Xena

Xena
108. Turnamen Bela Diri



Arsy yang masuk ke semifinal, ia dengan tenang berdiri menghadapi lawannya agar bisa masuk ke babak final. lawannya kali ini adalah seorang gadis yang cukup cantik, gadis itu menguncir rambut panjangnya, berbeda dengan Arsy si cantik dengan pesona tomboynya.


Gadis itu tersenyum sesaat dalam sebelum mulai bertanding. Namun ekspresi Arsy sangat datar, hal itu membuat gadis itu kesal. sebenarnya keduanya adalah sahabat di masa SMA mereka, namanya adalah Larasati Gunawan atau biasa di panggil Laras. Namun karena suatu alasan persahabatan mereka terputus saat kelas dua SMA.


Hal itu di karenakan Alasan Laras berteman dengan Arsy karena tahu ia sepupu Ray. Laras menyukai Ray sejak ia tidak sengaja bertemu di suatu tempat. Sebenarnya tidak masalah bagi Arsy jika ada seseorang menyukai sepupunya saat itu.


Tapi dia sangat marah saat mengetahui Laras hanya memanfaatkan dirinya untuk dekat dengan Ray. Bahkan di belakangnya Laras menjelekkan namanya di depan semua orang, Laras adalah tipe gadis bermuka dua.


Setelah mengetahui Laras tidak sebaik yang ia kira, Arsy pun menjauhinya. Dia tidak sungkan mengatakannya dengan keras, saat Laras membuatnya malu dengan memasang ekspresi sedih di depan banyak orang seakan ia teraniaya. Hal itu membuat Laras tidak berkutik karena di serang balik dengan telak oleh Arsy. Topeng polos yang selama ini ia jaga, terbongkar di depan publik karena ulahnya sendiri.


Tak cukup puas sampai di situ, karena Laras tidak memiliki kesempatan untuk mendekati Ray karena Ray sangat dingin dan juga tidak ingin berdekatan dengannya membuatnya marah, terlebih ia gagal menjebak Ray.


Hal itu yang membuat keluarganya bangkrut karena mengusik seorang Ray saat itu. Tapi ia memohon sampai bersujud untuk memakannya dan tidak membalasnya melalui keluarganya. Ia berjanji akan menjauh dari Ray di masa depan dan Ray melepaskannya.


Tak berselang lama, ada seorang murid baru bernama Rizky di sekolah mereka. Dia seorang pemuda yang tampan dan juga manis, pemuda itu jatuh cinta dengan Arsy pada pandangan pertama. Namun Arsy tidak menanggapinya karena ia tidak memiliki perasaan yang sama dengannya.


Namun Laras yang sudah berusaha melupakan perasaannya dengan Ray, tiba-tiba bertemu dengan Rizky dan beralih tertarik padanya. Ia marah saat tahu Rizky menyukai Arsy, dia mencoba untuk menggoda Rizky meskipun laki-laki itu tidak menanggapi keberadaannya.


Laras semakin nekat, saat kelulusan sekolah ia menjebak Rizky tidur dengannya. Karena hal itu, Rizky mau tidak mau harus bertanggung jawab dan menjalani hubungan dengan Laras sampai saat ini, karena Laras mengancamnya jika ia memiliki video saat mereka berhubungan.


Meskipun ia tidak menyukai Laras dan perasaannya masih tertuju pada Arsy, tapi ia tidak bisa berbuat apa-apa karena ancaman Laras padanya.


Mulai sejak saat itu, Laras merasa dirinya sudah menang melawan Arsy karena telah merebut prianya. Yang Laras tidak tahu, Arsy sama sekali tidak peduli dengan hubungan Laras dan Rizky. Karena baginya Rizky bukan siapa-siapa.


"Kita bertemu lagi Ar" ucap Laras


"....." Arsy diam saja, ia tidak repot-repot membalas ucapan Laras, wajahnya tetap datar.


Laras sangat kesal di buatnya, ia mulai menyerang. Ia memukul dan menendang dengan keras ke arah Arsy, dengan santai Arsy menghindar dan memukul balik saat ada celah. Hal itu membuat Laras terkena pukulan kelak.


Riuh suara penonton bersorak saat Arsy berhasil memukul Laras hingga Laras terdorong dua langkah ke belakang.


"Dasar j*Lang si*lan!" Gerutu Laras pelan, namun masih di dengar oleh Arsy.


Laras kembali menyerang Arsy dengan tatapan kebencian di wajahnya. Arsy membalasnya dengan mudah, baginya sangat mudah melawan Laras dengan emosinya yang tengah meluap-luap, karena kontrol emosi sangat penting dalam pertandingan dan itu yang membuat Laras kehilangan fokusnya dan akhirnya kalah dalam pertandingan ini.


"Jangan senang dulu Ar, kau boleh menang di pertandingan ini. Tapi kau tidak akan menang melawanku mendapatkan Rizky, Rizky adalah milikku dan akan selamanya begitu" ucap Laras dengan percaya diri.


"Aku tidak peduli dengan pacar jelekmu itu!" Ucap Arsy cuek dan beranjak keluar kerena pertandingan sudah selesai, tinggal menunggu pertandingan final.


Sedangkan Laras menggeram marah, ia kerasa harga dirinya di injak-injak oleh Arsy. Ia menoleh ke bangku penonton. Di sana Rizky juga menonton, Laras makin marah karena tatapan Rizky terfokus ke arah Arsy.


.....


Olive bersorak saat Arsy berhasil masuk ke babak Final, sedangkan Xena hanya diam mengamati Laras. Perasaannya sangat kuat jika Laras ini memiliki kebencian yang mendalam dengan Arsy, meskipun Xena tidak tahu apa sebabnya. Tapi ia butuh waspada dengan orang yang memiliki kebencian seperti itu.


"Larasati Gunawan" gumam Xena mengingat nama itu.


Lalu Xena membuka ponselnya dan meretas semua data tentang Laras, ia mengangkat sebelah alisnya saat melihat data itu karena nama Ray ada di sana, juga melihat data lainnya. Xena menutup ponselnya seperti tidak terjadi apa-apa dan melihat ke depan lagi untuk menyaksikan pertandingan dua orang lain yang memperebutkan. masuk Final agar melawan Arsy nantinya.


"Xe, boleh minta camilanmu?" Tanya Olive


"Eh, emang punyamu sudah habis?" Tanya Xena menatap box cemilan Olive yang sudah kosong.


"Habis, abisnya laper Xe" ucap Olive dengan senyum lebar.


Xena hanya terkekeh dan memberikan camilan miliknya untuk si tukang makan, siapa lagi kalau bukan Olive.


"Jiah, kamu malah kasih slogan iklan" ucap Olive yang Sama terkekeh juga, namun ia menerima camilan milik sahabatnya itu dan memakannya.


Pertandingan Final kembali di lanjutkan, lawan Arsy kali ini merupakan Master taekwondo di usia muda yang beberapa bulan ini terkenal di internet.


Arsy tidak gentar menghadapinya, ia mengerahkan seluruh tenaganya dan perjuangan tidak mengkhianati hasil. Meskipun lawannya sulit untuk ia hadapi, Arsy akhirnya menang dan mempertahankan gelar juaranya.


Xena dan Olive bersorak atas kemenangan Arsy, mereka menunggu di luar stadion untuk mengucapkan selamat padanya.


"Ar kamu hebat sekali, Huaaaaaaa calon iparku sangat hebat" ucap Olive antusias.


Arsy hanya menggaruk kepala nya sembari tersenyum canggung, ia memiliki perasaan campur aduk saat mendengar ucapan Olive.


"Selamat Ar, kamu sangat hebat" ucap Xena memeluk sahabatnya itu dengan bahagia dan tulus.


"Makasih Xe, Liv" sahut Arsy dengan senyum manis di wajahnya.


"Traktirannya dong yang menang" ucap Olive


"Astaga Liv, kamu baru habisin dua box camilan loh tadi, masih mikirin makanan aja. Emang masih muat?" Tanya Xena dengan terkekeh.


"Ruang di perutku masih banyak yang kosong Xe, tenang aja" celetuk Olive.


"Ha-ha-ha" Xena dan Arsy tertawa melihat jawaban polos dan menggemaskan Olive.


Memang kalau urusan makan, Olive juaranya. Arsy heran melihat olive yang kurus dan hanya pipi nya saja yang terlihat chubby. Tapi nafsu makannya sangat besar.


"Ya sudah, bagaimana kalau makan di restoran ku aja" ucap Xena


"Setuju, makanan di restoran Xena kan memang sangat enak, tidak ada yang mengecewakan dan tidak ada duanya soal rasa" ucap Olive semangat.


"Ya sudah, kalian berangkat aja duluan. aku ingin ganti baju dulu, nanti aku nyusul ke sana" ucap Arsy.


"Kamu mau nyusul naik motor kamu?" tanya Xena


"Ya pake motor Xe, masa pake becak he-he" ucap Arsy terkekeh.


"Kita nunggu di sini aja terus kita berangkat bareng dengan mobilku" ucap Xena


"Nggak perlu Xe, masa iya motorku di tinggal di sini. Kalau nggak nanti aku ikuti mobil kalian dari belakang" ucap Arsy


"Sebaiknya ikut aku aja Ar, suruh orang lain bawa motor kamu ke bengkel terdekat aja" ucap Xena


"Bengkel?" Beo Arsy mengerutkan keningnya.


Ia menatap Xena, melihat wajah serius Xena. Arsy tahu ada sesuatu yang janggal, jadi ia mengikuti perkataan Xena untuk itu.


"Baiklah, tunggu aku ganti baju dulu" ucap Arsy lalu masuk ke dalam lagi untuk berganti pakaian.


"Xe, kenapa motor Arsy kamu suruh orang bawa ke bengkel?" Tanya Olive tidak mengerti.


"Ah, itu.... Biar sekalian di servis, aku ingat kalau Arsy pernah cerita kalau motornya belum di servis. jadi aku ingetin dia biar bawa motornya ke bengkel" ucap Xena memberikan alasan asal.


"Oh begitu" ucap Olive mengangguk.


...••••••...