Xena

Xena
XENA @BAB 23



"Kamu tidak keberatan kan menceritakannya kepadaku?." Tanya Aiden penuh harap. Xena diam saja.


"Baiklah kalau kamu tidak mau menceritakannya, aku tidak akan memaksamu. Maafkan aku!! Ucap Aiden.


"Apa kau benar-benar ingin mengetahuinya?." Tanya balik Xena


"Iya, tapi aku tidak akan memaksamu." Jawab Aiden.


"Kenapa kau ingin tahu?." Tanya Xena lagi.


Aiden diam kali ini. Dia bingung jawaban apa yang harus dia berikan pada Xena. "Sudahlah. Lupakan saja." Kata Aiden lalu mengajak Xena pulang. Aiden beranjak dari duduknya, namun kemudian Xena mencekal tangan Aiden.


"Aku akan menceritakannya padamu, asal kau mau berjanji tidak akan pernah menceritakannya pada siapapun." Kata Xena. Aiden langsung berbalik dan duduk disamping Xena.


"Tentu saja Xena. Sumpah demi ibuku, aku tidak akan pernah menceritakannya pada siapapun." Sahut Aiden sungguh-sungguh dan Xena percaya.


"Waktu itu aku masih kecil, tapi aku masih ingat dengan jelas saat mereka membunuh ayah dengan curang." Kata Xena.


"Siapa yang telah membunuh ayahmu dan kenapa?." Tanya Aiden.


"Menurut cerita kakek, ayahku dibunuh oleh musuh kerajaan Zephyra yang sudah lama menginginkan kematiannya. Kau tahu, dulu ayahku adalah seorang jenderal besar di kerajaan Zephyra. Banyak musuh kerajaan yang berhasil dikalahkan olehnya. Selama hidupnya dia mengabdi kepada kerajaan itu sampai rela mengorbankan nyawanya hanya demi menyelamatkan nyawa raja dan semua anggota keluarga kerajaan. Itulah sebabnya kenapa aku tidak menyukai apapun yang berhubungan dengan raja ataupun kerajaannya, terutama aku sangat tidak menyukai pangeran Zephyra. Gara-gara dia ayahku harus kehilangan nyawanya. Jelas Xena.


Degg....Jantung Aiden langsung berpacu lebih cepat karena sangat terkejut mendengar cerita Xena. Apa yang dipikirkanya tadi ternyata benar, Xena adalah anak dari jenderal Corado yang telah berjasa menyelamatkan nyawanya. Dan kini dia tahu alasan Xena sangat membencinya. Perasaan Aiden saat itu sangat tidak menentu. Di satu sisi dia senang setelah mengetahui ternyata Xena adalah anak jenderal Corado, tapi disisi lain dia merasa gelisah dan tidak tenang, setelah mengetahui alasan Xena membencinya.


"Kenapa kamu diam?. Apa kau tersinggung dengan ucapanku tadi tentang raja dan pangeranmu?." Tanya Xena.


"Ti-ti-tidak bukan. Aku hanya terkejut mendengar ceritamu. Aku tak menyangka kalau kau anak seorang jenderal besar yang sangat berjasa pada kerajaan. Lalu kenapa kalian tidak tinggal di istana?. Kenapa malah tinggal di desa terpencil seperti ini?. Raja dan pangeran pasti akan sangat senang jika mereka bertemu denganmu dan keluargamu. Ujar Aiden.


Xena tersenyum miring. "Dulu kami semua memang tinggal di istana. Tapi sejak kepergian ayah dan juga ibu, kami memilih tinggal jauh dari istana. Kakek sengaja membawa kami tinggal jauh dari istana dan menyembunyikan identitas kami, karena dia takut mungkin saja musuh-musuh ayahku masih mencari dan ingin menghabisi kami. Lagipula aku memang lebih senang tinggal disini, daripada di istana." Sahut Xena.


"Kenapa begitu?. Bukankah seharusnya kau dan keluargamu tinggal dikerajaan, Xena?. Sudah sepantasnya keluargamu diberi penghargaan tinggi, karena sudah sangat berjasa pada kerajaan." Ujar Aiden.


"Aku tidak mau dan tidak tertarik. Kau tahu Aiden, aku sangat muak dengan semua peraturan yang dibuat oleh kerajaan. Aku sangat membenci mereka. Aku takut tidak bisa menahan diriku jika aku bertemu raja atau pangeran." Ujar Xena.


"Tidak bisa menahan diri?. Maksud kamu?." Tanya Aiden.


Ya Tuhan!! Ternyata benar, Xena membenciku karena dia menganggap aku adalah penyebab kematian ayahnya. Bagaimana ini?. Bagaimana caraku menjelaskannya?. Gumam Aiden dalam hati.


"Kenapa kau harus membencinya Xena?. Apa salah pangeran hingga kau harus membencinya?. Ayahmu pasti senang karena dia meninggal dalam menjalankan tugasnya." Ujar Aiden.


"Itu memang benar. Tapi aku tidak suka. Kau, aku, raja, pangeran ataupun yang lainnya, kita semuanya sama-sama manusia. Lalu kenapa hanya orang bergelar raja atau pangeran harus diperlakukan dan di lindungi secara khusus?. Kenapa harus seperti itu?. Siapa yang membuat peraturan seperti itu?. Katakan padaku Aiden, apa orang biasa tidak layak diperlakukan seperti itu?. Kenapa mereka harus mati-matian menjaga dan membela raja dan keluarga kerajaan?. Bukankah seorang raja atau pangeran adalah orang yang sangat kuat?. Lalu kenapa mereka tidak bisa melindungi dirinya sendiri?." Ujar Xena.


"Aku mengerti apa yang kamu rasakan Xena. Mungkin kamu menganggap semua yang terjadi ini tidak adil. Tapi menurutku, seharusnya kamu bangga pada ayahmu, karena beliau mati dalam menjalankan tugasnya. Aku juga tidak tahu kenapa raja ataupun keluarga kerajaan harus diperlakukan seistimewa itu, karena semenjak aku lahir atau mungkin jauh sebelum aku lahir peraturannya sudah seperti itu." Sahut Aiden.


Xena refleks menatap Aiden. "Tidak Aiden. Kau tidak akan mengerti." Ujarnya.


"Aku mengerti Xena. Aku mengerti." Balas Aiden seraya menggenggam tangan Xena dan tersenyum kepadanya. Senyuman hangat dan tulus dari dalam hatinya, membuat Xena terpesona, dan sedikit melupakan kekesalan dan kesedihannya saat itu.


Tanpa Xena sadari, senyuman manis mengembang dibibirnya, seolah membalas senyum Aiden. Mereka saling menatap dan saling melemparkan senyum manis dengan tulus. Aiden semakin berani mendekatkan dirinya, lalu menarik pinggang Xena dan memeluknya, membuat Xena sedikit tersentak tapi dia tetap membiarkannya.


Kedua tangan Aiden melingkar dipinggang ramping Xena, memeluknya dengan erat, dan mereka berdua tetap saling berpandangan.


Tangan Xena terulur, membelai lembut wajah Aiden yang terlihat semakin tampan dimatanya. Merasakan sentuhan lembut diwajahnya, mata Aiden pun terpejam. Dia menikmati sentuhan lembut itu tanpa khawatir Xena mengetahui kalau jambang dan kumisnya itu adalah palsu. Karena sebelumnya Aiden pernah meminta Gwendolyn untuk menyihirnya menjadi asli, setidaknya dimata orang yang melihatnya.


Aiden memegang tangan Xena yang saat ini masih membelai pipi kanannya, lalu kembali menatap Xena, sebelum akhirnya mengecup tangan Xena dengan mesra. Dan kali ini giliran Aiden yang membelai wajah cantik Xena tidak kalah lembutnya. "Kamu cantik sekali Xena." Ucapnya memuji Xena.


Sedetik kemudian, tangan Aiden mengusap lembut bibir tipis Xena yang sangat menarik dan menggodanya, membuat Xena membeku seketika. Sebelah hatinya ingin melepaskan tangan Aiden dari bibirnya, tapi sebelah hatinya yang lain melarangnya melakukan itu. Xena pun kalah. Dia tetap membiarkan Aiden, walau saat ini wajah Aiden sudah semakin dekat ke wajahnya. Xena tahu Aiden pasti akan mencium bibirnya, dan dia benar.


Tanpa permisi, bibir Aiden mendarat sempurna di bibirnya, mengecupnya dengan lembut dan mesra. Xena semakin membeku sedangkan darahnya terasa mengalir lebih cepat seiring detak jantungnya yang berdegup semakin kencang. ini adalah pertama kalinya bagi Xena. Aiden adalah pria pertama yang mencium bibirnya. Jujur saja hatinya terasa menghangat saat ini, apalagi Aiden melakukannya dengan sangat lembut, membuat Xena merasakan ketulusan cinta dan kasih sayang dari laki-laki itu.


"Aku mencintaimu Xena. Apa kau juga mencintaiku?." Bisik Aiden, lalu kembali mengecup manisnya bibir Xena berkali-kali. Karena tidak ada penolakan dari Xena, Aiden semakin berani memperdalam ciumannya. Kalau tadi dia hanya mengecup maka kini dia berani mel*mat bibir tipis Xena. Saat ini Xena masih membiarkan apa yang dilakukan Aiden walau dia tidak membalas ciumannya. Namun Xena menolak, saat Aiden mulai berusaha memasukkan lidahnya kedalam mulut Xena.


Xena mengakhiri ciuman itu. Dia mendorong tubuh Aiden lalu berbalik memunggunginya. "Sudah cukup!! Aku tidak akan membiarkanmu melakukan yang lebih dari itu." Kata Xena.


"Maafkan aku Xena!! Aku berjanji tidak akan melakukannya." Sahut Aiden seraya memeluk Xena dari belakang.


.


Bersambung🍂🍂🍂