Xena

Xena
78.



"Arrggghh, si*lan siapa yang ngarang cerita seperti itu pada Xena!!!" teriak Ray.


"Sayang ayo dong angkat! Kita harus bicara dulu" ucap Ray lagi, tapi telepon Xena selalu di reject dan yang terakhir kali telepon Xena sudah tidak aktif.


Ray di buat uring-uringan saat Xena sudah tidak bisa di hubungi. Reno dan Galang yang baru masuk ke kamar Ray di buat menganga melihat Ray uring-uringan tidak jelas.


Keduanya saling berpandangan dan mengedipkan kedua mata, tanda mereka paham apa yang terjadi. Tidak mungkin Ray uring-uringan kalau bukan menyangkut kekasih tercintanya, Xena.


'Ada apa lagi ini?' pikir mereka


Keduanya tidak berani mendekat, pasalnya mereka tahu, jika Ray sedang dalam mode senggol bacok sekarang. Jadi keduanya hanya diam memperhatikan saja dan menjaga jarak.


Ray segera menelepon kakek Reksa, ia ingin menuntut penjelasan dari kakeknya itu tentang apa yang sebenarnya terjadi. Pikiran Ray kacau, karena ia tidak ingin kekasihnya marah apa lagi meninggalkannya.


"Hal..." ucap Kakek Reksa belum selesai mengatakan satu kata langsung di potong oleh ucapan Ray.


"Orang tua, apa yang kau lakukan? Kau berniat menikahkanku dengan orang, hah? Apa kau sudah gila?" ucap Ray marah.


"Hei anak nakal, bukannya salam dulu malah langsung ngegas. Tapi tunggu dulu, kenapa kamu mengatakan tentang itu? Apa kamu sudah mendengar tentang yang terjadi? Apa Hariawan meneleponmu?" ucap Kakek Reksa penasaran


"Oh jadi itu si penjilat tua itu biang keladinya? Si*l, bilang pada teman bajingan tuamu itu, kau ingin cucunya menikah, nikahkan saja dia dengan keledai! Jangan harap aku akan menikahinya atau wanita lain selain Xena! Lihat saja akan ku hancurkan keluarga si*lan itu! Tidak peduli dia memiliki hubungan dekat denganmu atau tidak" ucap Ray marah.


"Hei, panggil yang benar Ray, aku ini kakek kamu. Atau kamu mau kakek adukan ke Xena kalau kamu bicara tidak sopan dengan orang tua hah?" ucap Kakek Reksa kesal dengan ucapan cucunya yang tiba-tiba marah.


Mendengar nama Xena di sebut, Ray terdiam sejenak sebelum menanyakan hal lain.


"Kakek kenapa menyetujuinya?" ucap Ray sedikit melembut


"Siapa yang setuju? Kau kira kakekmu bodoh? Meskipun Hariawan teman kakek, kakek juga nggak gampang percaya saat dia mengatakan kamu sudah memper**sa Yuri dan meninggalkannya begitu saja di pinggir jalan. Kakek tahu kamu seperti apa, nggak mungkin kamu lakuin hal buruk seperti itu" ucap Kakek Reksa.


"Aku memper**sa wanita gila itu? Omong kosong macam apa itu!!!" ucap Ray marah saat mendengar ia di fitnah sedemikian rupa.


"Mana kakek tahu! Awalnya besok pagi kakek akan menanyakannya padamu tentang hal ini, tapi kamu telepon terlebih dulu sekarang. Ya, Hariawan menelepon kakek dan mengatakan hal itu. Ia meminta pertanggung jawaban kamu dan ingin kalian segera menikah sebagai gantinya. Tentu saja Kakek menolak, karena kakek tahu kamu tidak mungkin melakukan hal itu dan kakek tahu seberapa bucinnya kamu terhadap Xena" ucap kakek Reksa


"Bagus kakek menolaknya, kalau tidak aku mungkin akan meninggalkan keluarga Octavio jika kakek mendukung orang luar di banding cucu sendiri" ucap Ray


"Ya,tapi Hariawan mengancam, dia akan menyebarkan hal ini pada media jika kamu menolak menikahi Yuri. Ia akan membeberkan ke media masa kalau kamu melecehkan Yuri dan meninggalkannya begitu saja" jelas Kakek Reksa.


"Jadi dia ingin mengancamku? Aku ingin tahu, apakah mereka punya keberanian utuk menjatuhkan nama baikku? Punya nyawa berapa mereka? Sebelum mereka melakukannya, akan ku buat keluarga mereka hancur berkeping-keping terlebih dulu. Akan ku buat ia menyadari kalau orang yang mereka singgung bukan lawan yang mudah" ucap Ray kemudian mematikan teleponnya.


Di sisi lain, Ray melakukan panggilan telepon lainnya.


"Aku baru saja naik pesawat setelah transit di negara S. Mungkin dua jam lagi, aku sampai di ibukota Bos" ucap seseorang yang di telepon Ray.


"Bagus, aku akan mengirim tugas pertama untukmu. Selesaikan dengan cepat, besok aku ingin kabar yang aku inginkan" ucap Ray


"Tentu, serahkan padaku" ucap orang itu.


....


Di sisi lain, Xena hanya tertawa ringan dan menggelengkan kepalanya melihat ke arah layar laptopnya. Di mana ia tengah mengawasi Yuri dan keluarganya yang tengah menghayal akan menjadi bagian dari keluarga Octavio.


Mereka yakin jika Ray tidak akan menolak permintaan mereka, karena yang mereka tahu semua orang kaya mementingkan nama baik keluarga mereka. Tapi sayangnya mereka salah memilih lawan kali ini.


Xena bagaimanapun hanya diam tanpa berniat bergerak untuk mengatasinya. Ia ingin melihat bagai mana, pria bucinnya itu mengatasi hal ini.


Melihat respon Kakek Reksa, Xena yakin jika Kakek Reksa tidak percaya dengan ucapan kakek dari Yuri itu. Jelas, karena Kakek Reksa sangat paham dengan sifat cucunya.


Jadi mana mungkin cucunya yang selalu menolak dirinya jodohkan dengan berbagai macam wanita. Dari yang cantik, terpelajar, se*si dan yang lainnya.


Bahkan sifat Ray yang selalu dingin terhadap perempuan selain Xena, melakukan tindakan senonoh? Tidak masuk akal bukan.


Dan lagian Kakek Reksa sudah klik dengan Xena dan sudah menganggapnya sebagai cucu menantu keluarga Octavio. Mana mungkin kakek Reksa menyetujui ucapan Hariawan dan mengabaikan gadis hebat seperti Xena.


"Hah, aku kira dengan aku beri dia pelajaran buat dia kapok. Ternyata ada jenis wanita lain selain Yani yang sama bebalnya. Heran juga wanita seperti itu bisa ada di dunia ini" ucap Xena.


"Tadinya aku ingin memberikan waktu bahagia untuknya sebelum menyebarkan Video mesumnya. Tapi karena masalah ini muncul, jadi biarkan Ray yang mengurus hal itu dulu" ucap Xena lagi


Xena terlihat santai sekali, ia tidak terbebani dengan rencana keluarga Brahma. Justru ia Berterima kasih, dengan ini dia bisa menilai Ray dengan sangat baik.


Apakah kekasihnya itu lebih memilih mempertahankan hubungannya atau memilih nama baiknya dan juga hubungan persahabatan antara kakeknya dan juga kakek Yuri.


Kalaupun Ray memilih opsi kedua, tidak masalah bagi Xena. Meskipun ia mencintai Ray, tapi ia tidak akan merendahkan harga dirinya hanya untuk seorang pria. Cukup di kehidupan pertamanya ia begitu bodoh, dan dia tidak akan mengulangi kesalahan yang sama di hidupnya kali ini.


"Aku tahu kamu punya kartu AS, untuk menghancurkan keluarga Brahma. Jadi aku ingin lihat, apa kamu akan sanggup melakukannya dan mengabaikan jika Hariawan itu adalah teman kakekmu, Ray" ucap Xena tersenyum penuh makna.


...•••••...