
Sudah beberapa hari setelah kematian kedua orang tua Yani. Semua orang melakukan kegiatan rutin mereka kembali. Keluarga Ferry juga sudah mengikhlaskan semuanya, hanya Yani yang masih terpuruk di dalam penjara karena rasa bersalahnya.
Ray juga sudah kembali melanjutkan syuting film terakhirnya yang sempat tertunda, Karena kecelakaan yang ia alami.
Sedangkan Xena melanjutkan kuliah dan mengerjakan tugasnya dengan sangat baik. Hari ini ia menghadap dosen untuk mengajukan permohonan pengajuan skripsi setelah magangnya selesai.
Dosen langsung mengabulkan permintaan Xena setelah ia menyampaikannya, hal itu sangat sulit di percaya. Bagaimana mungkin permohonan itu langsung di terima dengan mudah begitu saja?
Yang Xena tidak tahu, hal itu tak lain karena campur tangan Ray, ia meminta pada rektor kampus yang kebetulan kenalan kakeknya. Agar tidak mempersulit Xena untuk mengajukan skripsi, Ray juga berjanji akan memberikan donasi ke kampus sebagai gantinya.
Pihak kampus tidak masalah menerima permohonan pengajuan skripsi Xena, hanya saja untuk kelulusan. Mereka akan meluluskan Xena sesuai standart, sesuai dengan hasil skripsi yang Xena buat. Jika tidak sesuai standart, Xena tetap tidak akan lulus.
Ray tidak masalah dengan itu, karena dia yakin Xena dapat melakukan yang terbaik untuk itu. Apalagi Ray tahu jika Xena sudah pernah membuat skripsi di kehidupan sebelumnya.
....
"Satu, dua...Haaaa!!" suara Xena yang tengah berlatih bersama dengan Arsy di Dojo.
Di sisi lain Olive tengah melihat kedua sahabatnya berlatih, ia ingin sekali ikut, namun kakinya baru saja bisa berjalan. Tulangnya masih belum menyatu sempurna, jadi ia harus puas hanya dengan melihatnya saja.
"Haaaahhh luar biasa" ucap Xena yang baru beristirahat dan menyeka keringatnya.
"Kemajuan kamu sangat baik Xe, kamu sangat kuat sekarang" ucap Arsy.
"Ya, itu karena pelatihku adalah juara nasional" ucap Xena terkekeh
"Bisa saja, yang ada aku makin melayang nih karena kebanyakan di puji" ucap Arsy ikut terkekeh.
"Aku iri, kan aku juga ingin berlatih" ucap Olive cemberut.
"Ujuh-ujuh, sabar ya neng" ucap Arsy
"Iya deh, kakak ipar yang terbaik, tolong jaga aku di masa depan ya kak" ucap Olive terkekeh.
"Apaan sih Liv" ucap Arsy tersipu malu.
"Cie salting cie..." ucap Olive terkekeh.
Xena yang mendengar kedua sahabatnya berbincang hanya tersenyum saja, setelah selesai latihan Xena dan Arsy langsung mandi dan mengganti pakaian, di kamar mandi yang ada di Dojo. Lalu mereka lanjut pergi jalan ke Mall.
Di mall ketiganya mencuri perhatian orang-orang karena semuanya cantik. Mereka jalan sambil lihat-lihat mulai dari aksesoris, pakaian dan lain-lain.
Ketiganya juga berencana menonton Film di bioskop bersama-sama.
Tanpa mereka sadari, seorang pria menatap Ke arah mereka dengan intens.
"Ketemu lagi kau kucing kecil, sepertinya kita berjodoh!" ucapnya sambil menyeringai.
Ia mengambil ponselnya lalu memotret foto mereka bertiga terutama Xena. Setelahnya ia beranjak dari sana dan keluar dari mall.
....
Di tempat parkir, Zico tersenyum senang karena dia berhasil mendapatkan potret wajah Xena dan juga teman-temannya. Hal itu membuatnya senang, dan membuka ponselnya saat ia sudah di dalam mobil.
"Cari tahu semua hal tentang orang yang ada di foto yang aku kirim. Harus ada datanya saat aku sampai di kantor" ucap Zico
"Baik tuan muda" ucap orang di ujung telepon.
Zico mengendari mobilnya dengan hati bahagia, dia sangat senang mendapatkan kunci untuk mengetahui informasi tentang kucing kecil-nya itu.
Setelah 20 menit, ia sudah sampai di area parkir sebuah perusahan bernama Shine Corporation. Sebuah perusahan yang besar dan hampir sejajar dengan Octavio Group.
Meskipun Octavio Group masih unggul dan merajai bisnis di dalam negeri, Shine Corporation juga memiliki pengaruh yang besar, terutama pasar luar. Itu di karenakan bidang yang di utamakan adalah ekspor dan impor.
Jika di hitung secara aset, Octavio Group menang unggul dengan selisih 20 Milyar Dolar atau 305,6 Triliun.
"Hmm, bagaimana hasilnya?" tanya Zico
"Hanya ini yang bisa kami dapat tuan muda" ucap Dicky menyerahkan beberapa lembar kertas.
"Viona Arsy Perdana, putri tunggal dari keluarga Perdana, usia 21 tahun, mahasiswi fakultas teknik Design Juara bertahan taekwondo tingkat nasional......." Zico membaca data Arsy.
"Olivia Dirgantara putri dari keluarga Olive, usia 21 tahun, mahasiswi fakultas management......." ucap Zico meneruskan membacanya.
Ia membaca semua biodata tentang kedua sahabat Xena itu. Bahkan dari makanan favorit dan hobi juga terlampir di sana dengan lengkap.
"Xena" ucap Zico mengerutkan kening karena hanya ada namanya saja, bahkan tidak ada marga yang ada di sana.
"Kenapa data tentangnya hanya ada namanya saja?" tanya Zico pada sekretarisnya.
"Maaf tuan muda, data mengenai gadis ini tidak bisa di akses. Selama lima belas menit kami hanya berhasil mendapatkan namanya saja, sedang data lainnya tidak bisa kami tembus. Yang ada komputer kita semuanya terlena virus" ucap Dicky.
"Virus?" tanya Zico terkejut.
"Ya tuan muda" ucap Dicky lagi.
"Panggil ahli dari IT di perusahaan, suruh ia meretas gadis bernama Xena ini" ucap Zico lagi.
"Baik tuan muda" ucap Dicky lalu berpamitan pergi.
Zico merebahkan dirinya di kursi kebesarannya, mulutnya bergumam nama Xena.
"Kenapa kamu begitu misterius, kucing kecil! Kamu membuatku semakin tertarik saja" ucap Zico tersenyum penuh makna.
Setelah satu jam, Dicky masuk kembali ke ruangan kerja Zico dengan seorang bernama Riandi, seorang IT terbaik di perusahaannya.
Sebenarnya Riandi akan pulang karena sudah jam 5 sore saat Dicky datang. Namun karena ini tugas dari bos-nya, jadi ia harus bekerja lembur hari ini.
"Bagaimana?" tanya Zico tidak sabar.
"Sungguh menarik, gadis ini memiliki blokade yang sangat baik yang melindungi datanya. Bahkan aku sendiri kesulitan untuk masuk. Hanya saja aku mendapatkan sedikit informasi yang tidak sengaja aku temukan di media sosial miliknya dan juga sebuah iklan. Silahkan lihat ini bos" ucap Riandi
Riandi memberikan laptopnya pada Zico, ia melihat sebuah akun di IG. Nama IG itu Xena_Yaksha yang memiliki followers lebih dari 2 juta itu.
Zico menatap tajam saat melihat iklan, yang mana ia melihat Xena bersama seseorang yang ia kenal. Raymond Octavio!
Sebagai seorang pebisnis sukses, ia mengenali Ray sebagai pewaris satu-satunya Octavio Group, saat pengumuman yang lakukan Reksa Octavio saat Forum atau pertemuan antar pengusaha di ibukota di Hotel Okta.
Zico membaca beberapa berita yang di lampirkan Riandi, mengenai hubungan Antara Xena dengan Ray. Zico mengepalkan tangannya saat membaca itu, ia merasa tidak rela saat ia menemukan gadis yang membuatnya tertarik tapi malah sudah di miliki oleh orang lain.
"Apa semuanya sudah terbukti benar?" tanya Zico.
"Maksud anda hubungan Ray dan Xena?" tanya Riandi
"Ya" ucap Zico
"Saya tidak tahu, tapi mungkin benar karena Ray pernah mengatakan jika Xena adalah kekasihnya dan mereka sudah bertunangan. Tapi sejauh ini, saya belum melihat Xena mengatakan sesuatu tentang hubungannya di media sosial" ucap Riandi.
Zico mencoba memikirkan itu, hati kecilnya memberontak untuk percaya. Ia memikirkan betapa dinginnya dan ketusnya Xena saat bertemu dengannya.
Karena tidak ada ucapan Xena di media yang menyangkut hubungannya dengan Ray, Zico masih percaya jika hubungan keduanya tidak benar-benar terjadi. Ia akan tetap berjuang mendapatkan Xena setelah ini.
...••••••...
Hai, maaf terlambat Update, badan author belum enakan. Author berusaha untuk update tiap harinya. Besok author usahakan update lebih banyak lagi. Mungkin tiga atau empat BAB☺️
Terimakasih sudah membaca karya Author 🙏