Xena

Xena
64. Minta pajak jadian



Siaran langsung di acara talk show membuat publik heboh lagi, setelah pengakuan Ray yang membenarkan rumor berpacaran dirinya dan Xena.


Akun media sosial keduanya pun segera di penuhi dengan ucapan selamat, dari para penggemar yang keduanya.


"Apa kau senang?" tanya Xena menatap kekasihnya yang tersenyum senang.


"Ya, aku sangat senang. Terlebih aku sangat bahagia memiliki kamu di sisi ku" ucap Ray sembari melangkah dan memeluk tubuh Xena dari belakang.


Keduanya tengah menikmati indahnya pemandangan malam ibukota dari balkon apartemen milik Ray. Ray tidak memiliki jadwal khusus setelah ini, jadi ia bebas sampai besok.


Lusa ia memulai sibuk kembali karena ada promo film terbarunya, yang akan mengadakan jumpa fans di beberapa lokasi.


"Besok mau kemana yang? Ada kelas?" tanya Ray setengah berbisik, karena ia meletakan dagunya di pundak sang kekasih, jadi hanya perlu sedikit suara dan bisa terdengar.


"Besok nggak ada kelas, paling cek restoran bentar" ucap Xena


"Kalau gitu aku samperin ke resto ya, sekalian makan siang" ucap Ray


"Boleh, tapi harus bayar ya. Nggak terima gratisan" ucap Xena terkekeh bercanda.


"Siap bos! Tenang, aku nggak akan buat kamu rugi. Malah datengin keberuntungan" ucap Ray.


Xena menoleh ke samping menatap kekasihnya yang tengah memainkan alisnya naik turun.


"Isshh Pede gila" ucap Xena memutar matanya.


"Harus dong sayang, pacar kamu yang ganteng ini pastinya super duper percaya diri. Kita lihat nanti, aku posting sekali aja di media sosial. Pasti membuat karyawan di Restoran kamu bakal kerja dua kali lipat, karena kualahan dengan banyaknya pengunjung setelahnya" ucap Ray tertawa


"Hmm, percaya deh tuan aktor hebat" ucap Xena tertawa pelan


"Siapa dulu dong, suaminya Xena" ucap Ray


"Yeeeyyy, belum sah tuan Raymond" ucap Xena


"Kalau gitu, yuuukk SAH'in!" ucap Ray.


Keduanya kemudian tertawa renyah, Xena merasa bahagia karena dengan ia bersama Ray. Selalu ada kebahagiaan yang menyertai dirinya, ia harap itu selamanya akan ada.


....


Di kamar Vano, ia menyesap rokok di tangannya dan menyandarkan tubuhnya di balkon kamar. Sudah hampir habis satu bungkus ia mengisap gulungan nikotin itu.


Pikirannya selalu di penuhi tentang Xena, terlebih beberapa saat lalu ia melihat berita yang kembali booming karena Ray mengakui hubungan dirinya dengan Xena di acara talk show.


Rasa sakit itu kembali datang menyelusup ke dalam hatinya. Ia ingin sekali tidak mempercayai berita itu, ia masih berharap jika itu semua hanya karangan Ray semata.


Terlebih ia tidak melihat Xena mengkonfirmasi hubungannya secara langsung.


"Xena...." ucap Vano lirih.


"Aku harap berita itu tidak benar adanya dan hanya karangan laki-laki itu!" gumam Vano lagi memejamkan matanya sejenak.


"Sepertinya aku harus bertemu denganmu secepatnya, aku harus berjuang mendapatkan cinta mu lagi" ucap Vano


"Tapi bagaimana caranya? Kerjaan di kantor sungguh padat, bahkan dalam kurun waktu sebulan ini tidak ada waktu senggang kecuali hari minggu. Tapi setiap aku ke rumahnya di hari Minggu, ia selalu tidak ada di rumah" gumam Vano frustasi.


"Xena, aku mencintaimu, sangat..." ucap Vano kembali menghembuskan asap dari mulut dan hidungnya.


....


Sedangkan di kamar Olive tengah heboh sendiri melihat berita tentang sahabatnya itu. Tidak menunggu lama ia langsung menelepon Xena setelahnya.


Setelah bunyi sambungan telepon 4 kali, telepon itu pun di angkat.


"Hallo Liv" ucap Xena


"XENAAAA!!!" teriak Olive.


Mendengar suara Olive yang beberapa oktaf itu pun membuat Xena menjauhkan ponselnya, dan masih terdengar. Bahkan Ray yang tengah tiduran di paha Xena pun terkejut mendengar suara Olive.


"Kebiasaan deh kamu itu, jangan-jangan kamu reinkarnasi Tarzanwati ya, suka banget teriak-teriak kaya di hutan" ucap Xena terkekeh


"Si*l, cantik gini di bilang Tarzanwati" ucap Olive cemberut meskipun ekspresinya tidak terlihat oleh Xena.


Ya orang ini telepon bukan Video Call 😂


"Ya-ya-ya, Aku mau ngomong serius nih, mau interogasi kamu!" ucap Olive


"Interogasi? Emang kamu polisi apa" ucap Xena terkekeh


"Serius iihhh, Xe..." ucap Olive kesal


"Aku juga serius..." ucap Xena lembut


"Ya udah emang mau tanya apa Olive cantik?" tanya Xena.


"Kamu bener jadian sama Ray? Kapan? Kok kamu nggak bilang ke aku" tanya Olive


"Hmm aku udah sama Ray sekarang, sejak sebulan yang lalu. Dan kenapa aku belum bilang ke kamu, karena kita jarang komunikasi Olive Oneng. Kamu sibuk urus tugas kampus yang berjubel, aku juga sibuk urus resto. Saat latihan taekwondo kamu jarang Dateng, sekalinya Dateng jam latihannya beda denganku" ucap Xena


"He-he iya juga ya. Tapi kan bisa kabarin lewat Chat Xena sayong" ucap Olive


"Hmm kamu lupa deh, aku kan nggak suka ngomongin masalah pribadi lewat Chat" ucap Xena


"Wkwkwk, benar juga ya, sorry lupa he-he" ucap Olive


"Masih muda udah pikun Neng" ucap Xena terkekeh


"Enak aja, aku nggak pikun ya" ucap Olive


"Ha-ha-ha iya in aja deh" ucap Xena


"Bay the Way in the busway, mana pajak jadiannya nih!" ucap Olive.


"Kamu maunya apa?" ucap Xena sembari mengelus rambut Ray, yang saat ini mendusel di perutnya dan mendengarkan obrolan kekasihnya, tanpa sedikitpun menyela obrolan mereka.


"Mau di masakin kamu menu spesial di XR Restaurant" ucap Olive dengan penuh semangat empat lima, saat membicarakan tentang makanan.


Memang benar jika Olive adalah seorang pecinta kuliner (Foodie), ia akan lupa segalanya jika hal itu menyangkut makanan enak dan kesukaannya.


"Baiklah, kapan kamu Free?" tanya Xena, ia tidak keberatan dengan keinginan sahabat baiknya itu.


"Lusa! Besok aku masih harus membuat tugas" ucap Olive


"Oke, kalau gitu lusa datang aja ke resto" ucap Xena.


"Siap Xena sayong, Ah kamu sedang apa sekarang? Kita Video call ya!" ucap Olive langsung mengalihkan panggilan ke video.


Xena dengan santai menerima panggilan Video itu. Terlihat wajah Olive yang terlihat lelah, mungkin karena banyak tugas kuliah.


"Kamu kelihatan capek banget Liv?" tanya Xena


"Ya, aku belakang ini sibuk mencari materi dan menyelesaikan tugas buat besok" ucap Olive, Xena merespon dan mengangguk paham.


"Tetep jaga kesehatan Liv, jangan lupa minum Vitamin biar sehat terus. Kalau perlu bantuan bilang aja, aku pasti bantu semampu yang aku bisa" ucap Xena penuh perhatian.


"Thanks Xe, kamu memang sahabatku yang ter-terbaik! Tapi kali ini aku menolak, karena aku ingin usaha sendiri untuk semuanya" ucap Olive.


Tiba-tiba pandangan mata Olive fokus ke arah ruangan di mana Xena berada. Ia mengerutkan keningnya karena tidak mengenali tempat itu.


"Kamu di mana Xe? Di resto ya? Oh ya kamu belum jawab, lagi ngapain. Kerja?" tanya Xena.


"Nggak! Aku lagi di apartemen Ray nonton TV" jawab Xena tidak menutupinya.


"What??? Kamu nginep?" tanya Olive membelakkan matanya.


"Ya nggak lah, Oneng! Cuma main aja, bentar lagi juga pulang" ucap Xena.


"He-he kirain, lah sekarang mana Ray-nya, Xe?" tanya Olive


"Nih!" ucap Xena menyorot kamera nya ke arah Ray


Dimana Ray yang tengah tiduran di sofa dengan paha Xena sebagai bantalnya. Ia juga mendusel di perut Xena dengan sangat nyaman.


"****!!! Jangan tebar ke uwuan kaleeen di depan kaum jomblo dong. Udah ah aku nggak mau jadi obat nyamuk, aku tutup dulu, bye Xe.... Tuutttt..." telepon Olive terputus tanpa menunggu jawaban Xena.


Ia terlalu malu menjadi obat nyamuk orang yang tengah kasmaran.


...•••••...