Xena

Xena
70. Olive sadar



Mendengar ucapan Ray, Xena hanya terdiam tidak mengucapkan satu kata pun. Sejujurnya ia tidak marah sama sekali, hanya saja ia masih sedikit kesal karena kejadian itu.


Melihat Xena tidak memberikan respon, Ray melepas pelukannya dan perlahan membalik badan kekasihnya menghadap padanya.


"Sayang, jangan diam aja. Aku jelaskan semuanya oke, berita itu semuanya nggak bener yang. Aku aja nggak kenal siapa tuh cewe, tiba-tiba dia jatuh di depan aku. Aku hanya reflek menangkapnya, aku ingin melepaskan setelah itu, namun ia kembali jatuh karena kakinya terkilir. Mau nggak mau aku bantu dia duduk meskipun aku merasa risih, karena tidak ada orang lain di sana. Tapi aku langsung pergi setelah itu, beneran. Aku juga nggak tahu kalau ada orang yang memotret dan menyebarkan berita palsu tentang kejadian itu" ucap Ray menjelaskan semuanya.


Xena hanya mendengarkannya saja, ia tahu cerita yang Ray katakan benar adanya. Melihat wajah Ray yang memelas, menyesal dan sangat takut kehilangannya. Ia jadi gemas tapi ia juga masih sedikit kesal karena nya.


"Aaahhhhh aww aww... sayang, sakit!" teriak Ray saat telinga sebelah kirinya menjadi korban jeweran maut Xena.


"Sakit hmm? Aku juga sakit saat lihat berita itu, kau berhasil buat aku nangis Ray. Rasain nih" ucap Xena kesal, ia melampiaskan sedikit kekesalannya agar merasa lega setelahnya.


Mendengar itu Ray terdiam tidak lagi berteriak, meskipun sedikit meringis karena tangan Xena masih di telinganya. Ia merasa Rasa sakitnya tidak sebanding dengan rasa sakit Xena saat pertama kali melihat berita itu.


"Sssh, Maaf sayang, kamu boleh jewer aku sampe puas. Asal kamu tidak marah lagi, aku nggak apa-apa sok jewer yang lebih kencang lagi" ucap Ray pasrah


"Huh..." mendengar Ray mengatakan itu Xena justru melepas jewerannya dan melangkah ke arah ruang tamu.


Ray mengikuti langkah kekasihnya sembari menggosok telinganya yang merah dan ikut duduk di samping Xena. Dapat ia dengar helaan nafas Xena sebelum mengatakan sesuatu.


"Aku kira kamu pintar melihat situasi, tapi kenapa kamu bisa di jebak oleh orang lain. Terus kamu udah dapat bukti buat bersihin nama kamu? Kamu tahu, Papah mamah juga nanyain kebenaran dari berita yang beredar, mereka berdua kecewa padamu" ucap Xena


Ray menundukkan kepalanya, ia tidak menyangkal ucapan kekasihnya. Ia bodoh karena bisa terjebak. Dia juga khawatir saat tahu calon mertua nya mengetahui itu dan kecewa padanya.


"Aku tahu aku lengah, sampai-sampai orang lain memiliki celah untuk membuat aku jatuh. Aku menyesal karenanya, aku merasa tidak berguna karena tidak bisa mendapatkan bukti kalau aku tidak bersalah" ucap Ray


"Biar nanti aku bertemu dengan orang tua mu untuk meluruskan masalah ini. Aku akan menjelaskan pada mereka dan berjanji akan membuktikannya. Aku akan tetap mempertahankan hubungan kita, meskipun aku harus memulai kembali membangun kepercayaan orang tuamu dari nol. Dan aku tahu itu semua tidak mudah" ucap Ray


"Jadi kamu belum dapat buktinya?" tanya Xena mengangkat kedua alisnya. Ray yang malu hanya mengangguk.


"Belum, aku mencoba nengerahkan anak buahku untuk mencari tahu lebih keras lagi. Tapi hasilnya tetap nihil. Tapi aku tidak akan menyerah" ucap Ray.


Ia menggenggam tangan Xena dan menatap lekat wajah kekasihnya itu .


"Apapun yang terjadi, tolong percaya padaku. Aku akan berusaha menemukan buktinya" ucap Ray dengan serius.


"Lalu bagaimana dengan pekerjaan mu di dunia entertainment? Meskipun itu tidak berpengaruh banyak, tetap saja nama baik kamu tercemar" tanya Xena.


"Aku tidak peduli jika aku di hujat semua orang dan keluar dari dunia entertainment. Bahkan kalaupun aku kehilangan hak warisku, aku tidak peduli. Aku masih bisa membangun bisnisku dengan kemampuan yang ku miliki. Namun aku duniaku akan hancur jika aku kehilangan kamu, jadi bolehkah aku memohon padamu untuk tetap bersamaku?" ucap Ray serius.


Mendengar itu Xena terenyuh, ia tahu jika kekasihnya sangat mencintainya. Jadi ia tidak berencana menyembunyikan bukti kejadian yang ia miliki.


"Suruh beberapa anak buah kamu ke rumah no 20 di jalan patriot 5, selatan ibukota" ucap Xena


"Untuk apa yang?" tanya Ray bingung


"Kamu sedang mencari keberadaan wanita itu kan? Wanita itu tinggal di sana, kebetulan di rumah itu hanya ada dirinya saat ini" ucap Xena


"Kamu menemukan keberadaannya?" tanya Ray terkejut saat mendengarnya.


"Menurut kamu?" ucap Xena


"Suruh anak buah kamu tngkap wanita itu dan bawa dia ke basecamp untuk sementara! Kalau mereka tidak bisa membawanya, lebih baik kamu pecat saja orang-orang tidak berguna itu!" ucap Xena pedas.


"Tentu, tunggu sebentar aku telepon Gilbert dulu" ucap Ray tanpa menunggu lama.


Ray langsung menelepon Gilbert dan meminta anak buahnya membawa wanita itu ke basecamp setelah memberikan alamat wanita yang di maksud.


Ray juga mengatakan jika tidak boleh ada yang mengetahui tentang penangkapan itu dan mereka tidak boleh bertindak di luar instruksi darinya.


"Sayang, makasih sudah membantuku" ucap Ray tersenyum tulus.


Ia tidak menanyakan bagaimana Xena bisa mengetahu keberadaan wanita itu. Jelas, karena Ray percaya pada kemampuan Xena yang luar biasa.


"Kamu mandi sana, aku akan membuat sarapan" ucap Xena


"Hmm, aku mandi dulu, cup!" ucap Ray mengecup bibir Xena singkat sebelum beranjak dan pergi ke kamar mandi.


"Issshh Ray, bau jigong!!!" teriak Xena


"Abis nya bibir kamu menggoda. Lagian tenang aja, jigong aku wangi kok" ucap Ray tertawa kemudian kabur.


Xena mendengus dan ikut tertawa saat Ray sudah tidak terlihat di pandangannya. Tentu saja ia bercanda jika mulut Ray bau, karena ia tau Ray adalah cowo yang resik alias sangat menjaga kebersihannya. Meskipun ya tetap saja nafas orang bangun tidur sedikit berbeda 😂


Untuk bukti video di tempat kejadian dan siapa dalangnya, Xena akan memberi tahunya setelah anak buah Ray berhasil menangkap wanita itu.


....


Di rumah sakit


Mata Olive perlahan terbuka, ia mengerjapkan matanya pelan untuk menyesuaikan cahaya yang masuk ke dalam retina matanya. Ia melengguh sakit saat tidak sengaja menarik selang infus dan membuat jarumnya sedikit ketarik dan berdarah.


Mendengar suara, Vano yang menjaga di sana terbangun. Ia terkejut saat melihat adiknya sudah sadar dan bergegas menghampiri Olive.


"Kamu sudah sadar Liv, apa ada yang sakit? Sebentar kakak panggil dokter dulu" ucap Vano sembari menekan tombol di samping ranjang Olive.


"Kak, aku haus" ucap Olive lirih


"Ini minum dulu, pelan-pelan" ucap Vano dengan lembut dan membantu Olive untuk minum yang ia ambil dari atas meja.


"Aku di mana kak? Badan aku kok sakit semua, kakiku juga kok terasa berat kaya mati rasa" ucap Olive lirih karena masih lemas.


"Kamu di rumah sakit, kamu kecelakan kemarin. Kamu nggak apa-apa, kamu hanya butuh waktu untuk pemulihan. Jangan terlalu di pikirin, ada kakak di sini" ucap Vano lembut penuh kasih sayang.


Olive yang mendengar jika ia kecelakaan, memejamkan mata sejenak. Ia mengingat saat ia di tabrak oleh mobil yang melaju kencang ke arahnya. Ia terdorong, rasanya sangat sakit, kejadian itu terasa sangat cepat sekali, lalu Olive pandangan nya gelap, setelah itu ia tidak ingat apa-apa.


Setelah beberapa saat, dokter dan suster datang untuk melihat keadaan Olive dan melakukan pemeriksaan, apakah terjadi reaksi atau keluhan tertentu pasca operasi.


...••••...