sama gue aja neng"
"Cepet halalin Babang Ray, Sikaaatttt"
Dan banyak komentar lainnya di internet.
....
Xena berusaha fokus mengikuti kelasnya, ia tidak mempedulikan tatapan orang-orang. Meskipun tidak ada yang membulinya karena berpacaran dengan selebriti, tapi ia sedikit kurang nyaman jika jadi pusat perhatian.
Saat kelas berakhir ia bergegas keluar, ia mengerutkan keningnya saat melihat Ray dan Arsy mengobrol di sana. Melihat Xena datang, Ray langsung mengampirinya dan menggenggam tangannya.
"Jiah, jadi obat nyamuk kan gue di sini" ucap Arsy
"Ya udah jangan deket-deket kalau gitu" ucap Ray
"Yeee, kan gue duluan yang punya janji sama Xena. Kenapa situ ikut segala sih?" ucap Arsy cemberut.
"Biarin, kan Xena itu calon istriku. Iya nggak sayang?" ucao Ray menoleh ke arah Xena.
"Calon istri, tunangan juga belum. Pacaran juga baru seumur jagung udah klaim calon istri aja" ucap Arsy.
"Tunggu! Kalian saling kenal?" tanya Xena menatap keduanya bergantian. Karena ia merasa keduanya sudah kenal bahkan sangat dekat.
Yang ia tahu, Ray tidak pernah menanggapi wanita kecuali dirinya. Namun dengan Arsy sangat berbeda.
"Jangan salah paham sayang, Arsy ini sepupuku" ucap Ray, Arsy mengangguk mengiyakan.
"Sepupu?" tanya Xena mengangkat sebelah alisnya.
"Iya, jadi papanya Arsy itu adik mamaku" ucap Ray
"Iya Xe, cowo kulkas ini sepupuku. Heran kenapa Tante bisa punya anak dingin macam kutub selatan Kaya dia" ucap Arsy
"Kok aku baru tahu, kenapa kamu nggak bilang Ar kalau kamu sepupu Ray?" tanya Xena
"Kan kamunya nggak nanya, ya udah ayo kita ke rumah sakit" ucap Arsy menarik tangan Xena namun di tepis oleh Ray.
"Jangan pegang-pegang pacarku, lagian Xena nggak naik mobil kamu, dia ikut naik mobilku" ucap Ray posesif
"Ya elah Kak, posesif banget. Gue kan cewe, masa iya cemburu ma cewe. Pokok nya Xena ikut gue, dia janjian sama gue lebih dulu" ucap Arsy
"Astaga mulut kamu ya Ars, pake Lo gue segala sama yang lebih tua. Nggak sopan!! Pokoknya Xena ikut aku" ucap Ray kini memeluk pinggang Xena
"Nggak! Xena harus ikut aku!" ucap Arsy nggak mau ngalah, menarik tangan Xena lagi.
Dan terjadilah saling rebutan antara saudara sepupu.
...•••••...