
Galang menerima pesan dari Xena yang meminta nomor telepon Andhini, ia pun terkekeh sebentar. Ia menoleh ke arah Andhini yang tengah menatapnya juga dengan tatapan sinis, mungkin ia masih marah karena ia membela Xena tadi.
Dalam hati Galang ia merasa kasihan dengan wanita yang duduk di meja depannya itu. Kasihan karena mungkin sebentar lagi dia akan menjadi salah satu korban Xena.
Meskipun Galang tidak tahu apa saja yang sudah di lakukan Xena, tapi sedikit banyaknya dia tahu Xena seperti apa. Bahkan orang sekelas Tiger sampai tunduk dan lebih takut ke Xena di banding Ray.
Galang tahu bagaimana menakutkannya sosok Ray. Meskipun dulu Ray hanya seorang artis, namun sosoknya misterius dan juga kuat.
Kalau melihat Ray takut dengan istrinya itu wajar, karena ia tahu betapa bucin Ray dengan Xena. Tapi melihat Tiger yang lebih takut ke Xena di banding Ray, tentu Galang berpikir jika Xena tidak sesederhana kelihatannya.
Meskipun begitu, ia merasa Xena bukanlah orang jahat, hanya saja Galang merasa jika Xena adalah orang terakhir yang berani ia singgung.
Segera saja ia mengirim nomer telepon Andhini ke Xena. Tentu ia memiliki nomer Andhini, karena hal itu wajib mengingat apapun yang berhubungan dengan Ray, kecuali istri dan keluarga terdekat nya. Semua harus melalui dia dulu.
TING!
^^^🗨️Makasih Lang, nanti aku akan bilang ke suamiku kalau dia harus melipat gandakan bonusmu bulan ini _Xena^^^
Galang puas dengan balasan Xena, dalam hati ia berteriak kencang.
"BONUS... I'm coming!!"
Sudah ada bayangan dirinya akan membeli sesuatu untuk ibunya. Ia pun tersenyum senang sepanjang hari.
....
Di dalam ruangan kerja Ray, Ray sedikit tidak fokus karena pandangannya selalu saja berbelok dan mengarah ke istrinya. Sepertinya keputusan menempatkan sang istri dalam satu ruangan adalah kesalahan besar
Namun ia juga tidak ingin berjauhan dengan sang istri. Ia tidak ingin istrinya kenapa-kenapa jika berdekatan dengan Andhini atau yang lain.
TING!
Ponsel Ray tiba-tiba berbunyi saat Ray masih asik memandangi wajah Xena, Ray mengambil ponsel itu dan terkekeh saat melihat isi pesan di ponselnya itu.
^^^🗨️Tolong kerja yang fokus tuan, jangan selalu memandangi Sekretaris mu yang cantik di depanmu. Ingat, hadiah menantimu di rumah. Semangat tuan, demi hadiah besar yang membuat anda tidak akan bisa melupakan nya_MyWife^^^
🗨️Beri aku satu ciuman semangat dulu my secretary. Aku butuh Suplemen khusus agar semangat kerja ku berkobar kembali _MyHusband
Tak menunggu lama, Xena beranjak dari tempat duduknya lalu berjalan ke arah meja kerja Ray. Ray sempat tertegun saat istrinya berjalan mendekat, entah mengapa istrinya begitu terlihat se*si dan menggoda.
Seeettt!!!
Xena menarik Dasi Ray dan membungkukkan tubuhnya dan CUP!.... Ia mengecup sekilas bibir Ray, bibirnya tersenyum melihat wajah terkejut sang suami. Ia kemudian langsung berbalik, namun Ray membalik tubuhnya dan mendaratkan Xena ke pangkuannya dan langsung me**mat bibir manis Ray.
"Mas, ih nggak sesuai perjanjian" ucap Xena dengan wajah merona saat ciuman itu terlepas.
"Cepat sekarang kerjain, nanti sebelum jam makan siang itu berkas sudah selesai" ucap Xena cemberut dan menutupi wajah merahnya.
"Siap honey..." ucap Ray
Aneh bin ajaib, nyatanya Ray langsung bisa fokus ke pekerjaannya dan langsung mengerjakan pekerjaannya itu. Ia bertekad harus menyelesaikan pekerjaan nya sebelum jam makan siang. Agar dirinya bisa makan siang bersama istri tercinta.
....
Di Shine Corporation...
"Jadi kucing kecil ku sekarang magang di Octavio Group?" tanya Zico pada anak buahnya yang ia minta mengikuti kemana pun Xena pergi.
Ya, Zico meminta anak buahnya untuk memantau apa saja yang di lakukan oleh Xena.
"Benar Tuan, kami sudah memastikannya. Tapi ada yang aneh tuan" ucap anak buah Zico.
"Katakan!" ucap Zico menatap anak buahnya.
"Setiap kali kita melacak keberadaan nona Xena terlebih saat nona pulang selalu menghilang. Kami hanya bisa melacaknya saat ia masuk ke perusahaan itu saja. Selebihnya kami kehilangan jejak" ucap Anak buah Zico takut-takut. Ia takut bos nya itu marah karena dia gagal untuk bertugas mengikuti kemana pun Xena pergi.
Namun yang tidak ia sangka, Zico justru tertawa keras saat mendengarnya.
"Ha-ha-ha sungguh pintar sekali kucing kecil ku ini... Keberadaan kalian sudah di ketahui oleh gadis-ku! Pergilah, kalian hentikan tugas kalian untuk mengikuti Xena! Sepertinya gadis-ku kembali memberikan peringatan lainnya untukku agar tidak berani mengusiknya" ucap Zico terkekeh.
"Baik tuan, kami permisi" ucap Anak buah Zico keluar dari ruangan Zico.
"Apa saya harus menurunkan orang yang lebih hebat lagi tuan?" tanya Dicky yang masih berada di ruangan Zico.
"Tidak perlu, Gadis-ku tidak menginginkan aku mengikuti nya. Untuk sementara biarkan saja ia melakukan apa yang di mau" ucap Zico
"Maaf tuan jika saya lancang, tindakan nona Xena mengingatkan saya pada seseorang" ucap Dicky hati-hati
"Siapa?" tanya Zico
"Mendiang nona Vierra" ucap Dicky pelan, ia takut menungging Zico.
Zico terdiam sejenak. Jujur dia juga merasakan hal yang sama dengan Dicky. Namun juga berbeda di saat yang bersamaan. Menurut Zico, kesamaan mereka adalah bisa melacak dan piawai dalam IT dan meretas.
Namun ada perbedaannya yang cukup jelas, yakni dari wajah, penampilan juga Xena entah mengapa lebih pintar dan licik dari seorang Vierra. Tindakannya lebih tepat, akurat dan tidak bisa di prediksi. Juga tentang perasaan, Zico tidak pernah seobsesi ini dengan seseorang dan itu terjadi pada Xena.
...••••••...