Xena

Xena
145.



Mentari pagi merayap masuk di celah hordeng hotel yang sedikit terbuka. Namun kedua manusia yang masih tertidur pulas dengan berpelukan, tidak terganggu sama sekali oleh sinar matahari sudah menerobos masuk.


Keduanya tampak kelelahan karena aktivitas mereka yang menggebu dan full time tanpa jeda.


Setelah beberapa saat, Ray yang membuka mata terlebih dulu dan menatap wajah cantik yang masih terlelap di pelukannya itu.


Ia mengulurkan tangannya mengelus wajah istri cantiknya itu, ia masih tidak menyangka kini hubungan keduanya sudah resmi menikah. Ia sangat senang dan bahagia karena orang yang ia cintai bisa ia miliki dan ia berjanji akan menjaganya.


"Uugghh...." lenguh Xena yang merasa terusik dan terbangun.


"Selamat pagi sayang" ucap Ray sembari mencium kening Xena.


"Hmm, pagi mas..." jawab Xena tersenyum, ia mengingat jika keduanya sudah menikah dan semalam tadi keduanya melakukan unboxing. Ray seperti kesetanan hingga tidak ingin berhenti.


"Mas mandi dulu ya sayang, kamu mau ikut mandi hmm?" tanya Ray sembari senyum menggoda


"Nggak! Nanti kamu minta nambah jatah, bagian bawahku masih sakit mas" ucap Xena sembari cemberut.


"He-He maaf sayang, habisnya punya kamu enak banget buat mas lupa semuanya, pengennya nambaaahh teruuuss" ucap Ray.


"iiihh, dasar mesum" ucap Xena


"Tapi suka kan? Buktinya semalaman kamu teriak-teriak, enak mas, terus mas... ahhh... Oohwwhhh... hmmmmpphhh" mulut Ray di bekap oleh Xena yang wajahnya sudah memerah malu karena ucapan sang suami.


"Sudah ih" rajuk Xena


"Ha-ha, ya sudah Mas pesenin makan sama mandi dulu bentar ya" ucap Ray berlalu memesan makan lewat interphone dan juga langsung mandi.


....


Setelah selesai mandi Ray melihat istrinya tengah kesulitan untuk berdiri dan berjalan, sebelah tangannya memegang selimut agar tubuh polos nya tidak terlihat.


Ray langsung menghampiri istrinya dan mengangkatnya hingga membuat Xena terpekik karena terkejut dan sontak mengalungkan tangannya ke Ray.


"Ih mas ngagetin aja" ucap Xena memukul pelan dada bidang yang tela*jang itu, karena Ray hanya memakai handuk yang melilit di pinggangnya.


"Habis kamu jalannya kaya gitu, kan gemas jadinya" ucap Ray


"Ini kan gara-gara mas Ray mainnya terlalu buas" ucap Xena memajukan bibirnya.


"Iya sayang, maaf. Lain kali aku akan lebih lembut" ucap Ray


"Lain kali sehari sekali aja ya" ucap Xena


"Kok sekali, lima kali ya" tawar Ray.


Xena melotot mendengarnya, bisa-bisanya suaminya ini minta berhubungan lima kali dalam sehari. Yang ada ia tidak bisa jalan jika harus di gempur lima kali dalam sehari.


Ekspresi wajah Xena membuat Ray gemas dan mencium pipi istrinya itu berkali-kali. Ia tahu pasti istrinya akan menolak, tapi ia juga selalu tidak bisa menahan hasratnya jika sudah berdekatan dengan Xena.


"Nggak! Pokoknya sehari sekali" ucap Xena


"Empat kali deh" tawar Ray lagi


"Sekali" sahut Xena lagi tidak bisa di ganggu gugat.


"Sayang, ayolah tiga kali deh, ya-ya-ya" ucap Ray dengan wajah imutnya.


"Nggak, pokoknya sekali" ucap Xena menggelengkan kepalanya


"Dua deh, ya..." ucap Ray dengan wajah memelas.


"Ya sudah Deal dua kali. Itu juga harus pelan-pelan. Anuku masih sakit mas" ucap Xena


"Astaga aku lupa, tadi ada yang ketuk pintu. Mungkin pihak hotel yang bawa makan. Tadi aku mau pakai baju terus bukain pintu, eh keburu kamu datang" ucap Xena


"Ya sudah kamu diam di sini biar aku yang ambil" ucap Ray


"aihh mas, pakai baju dulu!" ucap Xena mendelik saat sadar dan melihat Ray masih pakai handuk saja.


"Iya sayang, ita" ucap Ray langsung menurut dan memakai pakaiannya dan langsung membuka pintu dan mengambil sarapan, ah ralat, Makan siang untuk keduanya. Karena sekarang sudah pukul dua siang.


Keduanya pun makan dengan tenang, sesekali Ray yang menyuapi Xena dan berbagi makanan.


Setelahnya, Ray mengatakan jika ia sudah menyiapkan paket berbulan madu di Gili Trawangan. Awalnya Ray menolak keinginan Xema, karena ia ingin berbulan madu ke Maldives atau keliling Eropa.


Hanya saja Xena yang menolak, karena ia hanya meminta cuti dari kampusnya tiga hari dan Kamis ia sudah mulai kuliah lagi. Tentu saja Ray tidak ingin menolak permintaan sang istri, jadi ia mengabulkan keinginan Xena. Hanya saja Ray mengatakan jika nanti ia ingin mengajak sang istri keliling dunia, hal itu di angguki oleh Xema.


.....


Di tempat lain, Olive tengah duduk di taman menunggu seseorang. Ya seseorang itu tidak lain adalah Tiger. Sudah beberapa hari ini Olive semakin dekat dengan tangan kanan Ray itu.


Tiger semakin gencar mendekati Olive, ia juga semakin menunjukan rasa cintanya pada seorang Olive.


Bahkan Tiger berani mengungkapkan keburukannya di masa lalu. Di mana ia suka bergonta-ganti perempuan layaknya pakaian. Ia melakukan itu agar Olive tidak mendengarkannya dari orang lain dan memikirkan yang tidak-tidak.


Hal itu adalah saran dari Xena, karena bagaimana pun. Jika Tiger serius dengan sahabatnya, ia tidak akan pernah menyembunyikan apapun dari sahabatnya itu terlebih tentang masa lalu Tiger yang gelap itu.


Tanggapan Olive saat mendengar itu, tentu saja marah dan kecewa. Pasalnya ia sudah mencoba mulai membuka hati, tapi ia justru mendengar cerita masa lalu Tiger yang adalah seorang pemain membuatnya kecewa dan sedih.


Namun Tiger langsung menjelaskan jika ia menceritakan hal itu agar tidak ada yang ia sembunyikan dari Olive, karena ia begitu mencintai dan menghargai Olive sebagai orang yang paling berharga baginya.


Tiger juga bersumpah selama ia bergonta-ganti pacar, ia tidak pernah melakukan kontak fisik yang berlebihan apalagi bersetubuh. Ia bersumpah ia tidak pernah menjamah tubuh wanita yang bukan istrinya, yang artinya ia masih perjaka Sampai saat ini.


Meskipun Olive sempat marah, namun ia juga memuji keberanian Tiger untuk mengatakan hal yang jujur padanya. Hal itu membuat Olive kembali dekat setelah ia menenangkan diri.


"Maaf lama Liv, Ini buat kamu" ucap Tiger menyerahkan bunga mawar merah pada Olive


"Makasih bunganya, tumben kamu telat" ucap Olive.


"Tadi si bos merajuk, ia dadakan minta di siapkan jet pribadi untuk ke Pulau L nanti malam" ucap Tiger.


"Wooaahh, mereka honeymoon ke Pulau L? Apa ke Gili Trawangan?" tanya Olive antusias.


"Kok kamu tahu?" tanya balik Tiger.


"Aku dan Xena memang sejak dulu ingin sekali ke sana, namun belum ada kesempatan untuk berlibur ke sana, karena waktu kami tersita untuk kuliah" ucap Olive


Tiger mengangguk paham, ia juga tersenyum tipis.


"Nanti kita honeymoon ke Gili Trawangan ya" ucap Tiger tiba-tiba


"Iya... eh... A-apa??" ucap Olive tidak sadar mengatakan iya dan terkejut setelahnya.


"Nanti kita honeymoon ke Gili Trawangan" ulang Tiger membuat Olive tertegun mendengarnya.


Bagaimana tidak, mereka aja belum pacaran apalagi menikah. Lah ini masa ujug-ujug ngomongin soal bulan madu, apa ada yang salah sama otak pria di depannya?


Tiger memegang tangan Olive dan menatap lekat wajah ayu, sahabat dari nyonya bosnya itu.


"Aku benar-benar mencintai kamu Olive, bisa kah kamu membuka hati kamu untukku. Aku janji, hanya kamu wanita satu-satunya yang akan aku cintai dan aku jaga seumur hidupku di masa depan" ucap Tiger dengan serius dan tulus.


Olive tercekat mendengar pernyataan cinta dari pria yang sudah beberapa hari ini mengobrak-abrik hatinya itu. Padahal pernyataan cinta Tiger ini bukanlah pernyataan cinta pertama yang ia dengar.


...•••••••...