Xena

Xena
111. Kabar mengejutkan



Tidak mau Ray salah paham, Tiger buru-buru menjelaskan tentang perasaannya dengan Olive yang sebenarnya.


"Aduh bos, aku cinta ke Olive beneran deh. Nggak kaya sebelum-sebelumnya, aku beneran jatuh cinta dengan Olive bos. Lagian mana sanggup aku menyinggung nona bos, aku masih sayang nyawa dan anu-ku yang belum pernah di pake karena masih segel. Bos tidak kasihan padaku? Tolong lah bantu aku kali ini bos" ucap Tiger memelas.


Mendengar ucapan Tiger, Ray menahan tawanya. Ia baru tahu jika bawahannya yang playboy itu ternyata tidak pernah celap-celup dan sekarang merengek minta bantuannya demi seorang gadis.


"Akan aku pikirkan. Sekarang ceritakan dulu masalah yang terjadi di turnamen" ucap Ray


"Makasih bos, tolong ceritakan yang baik-baik tentang aku ya pada Olive" ucap Tiger dengan antusias.


"Ya-ya, sekarang ceritakan!" ucap Ray lagi, tidak sabar.


"Siap. Jadi gini bos, tadi pagi di stadion ada kejadian bla-bla-bla....." ucap Tiger menceritakan bagaimana awal mula Xena, Olive dan Nina berdebat di sana.


"Jadi dia ingin menuntut kekasihku? Sangat berani rupanya" ucap Ray marah saat tahu Nina ingin melaporkan Xena ke polisi karena telah menamparnya.


"Tenang saja bos, aku sudah memberikan pelajaran ke Nina. Dia mungkin tidak bisa berbicara lagi di masa depan" ucap Tiger menyeringai.


Ia melakukan itu karena marah wanita yang di cintainya di katai dan di hina. Jadi ia membuat Nina tidak bisa bicara lagi di masa depan, agar tidak menghina gadis-nya.


"Oh kerja bagus! Buat Hotel Amartha jatuh! Dan akuisisi semuanya setelah itu" ucap Ray


"Sedang saya lakukan bos. Oh iya bos, sepertinya petinggi di sana menargetkan Restoran milik nona bos" ucap Tiger lagi.


"Kurang ajar!! Beraninya dia! Lacak dan ungkap semua keburukannya ke media dan pihak berwajib. Jangan biarkan keluarganya hidup enak!" ucap Ray lagi dengan marah


"Siap bos!" ucap Tiger.


"Lalu bagaimana dengan Arsy?" tanya Ray setelah mencoba meredam amarahnya, ia tidak ingin orang lain mendengarnya. Meskipun saat ini ia berada di dalam mobilnya bersama Reno dan Galang.


Reni dan Galang yang mendengar ucapan Ray merinding seketika. Memang benar ia sangat kejam, namun berbeda saat di depan Xena.


"Ini berkaitan dengan Laras, bos masih ingat dengan bocah SMA yang hampir menjebakmu saat 5 tahun yang lalu?" tanya Tiger


"Laras? Ah ya, aku ingat. Kenapa dengan J*Lang itu? bukankah dia sudah berjanji tidak akan mengusik dan mengejarku lagi?" tanya Ray mengangkat sebelah alisnya.


"Dia memang sudah tidak mengusikmu lagi bos, tapi tidak dengan Arsy. Pacarnya yang bernama Rizky Adri SMA sudah menyukai Arsy, dia juga menjebak Rizky agar menjadi pacarnya seperti yang dia lakuin ke bos dulu. Tapi sayang nya Rizky berhasil di jebak.


Mungkin Laras masih dendam dengan Arsy, makanya dia menyuruh orang untuk menyabotase motor Arsy. Untungnya nona bos bergerak cepat dan membuat Arsy tidak jadi naik motornya dan selamat" ucap Tiger dengan rinci.


Meskipun Tiger terkenal dengan identitas pemain wanita dan juga sulit di atur. Tapi kemampuan Tiger tidak kaleng-kaleng, dia bisa melacaknya dengan cepat hampir menyamai Xena dalam meretas.


Dia juga punya ratusan anak buah yang tersebar di dunia bawah yang setia padanya. Jadi mudah untuknya dalam melakukan sesuatu.


Dia bersedia menjadi anak buah kepercayaan Ray, karena di masa kecil Ray pernah menyelamatkannya dan membantu keluarganya untuk bangkit dari kebangkrutan dan juga mereka berteman sejak saat itu. Hanya saja Tiger memiliki dua kelemahan saat ini, dan itu adalah Xena dan juga Olive.


"Kurang ajar!!! Tiger, jatuhkan keluarganya juga sampai sejatuh-jatuhnya, dan berikan pelajaran untuknya. Agar dia merasakan bagaimana rasanya mengalami kecelakaan. Seperti yang ingin dia lakukan pada adikku" ucap Ray marah.


"Jika ada apa-apa, segera laporkan padaku! Jangan menunggu aku tanya terlebih dulu" ucap Ray lagi


"Baik bos, tadinya aku ingin menelepon malam nanti karena tahu anda masih sibuk. Lain kali akan aku kabari secepatnya" ucap Tiger.


Sambungan telepon di matikan, Ray menghela nafas. Ia tahu apa yang ingin di bicarakan kekasihnya, ia juga merasa lega saat ia sudah menyelesaikan semuanya sebelum Xena menghubunginya.


Galang dan Reno masih setia dalam diam, dia tidak ingin membuat amarah Ray makin berkobar.


Ray menelepon kekasihnya lagi, tapi tidak juga di angkat. Jadi Ray mengirimi Xena pesan jika ia akan berangkat ke lokasi selanjutnya. Mungkin malam nanti ia akan meneleponnya lagi.


.....


Xena terbangun saat mendengar ketukan pintu dan suara mama-nya memanggil. Xena melihat jam, ternyata sudah hampir jam 6 sore. Ia tertidur dengan lelap hampir dua jam.


Ia melihat banyak sekali panggilan tidak terjawab dari Ray. Ia juga melihat pesan Ray yang akan berangkat ke lokasi syuting selanjutnya dan akan menghubunginya nanti malam.


Setelah mengumpulkan nyawanya ia bergegas turun untuk cuci muka dan membantu mama-nya masak makan malam. Selesai masak dan makan malam bersama, Xena mengobrol sebentar dengan orang tuanya lalu beranjak ke taman belakang sembari memainkan ponselnya.


Ia terkejut saat tahu dalam tiga jam terakhir saham Hotel Amartha jatuh ke titik terendah. Xena mengerutkan keningnya, Hotel Amartha merupakan hotel bintang lima yang ada di ibukota. Jadi tidak mungkin sahamnya seketika anjlok jika tidak di tekan oleh orang yang lebih berkuasa.


Melihat itu Xena tidak ambil pusing, ia mengecek semuanya dan mengetahui kalau siang tadi, sebelum bangkrut. Pihak Hotel Amartha berhasil menyuap salah satu karyawan di resto cabang yang ada di daerah selatan.


Xena mengerutkan keningnya saat ia benar-benar mendapati salah satu karyawannya ada yang berkhianat.


Keduanya sepakat untuk melakukan itu saat esok hari, karena hari ini karyawan itu libur. Dan besok ia masuk pagi.


Meskipun besok Xena ada kuliah pagi dan siang, ia memutuskan untuk tidak masuk. Ia lebih mengutamakan Restorannya lebih dulu.


Saat Xena beranjak ke kamar dan baru saja mendudukan dirinya di ranjang. Notifikasi alarm masuk. Ia menyetel alarm itu untuk jadwal sidang Yani, Xena hampir melupakan itu jika ia tidak menyetel alarm untuk mengingatkannya.


"Aku hampir melupakan ini" gumam Xena


"Ah, kenapa Ray belum meneleponku? ini sudah jam 8, apa ia masih ada syuting?" gumamnya lagi, saat tidak mendapati Ray meneleponnya.


Xena lalu membuka laptopnya, ia terkejut saat mendapati berita terbaru kalau ada kecelakaan beruntun di daerah kota P. Tidak ada yang tewas, tapi ada beberapa yang terluka parah.


Dan ada juga berita yang mengatakan jika salah satu korbannya adalah Ray. Dada Xena tiba-tiba terasa sakit, ia merasa takut terjadi sesuatu pada Ray dan yang lainnya. Jadi ia segera menelepon Ray, namun nomornya tidak aktif. Jadi ia mencoba menelepon Galang.


Setelah beberapa kali berdering, akhirnya telepon Xena di angkat.


"Hallo Xe..." ucap Galang di ujung telepon.


...••••••...