
Di Istana
Audrey semakin merasa menderita tinggal di istana, karena perlakuan kepala pelayan dan pelayan seniornya yang selalu saja membulynya. Walau tidak semua pelayan senior bersikap buruk padanya. Kendati demikian, Audrey tetap bertahan dan menerima semua sikap buruk yang dia dapatkan dari mereka, karena dirinya sangat yakin, suatu saat nanti dia akan bisa memberitahukan identitasnya pada raja atau pangeran. Jika saat itu tiba, dia yakin raja tidak akan membiarkannya menjadi seorang pelayan seperti sekarang.
Aku akan membalas semua perlakuan buruk kalian suatu saat nanti. Kita lihat saja, aku pasti akan melakukannya. Kata Audrey dalam hati.
🌻🌻🌻🌻
Siang itu, di istana akan diadakan jamuan makan siang spesial untuk menyambut kedatangan sepupu pangeran Alaric yang bernama pangeran Vilan. Dia adalah pangeran dari kerajaan Mystick, yang baru tadi malam tiba di istana kerajaan Zephyra.
Para juru masak dan para pelayan sudah sangat sibuk memasak di dapur istana untuk acara jamuan tersebut. Sementara itu, saat ini Ellie yang tak lain adalah atasan Kalla, sedang memilih para pelayan untuk membawakan atau menghidangkan makanan ke ruang jamuan. Audrey sangat berharap dirinya bisa terpilih, karena ini adalah kesempatan terbaik untuk bisa melihat wajah raja dan pangeran.
Kalla dan Ellie memilih dua puluh orang pelayan terbaik yang menurutnya sangat pantas untuk melakukan tugas itu, dan Audrey tidak ada diantara kedua puluh orang tersebut, membuatnya sangat kecewa dan merasa kesal pada Kalla.
"Kau pikir kau akan terpilih Audrey?. Hah jangan harap. Kau harus tahu diri, kau itu adalah pelayan baru di sini, jadi mana mungkin kau akan dipilih." Ujar Matilda mengejek Audrey, membuatnya semakin kesal.
Audrey ingin sekali bertemu atau melihat wajah pangeran yang katanya sangat tampan dan gagah. Pasalnya selama dia tinggal di istana tak sekalipun dia melihat pangeran atau raja sekalipun. Tapi rupanya dewi keberuntungan sedang berpihak kepadanya, karena tiba-tiba Ellie memanggilnya dan meminta Audrey ikut membawakan makanan ke ruang jamuan. Audrey tentu saja sangat senang saat itu.
"Lakukan tugasmu dengan baik. Dan ingat jangan sampai kau melakukan kesalahan, karena akibatnya akan sangat fatal." Ujar Ellie mengingatkan.
"Baik nyonya." Sahut Audrey sembari membungkuk hormat. Senyuman mengembang dibibirnya saat itu.
...
Raja Richard, pangeran Alaric, pangeran Vilan juga para pejabat penting sudah berada diruang jamuan, walau acara tersebut baru akan dimulai kurang lebih setengah jam lagi. Para pelayan sudah berbaris diluar ruangan, membawakan berbagai macam makanan yang akan dihidangkan. Ellie dan Kalla juga ikut mengantarkan mereka. Beberapa petugas nampak memeriksa makanan tersebut, sebelum akhirnya mempersilahkan para pelayan itu masuk.
Semua pelayan masuk dengan barisan rapi dan menundukkan kepala. Tidak ada satupun yang berani mengangkat kepala mereka, karena itu adalah salah satu peraturan yang harus mereka patuhi.
Semua makanan yang dibawa oleh para pelayan, diperiksa kembali oleh petugas yang ada didalam ruangan. Setelah dirasa aman, barulah makanan itu dihidangkan diatas meja besar yang terlihat sangat kokoh dan mewah. Semua pelayan menyerahkan makanan yang mereka bawa kepada petugas khusus yang ada disana, jadi para pelayan tadi tidak diperkenankan menghidangkan makanan yang mereka bawa tadi, membuat Audrey sedikit kecewa, karena dia belum bisa melihat wajah pangeran, apalagi dia berada di urutan barisan paling belakang.
"Kalian boleh pergi." Titah petugas itu. Lalu semua pelayan keluar dan kembali berbaris diluar ruang jamuan, menunggu raja dan semuanya sampai selesai menyantap hidangan makan siang.
Kurang lebih satu jam kemudian, pintu ruang jamuan terbuka, bersamaan dengan keluarnya seoang lelaki tampan dan gagah yang tak lain adalah pangeran Alaric bersama pangeran Vilan juga Conrad. Semuanya menunduk hormat saat ketiga orang itu melewati mereka. Audrey yang penasaran ingin melihat wajah pangeran, memberanikan diri mengangkat sedikit kepalanya untuk melihat wajah pangeran.
Ya Tuhan, ternyata benar apa yang dikatakan orang-orang disini. Pangeran Alaric dan pangeran Vilan benar-benar tampan. Aku harus bisa dapatkan salah satu sari mereka. Aku harus cari cara agar pangeran bisa melihatku. Kata Audrey dalam hati.
Audrey tidak menyadari kalau saat ini Kalla memperhatikannya, dan ini akan sangat tidak baik untuknya.
Audrey tersenyum saat dia merasa mendapatkan ide untuk menarik perhatian pangeran. Saat pangeran lewat tepat dihadapannya, dia pura-pura jatuh pingsan ke arah pangeran, membuatnya terkejut. Audrey berharap pangeran Alaric atau pangeran Vilan akan menangkap tubuhnya.
"Cepat bawa dia." Perintah Conrad.
Mereka lalu membawa Audrey ke kamarnya. Dan disanalah Kalla melampiaskan emosi yang dia tahan dari tadi pada Audrey.
"Bangun kau Audrey. Aku tahu kau hanya berpura-pura pingsan." Ujar Kalla seraya mengguncangkan tubuh Audrey dengan kasar.
Kenapa dia bisa tahu kalau aku pura-pura pingsan?. Tanya Audrey dalam hati.
"Cepat bangun Audrey. Kalau tidak,kau akan menyesal." Ancam Kalla, tapi Audrey tidak juga bangun dan tetap berpura-pura pingsan.
Kalla keluar dari kamar, lalu kembali masuk membawa wadah berisi air kotor dan langsung menyiramkannya pada Audrey.
Mendapat perlakuan seperri itu, Audrey tentu saja sangat terkejut, dan langsung terbangun.
"Apa yang kau lakukan?."Audrey refleks berteriak.
"Kau berani meneriakiku heh?." Tanya Kalla dengan nada emosi.
Sial. Batin Audrey "Ma-ma-maafkan saya nyonya Kalla. Saya tidak bermaksud meneriaki anda. Saya hanya kaget tadi." Jelasnya, tapi Kalla yang sudah terlanjur emosi dan kesal langsung menarik tangan Audrey dan membawanya ke luar. Dia dan anak buahnya mengikat Audrey di sebuah pohon yang ada di dekat gerbang belakang istana wanita. Audrey memohon pada Kalla untuk melepaskannya tapi Kalla tidak menghiraukannya.
"Apa salah saya nyonya?. Kenapa anda menghukum saya seperti ini?." Tanya Audrey dengan nada memelas.
"Salahmu?. Kau bertanya apa salahmu?. Kau pikir aku tidak tahu kalau tadi kau berani mengangkat kepalamu dan mencuri pandang ke arah pangeran heh. Apa kau tidak mengerti kalau itu tidak boleh dilakukan oleh seorang pelayan sepertimu?. Kau pikir pangeran akan menyukai gadis sepertimu Audrey?. Jangan harap!!
Aku yakin pangeran tidak akan pernah menyukaimu, pelayan bodoh yang berusaha memikatnya dengan taktik kampungan seperti tadi. Pura-pura pingsan lagi, haha. kau pikir pangeran akan menangkap atau memeluk tubuhmu?. Apa kau tidak tahu, ada batasan dan jarak yang harus dijaga antara pangeran dan pelayan sepertimu. Seorang pangeran tidak akan sembarangan menyentuh pelayan sepertimu." Sarkas Kalla.
"Saya mohon lepaskan saya nyonya. Saya tidak bermaksud menggoda pangeran. Tadi saya tiba-tiba pusing dan lemas" Bohong Audrey.
"Kau pikir aku bodoh?." Sergah Kalla lalu memilih pergi meninggalkan Audrey sendirian.
"Lepaskan saya nyonya!! Jangan pergi!! Nyonya!! Teriak Audrey memohon untuk dilepaskan
.
.
Bersambung☘️☘️☘️