
Episode ini banyak mengandung adegan 18++ jadi harap yang masih di bawah umur skip aja ya. Atau yang tidak suka juga bisa di lewat🙏
...•••••...
Deg-degan, gugup sekaligus bahagia yang di rasakan Ray dan Xena setelah keduanya sudah resmi menjadi sepasang suami istri.
Xena terlihat menangis saat mendengar ucapan kedua orang tuanya yang meminta Ray untuk menjaga dan mencintai putri mereka satu-satunya.
Tentu Ray menjanjikan hal itu, ia bahkan bersumpah akan menyayangi dan mencintai Xena seorang, sampai nafasnya berhenti berhembus.
Para undangan yang tak lain adalah sahabat dan keluarga itu pun mengucapkan selamat dan ikut berbahagia dengan pernikahan keduanya.
"Selamat ya Xe" ucap Olive heboh sambil memeluk sahabat baiknya itu
"Terimakasih Liv. Kamu juga cepet nyusul ya sama Tiger, oupsss maaf keceplosan" ucap Xena menutup mulutnya.
"Tiger yang mana Xe?" tanya Vano yang berada di belakang adiknya sembari mengandeng sang pujaan hati, Arsy.
"Mampus gue, lu sih Xe!" ucap Olive misuh-misuh sendiri
"Ha-ha-ha keceplosan Liv, Sorry" ucap Xena sembari terkekeh melihat sahabatnya itu kebingungan ingin menjawab apa.
"Kenapa nggak jawab?" tanya Vano
"Ih kak jangan dengerin ucapan Xena, wong aku belum punya pacar kok" ucap Olive cemberut
"Iya belum kak, mungkin bentar lagi. Doakan saja" ucap Xena terkekeh karena mendapat pelototan dari sang sahabat.
"Kenalin ke kakak, calon kamu! Harus ada seleksi dulu, nggak bisa sembarangan" ucap Vano tegas.
"Cih, kaya mau jadi PNS aja pake seleksi seleksi segala. Kakak aja pacaran sama Arsy nggak pake tuh seleksi seleksi an. Bahkan udah Seratus persen aku dukung biar bisa bersemi itu hubungan" ucap Olive mengomel
"Ya beda lah! Lagian Arsy jelas yang terbaik untuk kakak. Sebagai kakak yang baik, kakak wajib tahu siapa yang akan jadi pasangan adik kakak yang comel, bawel dan paling kakak sayangi ini. Kakak tidak mau kamu salah pilih. Jadi calon pacar kamu wajib lolos seleksi dari kakak" cerocos Vano
"Kak, udah ih, nanti lagi aja debatnya. Lihat ini banyak orang kan malu di lihatin. Kan kita lagi di depan mempelai, ayo kasih selamat dulu" ucap Arsy.
"Ah iya sayang kakak lupa maaf ya" ucap Vano lembut pada kekasihnya itu
"Cih giliran sama pacar aja lembut kaya tahu lembang, iya sayang kakak lupa maaf ya. Dih merinding aku jadinya" ucap Olive mencibir
"X-Xe, gu-gue ke sono dulu ya, udah laper. sekali lagi selamat ya Xe dan bang Ray, tolong jagain sahabat Olive yang paling cantik ini, awas kalau sampe di bikin nangis apalagi sampe guling-guling. Kasihan lantainya soalnya" ucap Olive langsung pergi setelah mengatakannya. Karena ia mendapatkan tatapan tajam dari kakak dan sahabatnya itu.
Sedangkan Xena hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah absurd Sahabatnya itu.
.....
Setelah acara pernikahan selesai, Ray mengajak sang kekasih ah ralat sang istri ke kamar pengantin yang memang sudah di persiapkan di kamar presiden suite di Yaksha Hotel.
Setelah melepaskan gaun dan juga pernak pernik di kepalanya, Ray langsung memeluk dan mencium sang istri
"Ihhh Ray, mandi dulu sana" ucap Xena
"Mandi bareng yuk Yang!" ucap Ray semangat.
"Nggak ah, Nggak mau! Malu!" ucap Xena.
"Kenapa mesti malu, kan kita sudah sah sayang. Terus juga masa panggilan kamu ke aku cuma nama doang, ganti dong yang romantis gitu" ucap Kai.
"Ya tapi tetep aja malu Ray. Kamu mau aku panggil apa memangnya?" ucap Xena
"Terserah apa aja yang penting panggilan spesial" ucap Ray dengan senyum mengembang.
"Om Ray gitu" ucap Xena menggoda sang suami.
"Ya jangan gitu juga yang, masa Om... Yang lain dong" ucap Ray
"Katanya terserah, labil ih. Ya udah aku panggil mas Ray aja ya" ucap Xena
"Hmm, mas sayang aja" ucap Ray
"Ihh apaan gelay" ucap Xena
"He-He, iya sayang, mas nggak masalah kamu panggil mas Ray, tapi manggilnya dengan mesra ya" ucap Ray menatap penuh cinta ke pada sang istri.
"Iya mas Ray" ucap Xena lembut dan sedikit mend*sah
"Ah cuma denger suara kamu aja jadi ON semangat empat lima gini. Ayok lah mandi dulu" ucap Ray
"Aaaahhh Mas turunin ih" ucap Xena saat tubuhnya di angkat menuju ke kamar mandi.
....
Kini dua sejoli itu tengah berendam di dalam bathtub hangat dengan wewangian bunga mawar. Xena meremang saat Ray yang duduk di belakangnya terus memeluknya sembari mengelus aset bukit miliknya.
"Mas, ihhh mandi yang bener" ucap Xena
"Ini udah bener sayang. Aku lagi mandiin squishy di dalam air, lembut, kenyal dan pas di tangan" ucap Ray jail justru meremas nya
"Iiihhh kamu mesum" ucap Xena.
Terlebih ia terkejut saat merasakan sesuatu yang keras di belakang tubuhnya. Tubuhnya makin meremang, hal itu membuat Ray terkekeh dan juga semakin panas.
"Ada setan mas jadi aku merinding" ucap Xena
"Mana setannya?" tanya Ray terkejut mendengarnya.
"Setannya ada di belakang aku, Tangannya nakal remas-remas terus. Aku jadi panas dingin dan juga merinding" ucap Xena.
"Haiiisss, itu mah setan enak yang" ucap Ray
"Mana ada setan enak" ucap Xena.
"Ada, mau aku buktiin" ucap Ray
"Nggak us... hmmmmpphhh" ucapan Xena terputus karena Ray mencium bibir manis Xena dengan dalam, tidak lupa kedua tangannya memainkan mainan yang akan menjadi mainan favoritnya itu.
"Aaahhh" satu de*ahan lolos begitu saja dari mulut Xena sesaat Ray melepaskan ciumannya.
Ray bergegas berdiri dan mengambil handuk dan mengangkat Xena dan mengeringkan tubuh polosnya.
Xena masih saja malu, wajahnya memerah memperlihatkan tubuhnya di depan sang suami.
"Aaahhhh" teriak Xena saat tangan kokoh Ray mengangkatnya dan berjalan menuju kamar pengantin mereka berdua.
"Sayang, kamu sangat cantik dan se*si, aku udah nggak tahan. Bolehkah....." ucap Ray dengan serak nan berat. Matanya tidak lepas dari tubuh istrinya yang tanpa sehelai benang pun menutupi.
Xena menggigit bibirnya, ia juga merasa panas dingin, terlebih melihat otot di lengan dan juga perut Ray yang menawan dengan delapan kotaknya itu.
"Jangan di gigit, nanti berdarah. Gigit bibir aku aja. Dan peganglah kalau kau ingin pegang" ucap Ray mengarahkan tangan Xena ke arah perutnya.
Xena tercekat saat kala tangannya menyentuh otot keras milik Ray. Terlebih melihat adik kecil Ray yang sudah berdiri tegak menantang, membuat Xena tertegun.
"Besar banget, emang muat?" tanya Xena dalam hati.
"Sayang....boleh hmm" ucap Ray dengan suaranya yang dalam itu. Xena hanya mengangguk, menolak pun ia tidak bisa.
Bukan hanya karena berdosa menolak keinginan suami, namun dirinya juga menginginkannya. Lagi pula mereka sudah SAH, jadi tidak ada alasan untuk menahannya lebih lama lagi.
Tak menunggu lama, Ray mulai mengeksekusi setiap inchi tubuh Xena. Ray mencium bibir Xena dengan tangan yang tidak bisa berhenti menjelajah dan meremas apapun yang ia pegang.
"Aaahhhh, mas" lengguh Xena saat ciuman Ray turun ke leher dan juga mengecup, men**lat dan men**dot lembut dan dalam Coco chips yang ada di puncak dua bukit milik Xena.
Xena tidak tahu bagaimana melakukan hubungan intim, karena di kehidupan pertama nya ia tidak pernah melakukan itu dengan Vano meskipun mereka sudah menikah dua tahun.
Namun ia juga tidak bodoh, ia pernah melihat Video adegan ekhm saat di kehidupan pertamanya. Saat itu ia belajar karena ingin menyenangkan Vano, tapi ternyata baru saat ini ia kesampaian mempraktekkan nya. Tapi bukan ke Vano, tapi pada pria yang kini sudah SAH menjadi suaminya.
"Aaahhh sayang..." De**h Ray saat Xena menyentuh dan menggerakkan tangannya memainkan sang adik.
Setelah pemanasan yang cukup lama, Ray yang sudah tidak tahan lagi langsung mengukung Xena.
"Sayang, aku masukan ya. Kalau sakit gigit atau cakar saja aku, aku akan melakukannya selembut mungkin" ucap Ray
"Hmm" ucap Xena mengangguk.
Ray mulai berusaha memasukan adiknya ke dalam sarang cinta. Namun sudah lebih dari lima kali selalu gagal karena meleset dan di percobaan yang kesekian kalinya.
Jlep!
"Aaakkkhhh..." teriak Xena kesakitan saat setengah milik Ray masuk.
"Mas, sakit... pelan-pelan" ucap Xena meringis merasakan sakit yang begitu luar biasa di bawah sana.
"Tahan sayang, di-kit lagi" ucap Ray dan...
Bless...
Seluruhnya sudah tertanam.
Ray kini sudah merasakan apa yang di namakan surga dunia, terlebih ia tahu hal pertama Xena adalah miliknya.
Cup! Cup!
Ray menghapus air mata Xena dan mengecup kedua mata istrinya itu, lalu membiarkan miliknya diam di sana sementara.
"Maaf, sakit ya sayang? Dan makasih sudah menjaganya untukku" ucap Ray
Dengan meringis Xena mengangguk dan mencoba untuk tersenyum meskipun di bawah sanaasih terasa sakit.
"Aku gerakin ya" ucap Ray
"Pelan-pelan mas" ucap Xena.
Ray menagangguk dan mencoba menggerakannya dengan pelan. Xena yang awalnya merasakan sakit kini berubah men**sah merasakan nikmat yang luar biasa.
"Aaahhh Sayang, kau sungguh nikmat, aku mencintaimu..." ucap Ray
Keduanya merengkuh nikmatnya dunia yang halal di kehidupan rumah tangga mereka. Ray bagaikan binatang buas yang tidak pernah puas bercinta dengan istri tercintanya itu. Hingga mereka melakukannya hingga pagi menjelang.
...•••••••••...