Xena

Xena
72. Klarifikasi Ray



Ray melihat satu persatu bukti di depannya. Wajahnya memerah saat ia tahu siapa dalang dari semua itu.


Dalangnya adalah Rivan, salah satu dari beberapa artis terkenal, tapi levelnya selalu di bawah Ray. Rivan selalu iri dengan pencapaian Ray, karena dirinya selalu di tekan ke posisi kedua atau ke sekian yang terpopuler.


Namun dari Video lainnya, Ray mengetahui jika Rivan ternyata menyukai Yuri dan menganggap hilangnya Yuri berkaitan dengan Ray. Karena sebelumnya Yuri memposting tentang Ray di akun media sosialnya, sebelum ia menghilang.


Video lainnya adalah video tentang Yuri yang baru saja di temukan oleh keluarganya dalam kondisi menyedihkan tadi malam dan saat ini sedang dalam perawatan di rumah sakit.


Meskipun ia tidak terluka, namun ia mengalami syok dan trauma.


"Jadi dalangnya Rivan? Sialan tuh anak, sudah berani bermain taktik rupanya" ucap Ray


"Siapa Rivan?" tanya Xena penasaran


"Astaga sayang, sepertinya kamu jarang lihat infotainment ya" ucap Ray yang langsung berubah mood dan tertawa saat melihat kekasihnya tidak tahu apa-apa tentang dunia hiburan.


"Hmm, aku nggak tertarik dengan hal begitu" ucap Xena mengangkat kedua bahunya cuek.


"Rivan itu salah satu artis terkenal, tapi tidak seterkenal aku sih" ucap Ray tertawa


"Idih kepedean" ucap Xena


"Itu real sayang. Jelas kemampuan kita beda, makanya dia selalu ingin bersaing denganku. Apalagi aku selalu membabat habis penghargaan saat ada acara award. Tapi yang aku heran kenapa tuh orang bisa suka sama dedemit model si Yuri ya? Di lihat dari segi manapun, nggak ada yang menarik tuh dari dia" ucap Ray heran.


"Namanya juga cinta, nggak tahu mampirnya ke siapa, kapan datangnya. Lagian menurutku Yuri itu cantik kok dan keluarganya kaya raya, wajar aja jika si Rivan Rivan itu suka padanya kan? Cuma ya itu, sifatnya kaya Saiton dan nempelin kamu Mulu" ucap Xena berpikir lebih logis.


"Ih amit-amit di templokin dedemit yang. Lagian kamu lebih cantik dan selalu jadi yang paling cantik di mata dan hatiku" ucap Ray


"Gombal terus, serius nih" ucap Xena


"He-he, terus apa rencana kamu yang?" tanya Ray


"Kok nanya aku? Ya kamu lah mikir, aku udah capek nyari bukti itu, masa suruh mikir lagi gimana nyelesain masalahnya" ucap Xena manyun.


"Ujuuhh ngambek, bercanda sayang. Kamu katanya capek ya, sini aku pijitin" tanya Ray sambil naik turunin alisnya.


"Isshh nggak mau, yang ada nanti kamu cari kesempatan dalam kesempitan" ucap Xena


"Ha-ha-ha dikit mah nggak papa yang" ucap Ray tertawa.


Setelahnya Ray fokus melihat semua buktinya. Ia menelepon Reno setelahnya dan mengatakan jika ia sudah memiliki buktinya. Setelah mengobrol beberapa saat, Telepon pun di matikan.


Ray juga menelepon kepala kepolisian yang kebetulan keluarganya kenal. Jelas keluarga besar memiliki koneksi yang luas, jadi itu mudah untuknya. Ia sudah mengirim video itu dan kepala polisi berjanji akan mengurus dengan cepat dan menangkap semua pelaku.


Setelah semua beres, Ray kemudian memposting sesuatu di media sosialnya. Ia juga melampirkan video di mana foto itu di ambil dan menyebabkan nama baiknya tercemar.


ia juga mengeluarkan uneg-uneg nya di akun miliknya.


'Aku hanya menolong seseorang secara tidak sengaja dan aku di Fitnah sedemikian rupa. Jelas ini konspirasi! Aku tahu siapa pelaku di balik ini semuanya dan aku punya semua buktinya. Bukankah aku sudah mengingatkan jangan pernah memancing harimau untuk menunjukan taringnya. Maka terima akibat dari apa yang sudah kalian perbuat'


Postingan itu berhasil booming lagi dan naik trending secepat kilat.


"Wow, aku tahu jika Ray nggak akan berbuat seperti itu"


"Astaga, padahal itu Ray sudah berbaik hati menolong, meskipun hanya reflek saja sih."


"Mana tuh netizen yang kemaren berkoar dengan ganas? Keluar sini kalau berani. Lihat nih bukti kebenaran nya"


IG Ray pun banjir komenan dan juga keirian netizen dengan keuwuan pasangan ini.


"Astaga, astaga, meleyot hati ini bang...."


"Nggak nyangka si kulkas Ray bisa se so sweet ini"


"Aduh jadi iri, pengen di peluk juga"


"Xena wanita hebat, dia wanita idaman yang sangat percaya pada pasangannya. Apa ada wanita seperti itu? Sisakan satu untukku!"


....


Setelah satu jam adem ayem, kembali publik di buat geger. Pasalnya aktor terkenal Rivan di ketahui di tangkap kepolisian kediamannya. Bahkan perempuan yang ada di video Ray juga ikut di tangkap beserta dua orang lainnya.


Hal itu membuat spekulasi masyarakat kalau Rivan adalah dalang di balik semua berita yang terkait Ray.


Para wartawan mulai memadati kantor polisi dan kantor agensi yang menaungi Rivan sebagai artisnya. Mereka ingin mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi.


Sedangkan yang sedang di perbincangkan yaitu Ray dan Xena, tengah menikmati waktu santai mereka sebelum Ray berangkat ke kota B untuk promosi film.


Setengah jam sebelum jam 10 Reno dan Galang sudah datang ke apartemen untuk bersiap berangkat ke lokasi bersama-sama.


Xena pun berangkat menuju rumah sakit, tapi sebelumnya ia ke restoran miliknya, ia membuatkan sesuatu untuk Olive.


....


Di sebuah kamar di hotel berbintang. Yani dengan kondisi tubuh tel*njang dengan di apit dua orang pria di sisi kanan dan kirinya yang sama-sama dalam keadaan tel*njang juga.


Jelas mereka bertiga habis bertarung habis-habisan semalam. Itu karena Yani sedang merasa kesal, karena Olive tidak mati setelah ia tabrak. Jadi ia butuh sesuatu yang menaikan mood nya agar lebih baik.


Jadi ia memanggil dua orang pria untuk memuaskannya dan mabuk bersama, bahkan ketiganya nyabu bersama di dalam kamar hotel itu.


Yani terbangun dengan sempoyongan menuju ke kamar mandi, terlihat banyak sekali ternak c*pang di sekujur tubuhnya.


Ponselnya terus menerus berbunyi membuat Yani merasa kesal.


"Cih, ngapain Ferry nelpon, mana Miss call banyak banget" ucap Yani.


"Hallo, ada apa?" tanya Yani dengan ketus setelah menjawab telepon nya.


"Kamu di mana?" tanya Ferry


"Bukan urusanmu!" ucap Yani ketus


"Cepat pulang, orang tua kamu pulang, mereka cariin kamu tapi kamu nggak ada di rumah" ucap Ferry


"Oh, tua Bangka itu pulang?" ucap Yani terkekeh.


"Yang sopan Yani, mereka itu orang tua kamu. Cepat pulang! Apa kamu tidak merindukan mereka?" ucap Ferry di ujung telepon.


"Untuk apa? toh mereka juga tidak meridukanku sama sekali. Mereka selalu mempedulikan pekerjaannya dan menelantarkan anak satu-satunya" ucap Yani kemudian mematikan telepon dan juga ponselnya.


Ia kembali keluar dan memakai pakaiannya, ia mengambil uang dari dompetnya dan meletakannya di atas meja nakas, lalu ia keluar dari kamar hotel itu.


...•••••...