
Setelah pertunangan Xena dan Ray, Ray sengaja memposting photo kedua tangannya dan Xena yang memakai cincin pertunangan mereka, di IG Story.
Hal itu membuat publik geger, ribuan komentar memenuhi photo yang di posting Ray. Photo itu menautkan akun Xena di sana.
[Woaaahhh apa ini?????? Mereka bertunangan???]
[Astaga, hubungan mereka ternyata seserius ini, aku tidak menyangka mereka akan bertunangan secepat ini]
[Mamah tolong anakmu.... putrimu tengah patah hati]
[Sepertinya hari ini merupakan hari patah hati nasional, aku jadi iri dengan Xena, ia muda, cantik dan juga beruntung mendapatkan Ray]
[Ray so sweet banget sih, si kutub itu nggak pernah terlihat dekat dengan cewe, sekalinya dekat malah langsung di ajak tunangan dong]
Ray berkomentar di sana yang membuat publik lebih gempar,
"Aku malah ingin sekali menikahinya, tapi ia menolak karena ingin fokus dengan kuliahnya dulu, aku sangat sedih dengan itu. Tapi aku mengerti dan aku tidak ingin egois. Aku mencintainya dan aku tidak keberatan untuk menunggu sebentar lagi. Dan lagi bukan dia yang beruntung mendapatkanku, tapi aku yang beruntung mendapatkan nya" Cuit Ray di kolom komentar itu.
[Astaga, Ray membalasnya. Apa dia bilang? Bahkan ia ingin langsung menikahinya tapi Xena menolak karena ingin fokus kuliah dulu? Astaga aku sudah kehilangan harapanku, kenapa Ray bisa se so sweet ini]
[Aaaaaaa Ray, kenapa kamu sangat gentle, apa kamu punya saudara laki-laki? Beri padaku, akan aku jaga dengan baik-baik]
Banyak sekali keributan di IG Ray saat ini, Xena yang melihatnya hanya menggelengkan kepalanya. Ia mencubit hidung Ray yang saat ini tengah tiduran di pahanya.
"Kamu jahil sekali, lihat semua orang jadi gempar gara-gara kamu" ucap Xena
"Hehe, biarkan saja sayang, lagian yang aku bilang kan kenyataan. Aku juga ingin berbagi kebahagiaan untuk semua orang" ucap Ray.
"Ya, tapi lihat fansmu banyak yang patah hati. Bahkan mengatakan hari ini hari patah hati nasional. Apa kau tidak takut itu akan mempengaruhi film terakhirmu nanti?" tanya Xena
"Tidak, aku tidak peduli itu dan aku yakin mereka akan tetap menontonnya setelah tahu itu adalah film terakhirku di dunia entertainment" ucap Ray
"Apa kau tidak menyesal keluar dari dunia yang sudah membesarkan namamu?" tanya Xena penasaran.
"Aku tidak akan menyesal! Ada kalanya seseorang mengambil keputusan untuk keluar dari zona nyamannya, dan melakukan tanggung jawab yang sudah ia bawa sejak ia lahir. Aku tidak menyangkal jika aku juga suka dengan dunia bisnis, hanya saja saat itu aku ingin merasa bebas dulu dan melakukan apa yang aku mau selagi aku masih muda" ucap Ray.
"Itu bagus jika kamu juga tidak terbebani karena hal itu, bukan sekedar tuntutan dari kakek" ucap Xena
"Aku juga ingin memberikanmu kehidupan yang baik dan layak di masa depan. Aku tidak ingin membuat keluarga kecil kita susah, aku ingin memanjakan kamu setiap hari" ucap Ray.
"Ha-ha apa kamu tidak takut aku akan menjadi wanita materialistis setelahnya?" tanya Xena
"Aku tidak takut, pada dasarnya semua orang itu materialistis. Hanya saja banyak orang yang yang berlebihan berlagak, mereka tidak melakukan sesuatu sesuai dengan dompet mereka. Aku mampu dan aku tidak masalah kamu menghabiskan uangku, jadi tidak ada yang salah dengan itu" ucap Ray
"Sombong sekali!" ucap Xena terkekeh.
"Bukan sombong sayang, tapi itu kenyataannya" ucap Ray
"Ya-ya-ya baiklah tuan aktor yang akan menjadi tuan CEO, kamu menang" ucap Xena
"Tidak, bukan aku yang menang. Karena selamanya kamu yang akan menang. Bukankah ada pribahasa. Wanita selalu benar. Jika laki-laki benar, wanita yang lebih benar. Jika wanita salah, ingat poin pertama " ucap Ray mengecup sekilas dagu Xena.
"Ya, aku selalu menang dan benar" ucap Xena terkekeh
.....
Xena sudah aktif kembali kuliah, sejak Pertunangan nya dengan Ray tersebar. Ia semakin popular di kampus, namun Xena tidak menghiraukan itu.
Ia langsung masuk ke kelas mengikuti mata pelajaran kuliahnya dengan fokus, ia juga membuat tugas yang di berikan oleh dosen dengan sangat baik dan mendapat nilai yang sangat bagus dan memuaskan.
Setelah kelas selesai Xena menuju ruangan Dosen, ia ingin menanyakan soal pengajuan magangnya ke Octavio Group.
"Selamat siang Pak" salam Xena
"Ya, silahkan masuk!" ucap Dosen
"Maaf pak, saya ingin menanyakan tentang pengajuan magang saya" ucap Xena langsung
Dosen segera meninjau pengajuan lamaran magang yang Xena maksud di komputer. Setelah beberapa saat dosen melihat Xena lagi.
"Xena Yaksha, Octavio Group?" tanya Dosen
"Ya, Pak" jawab Xena
"Selamat Xena, Lamaran magang kamu di terima, kamu bisa melaporkannya ke bagian HRD Perusahaan, pada tanggal 29 bulan depan" ucap Dosen.
"Baik Pak, terimakasih banyak" ucap Xena merasa senang karena lamaran magang nya di terima.
"Tolong sekalian bawa ini ke kelas, bagikan untuk semua orang! Tugas ini harus di kumpulkan awal pekan depan, kalian bisa pulang dan tidak ada kelas lagi untuk hari ini" ucap Dosen.
"Baik Pak, kalau begitu saya permisi" ucap Xena pamit, ia membawa kumpulkan lembaran tugas untuk semua teman-temannya di kelas dan membagikan nya.
....
Pulang dari sana Xena langsung pergi ke restoran, Ray sudah menunggunya di ruang pribadi. Ray masih cuti kerja dan mulai aktif Minggu depan untuk menyelesaikan syuting Film terakhirnya.
Ray akan mengumumkan jika ia kan keluar dari dunia hiburan pertengahan bulan depan.
Xena memarkirkan mobilnya lalu bergegas masuk ke dalam restoran, namun ia bertemu dengan seseorang di meja resepsionis yang menghalanginya jalannya.
"Hei kucing kecil! Kita bertemu lagi" ucap pria blasteran menghadang jalannya.
Xena menatapnya sejenak, sebelum ia kembali melangkah. Namun pria itu kembali menghalanginya.
"Bisakah kamu minggir?" ucap Xena ketus, pria itu menggelengkan kepalanya.
"Tidak, sulit untuk bisa melihatmu kucing kecil! Mungkin kita jodoh karena kita tidak sengaja bertemu lagi hari ini" ucap pria itu tersenyum.
Xena tidak menggubris omong kosong pria di depannya itu, ia ingin melangkah, namun lagi lagi di halangi oleh pria itu.
"Kau mau apa sih?" ucap Xena kesal
"Wow jangan kesal dong cantik, aku hanya ingin kenalan kok. Perkenalkan namaku Zico" ucap pria bernama Zico itu, menyodorkan tangannya dengan senyum semanis mungkin.
"Tidak tertarik!" ucap Xena kembali melangkah.
BUAK!!!
Sebelum Zico menghalangi, Xena menendang perut Ziko dengan lutut kanannya. Zico yang tidak siap mengaduh karena merasakan sakit di perutnya.
Xena tidak merasa iba sama sekali, ia kembali melangkahkan kakinya masuk ke dalam lift meninggalkan Zico yang mengerang kesakitan di sana.
"Hei, kucing kecil, tunggu aku! Beritahu dulu siapa namamu" teriak Zico lagi, ia ingin mengejar Xena, namun Xena sudah masuk ke dalam lift.
"Hais kucing kecil, kenapa kamu begitu menarik dan menggemaskan" ucap Ziko terkekeh. Ia kembali ke resepsionis, menanyakan ruangan yang sudah di pesan mitra bisnisnya.
Ya Zico datang ke XR Restaurant karena memiliki janji dengan mitra bisnisnya.
"Mbak, kalian tahu siapa yang baru saja masuk ke lift?" tanya Zico.
Resepsionis yang melihatnya tentu saja mengenal bos mereka, namun melihat respon bosnya, mereka tahu jika bosnya tidak ingin pria tampan di depannya itu tahu.
"Maaf tuan, kami tidak tahu" ucap resepsionis menggeleng pelan.
"Bagaimana mungkin? Dia baru saja masuk" ucap Zico tidak percaya.
"Mungkin nona itu sudah memiliki janji dengan temannya atau keluarganya, dan sudah di beri tahu tempatnya jadi ia langsung masuk" ucap resepsionis lagi.
"Oh" ucap Zico.
Ziko langsung beranjak menuju ruangan yang mitra bisnisnya pesan dengan di antar pelayan.
...•••••...