Xena

Xena
157.



Semua karyawan di perusahaan di kumpulkan DJ sebuah aula. Kedatangan ketua perusahaan membuat semua orang tegang, bukan kenapa-kenapa. Tapi mereka takut melakukan kesalahan yang mereka tidak sengaja mereka lakukan atau bahkan tidak mereka sadari saat melakukan nya.


Semua orang tahu jika ketua mereka merupakan orang terkaya di negaranya. Meskipun usianya sudah tua, namun tidak ada yang berani menganggap remeh ketua itu. Beliau sangat tegas dan juga tidak memandang jabatan orang lain, ia akan menindak tegas siapapun yang berani macam-macam di perusahaan miliknya.


Suasana mendadak hening saat jejeran direksi masuk dari pintu depan aula, di ikuti oleh ketua perusahaan yakni Kakek Reksa dan juga pemandangan yang membuat semua karyawan terkejut adalah kedatangan Ray yang ikut berjalan di samping ketua mereka.


Tentu hal itu menimbulkan sensasi panas, hanya saja semua orang tidak berani mengatakannya dengan lantang dan hanya bisa bergumam dalam hati. Jadi suasana di sana masihlah sunyi senyap dengan nayak pertanyaan yang bermunculan di kepa mereka.


"Sudah lama saya tidak menginjakkan kaki di perusahaan, saya harap semuanya dalam kondisi sehat dan bekerja dengan semangat seperti biasanya" ucap Kakek Reksa mulai berbicara.


"Kedatangan saya ke perusahaan untuk mengumumkan sesuatu yang sangat penting. Kondisi saya saat ini sudah tua dan sudah waktunya untuk saya pensiun. Saya akan menyerahkan kursi saya pada cucu saya satu-satunya, tapi tidak sekarang. Saya memutuskan untuk mengangkat cucu saya sebagai CEO kantor pusat terlebih dulu, sebelum nanti akan menggantikan saya sebagai Ketua perusahaan.


Tidak perlu menunggu lama lagi, saya akan memperkenalkan cucu kandung saya satu-satunya, Raymon Octavio" ucap Kakek Reksa dan Ray mengangguk dan maju ke arah kakeknya berada.


Diam! Semua Diam! mereka semua tidak ada yang mengira, kalau kedatangan Ray ternyata untuk mengambil alih perusahaan.


Ini berita besar! Kenyataan bahwa Ray adalah cucu kandung kakek Reksa sungguh membuat semuanya gempar.


Bahkan jika bukan karena Gustav yang berinisiatif untuk tepuk tangan, mereka semua akan larut dalam keterkejutan mereka. Kini semuanya mulai tepuk tangan menyambut CEO baru mereka.


"Hallo semua, perkenalkan nama saya Raymon Octavio, panggil saja saya Raymond. Mulai hari ini saya akan menjadi CEO di kantor pusat, mohon kerja samanya dan saya harap jangan ada yang memberi tahu media tentang hal ini. Karena saya tidak ingin hal itu menganggu di pekerjaan, terimakasih" ucap Ray dengan datar dan singkat, kharismanya langsung keluar awur-awuran saat berbicara. Membuat mereka lagi-lagi bertepuk tangan.


Pidato perkenalan Ray pun selesai, bukan karena apa Ray tidak ingin media tahu sekarang-sekarang tentang dirinya yang menjadi CEO perusahaan terbesar di negaranya itu.


Setidaknya ia ingin membuktikan terlebih dulu, jika ia mampu menjadi seorang CEO dan tidak ingin di ganggu dengan urusan lain selain urusan pekerjaan.


Setelah pengenalan CEO baru mereka, semuanya karyawan memiliki diskusi panas tentang Ray. Mereka benar-benar tidak menyangka jika CEO baru mereka adalah seorang aktor papan atas dan juga sangat tampan.


Tentu mereka berdiskusi alias gosip itu saat waktu istirahat. Karena bagaimana pun ada peraturan ketat mengenai tidak di perbolehkan bergosip saat jam kerja.


....


Di mansion Xena merasa bosan karen hari ini memang tidak ada kelas, hanya akan ada kelas tiga hari lagi. Sedangkan kedua sahabatnya kuliah karena memiliki jadwal yang padat.


Jadi Xena memutuskan akan pergi ke resto dan hotel untuk mengecek langsung kedua usahanya itu. Ia pun mengirim pesan pada suaminya jika ia akan pergi ke resto.


Pesannya langsung di baca dan di balas, Ray mengatakan boleh asal jangan kecapean dan di antar oleh supir. Juga nanti siang mereka bertemu untuk makan siang bersama. Dengan senang hati Xena setuju untuk makan siang bersama, kebetulan gedung Octavio Group cukup dekat dengan XR Restaurant. Jadi mereka janjian di sana.


"Silahkan nyonya, mobilnya sudah siap" ucap Parjo supir pribadi di mansion.


"Makasih Parjo" ucap Xena yang kini sudah mulai terbiasa kemana-mana di antar supir, karena suaminya sangat posesif.


Tak lama Xena sampai di resto dan ia di sambut oleh citra yang kebetulan ada di sana, karena biasanya di pertengahan bulan Citra memang berkeliling untuk penyampaian strategi marketing atau even yang akan di adakan resto setiap di awal bulan. Seperti promo atau pun lainnya.


Kebetulan juga Xena bertemu dengan Ferry yang baru saja selesai meeting dengan rekan bisnisnya.


"Hai Xe..." sapa Ferry


"Hai Fer, gimana kabarnya sehat?" sapa balik Xena


"Kalau tidak sibuk kita bisa ngobrol sebentar di ruanganku Fer" ucap Xena


"Tentu, aku tidak sibuk, aku baru aja selesai. Apa mau sekalian makan siang bareng?" tanya Ferry.


"Sepertinya tidak bisa kalau makan siang, ini baru jam 10 dan kebetulan aku sudah ada janji akan makan siang sama Ray nanti" ucap Xena


"Enak banget pengantin baru, ada yang merhatiin" ucap Ferry di sambut tawa oleh Xena.


"Makanya cepet cari pasangan biar ada yang merhatiin" ucap Xena terkekeh.


Keduanya pun langsung ke ruangan pribadi Xena dan melanjutkan obrolan di sana.


"Bagaimana dengan rencana yang aku kasih tahu Fer? Apa sudah mulai berjalan?" tanya Xena, setelah mereka memesan minuman dan camilan untuk menemani mereka mengobrol.


"Sudah berjalan Xe, rampungnya mungkin masih lama. Tapi untuk yang kita perlukan mungkin Minggu depan sudah selesai" ucap Ferry


"Wow cepat juga" ucap Xena takjub dengan gerak cepat Ferry


"Ya, aku mau untuk kepentingan kita di awalkan. Aku juga sudah nggak sabar mau beri pelajaran untuk orang itu" ucap Ferry mengepalkan tangannya.


"Kalau sudah selesai, salinannya kasih ke aku ya Fer, nanti aku buat biar lebih woaaahhh" ucap Xena terkekwh


"Wah makasih banget loh Xe, tentu nanti aku kasih ke kamu biar lebih real" ucap Ferry antusias.


"Santai aja lagi, kan kita temen. Oh iya bagaimana kabar orang tua kamu dan Yani?" tanya Xena


Kabar mama sama papa baik, tapi Yani masih sama Xe. Dia masih koma, ya setidaknya kita berusaha kasih pengobatan terbaik agar dia cepat sadar" ucap Ferry lesu saat mengingat sepupunya itu.


"Nggak coba berobat ke luar negeri Fer?" tanya Xena


"Perizinannya susah Xe, ini aja di rumah sakit selalu ada polisi yang jaga. Kan tahu sendiri status dia tahanan" ucap Ferry menghela nafas.


"Iya juga ya, kalau nggak kamu datengin aja dokter terbaik dari luar. Bukannya itu tidak masalah?" ucap Xena


"Itu juga sama susahnya, aku udah coba. Selain karena jaraknya yang jauh, jadwal mereka sangat padat bahkan pasiennya di sana juga sudah antri" ucap Ferry juga


"Semoga aja ada keajaiban yang bisa membuat Yani cepat sadar ya" ucap Xena


"Aku juga berharap seperti itu" ucap Ferry


Mereka pun mengobrol hingga satu jam lamanya. Lalu Ferry izin kembali ke kantor karena sekretarisnya sudah menelepon jika kemungkinan ada perubahan jadwal.


Xena juga akan bersiap-siap, setidaknya menyampaikan menu apa aja yang harus di siapkan koki untuk menu makan siangnya bersama suami. Ah ralat, tapi menu makan siangnya bersama suami, kakek, Deni, Gustav dan Galang.


Ya, Ray mengabarinya barusan jika kakek dan yang lain akan bergabung untuk makan siang. Tentu Xena tidak masalah, ia hanya perlu menyiapkan lebih banyak makanan untuk mereka semua.


...•••••••...