Xena

Xena
51.



Olive sudah kembali ke ruangan, ketiganya pun mulai makan dengan tenang. Namun pikiran Vano berkecamuk dengan apa yang di katakan oleh Xena padanya.


Ia tidak percaya apa yang di katakan Xena, bagaimana mungkin semudah itu melupakan perasaan cinta yang sudah tertanam bertahun-tahun lamanya. Begitu pikirnya.


Jadi ia menyimpulkan jika Xena hanya asal bicara atau sedang mengujinya. Jelas Vano tidak akan semudah itu menyerah untuk mendapatkan cinta Xena kembali. Ia bertekad untuk membuat Xena mencintai nya.


....


Saat selesai makan malam, Xena ingin pulang dengan Taksi. Tapi Olive menyarankan untuk mereka antar saja, karena arah rumah mereka sejalan. Tidak enak juga jika pulang masing-masing, terlebih ketiganya berangkat bersama.


Saat di jalan pulang telepon Xena berdering. Itu adalah telepon dari Ray, Xena langsung mengangkatnya takut terjadi apa-apa dengan kekasihnya itu.


"Hallo" ucap Xena


"Hallo Sayang, kamu ada di mana?" tanya Ray


"Aku lagi jalan pulang" ucap Xena


"Memang habis dari mana?" tanya Ray.


"Makan malam bareng Olive dan kak Vano" ucap Xena, ia tidak ingin berbohong dan menutupi dengan siapa ia pergi.


Mendengar nama Vano, tentu saja hati Ray terasa panas. Namun Ray tidak bisa marah dengan kekasihnya, karena mereka tidak makan berdua, ada Olive di sana. Ia juga tahu jika Xena sudah tidak memiliki perasaan terhadap Vano.


Ia menyadari ternyata yang di ucapkan Kakek Reksa benar. Wanita cantik seperti Xena sangat rawan di ambil laki-laki lain. Maka dari itu ia tidak sabar untuk cepat mengikat Xena menjadi miliknya.


"Ada apa? Apa kamu baik-baik saja? Apa panasnya naik lagi, kamu sudah makan dan minum obat?" tanya Xena dengan khawatir, ia takut jika kekasihnya kenapa-kenapa. Mengingat semalam masih panas tinggi.


"Aku sudah sehat, itu juga karena perawatan kamu sampai aku langsung sembuh. Makasih sayang kamu itu obat mujarab untukku. Oh iya kamu jangan lupa kasih tahu mama dan papa. Aku dan kakek akan datang lusa malam. Kalau perlu kita bertunangan sekalian, aku nggak mau kamu di culik pria lain" ucap Ray terkekeh.


Mendengar itu wajah Xena memerah. Meskipun Ray terdengar bercanda, namun Xena tahu ada keseriusan dalam ucapannya. Dan Entah kenapa Xena justru di buat nyaman dengan itu


"Hmm, aku akan memberi tahu mereka setelah ini" ucap Xena


Olive dan Vano mendengarkan Xena yang tengah telepon, namun ia tidak bisa mendengar suara dari telepon itu. Keduanya penasaran siapa yang menelepon Xena.


"Siapa yang menelepon Xe?" tanya Olive saat telepon Xena sudah terputus, ia tidak bisa menahan rasa penasaran nya.


"Ada deh" ucap Xena terkekeh.


"Isshh suka rahasia-rahasiaan ya sekarang mah" ucap Olive.


Xena hanya mengangkat bahunya, kemudian tertawa bareng dengan Olive. Olive tidak memaksa Xena jika ia tidak ingin mengatakan nya. Tapi Vano sekarang hanya diam, ia bertanya-tanya tentang siapa penelepon itu.


Karena mendengar kata-kata Xena yang begitu perhatian pada orang itu. Entah mengapa membuat dirinya gelisah, ia merasa seakan-akan kehilangan Xena.


....


Melihat kedua orang tuanya belum tidur, Xena memutuskan untuk membicarakan tentang kedatangan kakek Reksa. Melihat Xena sedikit gelisah, kedua orang tuanya sangat yakin jika ada yang ingin putri semata wayangnya itu ingin bicarakan.


"Katakan saja sayang!" ucap Indra langsung.


"He-he keliatan banget ya kalau aku mau ngomong?" ucap Xena terkekeh


"Kami ini orang tua kamu dan sangat mengenal kamu sejak kamu lahir ke dunia. Jadi pasti kita sudah paham dengan gerak-gerik Putri kami" ucap Indra lagi.


"Hmm, sebenarnya Xena ingin ngomong sesuatu. Begini pah, mah, Xena sudah ketemu dengan kakek Reksa kemarin, beliau adalah kakeknya Ray. Kakek Reksa bilang, ia akan ke rumah kita Sabtu malam mah, pah" ucap Xena.


Kedua orang tua Xena memang sangat terkejut, namun Indra lebih terkejut ia malah bertanya sambil berdiri. Bagaimana tidak terkejut, orang terkaya di negara ini ingin datang ke rumah kecilnya. Tentunya ia tidak pernah membayangkan hal itu terjadi.


"Pah, kenapa sangat terkejut dan gugup gitu?" tanya Utami, meskipun ia juga terkejut namun ia tidak terlalu berlebihan.


"Mah, kamu tahu siapa kakek dari Ray?" tanya Indra balik, Utami hanya menggeleng tidak tahu.


Terlihat Indra menghela nafasnya pelan.


"Dengarkan papa mah, kakek dari Ray itu adalah Reksa Octavio. Mama sekarang paham?" ucap Indra memberitahu nama lengkap Kakek Reksa.


"Terus?" tanya Utami belum menyadarinya.


"Keluarga Octavio, mama tidak tahu?" tanya Indra dengan tidak sabar dan gemas sendiri, saat istrinya sangat Lola alias loading lama.


Utami sekarang memikirkan nama keluarga Octavio, cukup lama ia berpikir. Tiba-tiba Utami membelakkan matanya dan menoleh ke suaminya.


"Jangan bilang keluarga Octavio yang itu?" ucap Utami.


"Ya, memang siapa lagi keluarga Octavio di negara ini yang sangat terkenal?" tanya Indra.


"Astaga..." ucap Utami menutup mulutnya tidak percaya.


Utami memang salah satu Fans Ray, tapi ia tidak tahu jika Ray ternyata dari keluarga Octavio yang berpengaruh.


Karena data pribadi dari nama dan tanggal lahir, itu di sembunyikan oleh pihak agensinya.


Setelah cukup lama keduanya heboh sendiri dan Xena hanya terbengong melihat kedua orang tuanya. Mereka sadar jika putri mereka adalah kekasih calon pewaris Octavio, dan tadi mengatakan jika orang terkaya nomor satu itu ingin datang ke rumah mereka.


"Sayang, kamu tahu kenapa tuan besar Octavio mau datang ke sini?" tanya Utami pelan.


"Ya mah, Kakek bilang ia ingin membicarakan tentang keseriusan hubunganku dan Ray. Kakek bilang ingin mengikat Xena secara lisan untuk cucunya Ray" ucap Xena


"Astaga, mau melamar kamu begitu?" tanya Utami heboh.


"Bukan mah, ini hanya obrolan dua keluarga aja. Kakek hanya ingin kedua belah pihak keluarga tahu jika hubungan kita serius, dan saling mengenal masing-masing keluarga. Kakek juga bilang jika beliau merestui hubunganku dan Ray" ucap Xena menjelaskan


"Ya Tuhan, perbuatan baik apa kita di masa lalu. Hingga Tuhan memberikan begitu banyak berkat dalam keluarga kita" ucap Utami.


"Kalau begitu besok temani mama belanja buat acara pertemuan dua keluarga, ya sayang" ucap Utami lagi pada Xena


"Tapi kan acaranya besok lusa mah bukan besok" ucap Xena heran melihat mamahnya begitu antusiasnya.


"Mama tahu, tapi kita belanja baju baru dulu, sama cemilan ringan. Buat makan malamnya nanti biar bibi yang beli bahan masakan di pasar. Lusa juga kita keluar buat ke salon, kamu harus tampil terbaik biar calon besan puas punya cucu menantu cantik kaya putri mama ini" ucap Utami semangat empat lima.


"Ya mama mu benar, ikuti saja Xe" ucap Indra menimpali.


Xena hanya menghela nafas, ia kemudian menoleh ke arah mamanya dengan tatapan minta maaf dan tidak enak.


"Maaf mah, bukannya Xena tidak mau. Tapi Xena sudah janji dengan Ray besok. dia besok masih libur dan ingin mengajak Xena keluar" ucap Xena merasa tidak enak pada mamanya.


"Oh gitu, ya sudah nggak apa-apa, tapi lusa kita harus ke salon bareng, sayang" ucap Utami tidak masalah dengan itu.


Xena hanya mengangguk saja mengikuti apa yang orang tuanya inginkan.


...•••••...