Xena

Xena
137. Memberi ide untuk Ferry



Dua hari cepat sekali berlalu, Ray di sibukan dengan pekerjaannya sebelum ia mengumumkan secara resmi jika ia akan berhenti dari dunia Hiburan lusa nanti.


Dan pagi-pagi Xena sudah berkutat di hotel miliknya yang sudah beberapa waktu lalu mulai beroperasi itu. Selain memeriksa laporan tentang hotel, Xena juga memiliki janji temu dengan Ferry di hotel ini siang nanti.


Ya, Ferry menghubunginya dan meminta bertemu karena ada masalah yang perlu di bahas dan memerlukan bantuannya. Xena tidak masalah dengan itu, jadi ia meminta Ferry datang ke restoran yang ada di hotel saja.


"Nona, tamu anda sudah datang dan ada di ruangan VIP nomor tiga" ucap Tika, seorang manager di hotel ini.


"Oke, terimakasih Tika" ucap Xena.


"Sama-sama Nona" sahut Tika.


Xena langsung membereskan berkas pekerjaannya dan bergegas menuju ke ruangan yang di maksud.


Ceklek!


Xena membuka pintu, dapat di lihat di sana sudah ada Ferry yang tengah duduk dengan tenang menunggunya datang.


"Maaf lama" ucap Xena


"Tidak kok, aku juga baru sampai Xe" ucap Ferry tersenyum ramah.


Ferry tahu Xena sekarang sudah merambah ke dunia bisnis dan sangat sukses karena kerja kerasnya sendiri. Tapi ia baru menyadari jika aura yang Xena miliki sangat besar, bahkan Ferry seperti sedang berhadapan dengan seorang yang sangat berkuasa.


Xena duduk di depan Ferry tanpa canggung lagi, Ferry meminta Xena untuk memesan makannya dulu sebelum mereka mulai mengobrol. Setelah memesannya Xena menanyakan apa yang ingin di bicarakan Ferry padanya.


"Maaf menganggu waktu kamu Xe, Aku ingin mengucapkan terimakasih atas bantuan kamu kemarin untuk mengungkap kasus Narti" ucap Ferry tulus.


"Tidak masalah, bukankah kita semua teman? Seorang teman akan membantu kesusahan temannya. Lagian ini sudah berapa kali kau mengucapkan itu" ucap Xena terkekeh.


Ferry merasa terharu karena Xena tidak memiliki dendam apapun padanya. Begitupun dengan yang Xena pikirkan, ia tahu Ferry tidak mempunyai salah, jadi buat apa ia membencinya.


"Bagaimana kabar Yani?" tanya Xena basa-basi.


"Dia masih koma dan belum sadarkan diri" ucap Ferry, Xena mengangguk mengerti dan tidak menanyakan tentang Yani lagi.


"Apa kamu tidak sibuk di kantor? Bukankah kamu sudah bekerja?" tanya Xena


"Ya, tapi hari ini aku sengaja ingin bertemu denganmu dan ingin meminta pertolonganmu lagi" ucap Ferry


"Minta tolong apa?" tanya Xena.


"Begini...." ucap Ferry.


Ia menjelaskan masalah yang membuatnya bingung mencari jalan keluarnya, itu masih mengenai Narti. Ferry menceritakan semuanya, membuat Xena menggelengkan kepalanya.


Ia bisa menebak jika sifat Narti justru sangat mirip dengan Yani, jadi jangan heran kenapa Yani bisa memiliki sifat seperti itu. Ya karena orang yang mendoktrinnya juga memiliki sifat yang sama persis.


Xena kemudian mengetuk meja memikirkan sesuatu, tak lama Pelayan datang mengantarkan pesanan keduanya.


"Makanlah dulu, bukannya mencari solusi juga memerlukan tenaga" ucap Ferry


"Hmm kau benar" ucap Xena.


Keduanya pun makan dengan santai, dan melanjutkan obrolan setelah makanan mereka sudah habis.


Xena juga sudah meminta Tika untuk membawa laptop miliknya ke ruangan ini, jadi Xena mulai mencari tahu sosok Nanda yang menjadi kuncinya itu.


Setelah 10 menit berkutat mencari tahu tentang Nanda, Xena berdiam memikirkan sesuatu dan Ferry diam menunggu Xena mengucap sesuatu. Ia tidak ingin menganggu Xena untuk mencari solusi dari masalah ini.


"Aku sudah memiliki solusinya" ucap Xena


"Sebelumnya aku memberitahu tentang bagaimana sifat Nanda. Aku sudah meretas semua data informasi Nanda, meskipun ia sedikit judes dan juga naif. Tapi ia tidak pernah menyakiti orang lain. Sungguh tidak percaya gadis seperti dia bisa memiliki ibu yang berhati Dajjal seperti Narti" ucap Xena


"Kalau begitu, tidak perlu gunakan dia Xe. Aku tidak mau menyakiti dan merusak orang yang tidak bersalah. Terlepas dia anak siapa" ucap Ferry menghela nafas saat tahu Nanda adalah orang yang baik.


Xena tersenyum saat tahu Ferry masih berpikiran terbuka dan juga tidak gelap mata. Biasanya orang akan gelap mata jika di hadapkan dengan dendam, bahkan menyeret orang yang tidak bersalah ke dalamnya, hanya karena orang itu berhubungan dengan orang yang di bencinya.


"Tapi kita bisa menggunakannya untuk menghancurkan Narti, tanpa menyakiti Nanda sedikit pun" ucap Xena


"Maksudmu?" tanya Ferry tidak mengerti.


"Begini......." ucap Xena menjelaskan semua rencana pada Ferry dengan rinci.


Mendengar itu Ferry sangat takjub dengan ide yang di jelaskan oleh Xena. Ia tidak menyangka Xena bisa terpikir ide seperti itu.


"Luar biasa" ucap Ferry takjub


"Sekarang kamu bisa melakukannya, kamu bisa mengaturnya sesuai arahanku tadi" ucap Xena


"Makasih Xe, kamu memang sangat briliant" ucap Ferry tulus memuji otak Xena itu


.....


Waktu sudah menunjukan jam setengah 1 siang, Xena melajukan mobilnya menuju kampus. Ia memiliki kelas siang dan sore hari ini yang tidak bisa ia lewatkan.


Setelah tiga puluh menit ia sampai di kampus, ia memarkirkan mobilnya. Dengan santai ia turun dari mobilnya dan berjalan menuju kelas.


"Akhirnya kamu muncul juga kucing kecil!" ucap Zico yang sudah menunggu Xena datang dan duduk di dalam sebuah mobil melihat Xena keluar dari mobilnya dan berjalan ke arah kampus.


Zico kemudian keluar dari area kampus, ia berencana akan kembali sore nanti sebelum kelas sore Xena berakhir.


Sedangkan Xena iya tidak tahu jika Zico tengah menunggunya saat ia pulang nanti. Ia tetap fokus dengan pelajaran di kelasnya.


....


Tap!


Zico memegang tangan Xena begitu ia hendak masuk ke mobilnya. Melihat tangannya di pegang, Xena menoleh ingin tahu siapa yang berani memegang tangannya.


BUGH!!


Tendangan lutut Xena tidak berhasil mengenai senjata Zico, karena Zico sudah melakukan ancang-ancang menghindar. Namun tendangan Xena masih berhasil mengenai perut Zico dengan keras.


Ia tidak terbayang kalau tidak menghindar itu, pasti ia akan kehilangan masa depannya. tapi tangannya masih memegang tangan Xena, jadi Xena tidak bisa kabur darinya.


"Awwsss, Kucing kecil kau sangat jahat sekali. Sakit tau Xena sayang" ringis Zico memegangi perutnya dengan sebelah tangannya.


"Lepaskan tanganmu!" ucap Xena dingin dan menghentak tangannya, namun pegangan Zico tidak mau terlepas.


"Tidak sebelum kita bicara, cantik!" ucap Zico.


"Bicara lah! tapi lepaskan tanganku, kau menyakitinya" ucap Xena dingin dengan tatapan marah.


"Ah maafkan aku, aku tidak sengaja" ucap Zico melepaskan tangannya, ia melihat pergelangan tangan Xena memerah karena cekalan tangannya yang kuat, ia merasa bersalah.


Bagaimana pun dia laki-laki dan Xena perempuan. Jadi kekuatan Zico juga tidak bisa di bilang lemah, dan melukai tangan Xena karena mencekalnya dengan kuat.


...•••••• ...