
Orang tua Olive sudah datang, jadi Xena memutuskan untuk pulang ke rumah, ia butuh kasur sekarang. Saat ia sampai di rumah ia terkejut mendapati begitu banyak misscall dari pacarnya.
Saat itu ia tengah bawa motor, jadi ia tidak mendengar jika ada telepon masuk.
Xena mengabaikan sebentar ponselnya, ia mengambil minum di kulkas dan membawa air mineral itu ke kamarnya.
Setelah sampai di kamar, sebelum tidur Xena memutuskan untuk menelepon kekasihnya itu. Takut anak orang uring-uringan, karena tidak ada kabar darinya.
Hanya dua kali nada sambung, telepon nya langsung di angkat.
"Hallo sayang, kamu kemana aja?" tanya Ray kangsung
"Halo Ray, maaf aku baru sempat telepon. Aku tadi lagi di jalan dan membawa motor, jadi aku nggak tahu kamu telepon" ucap Xena
"Syukurlah kalau kamu tidak kenapa-napa, lalu sekarang lagi ngapain?" tanya Ray.
"Aku mau tidur, aku capek banget Ray mau istirahat" ucap Xena
"Ya sudah sana istirahat, aku juga lagi di jalan menuju kota D Sebentar lagi juga sampai. Nanti setelah bangun kabarin aku ya yang" ucap Ray lembut
"Hmm, aku akan menelepon jika bangun" ucap Xena.
Setelah itu panggilan pun terputus, Xena meletakan ponselnya dan berbaring miring di kasur dengan memeluk guling. Tak lama ia pun terlelap tidur dengan nyenyaknya.
....
Di rumah sakit.
Olive juga beristirahat, kedua orang tuanya juga menjaganya di sana. Sampai hari sudah sore Olive terbangun, ia mendapati kakak yang di sana dan orang tuannya tidak ada.
Melihat Olive yang sudah bangun, Vano berjalan mendekat. Ia duduk di kursi samping ranjang pasien. Ia menanyakan apa Olive membutuhkan sesuatu, namun olive menggelengkan kepalanya.
"Mama sama papa mana kak?" tanya Olive
"Mama sama papa pulang, mereka mau mandi dan ganti baju sebentar. Mama papa ke sini nanti malam" ucap Vano yang di angguki oleh Olive.
"Liv, boleh kakak tanya?" tanya Vano
"Pasti mau tanya soal si Lampir" ucap Olive menebak sambil memutar matanya.
"Hmm, apa benar yang kakak dengar tadi siang? Kalau yang nabrak kamu itu Yani?" tanya Vano dengan lembut
"Jujur aku nggak tahu, tapi Xena bilang ia mendapatkan semua bukti tentang kecelakaan ku dan pelakunya beneran Si Lampir" ucap Olive
"Kurang ajar Yani, beraninya dia nyentuh adikku" gumam Vano geram.
Melihat Vano percaya, Olive tersenyum tipis. Ia tidak menyangka jika kakaknya akan langsung mempercayai ucapannya.
"Kakak akan lapor polisi kau begitu" ucap Vano selanjutnya.
"Jangan kak!" ucap Olive menghalangi, ia tidak mungkin membiarkan kakaknya menghancurkan rencana Xena yang ingin membalas perbuatan Yani.
"Kenapa?" tanya Vano dengan kening mengerut heran.
"Belum saatnya kak, aku dan Xena ingin membuatnya di atas angin dulu. Baru kita akan menghancurkannya saat ia lengah. Lagian keluarga Yani adalah orang terpandang ya sebelas dua belas sama keluarga kita. Jadi bisa saja ia nyogok kepolisian biar lolos dari tuntutan kita. Jadi biarkan Xena memikirkan rencana yang bagus dulu" ucap Olive
Mendengar Xena ingin membantu Olive, hati Vano terenyuh. Ternyata wanita yang di cintainya itu sangat peduli dengan adik kesayangannya.
"Baiklah. Tapi kamu harus janji, jika ada apa-apa jangan sungkan-sungkan meminta bantuanku" ucap Vano
"Tentu" jawab Olive
....
Ia mengatakan jika telepon nya nggak di angkat, kemungkinan dirinya tengah promosi dan tidak membawa ponselnya yang di titipkan ke Reno.
Xena pun turun untuk makan malam bersama dengan orang tuanya. Orang tua Xena sudah tahu berita apa yang selalu update. Keduanya merasa lega, saat tahu berita tentang calon mantunya dengan wanita lain itu tidak benar.
Setelah makan, Xena memilih untuk kembali ke kamar. Ia memantau situasi terupdate pada kedua calon korbannya. Ia melihat data terkini dan juga obrolan korban hari ini.
"Cih, ni anak nggak ada puasnya.ckck..." ucap Xena saat melihat kegiatan Yani tidak jauh dari pertarungan di ranjang.
Namun mata Xena menangkap sesuatu saat melacak keberadaan Yani.
"Woooww, sepertinya akan ada pertunjukan yang menarik" ucap Xena tertawa
"Sepertinya kamu mencari penyakitmu sendiri Yani. Tiba waktunya, aku adalah orang pertama yang akan bertepuk tangan. Saat dunia nanti memberikan penghargaan bergengsi padamu, yaitu The best of Bi*ch" ucap Xena berdecih jijik.
Xena kemudian mengalihkan pencariannya ke berita tentang Yuri. Namun ia menemukan hal yang membuatnya kesal dan marah.
"Si*l dasar tidak tahu malu!!!" ucap Xena mengumpat.
Yuri sudah pulih dan sudah pulang ke rumah saat ini, Yuri menceritakan beberapa hal pada keluarganya dan menambahkan sesuatu yang terjadi padanya.
Para tetua keluarga Brahma, terutama orang tua Yuri. Marah atas apa yang terjadi pada Yuri beberapa hari yang lalu.
Orang tua Yuri tengah membujuk Hariawan, Kakek Yuri yang merupakan kepala keluarga Brahma. Mereka menambahkan minyak ke dalam api, hingga membuat Hariawan marah dan segera menelepon temannya, Reksa.
Ia meminta Ray untuk bertanggung jawab atas apa yang terjadi pada Yuri. Dan keluarga Brahma menginginkan agar Ray menikahi Yuri segera dan mengancam akan membeberkan hal ini pada media jika hal itu di abaikan.
Tepat pada saat ini telepon Xena berdering, ia melihat nama Ray di sana yang meminta Video Call. Xena pun tersenyum penuh makna, ia ingin tahu seperti apa respon Ray saat ia menceritakan hal ini dengan sedikit drama.
"Hallo" ucap Xena
"Hallo sayang, maaf aku baru selesai promosi dan fanssign" ucap Ray dengan nada bersalah.
"Tidak apa-apa, aku ngerti kamu sedang kerja" ucap Xena
"Aku merindukanmu yang, aku pengen ketemu, butuh vitamin tambahan" ucap Ray cemberut dan terlihat lemas.
"Vitamin apa?" tanya Xena
"Cium" ucap Ray dengan tersenyum jahil.
"Cium siapa?" tanya Xena lagi
"Ya cium kamulah sayang. Emang siapa lagi" ucap Ray cemberut
"Oh kirain minta sama calon istri kamu" ucap Xena
"Ya kan kamu calon istri aku" ucap Ray lagi
"Tapi kenyataannya, ada calon istri yang lain tuh. Bahkan bilang ke kakek Reksa, minta kamu untuk segera menikahi cucunya. Ah sepertinya aku harus mundur, karena kamu akan menikahi wanita lain hiks" ucap Xena dengan raut wajah sedih yang di buat buat, bahkan hampir menangis terlihat nyata.
"Apa? Nggak mungkin! Siapa yang berani mengatakan hal tidak masuk akal itu? Mundur? Jangan bercanda yang, sampai kapan pun aku tetep pertahanin kamu. Tolong, jangan nangis, aku nggak bisa lihat kamu nangis" ucap Ray terkejut, terlebih melihat raut wajah Xena yang terlihat sedih bahkan menangis, hatinya ikut sakit.
"Kalau kamu tidak percaya, kamu bisa telepon kakek kamu sekarang" ucap Xena langsung mematikan teleponnya.
...•••••...