Xena

Xena
131. Meminta bantuan



Setelah pulang dari kediaman Ray dan Vanya, Xena mengantar pulang Galang terlebih dulu ke rumahnya, sebelum mengantar Ray pulang ke apartement.


Xena juga langsung pulang setelah mengantarkan Ray ke apartemennya. Hal itu membuat Ray cemberut, ia masih ingin berlama-lama dengan Xena. Namun Xena memiliki urusan lain yang tidak bisa di ganggu gugat.


Orang tua Xena sudah menelepon untuk memintanya pulang, karena ada Arsy Vano dan temannya yang datang. Orang tua Xena mengatakan kalau mereka memiliki hal mendesak dan yang sangat penting.


Di sisi lain kakek Reksa juga meminta Ray datang ke mansion tua sore nanti untuk membahas soal Perusahaan, karena hanya menunggu hari Ray akan menyelesaikan kontraknya dengan agensi.


.....


#Flashback 4 jam yang lalu.


Di dalam penjara sangat berisik, itu di karenakan mereka mendapati Yani sekarat bunuh diri dengan menyayat tangannya sendiri dengan beda tajam yang kebetulan ada di kamar mandi. Beruntung ia tidak meninggal dan di segera di larikan ke rumah sakit.


Di ketahui Yani terlihat sangat depresi setelah kematian kedua orang tuanya, di tambah penyakit yang menyerangnya semakin membuatnya lemah dan tidak sanggup menjalani hidup di penjara.


"Menurut Dokter Yani mengalami depresi yang sangat berat. Saya melihat ia sering Dian sekarang setelah kematian kedua orang tuanya ia terus menangis dan menyalahkan diri" ucap Petugas polisi yang menjaga lapas pada Ferry dan keluarganya.


"Lalu bagaimana keadaan Yani sekarang?" tanya Lina.


Meskipun ia merasa marah karena keponakannya itu yang menyebabkan iparnya dan kakanya meninggal, tapi ia juga tidak bisa menutup mata dengan kondisi Yani saat ini.


"Lebih baik tanyakan ke dokter saja nyonya. Ah iya, sepertinya aku mendengar sesuatu beberapa hari ini yang selalu Yani gumam kan sebelum dia bunuh diri" ucap Petugas polisi itu.


"Apa itu?" tanya Ferry yang kali ini bertanya.


Ferry menemani mamanya datang melihat kondisi Yani setelah kantor polisi menghubungi mereka dan mengatakan Yani mencoba bunuh diri.


"Dia mengakan, Kalau bukan karena Narti aku tidak akan begini, kalau tidak karena Narti aku tidak akan begini. Begitu kira-kira yang dia gumam kan" ucap petugas polisi itu.


"Narti??" ucap Lina, kedua ibu dan anak itu saling berpandangan.


"Kalau begitu saya permisi dulu nyonya, akan ada rekan saya yang bergantian berjaga Yani" ucap petugas polisi itu.


"Baik terimakasih Bu polisi" ucap Lina dan Ferry bersamaan.


Sepeninggal petugas polisi itu, Lina dan Ferry saling menatap. Mereka merasa ada yang janggal dengan itu.


"Fer lebih baik kamu selidiki tentang Narti, mama pikir ada yang aneh. Mama curiga ada sesuatu yang terjadi di antara mereka" ucap Lina


"Iya mah, Ferry juga curiga. Kalau begitu kita lihat dulu keadaan Yani. Nanti biar Ferry yang mencari tahu tentang hal itu" ucap Ferry.


Lina mengangguk, keduanya kini melihat keadaan Yani yang sudah terlihat sangat kurus itu. Setelahnya Ferry mengantar mamanya pulang, untuk istirahat dan kembali saat malam nanti. Sudah ada petugas yang menjaga di sana jadi mereka tidak khawatir.


Sedangkan dirinya segera menelepon Vano untuk bertemu.


....


Ferry juga tahu Arsy adalah sahabat Olive jadi ia bisa di percaya.


Ia meminta tolong ke Vano karena di antara sahabatnya Vano yang paling pintar. Apalagi mengingat Vano berhasil menemukan bukti bahwa Yani pelaku tabrak lari, itu membuktikan kalau sangat besar kemungkinan Vano bisa membantunya.


"Ada apa Fer? kamu terlihat cemas" ucap Vano.


"Hmm, aku boleh minta tolong Van?" tanya Ferry ragu.


"Katakan saja, kita sahabat bukan? Kalau aku bisa, tentu aku pasti membantumu" ucap Vano.


"Aku ingin menyelidiki soal sesuatu. Yani pagi tadi di temukan dalam keadaan sekarat setelah melakukan bunuh diri karena depresi. Keadaannya sangat kritis sekarang, petugas polisi mengatakan belakangan ini dia selalu menyalahkan dirinya sendiri dan bergumam sesuatu yang menyalahkan Mantan pengasuhnya. Aku dan mamah curiga, pasti ada sesuatu yang tidak kamu tahu tentang Yani dan Narti" ucap Ferry.


"Jadi kamu ingin aku menyelidiki soal pengasuh itu?" tanya Vano


"Ya, aku dan mama entah mengapa merasa yakin ada sesuatu yang terjadi. Kamu bisa membantu kan Van?" ucap Ferry berharap.


"Aku bisa membantu, tapi pasti butuh waktu lama untuk mencari tahu tentang kejadian beberapa tahun lalu" ucap Vano lagi


"Kenapa tidak minta tolong ke Xena?" ucap Arsy


"Xena?" beo Ferry


"Astaga, aku baru kepikiran. Makasih sayang, aku lupa kalau sahabatmu itu serba bisa" ucap Vano tersenyum ke arah Arsy.


Sayang? Ferry bengong mendengar panggilan Vano pada Arsy.


Sekarang ia tahu kalau keduanya sudah menjalin hubungan sekarang. Berarti sahabatnya itu sudah berhasil move on dari Xena.


"Ayo kita ke rumah Xena dan meminta bantuannya, Fer!" ucap Vano


"Itu.... Xena yang aku kenal?" tanya Ferry


"Ya, memang siapa lagi. Asal kamu tahu, bukti tentang Yani pelaku tabrak lari, itu Xena yang menemukannya" ucap Vano terkekeh


Fery terkejut mendengarnya, namun ia tidak memiliki alasan untuk tidak mempercayai ucapan sahabatnya itu. Jadi ia mengangguk dan ikut dengan Vano ke rumah Xena.


#Flashback Off.


...••••••...