Xena

Xena
54. Kontrak Ray



Beberapa telah hari berlalu, dan hubungan Xena dan Ray juga berjalan dengan mulus tanpa batu kerikil.


Gosip mengenai keduanya pun mulai surut dengan sendirinya di medsos, itu di karenakan tidak adanya konfirmasi dari kedua belah pihak.


Baik Xena maupun Ray melakukan rutinitas mereka seperti biasa. Xena yang sibuk dengan kuliah, resto dan taekwondo nya. Sedangkan Ray yang cukup sibuk dengan padatnya jadwal di dunia entertainment.


Keduanya hanya bertemu jika Ray libur dan berkomunikasi dengan lancar lewat telepon atau Chat.


Dengan hubungan Ray dan Xena, Kakek Reksa membuat Ray menjadi sedikit terbuka dan bersedia untuk mengambil alih perusahaan.


Kakek Reksa mengatakan jika tidak selamanya Ray mengandalkan dunia keartisannya. Ia juga mengatakan, jika ia ingin membina hubungan yang serius dengan Xena. Ia harus fokus dengan masa depan keduanya dan juga anak-anak nya kelak.


Semuanya akan mudah jika ia memegang perusahan sejak dini, karena kepala keluarga adalah penopang ekonomi keluarga.


...


Jadilah saat ini Ray, Reno dan juga Galang berada di sebuah restoran siap saji. Ketiganya berada di ruangan terbuka naun duduk di sudut yang jauh dari meja lain.


"Apa kamu yang ingin kamu bicarakan Ray?" tanya Reno.


"Berapa lama kontrakku akan berakhir Kak?" tanya Ray langsung.


"Mungkin sekitar 5 atau 6 bulan lagi. Kenapa?" ucap Reno


"Aku tidak ingin memperpanjang kontrak" ucap Ray yakin


"Apa??? Kenapa kamu tiba-tiba berubah pikiran? Bukannya kamu bilang ingin bertahan di dunia entertainment setidaknya 3 tahun lagi? Kamu sedang berada di puncak karir Ray, kenapa kau ingin mundur, apa karena Xena?" ucap Reno terkejut.


Galang hanya diam saja karena dia sudah tahu jika hal ini pasti akan terjadi, bagaimana pun Ray memiliki kewajiban lain dengan perusahaan keluarganya.


"Ini tidak ada hubungannya dengan Xena, dia tidak pernah melarang ku untuk terus berkarir di dunia entertainment. Tapi aku memutuskan untuk tidak memperpanjang kontrak karena aku akan mulai mengambil alih perusahaan" ucap Ray serius.


"Mengambil alih perusahaan? Bukannya kau tidak suka itu?" ucap Ray memicingkan matanya tidak percaya.


"Ya, bagaimana pun itu adalah perusahan milik keluargaku. Aku sudah membicarakan ini dengan kakek, mau tidak mau,aku harus mengambil alih tempat itu. Hanya aku satu-satunya pewaris" ucap Ray tenang.


"Apa kau sudah memikirkannya?" tanya Reno, Ray mengangguk.


"Hmm, aku sudah yakin" jawab Ray mantap


"Lalu bagaimana dengan ku dan Galang?" ucap Reno sedih.


Karena memang tidak bisa di pungkiri, jika keduanya bekerja keras untuk Ray. Jika Ray berhenti di dunia entertainment, Reno akan kehilangan pekerjaan yang bagus.


Meskipun ia bisa menjadi manager untuk artis lain, karena ia adalah karyawan di agensi. Tapi itu berarti dia harus mengulang semuanya dari nol lagi dengan artis baru.


Sedangkan Galang yang memang asisten Ray, otomatis akan berhenti bekerja. Karena dirinya di kontrak oleh Ray, bukan perusahaan agensi.


"Galang akan ikut bekerja denganku di perusahaan. Jika Kak Reno mau, aku juga akan memikirkan posisi yang cocok untuk kakak di perusahaan" ucap Ray


Reno menghela nafas, ia tahu identitas Ray sebagai pewaris Octavio Group. Dan mengikuti Ray adalah hal yang terbaik dalam karirnya.


Namun ia bimbang, karena ia sangat menyukai pekerjaannya yang sekarang. Jadi ia ragu untuk memilih.


"Aku belum tahu Ray" ucap Reno lirih


"Kakak pikirkan saja dulu, kakak bisa menghubungiku kapan saja jika sudah memutuskannya" ucap Ray


"Baiklah" ucap Reno


Mereka bertiga kemudian mengobrol lama, itu tentang jadwal Ray selama setengah tahun kedepan sebelum masa kontrak habis.


...


Namun yang tidak Yuri tahu, kedua temannya itu sebenarnya tidak tulus berteman dengannya. Itu di karenakan sifat Yuri yang sombong dan menganggap dirinya lebih tinggi, bahkan di depan teman-temannya itu.


Walaupun tidak suka, keduanya tetap bertahan berteman dengannya, itu di karenakan Yuri merupakan anak dari pengusaha kelas atas di negeri ini.


Mereka hanya memanfaatkan kenaifan Yuri untuk kepentingan mereka sendiri. Di depan Yuri keduanya mencoba memuji setinggi langit, namun di belakang Yuri keduanya mencemoohnya dan menjatuhkan sedalam jurang.


"Kenapa wajahmu selalu di tekuk Ri?" tanya Ema


"Iya, wajahmu kenapa di tekuk seperti itu? Apa ada masalah?" Kiki menimpali, seolah-olah mereka sangat peduli pada Yuri.


"Aku sedang kesal, karena Ray tidak bisa aku dekati sama sekali. Apalagi wanita yang viral bersamanya itu, aku jadi marah. Aku ingin sekali merobek muka J*Lang itu, beraninya dia mendekati pria-ku" ucap Yuri dengan kesal.


"Bukannya Ray dan wanita tidak pernah konfirmasi hubungan mereka ya. Mungkin saja itu hanya Gimcik agar wanita itu populer dengan nama besar Ray" ucap Ema


"Betul itu Ri, nggak mungkin Ray memilih wanita itu di banding kamu. Kamu lebih cantik dan juga kaya, pria mana yang menolak pesona kamu? Lihat saja, berita itu lama-lama tenggelam dengan sendirinya kan?" ucap Kiki menimpali lagi


Jelas ia berbohong, keduanya sudah melihat akun Xena_Yaksha. Dan mereka berdua sangat yakin jika Xena jauh lebih cantik dari Yuri.


Xena terlihat lebih murni, menarik dan punya aura memikat yang khas. Sedangkan Yuri, terlihat seperti j*Lang yang sesungguhnya. Yuri cantik, tapi itu hanya sekedar cantik dan di poles bedak tebal juga memakai pakaian bermerek yang Sexy.


Bukankah itu kesan j*Lang yang sesungguhnya?


"Benarkah?" tanya Yuri dengan wajah berbinar.


"Itu hanya rumor Ri, di dunia entertainment bukannya suka seperti itu jika ingin terkenal? dan akan tenggelam seiring berjalannya waktu" Ucap Kiki


"Kamu bisa menciptakan rumor baru tentang kau dan Ray, kamu juga bisa menjatuhkannya jika kau mau. Lagian aku lebih ngeship Ray sama kamu di bandingkan wanita lain. Kamu itu cantik dan kaya, pasti hal itu membuat orang lain iri. Bukannya kamu juga bilang kalau Kakeknya Ray ingin menjodohkan kalian?" ucap Ema


"Ah, kau benar. Kenapa aku tidak berpikir sampai ke sana" ucap Yuri tersenyum lebar.


Kedua temannya pun tersenyum di depan Yuri, namun di hati mereka sangat berlawanan. Jika feeling mereka benar, Ray dan Xena sudah pasti berhubungan.


Jika tidak, bagaimana seorang Ray yang sifatnya sangat dingin dan tidak peduli, bahkan dengan aktris papan atas yang dulu pernah mengejarnya saja di tolak mentah-mentah secara langsung.


Sedangkan berita tentang ia dan Xena, keduanya hanya diam dan tidak mengklarifikasi atau menyangkal jika itu hoak dan tidak benar terjadi. Jadi lebih dari 80% mereka yakin, hubungan Ray dan Xena pasti benar adanya. Hanya saja keduanya tidak ingin mempublikasikannya.


"Tapi bagaimana caranya, jika aku post ke publik. Tidak akan banyak yang percaya jika Ray itu milikku, aku tidak memiliki banyak pengikut" ucap Yuri sedih.


"Kau bisa membayar tentara air atau netizen bayangan. Itu akan lebih cepat naik dan tersebar" ucap Kiki memberikan masukan.


"Tapi Ri, itu hanya opini kita loh ya. Aku kan bukan peramal bisa menebak apa yang terjadi. Aku hanya ingin memberikan saran terbaik untuk sahabat baikku. Kalau ternyata perkiraan kita meleset bagaimana?" ucap Ema dengan raut wajah khawatir.


"Tenang saja, aku percaya kok dan tidak akan menyalahkan kamu jika ada apa-apa. Lagian jika di pikir-pikir ucapan kalian benar adanya. Makasih geng's, kalian memang sahabat baikku dan aku yakin kalian tidak akan pernah berniat buruk padaku" ucap Yuri tersenyum.


"Itu sudah seharusnya" ucap Ema dan Kiki, kemudian ketiganya tertawa bersama.


"Untuk merayakan hari ini ku senang, aku yang akan bayar makanan hari ini. Setelah ini kita shopping, kalian bebas membeli barang yang kalian mau" ucap Yuri.


"Aaahhh Yurii kamu memang yang terbaik" ucap Ema dan Kiki bersamaan.


Senang?


Tentu saja! Ini lah keuntungan yang di maksud keduanya, Yuri adalah wanita yang sangat naif dan bodoh. Kedua temannya akan sangat di untungkan mendapatkan barang-barang branded tanpa bersusah payah. Hanya perlu menjilat dan menyenangkan nya.


...•••••...