Xena

Xena
147. Kedatangan orang yang tidak di inginkan



Sudah beberapa hari sejak pernikahan Ray dan Xena. Keduanya sudah kembali dari bulan madu mereka. Kini Xena sudah memulai kembali aktivitasnya lagi di kampus, sedangkan Kai juga mulai sibuk untuk belajar mengelola perusahaan. Karena awal pekan depan ia sudah mulai masuk kerja sebagai CEO.


Ray dan Xena sudah sepakat untuk tinggal di mansion mewah milik Ray. Tentunya dengan banyaknya pelayan yang siap melayani mereka berdua di sana.


Xena tidak akan sanggup mengurus mansion besar nan mewah itu sendirian, dan Ray juga tidak akan mengizinkan Xena melakukan itu.


Hanya saja untuk urusan sarapan dan makan malam, Xena menginginkan ia sendiri yang menyiapkannya setiap hari. Ray hanya menuruti keinginan istri tercintanya itu, dengan syarat istrinya tidak boleh kecapekan. Atau ia akan cabut izin istrinya untuk memasak.


"Sayang lagi buat apa?" tanya Ray memeluk sang istri dari belakang dan mengecup leher jenjang nya.


"Iihh, jangan cium di situ, geli Mas. Aku lagi buat sarapan. Hari ini menunya nasi goreng seafood ya" ucap Xena lembut


"Oke, aku tidak masalah. Apapun yang kamu masak aku pasti suka dan aku makan sampai habis" ucap Ray.


"Mas awas dulu, aku mau angkat dan pindahkan ke piring, ini panas loh. Tunggu di meja sebentar ya" ucap Xena memberikan pengertian pada suaminya itu.


"Hmm, iya sayang" Ray menurut dan duduk dengan tenang di meja makan menunggu sang istri yang tengah menyiapkan sarapan mereka.


Xena berjalan membawa dua piring berisi nasi goreng dan meletakkannya di atas meja makan. Keduanya pun makan dengan lahap tanpa adanya obrolan ketika makan.


Selesai makan, Xena langsung membereskan kembali bekas makan keduanya. Dan berjalan ke kamar untuk siap-siap.


"Sayang, kamu ada kelasnya apa aja? Pulang jam berapa?" tanya Ray


"Pagi sama sore, aku mungkin pulang jam limaan mas" ucap Xena


"Ya udah nanti aku antar dan jemput jam lima sore" ucap Ray


"Kamu nggak nggantor?" tanya Xena


"Nggak Yang, aku nanti di mansion tua buat belajar tentang perusahaan sama kakek. Nanti Senin aku baru masuk kerja" ucap Ray


Xena mengangguk paham. Lalu keduanya segera berangkat setelah selesai bersiap-siap.


.....


Di kampus, Xena bertemu dengan Arsy dan Olive yang kebetulan juga masuk kelas pagi. Ketiganya berjalan bersama dan berpisah ke kelas masing-masing.


Setelah selesai kelas ketiganya pun kembali berkumpul di kantin kampus. Kedatangan ketiga orang itu membuat semua orang di kantin tidak bisa lepas dari kecantikan mereka bertiga.


Saat sedang asik bercerita tentang bagaimana indahnya Gili Trawangan dan kegiatan apa saja Ray dan Xena lakukan di sana, seperti snorkeling di tiga gili. Tentunya kecuali cerita tentang kegiatan ranjang yang memang tidak mungkin Xena ceritakan.


Tiba-tiba suasana di kantin riuh, membuat atensi ketiga gadis cantik. Ah ralat, dua gadis dan wanita cantik itu tidak bisa tidak menoleh karena penasaran. Ada apa gerangan hingga membuat kantin tiba-tiba menjadi heboh.


Saat Xena menoleh, matanya melotot lebar melihat seseorang yang paling tidak ingin ia temui tiba-tiba berjalan ke arahnya.


Siapa lagi kalau bukan Zico, si pria gila yang belakangan ini terus menerus mendekatinya Meskipun sudah di berikan peringatan keras oleh darinya.


"Cowok itu toh yang buat semuanya heboh, ya cukup ganteng sih. Tapi kok dia kaya jalan kemari ya?" ucap Olive.


"Iya bener, lihat dia bahkan senyum ke arah sini" ucap Arsy.


"Jangan ladenin dia orang gila!" ketus Xena


Kedua sahabatnya pun menoleh ke arahnya seolah bertanya 'Kau kenal dengan laki-laki itu?'


"Dia yang kemarin sempet aku banting di parkiran, yang aku cerita tentang cowok kurang setengah liter itu" ucap Xena mengerti arti dari tatapan kedua sahabatnya itu.


"Hah? Yang kamu bilang si mesum yang tiba-tiba ngejar-ngejar kamu dan terakhir kamu banting saat ia coba sentuh kamu di parkiran kampus?" tanya Olive


Xena mengangguk, karena ia sudah menceritakan semuanya pada kedua sahabatnya itu.


"Nggak bisa di biarin!" ucap Arsy menggulung lengan bajunya.


"Serahin ke gue dan Olive!" ucap Arsy.


Tentu saja Arsy pasang badan, pasalnya Xena sekarang sudah resmi jadi kakak iparnya. Nggak mungkin ia tinggal diam melihat kakak iparnya di goda cowok lain.


Apalagi ia tahu kakak sepupu nya itu tidak bisa mentolerir apapun hal yang bersangkutan dengan Xena.


"Setelah ini gue wajib lapor sama kak Ray" ucap Arsy dalam hati mantap.


Laki-laki itu menghentikan langkahnya tepat di meja tempat tiga dara cantik itu tengah makan.


"Hai Xena" sapa laki-laki yang tak lain adalah Zico itu dengan senyum manis di wajahnya.


Xena menghela nafas kasar, ingin sekali ia tonjok tuh orang. Namun ia sadar sekarang ia berada di tempat umum, jadi ia hanya diam saja tidak menghiraukan keberadaan Zico.


"Siapa lu? Kenal sama sahabat gue?" tanya Olive ketus


"Oh hai juga Olive, Arsy" sapa Zico tersenyum pada dua sahabat Xena.


Baik Olive dan Arsy terkejut saat orang di depannya bahkan tahu nama mereka berdua. Sedangkan Xena hanya diam, ia tahu pasti Zico mencari tahu semua tentang dirinya termasuk kedua sahabatnya itu.


"Dih SKSD!" cibir Olive


"Tau tuh, nggak jelas banget" sahut Arsy


"Ekhmm... Boleh aku duduk di sini?" tanya Zico


"Maaf tempat duduk sederetan ini udah gue booking dan nggak di perbolehkan orang yang nggak di kenal apalagi orang asing buat duduk!" ucap Arsy.


"Kalau gitu kenalin, aku Zico. Sekarang kita bukan orang asing lagi bukan?" ucap Zico tersenyum.


"Sumpah, muka panci banget. Nggak tahu malu" ucap Olive


"Cemong dong!" ucap Arsy menahan tawanya.


"Aku udah selesai makan!" ucap Xena berdiri


"Ah, aku juga" sahut Olive ikut berdiri


"Lu mau duduk kan? Noh duduk di mana pun lu mau! Kita udah selesai, bye..." ucap Arsy mengikuti kedua sahabatnya yang udah berdiri.


"Eh tunggu Xena...." ucap Zico ingin memegang tangan Xena.


GREP!!!


BRAAKK!!!


"Aaakkkhhh" teriak Zico.


Sebelum tangannya menyentuh Xena, Arsy lebih dulu meminting tangannya dan mendorong Zico. Hingga wajah Zico mengenai meja kantin dan sisa bakso yang ada di mangkok tumpah ke kepalanya.


"Jauhin tangan lu dari Xena! Kalau nggak, gue nggak akan sungkan sungkan patahin tangan juga kaki Lo dan congkel tuh mata yang suka jelalatan" ucap Arsy sadis.


BRUGH!!!


Arsy melempar tubuh kokoh Zico hingga menabrak kursi dan jatuh tersungkur di lantai. Banyak orang yang menyaksikan itu pun terkejut dengan aksi barbar Arsy.


Namun ia tidak heran, karena mereka pikir Zico berusaha mendekati salah satu dari tiga dara cantik itu, namun di tolak. Beberapa orang kagum dengan keberanian Arsy yang berani melawan seorang Zico, yang di kenal sebagai CEO di salah satu perusahaan ternama di negara ini.


Mereka tidak berpikir Arsy kejam, karena mereka mengenal Arsy. Arsy si gadis tomboy itu, tidak pernah memukul seseorang tanpa alasan, kecuali orang itu mengusiknya terlebih dulu.


...•••••••...