
Beberapa hari sudah berlalu, Ray sudah menyelesaikan syuting filmnya dan hanya ada kegiatan pemotretan untuk promosi film selama dua kali dalam Minggu ini.
Hari ini ia akan pulang ke ibukota, ia berhenti di pusat oleh-oleh. Ia akan membeli buah tangan untuk Xena dan keluarga, kerabat dan juga Kakeknya.
Kedatangannya di pusat oleh-oleh membuat semua orang terkejut saat mereka berhasil mengenali Ray yang memakai masker itu. Karena aura Ray yang dingin, beberapa orang hanya berani menatapnya dari jauh dan mengambil foto diam-diam.
"Lihat siapa yang aku lihat! itu Ray!!!! Aku melihatnya ada di pusat oleh-oleh kota G. Dia sangat berkarisma sekali, Ya Tuhan" cuit Netizen yang memposting foto Ray yang telah memilih oleh-oleh di sana.
[Wow, aku iri sekali, aku juga ingin ketemu tapi aku berada di luar pulau sekarang. Tapi bay the way itu si Ray sedang memilih apa ya?]
[Dia memegang makanan camilan khas kota G]
[Aku yakin itu pasti untuk calon istri tercintanya]
[Aku iri sekali, aku ingin menjadi istri Ray juga, dalam mimpi juga boleh]
[Sepertinya Ray sudah pulih, ia mungkin sudah menyelesaikan syuting filmnya di kota G. Makanya ia membeli oleh-oleh untuk di bawa pulang]
Media sosial sangat ramai, hanya saja Ray tidak mengetahuinya dan tidak peduli dengan itu. Ia lalu pulang bersama dengan Galang. Reno tidak ikut serta ke kota G kali ini, karena istrinya akan segera melahirkan. Ray juga membelikan oleh-oleh untuk kakak ipar dan keponakannya yang segera lahir itu.
"Hallo sayang" ucap Ray saat sambungan teleponnya di angkat.
"Hallo Ray, kamu jadi pulang hari ini?" tanya Xena
"Hmm, aku akan pulang jam 1 siang nanti, aku akan sampai di Airport ibukota sekitar jam 2 siang" ucap Ray.
"Kalau begitu aku akan menjemput mu, biar kita sekalian ke rumah Kak Reno setelahnya. Bagaimana?" ucap Xena, ia tidak kuliah hari ini karena tidak ada jadwal kelas.
"Oke, kamu hati-hati saat mengemudi yang, jangan ngebut-ngebutan" ucap Ray.
"Tentu, kamu juga hati-hati hmm" ucap Xena
Setelahnya sambungan telepon mereka terputus. Ini masih jam 10 pagi, yang mana masih ada waktu untuk bersantai sejenak.
....
Vano dan Arsy kini tengah menikmati jalan-jalan merdka berdua. Vano berinisiatif mengambil libur saat tahu Arsy tidak memiliki jadwal kelas hari ini.
Kebetulan pekerjaan di kantor juga tidak banyak dan itu bisa di kerjakan oleh Randi, jadi ia bisa meninggalkannya sebentar dan mempercayakannya pada asistennya itu.
Keduanya menikmati jalan-jalan mereka di kebun binatang di selatan ibukota. Suasana di sana cukup sejuk.
Awalnya Vano ingin mengajaknya ke puncak, namun Arsy ingin ke kebun binatang. Jadi ia mengalah demi calon pacarnya itu
"Apa kamu haus?" tanya Vano setelah mereka berjalan cukup lama.
"Sedikit" ucap Arsy.
"Kalau begitu kamu tunggu di sini, aku belikan minum. Kamu mau minum apa?" tanya Vano.
"Air mineral saja" ucap Arsy.
"Kalau begitu tunggu sebentar" ucap Vano dan beranjak dari sana.
Sepeninggal Vano, Arsy di sapa oleh seseorang yang familiar, itu tidak lain adalah Rizky. Pacar dari Laras, si mantan sahabatnya dulu saat SMA.
"Arsy!" panggil Rizky dengan suara yang terdengar begitu senang.
Arsy menoleh dan sedikit terkejut karena kebetulan mereka bertemu di sana. Namun ia tidak merespon panggilan itu dan mengabaikannya.
"Hei Ar, kenapa kamu tidak menjawab" ucap Rizky dengan sedih saat Arsy tidak merespon panggilannya.
"Tidak apa-apa, aku hanya tidak ingin Laras salah paham" ucap Arsy santai saja.
Ia memang tidak ingin berurusan dengan Laras lagi, apa lagi Laras begitu berani ingin mencelakainya dan dia belum membuat perhitungan drngan mantan Sahabatnya itu.
"Oh.." hanya itu yang di ucapkan Arsy, dia tidak tertarik dan tidak peduli dengan kehidupan percintaan orang lain.
"Apa kau marah padaku atas apa yang di lakukan Laras padamu? Aku sungguh tidak tahu apa-apa, aku bahkan terkejut saat tahu Laras berani menyabotase mobilmu untuk mencelakai ku. Aku juga marah saat tahu" ucap Rizky.
Mendengar itu Arsy terkejut, dari mana Rizky tahu kejadian itu.
"Dari mana kamu tahu?" tanya Arsy datar.
"Loh, jelas aku tahu. Karena Laras sudah mendekam di penjara sekarang dan di vonis 20 tahun, karena terbukti mencelakai kamu. Tapi sebelum ia di tangkap, Laras bahkan mengalami kelumpuhan sebelah anggotan badannya karena kecelakaan" ucap Rizky.
"Apa???" ucap Arsy terkejut.
Jujur saja ia tidak tahu berita ini. Ia bahkan tidak pernah menuntut Laras. Apalagi saat tahu Laras mengalami kelumpuhan, ia sangat-sangat terkejut.
"Apa Xena yang melakukannya" pikir Arsy
"Aku pikir kamu tahu, karena yang melaporkan nya adalah kakak sepupumu. Dan lagi keluarga Laras sudah bangkrut sekarang" ucap Rizky lagi.
"Sepupu? Apa itu Ray?" pikir Arsy.
"Apa kau meninggalkan Laras karena apa yang di alami Laras sekarang?" tanya Arsy.
"Tidak, aku tidak sejahat itu. Aku berpacaran dengannya karena dia licik dan menjebakku di masa lalu. Aku akhirnya bisa lega terlepas dari jeratan wanita gila itu. Dia memaksaku dan terus mengancamku, padahal dia tahu yang aku sukai sejak dulu adalah kamu" ucap Rizky sungguh-sungguh menatap Arsy penuh cinta.
"Tapi sayangnya, Arsy adalah pacarku sekarang! Jadi jangan coba-coba berharap lebih dengan itu" ucap Vano yang tiba-tiba saja datang dan menarik Arsy ke pelukannya.
Arsy terkejut dengan yang di ucapkan dan di lakukan Vano. Ia merasa dirinya belum resmi berpacaran, tapi Vano malah mengatakan kalau ia adalah pacarnya di depan Rizky. Apa dia cemburu? pikirnya
"Kamu siapa?" tanya Rizky merasa tidak suka melihat gadis yang sejak dulu ia cintai di peluk oleh laki-laki lain.
"Aku sudah bilang bukan? Aku adalah pacar Arsy, iya kan sayang" ucap Vano menoleh ke arah Arsy yang terkesima dengan senyum manis Vano dan sangat dekat.
"Aku tidak percaya" ucap Rizky.
Rizky selalu mencari tahu tentang Arsy diam-diam, ia tahu jika Arsy masih belum memiliki pacar sampai saat ini. Tapi kenapa ada pria yang mengaku pacar Arsy, bahkan berani memeluknya, ia tidak terima.
"Kau tidak percaya?" tanya Vano
"Ya!" ucap Rizky yang tidak percaya.
"Oke akan aku buktikan" ucap Vano.
Cup!
Vano mencium bibir Arsy selama dua detik, Arsy terkejut di buatnya. Rizky yang melihat itu pun merasa geram, karena Vano membuktikannya dengan cara mencium bibir Arsy.
Vano kemudian berbisik di telinga Arsy.
"Mulai saat ini, Kau kekasihku sekarang" ucap Vano membuat Arsy meremang seketika.
Melihat keintiman antara Arsy dan Vano, Rizky sangat marah, ia memilih untuk pergi tanpa mengucapkan satu kata pun. Hatinya terluka karena tahu gadisnya su dah di ambil laki-laki lain.
Sedangkan Arsy masih syok karena ciuman pertamanya di ambil oleh Vano, masih diam mematung.
"Bibir mu manis, aku menyukainya sayang" ucap Vano tersenyum penuh kemenangan. Ibu jarinya mengusap bibir Arsy dengan lembut.
Melihat wajah Arsy memerah, Vano langsung memeluknya dan mencium keningnya gemas.
"Ayo kita pergi, sudah waktunya makan siang, aku sudah menyiapkan makan siang terbaik di hari jadi pertama kita" ucap Vano menarik Arsy pergi.
...••••••...