Xena

Xena
57. Postingan dan ancaman



Di kamar Olive, ia terkejut melihat postingan di media sosial sudah ramai siang ini. Ia melihat apa yang tengah terjadi, ia lebih terkejut lagi saat nama sahabat baiknya di bawa.


Melihat postingan keduanya di IG, opini Olive sama dengan para netizen yang maha benar dan terhormat. Ia juga memikirkan jika Sahabat baiknya itu memiliki hubungan dengan Ray setelah melihat postingan keduanya di IG.


"Kenapa Xena tidak pernah cerita ke aku ya, kalau ia sudah sedekat itu dengan Ray? Apa mereka sudah pacaran? Kalau begitu, kenapa Xena menyembunyikannya dariku?" gumam Olive


"Astaga, ini pasti gara-gara kak Vano. Xena mungkin sungkan menceritakannya padaku karena nggak enak dan menjaga perasaan kak Vano. Bagaimana pun aku adalah adiknya" ucap Olive lagi


"Ya Tuhan Xe, seperti nya aku harus ngomong sama kamu. Sebagai sahabat, aku pasti dukung yang terbaik untuk kamu. Meskipun pada akhirnya kamu tidak jadi satu dengan kakakku" ucap Olive menghela nafasnya.


Saat ia ingin menutup IG nya, namun ia melihat ada notifikasi internet dan membukanya. Matanya terbelalak saat melihat postingan seseorang yang viral, itu postingan foto kebersamaan Ray dan Xena.


Sebagai sahabat dekat, Olive jelas sangat mengenal Xena, bahkan saat Xena memakai masker sekalipun atau menutupinya dengan topeng, ia pasti mengenalinya.


"Astoge, itu beneran Xena!" ucap Olive menutup mulutnya tidak percaya.


"Wooow, dia beneran pacaran dengan idolaku" ucap Olive berteriak karena syok saking terkejutnya.


....


Di ruang kerja, Vano ia tengah memeriksa berkas yang akan ia bawa di rapat dengan bawahannya besok di perusahaan.


Karena ia sudah menjabat menjadi CEO sekarang, ia cukup sibuk dengan banyaknya pekerjaan di kantor. Jadi sebagian pekerjaan ia bawa ke rumah agar ia bisa mengeceknya lagi.


Ia dengan semangat bekerja agar Minggu depan ia memiliki waktu luang lebih longgar. Karena ia berencana mengajak Xena keluar dan menyatakan perasaannya.


Meskipun ia tahu jika perasaannya akan di tolak untuk kesekian kalinya. Namun ia akan terus berusaha meluluhkan hati Xena agar mau kembali dengannya.


Drrrrtttt


Ponselnya tiba-tiba bergetar, itu telepon dari sahabatnya Bram. Vano menjawabnya langsung.


"Gue sibuk, jadi nggak bisa ngumpul dulu. Gue akan mentraktir kalian semua jika punya waktu luang nanti" ucap Vano begitu ia menjawab teleponnya.


"Woowww santai bro, gue tahu lu sibuk tuan CEO. Tapi gue telepon bukan untuk itu" ucap Bram


"Lalu?" tanya Vano mengerutkan keningnya.


"Gue mau tanya, apa lu dan Xena benar-benar sudah tidak lagi bersama. Ah gue salah ngomong, kan memang dari dulu kalian nggak pernah ada hubungan ya. Tapi gue penasaran aja, apa lu beneran nggak suka sama Xena, bro?" ucap Bram dengan serius.


Mendengar nama Xena di sebut, Vano jelas terkejut. Tidak mungkin, tidak ada angin tidak ada hujan, tiba-tiba Bram bicara tentang Xena. Pasti ada sesuatu tentangnya.


"To the point, katakan yang jelas jangan berbelit-belit!" ucap Vano


"Ya-ya-ya, dasar tidak sabaran. Gini, gue lihat di portal berita kalau Xena di gosipkan berkencan dengan artis yang waktu itu datang ke villa. Gue cuma ngomong gini karena gue pikir lu perlu tahu" ucap Bram


Degh!


Mendengar itu, hati Vano terasa sangat sakit. Ia tidak suka mendengar kabar itu. Meskipun kabar itu sudah merajalela di mana-mana selama berminggu-minggu dan ia pun sudah melihatnya.


"Itu hanya gosip!" ucap Vano, ia pikir itu gosip sejak beberapa Minggu lalu masih belum hilang. Bukan gosip yang baru


Mendengar itu Vano menahan nafas, hatinya lebih sakit lagi. Ia ingin sekali tidak mempercayai kabar ini, terlebih ia tahu Xena mencintainya bertahun-tahun. Apa segitu mudahnya menghilangkan perasaan cinta di hatinya?


"Van, lu dengerin gue ngomong kan?" ucap Bram yang tidak mendengar lagi suara Vano.


"Kirim linknya ke gue sekarang!" ucap Vano kemudian mematikan ponselnya.


Meskipun mengumpat karena Vano mematikan teleponnya secara tiba-tiba, namun Bram tetap mengirim link itu padanya.


Melihat Link yang di kirim Bram, Vano langsung mengklik dan melihatnya. Hatinya bagaikan di remuk saat melihat foto yang ia kenal sebagai Xena itu.


Foto pertama yang ia lihat adalah foto Xena yang di peluk oleh Ray. Ray melingkarkan tangannya ke pinggang Xena dan terlihat mereka berada di sebuah bioskop.


"Tidak! Tidak mungkin! Ini pasti salah, Xena tidak mungkin secepat itu berpaling dariku, itu pasti editan?" gumam Vano.


Ia terduduk merenungi foto yang ia lihat di ponselnya. Hatinya teriris, ia sangat tidak rela Xena bersama laki-laki lain.


....


Di Mall, Xena dan Ray duduk beristirahat di sebuah resto dalam mall. Keduanya melewatkan makan siang karena terlalu asik bermain.


Ray pergi ke toilet setelah memesan makanan. Sedangkan Xena tengah duduk sendirian di resto, ia memainkan ponselnya dan menemukan jika ada notifikasi rekaman dari ponsel milik Yura yang ia retas.


Xena membuka ponselnya, ia melihat ada beberapa chat baru sejak pagi tadi yang belum ia lihat dan dua rekaman yang berarti Yuri melakukan panggilan telepon.


Ya Xena rutin melihat apa yang di lakukan Yura dan Yani, setidaknya setiap sehari dua kali, agar ia tidak kecolongan.


Melihat dari riwayat pesan, Xena sudah mengetahui jika kedua teman Yuri memberitahu berita yang tengah viral di internet dan menyebut namanya. Meskipun Xena belum melihat berita dirinya dan Ray, ia mengabaikan itu dulu dan membuka rekaman panggilan telepon itu.


Xena menggunakan earphone untuk mendengarkan jadi orang lain tidak bisa mendengarnya. Ia mendengar percakapan yang pertama itu sesuatu yang tidak penting. Ia pun mengalihkannya ke rekaman kedua.


Sontak Xena terkejut mendengar isi percakapan yang kedua itu, tentu saja hal itu membuat Xena sangat marah mendengarnya.


Siapa yang tidak marah, jika tahu ada seseorang yang berniat melecehkannya. Bahkan akan membuatnya malu di depan umum, bukan hanya dirinya yang malu jika itu terjadi, tapi juga keluarganya.


Dan yang pasti, jika itu terjadi. Xena akan kehilangan kehormatan, nama baik dan juga masa depannya.


"Jadi ia tidak main-main dengan ancamannya" gumam Xena mengepalkan tangannya.


Tak lama kemudian terlihat Ray sudah kembali dan duduk di sebelah Xena. Namun ia melihat raut wajah Xena yang tidak biasa.


"Kamu kenapa sayang?" tanya Ray khawatir terjadi sesuatu yang tidak ia ketahui saat ia ke toilet.


Xena tidak menjawab, namun ia menatap Ray dengan tajam, hal itu membuat Ray terkejut dan bingung. Lalu Ray menebak jika itu ada kaitannya dengan postingan dirinya di IG.


Apa Xena marah karena postingan itu? pikir Ray.


...•••••...