Xena

Xena
83. Wanita Gila



Melihat wanitanya di teriaki dan di hina di depan umum, jelas Ray meradang marah. Terlebih wanita itu berlari ke arah Xena dan ingin menyerangnya.


"Awwwsss" teriak wanita yang tidak lain adalah Yuri.


Begitu tangannya ia layangkan untuk menampar Xena, Ray maju menghalanginya dan mendorong Yuri hingga terjatuh tersungkur.


Orang-orang yang ada di taman melihat ke arah mereka, penasaran apa yang terjadi dan melihatnya dari kejauhan.


Saat Yuri ingin memaki, ia melihat jika yang mendorongnya adalah Ray. Meskipun Ray menggunakan masker, namun ia mengenalinya dalam sekali lihat. Yuri kemudian menampilkan tatapan sedih dan terluka di depan Ray.


"Ray, kenapa kau mendorongku hingga aku jatuh? Ini sakit" ucap Yuri dengan ekspresi lemah tidak berdaya.


Melihat ekspresi Yuri, Ray menatapnya jijik, begitupun dengan Xena dan Olive yang juga melihat ekspresi menjijikan itu.


"Kamu pantas mendapatkannya! Kamu sangat berani ingin menyakiti kekasihku? Apa kamu mau mati!" ucap Ray dingin.


"Kenapa kamu lebih membela dia? Aku calon istri kamu, harus nya kamu bela aku, Ray!" ucap Yuri tidak tahu malu.


"Sepertinya kamu sudah pantas menjadi penghuni rumah sakit jiwa" ucap Ray dingin dan tajam.


"Apa maksud kamu?" ucap Yuri terkejut dengan ucapan Ray.


"Kau pikir dengan kamu menceritakan yang tidak-tidak tentangku dan memfitnahku agar aku menikahimu di depan kakek. Aku akan menikahimu, begitu? Asal kamu tahu, satu-satunya wanita yang pantas aku nikahi hanya Xena. Bukan kamu atau yang lainnya" ucap Ray tegas.


"Kamu..." ucap Yuri tertahan karena marah dan tidak terima.


"Dan lagi, apa belum cukup hadiah yang aku kirim padamu dan keluargamu. Haruskah aku lebih kejam lagi dengan mengirimmu ke rumah sakit jiwa?" ucap Ray lagi.


"Apa maksudmu?" tanya Yuri


"Kamu pikir siapa yang membuat keluarga yang kamu banggakan itu hancur dalam sekejap? Siapa yang bisa menggerakkan instansi bergerak cepat? Apa kau bisa menebaknya sekarang?" ucap Ray berdecih jijik.


"Jadi kamu yang melakukannya? Kenapa Ray? Kenapa kamu lakuin ini? Kakekku adalah sahabat kakekmu, kau tega membuat kami kehilangan segalanya! Kamu harus tanggung jawab, kau harus menikahimu sebagai gantinya" teriak Yuri makin tidak tahu malu.


Orang yang melihat hanya diam tidak berani ikut campur, karena mereka tidak tahu apa duduk permasalahannya. Jadi mereka hanya menjadi penonton dan berkomentar saja dalam hati.


"Aku melakukan itu karena kalian duluan yang mengusikku. Kau pikir, karena kakekmu teman kakekku, aku tidak berani? Kau salah, salah besar! Tidak akan ada yang bisa menghalangiku termasuk kakek. Lagian kalian pantas mendapatkan semua yang sudah kalian tanam sebelumnya. Aku hanya membantu petugas terkait dan memperlancar segalanya. Tadi apa kau bilang, aku harus bertanggung jawab? Atas dasar apa kau memintanya? Kau tidak berhak mengaturku dasar wanita gila tidak tahu malu" ucap Ray marah


"Ray hiks... kamu tega sekali, padahal aku sangat mencintai kamu...." ucap Yuri kini tengah menangis tersedu-sedu.


"Apa kau tidak malu mempermalukan diri kamu sendiri? Ternyata kau lebih tidak tahu malu di bandingkan kelakuanmu yang menjijikan itu tersebar di internet" ucap Xena kesal


Orang-orang yang mendengar kata-kata Xena terkejut. Mereka mengingat berita yang tengah booming, tapi mereka takut salah mengenali orang. Namun mereka mengeram marah saat tahu jika Yuri adalah benar orang tengah Viral saat ini. Setelah mendengar ucapan Xena berikutnya.


"Kau bahkan tidak tahu malu memberikan badanmu pada ayahmu sendiri. Bahkan tubuhmu sudah di jajah banyak orang, tapi kamu masih berhayal dan memaksa pacarku untuk menikahimu? Cih, Kau memang tidak punya urat malu!!!" ucap Xena


"Diam kau!!!!" teriak Yuri tidak terima Xena ikut menghinanya.


Ia ingin menyerang Xena lagi, namun tiba-tiba ia di lempari batu kerikil oleh orang-orang di sana.


"Sial, jadi ini wanita tidak tahu malu yang viral di internet. Dasar tidak punya moral, bejat, bapak sendiri di pake. Sama kaya emaknya itu"


"Ini orang yang membuat generasi muda hancur. Aku pikir tadi aku salah mengenali itu dia, ternyata tebakanku benar"


"Benar, ayo kita lempari dia, dasar sampah masyarakat"


"Tadi kalian dengar, kalau wanita ini memaksa pacar orang lain untuk menikahinya? Dasar j*lang tidak tahu malu!!!"


Orang-orang terus menyumpahi sambil terus melempari Yuri yang kini tengah meringkuk di buli semua orang.


Xena menggandeng Ray sambil mendorong Olive pergi dari sana. Ia tidak mau tahu apa yang terjadi pada Yuri selanjutnya.


Tapi Ray memiliki rencana yang berbeda, ia mengirim pesan pada Tiger untuk mengurus Yuri dan membuangnya ke jalan lagi agar di buli oleh semua masyarakat yang mengenalnya. Terlebih ia terkenal di internet sekarang jadi, orang-orang akan mudah mengenalinya dan membulinya


Ray juga menyuruh Tiger mengawasinya selama seminggu, lalu membawa Yuri ke rumah sakit jiwa setelahnya.


....


Xena dan Ray membawa Olive kembali ke kamarnya. Melihat Danu dan Vano ada di sana, Xena hanya menghela nafas. Ia berharap keduanya tidak bentrok lagi.


Melihat Ray dan Vano yang saling melempar pandangan tidak suka, Xena menggenggam tangan Ray untuk menenangkannya. Saat tangan Xena mengenggam tangannya, Ray menoleh lalu tersenyum hangat.


Sesaat kemudian ia mengalihkan tatapan matanya ke arah Vano dengan senyum mengejek, seakan mengatakan Aku yang menang!


Vano yang melihat Xena menggandeng tangan Ray merasa panas, ia tidak suka wanita yang ia cinta dekat dengan pria lain. Namun ia tidak berbuat apa-apa, karena di sini ada kedua orangtuanya dan ia tidak ingin terlihat buruk di depan Xena.


Vano memilih untuk mengangkat adiknya kembali ke ranjang dari kursi roda. Karena suasana tidak enak Xena pamit pulang. Xena tidak lupa berbisik ke Olive untuk menyimpan obatnya baik-baik dan jangan lupa meminumnya.


Setelah sampai di dalam mobil, Ray langsung memeluk kekasihnya itu.


"Kamu kenapa?" tanya Xena lembut mengelus punggung Ray.


"Aku merindukanmu" ucap Ray


Xena yang mendengarnya terkekeh geli


"Bukannya dari siang tadi bukannya kita sudah bersama terus" ucap Xena


"Tapi, kita nggak berdua, yang. Aku nggak bisa leluasa meluk kamu" ucap Ray manja.


"Astaga kenapa kamu jadi manja gini Ray" Ucap Xena


"Sayang..." ucap Ray cemberut.


"Iya, iya kamu boleh peluk aku sepuasnya. Tapi masa iya di sini Ray, kalau di grebek satpam di sangka iya-iya gimana?" tanya Xena


"Nggak akan sayang, kan mobilnya nggak goyang-goyang, jadi nggak akan kena grebek" ucap Ray


Wajah Xena memerah saat Ray mengatakan itu, kenapa sifat mesum dan manja Ray tidak hilang-hilang. Jadi Xena hanya pasrah di peluk Ray sampai ia lelah sendiri.


Akhirnya Ray melepaskan pelukannya setelah beberapa menit dan mulai menjalankan mobilnya. Awalnya Xena merasa lega, namun ia mengerutkan keningnya saat Ray justru membawanya ke apartemen.


"Mau apa ke sini Ray?" tanya Xena


"Mau melanjutkan kegiatan yang tertunda" ucap Ray senyum penuh arti, membuat Xena merinding sendiri.


Astaga, Ternyata si Ray masih belum puas meluk dan manja-manjaan dengan kekasihnya itu.


...•••••...