Xena

Xena
136. Kencan di kebun binatang



Xena dan Ray sudah berada di kebun binatang, setelah membayar tiket masuk keduanya masuk dan menikmati suasana sejuk di sana.


Keduanya kemudian menyewa sepeda dan menggoes sepeda yang boncengan dua dengan riang mengelilingi kebun binatang yang sangat luas itu.


Di sepanjang jalan banyak orang yang mengenali Ray sebagai seorang artis, mereka menahan diri untuk mendekat karena mereka tahu karakter Ray yang Dingin dan sulit di dekati orang yang tidak ia kenal.


Mereka hanya bisa menikmati ketampanan Ray dan juga keuwuan tingkah kedua sejoli yang sedang di mabuk asmara itu yang membuat orang lain iri.


Ray juga sangat menikmati kebersamaannya dengan tunangannya itu. Karena besok ia harus berkutat dengan foto shoot film terakhirnya. Dan ia juga harus mengurus kontraknya yang sudah berakhir Minggu ini.


Setidaknya sampai Minggu ini dia akan di sibukkan sebelum ia melepaskan dunia keartisannya itu.


"Huuhh Capek juga" ucap Xena yang sudah lama berkeliling, meskipun yang menggoes lebih sering adalah Ray. Namun Xena juga ikut menggoes dari belakang dan ia merasa lelah setelah cukup lama berkeliling.


"Kita duduk di sana dulu yuk!" ajak Ray menunjuk ke arah tempat duduk di tepi sebuah danau.


Xena mengangguk, keduanya menyenderkan sepeda mereka di tepi jalan lalu duduk di bangku panjang. Ray memberikan minuman yang sebelumnya mereka beli saat berkeliling barusan.


Untungnya hari ini bukan hari weekend, jadi suasana cukup sepi. Kalau tidak, mereka berdua tidak akan menikmati kencan mereka saat ini.


Ya mereka menganggapnya sebagai kencan, mereka sangat menikmati hal ini. Apalagi cuaca sangat cerah mendukung, juga angin yang sejuk dan pepohonan yang rimbun membuat Keduanya betah.


"Makasih" ucap Xena tersenyum manis ke arah Ray dan menerima minuman itu.


"Apa kau senang sayang?" tanya Ray sembari mengelap keringat di dahi tunagannya itu dengan lembut.


"Hmm, aku senang sekali. Makasih ya, aku suka kencannya" ucap Xena tersenyum.


"Ya kecan kali ini sangat istimewa" sahut Ray.


Ray ikut tersenyum dan menggenggam tangan Xena dengan lembut. Ia sangat senang melihat senyum di wajah Xena mengembang dengan lebar.


"Ray, itu di sana juga ada teman kamu loh" ucap Xena


"Apa lagi, Orang utan? Monyet? s


Simpanse?" ucap Ray


"Bukan, tapi buaya hahaha" ucap Xena tertawa lepas.


"Jahil ya kamu, masa ganteng-ganteng gini di samain sama buaya yang kulutnya panjang gitu" ucap Ray


"Terus maunya di samain sama saudara kembar kamu aja nih?" ucap Xena usil.


"Udah berani ngeledek yan sekarang" ucap Ray menggelitiki Xena


"Ha-ha-ha ampun ha-ha-ha" Xena tertawa riang.


Kedua nya sangat lelah karena tertawa terus-terusan.


"Sayang, Kakek mengajak kamu dan keluarga datang untuk makan malam di mansion tua akhir pekan ini" ucap Ray.


"Kakek atau kamu nih yang pengen?" tanya Xena


"Nanti aku akan beri tahu mama dan papa kali gitu" ucap Xena


"Bay the way Siangnya aku ada konferensi pers, buat ngumumin kalau aku akan meninggalkan dunia entertainment nanti" ucap Ray


"Apa kamu sudah yakin Ray akan meninggalkan karir kamu di dunia entertainment?" tanya Xena lagi.


"Hmm, aku sudah yakin sayang. Lagian kita akan menikah setengah tahun lagi. Jadi aku harus terbiasa bekerja di perusahaan" ucap Ray


"Baiklah, apapun yang terbaik untuk kamu, aku hanya bisa memberikan dukungan, do'a dan semangat" ucap Xena


"Terimakasih sayang" ucap Ray mengecup tangan Xena lembut.


Ia sadar di mana mereka berada, kalau tidak Ray langsung memeluk dan mencium Xena tanpa mau melepaskan nya.


.....


Di depan gerbang kampus, seorang pria yang tidak lain adalah Zico terus menunggu sejak pagi. Namun ia sama sekali tidak melihat adanya gadis pujaannya yang datang.


Melihat ada orang tampan berdiri di sana, mahasiswi yang melihat pun berbisik dan bertanya-tanya, siapa pria tampan itu?


"Maaf kak, kakak cari siapa ya? Saya lihat kakak seperti sedang menunggu seseorang" tanya seorang wanita yang tersenyum manisnya.


"Hmm, aku sedang menunggu seseorang, apa kamu kenal dengan gadis bernama Xena?" tanya Zico berusaha sopan pada wanita di depannya.


"Xena? Maksud kakak Xena tunangannya Ray?" tanya wanita itu to the point


Mendengar Xena di sebut tunangan Ray, ada rasa tidak senang di hatinya. Namun Zico tidak memperlihatkan itu di wajahnya.


"Ya..." ucap Zico menganggukkan kepalanya.


"Kakak siapanya Xena ya, apa saudaranya Xena? Kebetulan aku dan Xena sekelas, hari ini kayanya Xena nggak masuk. Tiba-tiba minta izin, dia bilang ada urusan mendesak" ucap wanita itu.


"Benarkah?" tanya Zico kurang yakin


"Benar, kakak bisa memeriksanya di kelas bisnis A di gedung kedua sebelah kanan. Itu kelas kami di mana Xena juga belajar" ucap Wanita itu.


Mendengar itu Zico percaya bahwa wanita itu tidak mubgkin berbohong.


"Ah begitu, terimakasih informasinya. Saya akan kembali lagi nanti kalau dia masuk kelas. Kalau boleh tahu, apa besok ada kelas tidak ya?" tanya Zico tersenyum seramah mungkin.


"Besok kebetulan nggak ada kelas, tapi ada dua kelas lusa. Kelas siang dan sore" ucap wanita itu lagi.


"Kalau begitu terimaksih informasinya, hmm ini ada sesuatu untuk kamu. Terima ya" ucap Zico tersenyum kemudian pergi.


Wanita itu emnatap Zico yang sudah masuk kembali ke mobil mewahnya. Ia kemudian menatap tangannya, ia terkejut mendapati uang merah ada 10 lembar.


"Wah, rezeki nomplok" ucap wanita itu senang, karena hari ini ia bisa makan sepuasnya dan juga membeli baju yang ia inginkan di online shop.


...••••••...