
Xena menghabiskan waktunya berbelanja perlengkapan bayi, masih ada waktu 3 jam sebelum pesawat landing. Xena memutuskan membeli stroller dengan harga mahal. Tapi tidak semahal stroller yang di miliki para bayi artis ibukota.
Sebenarnya ia ingin membeli pakaian bayi, hanya saja jika di pikir-pikir. Pasti sudah banyak yang membelikan pakaian bayi untuk hadiah. Jadi Xena memutuskan membeli stroller dan juga membelikan sofa bayi.
Saat sudah membayar dan keluar dari toko, tanpa sengaja Xena bertabrakan dengan seorang wanita yang tengah berjalan dari arah sebelah kanan toko
"Awwss..." teriak wanita itu.
"Maaf, aku nggak sengaja. Apa kamu nggak apa-apa?" ucap Xena
Ia meminta maaf karena ia pikir ia salah karena ia tidak melihat orang di luar toko dan menabraknya. Karena ia membawa barang yang cukup merepotkan.
Padahal itu karena wanita itu yang tidak memperhatikan jalan karena sibuk menggelayut ke tubuh pria di sampingnya.
"Kamu nggak punya mata ya, sakit tahu" ucap wanita itu sangat ketus.
Xena yang tengah mengambil sofa bayi yang terjatuh pun mendongak, ia menyipitkan matanya. Bukan karena melihat wanita yang bertabrakan dengannya. Tapi pria yang di gandeng wanita itu.
Melihat Xena, pria itu pun sontak langsung melepaskan tangan wanita itu. Xena menghela nafasnya, ia tidak habis pikir ia akan si*l hari ini karena bertemu dengan pria itu lagi.
Ya, pria itu adalah Zico, tentu saja Xena tahu jika pria itu juga yang mencoba meretas data informasi mengenai dirinya. Meskipun yang melakukannya adalah orang lain, tapi Xena tahu Zico di balik semuanya.
"Xena..." ucap Zico pelan.
Xena mengabaikan panggilan itu, ia tidak heran mengapa Zico tahu namanya. Karena memang hanya itu yang bisa Zico dapatkan setelah mencoba menembus datanya.
"Sayang, kamu kenapa?" tanya wanita itu merasa tidak rela gandengannya di lepas dan menatap tajam ke arah Xena.
"Pergi!!!" ucap Zico.
"Hei, kau dengar apa yang pacarku bilang? Dia menyuruhmu pergi, huss... huss..." ucap wanita itu sambil terkekeh.
"Aku bilang kamu pergi!" ucap Zico menatap tajam dengan marah ke wanita di sebelahnya.
Xena tidak ambil pusing, ia langsung melangkah pergi tanpa sepengetahuan Zico. Saat pria itu tengah asik berdebat dengan wanita tadi.
Menyadari Xena sudah tidak ada di depannya, Zico sangat marah dan menampar wanita tadi.
PLAK!!!
"Kau menamparku?" ucap wanita itu tidak percaya.
"Pergi dan jangan menampakan diri di depanku!" ucap Zico dengan datar.
Wanita itu terkejut, ia tahu jika Zico hanya mengencani wanita sehari dan langsung di buang tanpa di pungut kembali. Tapi dia berbeda, ia sudah sering di kencani Zico dan Zico sering mengajaknya jalan. Setidaknya ia sudah lebih dari lima kali jalan.
Ia pikir Zico melihatnya secara berbeda, ia adalah seorang model papan atas, dia antik dan se*si. Jadi ia percaya diri jika Zico menyukainya, namun hari ini ia di usir pergi.
"Tidak boleh! Aku tidak boleh kehilangan Zico, dia tampan dan Kaya. Aku ingin menjadi nyonya Zico di masa depan" gumam wanita bernama Erina itu dalam hati.
"Sayang, aku minta maaf kalau aku salah, tolong jangan buang aku" ucap Erina memelas.
"Enyah!" teriak Zico, ia meninggalkan begitu saja Erina yang tidak terima di buang begitu saja. Ia menangis meratapi dirinya di campakan seperti yang aja
.....
Ia memikirkan kenapa hari ini ia begitu si*l bertemu Zico, ia tidak ingin Zico membuat masalah di dalam hubungannya dengan Ray.
Karena berhubung saat ini sudah jam 1 siang lebih, Xena memutuskan untuk segera ke airport.
Setelah berkendara setengah jam ia sampai di Airport, ia langsung menuju ke pintu kedatangan domestik. Karena sudah ada pengumuman jika pesawat dari kota G akan juga ada beberapa fans yang terlihat di sana memegang papan tulisan dan lain-lain dengan nama Ray di sana. Kalau tidak melihat itu, mungkin Xena lupa kalau kekasihnya adalah seorang aktor terkenal, sudah pasti ia memiliki Fans yang menyambut
"Itu Ray....." suara orang terdengar saat Ray datang bersama dengan Galang yang membawa dua koper. Sedangkan Ray membawa beberapa kantong paper bag berisi oleh-oleh di tangan kanannya.
Melihat Xena dari kejauhan dia langsung bergegas ke sana. Ray langsung memeluk kekasihnya itu. Para Fans yang melihat terkejut saat tahu bahwa ternyata itu adalah Xena, tidak ada di antara mereka yang menyadari itu..
"Ayo pergi" ucap Ray menggandeng tangan Xena, tapi Cen tidak ingin beranjak.
"Tidak temui fans kamu dulu" ucap Xena
"Baiklah!" ucap Ray pasrah, ia tahu dengan tatapan Xena seakan mengatakan 'temui dulu, kasihan mereka sudah lama menunggumu'.
"Hai semua, terimakasih sudah menyambut kedatanganku. Apa kalian mau berfoto bersama?" ucap Ray
"Mauuuu!!!" ucap para fans sangat antusias. Mereka kemudian foto bersama.
Mereka sangat senang, perjuangan mereka menunggu ternyata tidak sia-sia. Bahkan mendapat hadiah istimewa dengan bertemu idola dan Foto bersama.
.....
Xena melajukan mobilnya menuju salah satu komplek perumahan menengah atas, di mana Reno dan istrinya tinggal. Anaknya sudah lahir, itu adalah anak laki-laki. Ibu dan anak sangat sehat dan lahir secara normal.
Reno menyambut kedatangan Ray, Xena dan Galang. Xena kemudian memberikan hadiah-hadiah yang dia beli barusan.
"Wah repot-repot" ucap Reno merasa tidak enak.
"Terimakasih" sahut Vanya istri Reno.
"Tidak repot, sama-sama kakak ipar" ucap Xena tersenyum.
Xena kemudian memberanikan diri menggendong bayi laki-laki itu. Bayi itu menggapai pipi dara membuat Dara semanin gemas.
"Ray, kapan kamu menikah. Lihat kekasihmu sepertinya sudah cocok menjadi ibu" ucap Vanya.
"Aku sih mau kak kalau di suruh nikah sekarang juga! Tapi Xena ingin menyelesaikan kuliahnya lebih dulu" ucap Ray kesu
"Oh, kapan selesainya Xe?" tanya Vanya.
"Mungkin sekitar setengah tahun lagi" jawab Xena.
"Sebentar lagi, nggak apa-apa Ray. Nunggu dikit lagi kok. Tapi kelihatannya kamu yang ngebet ya" ucap Vanya terkekeh.
Semuanya kemudian tertawa, melihat bayi yang baru lahir terlihat menggemaskan. Bahkan Ray berbisik pada Xena jika nanti ia ingin memiliki anak yang banyak.
Tentu saja wajah Xena memerah, karena ia sangat malu. Nikah saja belum, tapi sudah ngomongin anak, tentu saja Xena malu.
...••••••...