
Ray kin.:@@i tengah melihat wajah cantik yang masih terlelap di pelukannya. Rasanya seperti mimpi orang yang ia cintai tertidur di sampingnya.
Ia menyingkirkan anak rambut yang menutupi wajah cantik kekasih nya. Ia juga mengelus pipi mulus itu dengan sayang.--998
#Flashback on
Semalam Ray tertidur lagi setelah minum obat, setelah Ray tertidur Xena membereskan peralatan makan di dapur. Saat Xena kembali, ia melihat Ray tertidur, ia kemudian memegang dahi Ray yang masih panas meskipun sudah mulai turun.
Ia semalaman berjaga di kamar Ray dan beberapa kali mengganti air untuk mengompres Ray. Sampai tak sengaja ia ketiduran di sofa yang berada di kamar Ray.
Ray yang terbangun saat ingin ke toilet terkejut saat mengetahui Xena masih berada di apartemen, bahkan tertidur meringkuk di sofa tunggal di kamarnya. Ray memegang dahinya terdapat handuk yang sudah mulai dingin.
Ia kemudian memindahkan Xena ke tempat tidur dengan hati-hati, agar tidak membangunkannya. Setelah keluar dari kamar mandi, Ray ikut merebahkan dirinya ke kasur. Dan seiring waktu, keduanya tidur saling berpelukan.
#Flashback off
....
Melihat gerakan Xena yang mungkin akan terbangun, Ray memejamkan matanya lagi seakan dia masih tertidur.
Xena yang terbangun terkejut menemukan dirinya tidur seranjang dengan Ray. Ia memikirkan sesuatu, bukankah ia tadi malam ia ketiduran di sofa?
Saat melihat wajah tampan di samping yang tengah memeluknya, tangan Xena terulur memegang dahi Ray.
"Syukurlah, demamnya sudah turun" ucap Xena lirih
"Jika di lihat-lihat, Ray memang sangat tampan. Terimakasih Tuhan, kau mengirim pria seperti dirinya untuk mendampingiku. Aku sangat beruntung mendapatkannya" ucap Xena pelan
Tiba-tiba pelukan Ray mengerat, ia kemudian membuka matanya. Tentu saja Xena terkejut melihat Ray bangun dan justru memeluknya lebih erat.
"Bukan kamu yang beruntung, tapi itu aku yang beruntung mendapatkan kamu Xe" ucap Ray menatap manik Xena yang jernih.
"Kau sudah bangun, apa kau masih ada yang sakit?" tanya Xena, meskipun ia tahu panasnya sudah turun, namun ia khawatir Ray masih merasakan tidak enak.
"Itu sudah lebih baik, terimakasih sudah merawatku sayang" ucap Ray tersenyum tulus.
"Hmm, Kalau begitu lepas dulu Ray. Aku ingin mandi dan membuat sarapan dulu" ucap Xena.
"Kamu bawa baju ganti?" tanya Ray tidak melepaskan pelukannya.
Xena terdiam, ia baru sadar jika ia ia buru-buru datang ke sini tanpa membawa pakaian ganti. Dia lalu menggelengkan kepalanya membuat Ray terkekeh.
"Sementara pakai bajuku saja, kamu bebas mau pakai yang mana" ucap Ray yang di angguki Xena.
Dengan berat hati, Ray melepas pelukannya. Ia membiarkan Kekasihnya itu mandi dan memasak di dapur.
Ia terkejut saat melihat Xena memakai pakaiannya yang kebesaran, untung Xena memakai celana pendek, jadi ia tidak malu. Meskipun begitu, baju Ray terlihat seperti baju terusan saat ia kenakan.
Di mata Ray, Xena terlihat Se*si sekaligus menggemaskan, saat memakai pakaiannya. Saat Xena hendak keluar Ray menghentikannya.
"Sayang, kalau kamu keluar seperti ini, nanti Galang melihatmu, aku cemburu" ucap Ray cemberut.
"Galang sudah pulang ke rumah orangtuanya sejak malam" jawab Xena
Ray hanya mengangguk saat tahu Galang sudah pulang. Benar-benar asisten pengertian, ia akan melipat gandakan gajinya bulan ini sebagai bonus.
....
Xena memasak tanpa mempedulikan Ray sejak tadi memperhatikannya dengan senyam-senyum sendiri. Kini masakannya sudah matang semua, tinggal menyiapkan di atas meja.
"Ray iih ganggu saja, aku sedang menyiapkan makanan, awas dulu. kamu bau ih belum mandi" ucap Xena bercanda
"Iya kah, kalau gitu aku mandi dulu" ucap Ray, namun tangannya masih enggan melepas pelukannya.
"Hmm, sana tapi mandinya pakai air hang--" ucapan Xena terpotong karena ada suara yang menginterupsi.
"Bocah nakal!! Kau sakit tapi tidak memberitahukannya pada kakekmu hmm???" ucap seseorang dengan suara menggelegar.
Orang itu adalah Reksa, kakek dari Ray yang datang bersama Deni. Ia hendak berteriak lagi namun tidak jadi saat melihat Ray bersama seorang gadis berdiri di sana.
Melihat seseorang datang, Xena terkejut. Ia tahu jika orang tua di depannya itu adalah kakek dari Pacarnya. Ia melihatnya di data milik Ray.
"Orang tua, kenapa kamu kesini Heh?? Aakkhh sayang sakit" ucap Ray. Ia menjerit saat tangan mungil kekasihnya mencubit dengan ganas.
"Kau tidak sopan berbicara dengan orang tua, bicara yang sopan dan lembut!" ucap Xena melotot ke arah Ray.
"Ah maaf sayang, ekkhhhmm, kakek kenapa datang ke sini? Kenapa nggak kabarin dulu?" ucap Ray melembut.
Reksa terkejut melihat perubahan sifat cucunya dengan cepat, ia melirik Xena dengan puas. Sepertinya cucu tengil dan nakalnya itu sudah menemukan orang yang tepat sebagai pawangnya.
"Kau tidak mengenalkannya padaku, Ray?" ucap Reksa tidak menjawab pertanyaan Ray, justru mengajukan pertanyaan lain.
"Hmm, ini pacarku namanya Xena. Sayang, kenalin ini kakekku" ucap Ray.
"Sa-salam kenal tuan besar" ucap Xena dengan gugup dan menyalami kakek dari kekasihnya itu.
"Apa kalian tinggal bersama? Panggil aku kakek" tanya Reksa santai, mengingat Xena memakai pakaian Ray, jadi ia berpikir keduanya sudah tinggal bersama.
"Ti-tidak tu- hmm kakek. Kita tidak tinggal bersama, itu- itu karena..." ucap Xena gugup. Entah mengapa ia kerasa gugup bertemu dengan keluarga Ray.
Padahal dulu, ia bertemu keluarga Vano tidak gugup seperti sekarang. Mungkin karena keluarga Vano dulu sudah dekat dengannya sejak ia kecil.
Terlebih Xena merasa kecil di bandingkan dengan keluarga Ray yang merupakan keluarga besar teratas di negara ini.
"Kakek, kau membuat pacarku takut. Xena di sini karena merawat aku yang sakit. Ayo duduk dulu, kelamaan berdiri capek" ucap Ray kemudian membawa Xena duduk di kursi makan.
Reksa yang melihat itu hanya menggelengkan kepalanya, cucunya lupa dengan keberadaan nya. Reksa melihat makanan yang sudah siap di atas meja.m yang terlihat lezat.
"Apa cucu menantuku yang masak?" gumam Reksa dalam hati.
"Hmm, jadi kalian beneran pacaran?" tanya Reksa menatap keduanya.
Ray dan Xena mengangguk, yang di rasakan Xena saat ini seperti di sidang. Ia gugup, takut kakek Reksa tidak menyukainya dan menghalangi hubungannya dengan Ray.
"Ini kamu yang masak?" tanya Reksa
"Ya kakek" ucap Xena gugup
Jemari tangan Xena di genggam oleh Ray, ia seakan mengatakan 'Tenang, tidak akan terjadi apa-apa'.
"Kapan kalian menikah? Biar aku yang melamarnya untukmu Ray" ucap Reksa dengan santai.
Tentu saja hal itu membuat Xena lebih terkejut lagi.
Gila! Ia baru berpacaran 3 hari, tapi sudah mau langsung di lamar. Tentu saja Xena sangat terkejut di buatnya. Kakek dari pacarnya ini sangat penuh dengan kejutan!
...•••••...