Xena

Xena
140. Realisasi rencana Xena - Restu keluarga



Ferry saat ini mengumpulkan beberapa orang di perusahaan miliknya, lebih tepatnya perusahan milik orang tua Yani dulu.


Karena Yani di vonis penjara seumur hidup dan kedua orang tuanya meninggal, jadi semua harta itu jatuh ke tangan Lina sebagai adik dari Teguh.


Namun karena Lina tidak berminat mengurus perusahaan, ia lebih memilih Ferry yang mengelola dari pada suaminya. Bukan karena tidak percaya dengan sang suami, tapi karena suaminya sudah memiliki usahanya sendiri dan sudah sibuk dengan pekerjaannya sendiri.


Sedangkan Lina memilih untuk merawat Yani yang masih dalam keadaan koma. Walaupun masih marah dengan perlakukan Yani pada kakak dan ipar nya sampai meninggal. Namun Yani adalah keturunan yang di miliki kakaknya itu, setidaknya masih ada kasih sayang yang Lina rasakan untuk keponakan nya itu.


Ferry sudah menceritakan ide dari Xena tentang memberikan pelajaran untuk Narti pada kedua orang tuanya, sebagai balas dendam mereka karena telah menghancurkan keluarga Yani. Dan kedua orang tua Ferry sangat mendukung hal itu.


"Bagaimana, apa sudah siap semua?" tanya Ferry pada orang di depannya.


"Sudah Tuan muda, saya juga sudah mengirim undangan untuk mereka dan mereka setuju untuk menandatangani kontrak kerja sama" ucap orang itu.


"Bagus, aku ingin hasil yang memuaskan!" ucap Ferry


"Tentu tuan muda, percaya pada saya, saya tidak akan mengecewakan anda" ucap Orang itu lagi


"Oke, uang nya sudah aku transfer, sisanya aku akan mentransfernya jika sudah selesai. Aku juga akan memberikan bonus yang besar jika berjalan sesuai rencana, jadi bekerja lah dengan baik!" ucap Ferry lagi.


"Baik tuan muda!" ucap orang itu.


Setelah membicarakan hal itu dengan orang terkait, Ferry menuju ke kantor polisi distrik pusat. Ia tidak berniat mengunjungi Narti yang di tahan di sana, tapi ia ke sana untuk bertemu dengan kepala kepolisian.


"Untuk apa anda ingin menemuiku tuan muda Halim?" tanya kepala polisi itu.


"Saya membutuhkan bantuan ada Pak" ucap Ferry, melihat kepala polisi ingin membuka mulut, Ferry menduga itu dan memotong ucapan nya lebih dulu.


"Jangan terburu-buru menolak, Pak, Silahkan lihat ini dulu!" ucap Ferry menyodorkan ponselnya pada kepala polisi itu.


Kepala kepolisian itu melihat isi ponsel yang di sodorkan padanya, matanya membelak terkejut lalu ia menatap Ferry sebelum ponselnya ia kembalikan pada Ferry.


"Apa yang bisa saya bantu?" tanyanya dengan nada sopan. Membuat Ferry tersenyum puas.


"Begini Pak...bla...bla..." ucap Ferry menjelaskan semua rencananya, kepala polisi itu mendengarkan dengan seksama dan mengangguk paham.


"Baiklah, itu tidak sulit saya akan mengurusnya dan tolong sampaikan rasa hormatku pada beliau" ucap kepala polisi.


"Tentu" jawab Ferry tidak menolaknya.


Setelah pertemuan dengan kepala polisi itu, Ferry menghela nafas lega. Ia berharap rencananya dengan Xena berjalan dengan lancar tanpa kendala apapun.


....


Di mansion Keluarga Octavio, Ray datang dengan perasaan gembira. Ia ingin menyampaikan kabar gembira ini pada kakeknya.


Melihat cucunya datang tanpa di minta, tentu saja Kakek Reksa sangat senang. Ia langsung menyuruh Deni untuk menyiapkan makanan untuk keduanya.


"Apa yang membuatmu sangat senang Ray?" tanya Kakek Reksa


"Aku akan segera menikah dengan Xena kek" ucap Ray dengan antusias, membuat kening kakek Reksa mengerut.


"Kakek sudah tahu, kan kamu sudah bilang jika setengah tahun lagi kalian menikah" ucap Kakek Reksa.


"Bukan itu kek, tapi pernikahanku dengan Xena akan di majukan. Bagaimana kalau Minggu depan?" ucap Ray dengan semangatnya.


"Minggu depan?" ucap Kakek Reksa terkejut saat mendengarnya.


"Emang Xena setuju?" tanya Kakek Reksa lagi


"Benar Xena mengatakan itu?" tanya Kakek Reksa memastikannya lagi.


"Benar lah kek, masa Ray bohong. Jadi nanti makan malam lusa, sekalian kita membahas pernikahan ku dengan Xena" ucap Ray


"Baiklah, kalau begitu kakek akan menyiapkan pesta pernikahan yang paling mewah abad ini untukmu dan Xena" ucap Kakek Reksa senang mendengar kabar baik itu.


Meskipun hanya seminggu persiapan, dengan kekuasaan dan the power of Money. Apapun akan bisa di selesaikan dengan mudah, dan Kakek Reksa akan memenuhi ucapannya dan membuat pesta mewah untuk pernikahan cucunya itu.


"Jangan buat pesta pernikahan kek!" ucap Ray


"Loh kenapa? Kan katanya mau nikah, gimana sih?! Kita itu harus menyambut dan memberikan pesta yang megah untuk calon nyonya baru di keluarga Octavio, jadi kita harus memberikan yang terbaik untuk cucu menantuku yang luar biasa itu" ucap Kakek Reksa menggebu


"Tapi kita hanya menikah secara sederhana saja kek" ucap Ray


"Sederhana? Nggak! Xena itu sangat luar biasa dan berharga, kakek ingin memberikan pesta pernikahan terbaik untuknya. Kamu ini gimana sih Ray, bukannya kamu mencintai Xena, berikan yang terbaik dong untuk cucu menantu kakek!" ucap Kakek Reksa tidak setuju dan mengomel marah pada cucunya itu.


"Jangan marah dulu kek, dengerin dulu sampai Ray selesai ngomong" ucap Ray menghela nafas.


Ia jelas tahu apa yang di rasakan Kakeknya, karena ia juga ingin memberikan yang terbaik untuk calon istrinya itu.


"Jelaskan!" ucap Kakek Reksa dengan wajah di tekuk.


"Xena yang meminta pernikahan ini di adakan secara sederhana yang penting sah dan hanya di saksikan keluarga dan sahabat saja. Kita akan mengadakan pesta pernikahan besar nanti, saat Xena sudah di wisuda" ucap Ray


"Kenapa nggak sekalian nikahnya setelah Xena wisuda?" ucap Kakek Reksa memberikan solusi yang awalnya sudah sepakat pernikahan itu di lakukan setelah Xena wisuda


"Nggak mau! Kakek tega melihatku menahan diri sangat lama?" ucap Ray


"Setengah tahun tidak lama Ray" ucap Kakek Reksa.


"Itu lama kek! aku harus mati-matian menahan hasratku saat berdekatan dengan Xena. Kakek tahu sendiri Xena ada lah wanita yang sangat luar biasa, menarik dan mempesona. Aku tidak ingin sampai kehilangan dia, apalagi sekarang saingan ku banyak" ucap Ray


"Haaahh, baik lah apa pun itu asalkan cucu menantuku setuju, kita lakukan apa yang ia mau. Karena mencari sosok idaman seperti Xena lebih sulit dari mencari jarum di tumpukan jerami" ucap Kakek Reksa


"Kakek benar!" ucap Ray tersenyum puas mendengar jawaban Kakeknya.


....


Di rumah keluarga Yaksha, Xena tengah berbincang juga dengan kedua orang tuanya. Ia ingin mengatakan tentang keinginan dia yang ingin segera menikah dengan Ray.


"Apa kamu yakin Nak?" tanya Indra pada putri semata wayangnya itu.


Ia sangat berat harus melepas putrinya, karena bagaimana pun sosok ayah adalah cinta pertama bagi putrinya. Namun ia sadar tidak selamanya putri kesayangannya itu jadi hadis kecil, karena saat ini Xena sudah dewasa, baik penampilan maupun atitude nya.


"Yakin Pah, Xena sudah memikirkan hal ini sangat lama. Jadi Xena meminta restu mama dan papa, untuk menikah dengan Ray" ucap Xena


"Haaahhh, jujur papa masih belum rela. Tapi jika itu kebahagiaan untuk mu maka lakukanlah, karena apapun yang terbaik untukmu. Papa dan mama akan mendukung penuh, selama itu baik" ucap Indra bijak.


"Benar kata papa kamu Xe, mama juga akan mendukung semua keputusan kamu. Ternyata anak mama sudah dewasa, sudah mau jadi istri orang" ucap Utami memeluk putrinya itu.


"Makasih mah, pah. Tenang aja, karena sampai kapanpun Xena akan tetap jadi Putri kalian" ucap Xena tersenyum.


Ia bersyukur masih di berikan keluarga yang menyayangi dirinya dan selalu memberikan kasih sayang penuh padanya.


...•••••••...