
Kakek Reksa, Ray dan semua pekerja di mansion Keluarga Octavio, semuanya menyambut hangat kedatangan Keluarga Yaksha.
Melihat betapa cantiknya sang gadis pujaan membuat Ray semakin tidak sabar untuk segera mengesahkan ikatan cinta yang selama setahun ini mereka perjuangkan.
Mereka kemudian menyantap makan malam yang sudah di siapkan oleh kakek Reksa, di mana semua hidangan itu di buat langsung oleh koki khusus keluarga mereka.
"Silahkan di nikmati Indra, Utami, Xena. Ayo jangan sungkan-sungkan" ucap Kakek Reksa dengan tersenyum.
"Terimakasih tu- eh maksud saya Ayah" ucap Indra, ia masih belum terbiasa memanggil Kakek Reksa ayah.
Ya, kakek Reksa meminta kedua orang tua Xena memanggilnya Ayah, karena bagaimana pun mereka akan menjadi satu keluarga. Dan Kakek Reksa sudah menganggap Indra dan Utami sebagai anaknya juga.
"Sayang, tolong" ucap Ray dengan senyuman manjanya ke arah Xena dan menyodorkan piringnya.
"Dasar bucin!" ucap Kakek Reksa menggelengkan kepalanya, karena melihat kelakuan cucunya yang tidak melihat jika calon mertuanya sedang melihatnya.
"Iri bilang bos!" ucap Ray
"Ray, yang sopan!" tegur Xena
"Iya sayang maaf tadi bercanda, maaf ya kek" ucap Ray dengan nada melembut.
"Giliran sama pawangnya aja lembut kaya tahu sutra, giliran sama kakeknya ngegas mulu. Dasar cucu sableng!" gerutu Kakek Reksa
Kedua orang tua Xena hanya terkekeh saja melihat hubungan putri dan juga calon Keluarga barunya sangat dekat. Mereka tentunya akan dengan ikhlas melepas putri kesayangan mereka, karena keduanya yakin jika Ray bisa membahagiakan putrinya itu.
....
Setelah selesai makan malam, mereka kemudian berembuk menentukan tanggal pernikahan mereka. Xena sudah mengatakan jika ia ingin pernikahannya di adakan secara sederhana dan hanya mengundang Keluarga dekat saja.
Sedangkan untuk pesta pernikahan, akan di adakan setelah Xena di wisuda.
Untuk tempat pernikahan mereka memilih di Yaksha hotel, yang merupakan hotel milik Xena.
"Apa kamu yakin Xe, ingin pernikahan sederhana?" tanya Kakek Reksa
"Yakin kek, ini juga demi kenyamanan Xena kuliah sampai lulus dan tidak membuat gosip miring nanti. Karena kita mengadakan pernikahan dadakan dan juga takut membuat semua netizen mengira pernikahan kami ada hubungannya dengan kemunduran Ray dari dunia hiburan. Lagian kita akan mengadakan pesta setelah aku wisuda nanti" ucap Xena
"Baiklah, bagaimana kalau pernikahan kalian di adakan besok lusa?" tanya Kakek Reksa.
Mendengar ucapan kakeknya, Ray mengulum senyum. Ia tidak bisa tidak bahagia. Ia sangat senang karena ia akan menikah dengan gadis yang paling ia cintai dua hari lagi.
"Apa tidak terlalu terburu-buru tu- eh ayah? Meskipun sederhana tapi bukankah butuh waktu untuk mempersiapkan semuanya?" tanya Indra
"Tenang saja, urusan itu biar Ray yang mengatur. Bahkan kalaupun menikah saat ini juga bisa di lakukan, meskipun sekarang sudah malam" ucap Kakak Reksa, mengatakan apa adanya.
Itulah kekuatan Keluarga terkaya, apapun yang mereka inginkan bisa di lakukan secepatnya.
"Baiklah, kita ikut saja" ucap Indra yang di angguki Utami.
Ray senyum-senyum sendiri, ia merasa bahagia setelah waktu pernikahan keduanya sudah di tentukan. Tidak lama lagi ia akan memiliki Xena seutuhnya.
Setelah pertemuan dua keluarga itu pun, Xena dan kedua orang tuanya pamit pulang.
"Besok aku jemput ya! kita fitting gaun pengantin dan cincin pernikahan" ucap Ray berbisik di telinga Xena.
"Hmm" Xena hanya mengangguk lalu bergegas menyusul kedua orang tuanya masuk ke dalam mobil dengan wajah memerah malu.
Ray hanya terkekeh melihat calon istrinya malu-malu.
....
Keesokan harinya Ray sudah rapih ingin menjemput calon istri. Ia sudah tidak memiliki jadwal sampai dua Minggu kedepan. Karena dua Minggu lagi Ray secara resmi akan menjadi CEO Octavio Group.
Dengan pakaian santai miliknya ia melakukan mobilnya menuju kediaman Yaksa.
Setelah beberapa menit Ray sampai di rumah Xena. Ia meminta izin dengan kedua calon mertuanya untuk melakukan fitting baju pengantin.
Kedua orang tuanya juga di jemput oleh orang suruhan Ray, untuk Fitting baju yang akan di gunakan besok, tapi di tempat yang berbeda dengan Xena yang mencoba Gaun pengantin nya.
"Kita ke butik ini Ray?" tanya Xena terkejut saat ia tahu, dirinya masuk ke butik seorang desainer ternama di negara ini.
Mereka pun masuk di sambut oleh laki-laki yang cukup gemulai. Ia adalah Designer Cakra utama, seorang pria yang menjadi desainer ternama dan sering mendapatkan penghargaan. Baik itu penghargaan domestik ataupun mancanegara.
Bahkan ia pernah menjuarai sebuah acara fashion show bergengsi di negara P.
"Ini gaun pengantin yang sudah saya selesaikan. Saya pikir gaun ini akan di pakai setengah tahun kedepan, nggak tahunya malah maju. Saya doakan semoga kalian berdua langgeng dan hidup bahagia sampai kakek nenek" Ucap Cakra dengan logatnya yang sedikit gemulai lembut.
"Terimakasih atas gaunnya Cak..." ucap Ray
"Ini kamu yang pesan, Ray? Kapan? kok aku nggak tahu?" tanya Xena pada calon suaminya itu.
"Sebulan yang lalu" Jawab Ray.
"Haaahh???" Xena terkejut saat mengetahui Ray memesan gaun pengantin sebulan yang lalu.
"Ayo cobain! Nanti biar karyawan saya membantu memakaikannya padamu cantik" ucap Cakra
Prok!
Prok!
Prok!
"Cakra tepuk tangan memanggil karyawan perempuannya yang khusus melayani Xena hari ini.
Xena dengan patuh masuk ke fitting room dan mencoba gaun yang sangat indah itu.
*Ilustrasi Gaun pengantin Xena.
"Wah, cantik sekali" ucap karyawan yang membantu Xena memakai gaun itu.
"Iya benar, gaunnya sangat pas. Yang memakainya juga cantik, sangat cocok sekali" sahut karyawan lainnya.
"Nona, apa anda ingin keluar? Biarkan saya memanggil calon suami anda" ucap karyawan itu.
Sejujurnya mereka tahu identitas Ray dan Xena, namun karena mereka bekerja secara profesional. Mereka tidak akan mengumbar privasi pelanggan mereka.
Itu sudah tertuang di kontrak kerja mereka, yang tidak di perbolehkan membocorkan rahasia perusahaan dan juga privasi pelanggan. Jika tidak, mereka akan di tuntut penalti kontrak yang nominalnya tidak main-main.
Dan kontrak kerja itu sah secara hukum, karena sudah di legalisasi oleh pengacara.
"Tidak perlu, aku tidak ingin ia melihatnya sekarang. Aku akan membuat kejutan untuknya saat pernikahan besok. Tolong fotoin aku ya mbak!" ucap Xena memberikan ponsel miliknya .
Ia kemudian di foto oleh karyawan, ia ingin menunjukan itu pada mamanya nanti.
"Mbak, maaf bantu aku melepas gaun ini lagi ya" ucap Xena ramah.
"Baik"jawab karyawan itu.
Setelahnya Xena keluar lagi dari fitting room, ia melihat Ray sudah rapih dengan tuxedo berwarna putih mix silver, yang senada dengan gaunnya. Ray terlihat sangat tampan di mata Xena.
"Kok kamu belum ganti pakai gaun yang? Apa kamu nggak suka gaunnya?" tanya Ray melihat Xena dengan kening mengerut.
"Suka kok, Gaunnya indah dan pas di tubuhku" ucap Xena
"Kenapa nggak kasih lihat ke aku?" tanya Ray.
"Besok aja buat kejutan" ucap Xena terkekeh
"Isshh, padahal aku penasaran banget yang" ucap Ray cemberut
"Sabar, tunggu besok ya!" ucap Xena mengedipkan sebelah matanya
"Haahh, kamu selalu buat aku penasaran hmm" ucap Ray yang di sambut kekehan Xena.
...••••••...