Xena

Xena
71. Xena memberikan semua bukti



"Nona Olive baik-baik saja, itu wajar merasakan sakit dan sedikit mati rasa di kakinya pasca di operasi. Mungkin sekitar 1 atau 2 jam lagi, kakinya akan merasakan lumayan sakit atau ngilu karena efek obatnya akan menghilang." ucap dokter.


"Apa itu tidak apa-apa Dok?" tanya Vano khawatir


"Tidak apa-apa itu reaksi wajar. Nanti jam 7 pagi akan ada yang mengantarkan sarapan dan obat untuk pasien. Tolong pastikan pasien meminum obatnya tepat waktu, agar rasa nyerinya tidak begitu terasa" ucap Dokter.


"Baik, terimakasih Dok" ucap Vano lagi.


Dokter pun keluar dari ruangan, kini hanya tersisa Vano dan juga Olive di dalamnya. Olive yang mendengar kakinya baru saja di operasi menegang karena takut.


Kata-kata operasi begitu mengerikan di benaknya. Ia berpikir bisa saja ia akan cacat dan tidak bisa berjalan, jadi ia sangat takut sekarang.


"Apa yang kamu pikirkan?" tanya Vano melihat wajah adiknya seperti ketakutan.


"Kak, apa aku masih bisa berjalan?" tanya Olive khawatir


"Kau ini, bicara yang benar! Tidak boleh ngomong seperti itu. Tentu saja kamu bisa berjalan seperti biasa" ucap Vano


"Tapi kata dokter, kakiku di operasi, berarti kakiku kenapa-kenapa kan?" tanya Olive dengan nada yang serak, menahan tangis.


"Hei, jangan bicara yang tidak masuk akal. Kaki kamu patah dan harus di operasi untuk pemasangan pen, tentu saja kamu bisa berjalan setelahnya. Meskipun sekitar 2 atau 3 bulan kamu harus memakai tongkat dulu sampai tulang kamu oulih." ucap Vano


"Benarkah?" tanya Olive berbinar dan lega.


"Tentu saja, kamu tidak perlu takut. Tidak akan terjadi apa-apa" ucap Vano mencoba menenangkan adiknya.


"Kakak sendirian di sini? Mamah papah mana? Xena nggak di kasih tahu aku di sini?" tanya Olive beruntun.


"Astaga sepertinya kamu sudah pulih, pertanyaan kamu sungguh banyak seperti biasanya" ucap Vano


"Ih, jawab aja apa susahnya sih" ucap Olive cemberut.


"Iya iya kakak jawab. Papah mamah mungkin sampai di sini siang nanti. Kalau Xena dia tahu, karena dia yang memberi tahu kakak kalau kamu di sini" ucap Vano


"Loh terus mana Xena-nya?" tanya Olive.


"Dia di bawa aktor songong itu! Padahal tadinya Xena ingin menemani kakak menjaga kamu di sini" ucap Vano kesal saat mengingat itu.


Olive paham itu, ia menghela nafas berat.


"Ray itu pacar Xena kak, jadi wajar kalau ia menjemput kekasihnya" ucap Olive


"Pacar apaan? Kau tahu? kemarin ia kena skandal memeluk dan mencium wanita lain" ucap Vano marah


"Apa??? Jangan ngaco deh kak" ucap Olive terkejut.


"Kau lihat sendiri di berita nih!" ucap Vano memberikan ponselnya, karena ponsel Olive masih mati karena belum isi daya.


Olive yang melihat itu matanya membola kaget. Ia merasa tidak percaya jika idolanya yang sangat jauh dari cewe, dan berhasil meluluhkan seorang Xena melakukan hal ini. Olive yakin jika hal itu hanya setingan atau sebuah skema.


....


"Masakan kamu wangi sayang" ucap Ray sembari memeluk Xena yang tengah menata makan di atas meja.


"Ih jangan peluk-peluk. aku belum mandi Ray, bau asap makanan juga" ucap Xena


"Bagi aku kamu tetap wangi di setiap waktu kok yang" ucap Ray mencium pipi kanan kekasihnya.


"Sudah ayo duduk dan nikmati sarapannya" ucap Xena.


Ray menurut, ia langsung duduk dengan tenang menatap Xena yang tengah menyiapkan sarapan untuknya. Ia merasa bahagia saat ini, bukankah ini seperti melihat seorang istri yang tengah menyiapkan makanan untuk sang suami?


Xena hanya menggeleng dan terkekeh melihat pacarnya sangat manja dan juga sering menggombal padanya itu.


Keduanya menikmati sarapan dengan tenang dan khidmat. Saat selesai makan dan ingin mencuci piring, Ray menghalanginya dan mengantikan Xena untuk membersihkan peralatan makan itu.


Xena hanya pasrah dengan itu, jadi ia memutuskan untuk mandi.


Mengenai pakaian ganti Xena, itu sudah tersedia di lemari di kamar Ray. Ray sengaja membeli pakaian yang seukuran dengan Xena, agar memudahkan kekasihnya itu saat main ke rumahnya.


Meskipun begitu Xena tidak pernah menginap kecuali saat Ray sakit dan semalam Ray menculiknya dari rumah sakit.


"Sini duduk sayang" ucap Ray menepuk sofa di depannya.


Xena melangkah dan menghampiri Ray, posisi duduk Xena membelakangi dan menyandar di dada Ray. Ray pun dengan lembut memeluk Xena dari belakang dan mencium wangi sabun dan shampo yang menguar dari tubuh Xena.


"Kapan kamu berangkat kerja?" tanya Xena


"Jam 10, acara promosi jam 1 siang di kota B. Karena macet jadi aku harus berangkat lebih awal. Kamu ikut aku ke sana ya" ucap Ray


"Maaf aku nggak bisa ikut, aku harus ke rumah sakit" ucap Xena.


"Sama Vano?" tanya Ray dengan cemburu


"Bukannya wajar kalau kak Vano ada di sana? Kan dia kakaknya Olive. Lagian aku ke sana cuma mau temenin Olive, dia sahabat ku, bukan karena ada kak Vano. Kamu nggak percaya sama aku?" ucap Xena menoleh ke arah Ray.


"Aku percaya padamu Xe, tapi aku tidak percaya pada bajingan ca*ul itu" ucap Ray kesal


"Kenapa kamu memanggilnya begitu?" tanya Xena mengerutkan keningnya.


"Kamu tidak tahu saja, semalam dia hampir mencium kamu. Untung aku datang tepat waktu dan mengagalkannya lalu membawamu pergi" ucap Vano emosi.


Mendengar Vano hendak menciumnya, tentu saja Xena terkejut. Dia tidak menyangka jika Vano berani melakukan itu. Apakah Vank tidak takut jika dirinya lebih marah dan menjauhinya setelah itu.


Cup!


"Terimakasih karena sudah menggagalkannya, itu hadiah untuk kamu" ucap Xena sembari mencium pipi Ray dan tersenyum manis, wajah Ray seketika memerah.


"Tidak cukup! Aku akan meminta bayarannya sendiri" ucap Ray yang mengangkat tubuh Xena dan membalik Xena ke arahnya.


Tanpa ba-bi-bu, Ray memagut bibir ranum yang sangat manis itu. Xena terkejut mendapat serangan dadakan, namun ia tidak menolaknya dan membalas ciuman kekasihnya itu dan mengalungkan tangannya di leher Ray.


"Haaaahhh, kau sangat ganas" ucap Xena saat ciuman itu lepas


"Aku bisa lebih ganas lagi saat kita sudah menikah nanti" ucap Ray menaik turunkan alisnya membuat Xena malu dan menyembunyikan wajahnya di dada Ray. Ray hanya terkekeh melihat tingkah malu-malu kekasihnya.


"Ray, bagaimana wanita itu?" Tanya Xena


"Sudah di urus Gilbert, dia sudah mengakuinya jika ia wanita di video itu, tapi dia bilang dia tidak sengaja jatuh dan dia tidak tahu apa-apa" ucap Ray dengan kesal.


"Jangan lepaskan dia! Aku punya bukti lain dan wanita itu terlibat. Buka laptop kamu dan buka file di folder baru yang aku buat" ucap Xena


Ray terkejut, namun ia langsung membuka laptop yang kebetulan ada di depannya tanpa bertanya. Ray tidak melepaskan pelukannya, ia hanya menggunakan tangan kanannya untuk membuka laptop miliknya.


"Sayang, kamu dapat dari mana bukti sebanyak ini?" tanya Ray lebih terkejut saat melihat banyaknya bukti di depannya.


"Dari sini" ucap Xena menunjuk kepalanya.


"Kau memang luar biasa sayang, aku beruntung memiliki kamu" ucap Ray berbinar penuh cinta dan sangat bangga dengan kekasihnya itu.


...•••••...