
Teguh yang baru sampai di ibukota, ia langsung bergegas menuju ke kediamannya. Sesampainya di rumah ia melihat Melati yang menangis di ruang tamu di temani oleh Ferry dan kedua orang tua Ferry.
Melihat Teguh sudah pulang, Melati langsung menghamburkan diri ke pelukan suaminya itu.
"Anak kita pah, Yani hiks, Yani di bawa ke kantor polisi hiks" ucap Melati yang tidak bisa berhenti menangis, hingga wajahnya bengkak karena sembab.
"Mama tenang dulu, papa udah menghubungi pengacara terbaik untuk membebaskan Yani" ucap Teguh mencoba menenangkan istrinya.
"Sebenarnya apa yang terjadi Fer" tanya Teguh.
Ferry menghela nafas, ia kemudian menceritakan semua yang terjadi. Teguh sangat marah karena anaknya di tuduh melakukan percobaan pembunuhan. Bahkan di tangkap dengan kondisi kedua kakinya yang sudah di amputasi.
"Dirgantara bajingan!!! Aku akan menuntut balik dia!" ucap Teguh dengan marah.
"Mas, tapi bagaimana kalau Yani terbukti bersalah? Bagaimana pun mereka pasti punya bukti untuk menjebloskan Yani ke penjara. Terlebih kabar tentang Yani yang menjadi pecandu narkoba, pengedar dan juga pelaku prostitusi sudah tersebar ke khalayak ramai" ucap Lina ibu dari Ferry dan juga adik dari Teguh.
"Itu semua berita tidak benar, Yani tidak mungkin melakukan hal macam itu. Terlebih aku selalu memberikannya uang yang besar, tidak mungkin ia menjadi pengedar narkoba. Dia tidak kekurangan uang!" ucap Teguh dengan yakin.
"Lalu bagaimana dengan Video Yani yang melakukan berhubungan badan dengan banyak laki-laki?" tanya Lina lagi yang tidak habis pikir pada perilaku keponakan yang sudah melenceng jauh.
Adan ia menyayangkan kakaknya yang tidak bisa melihat keadaan dan buktinya terlebih dulu. Lina pikir tidak akan ada asap jika tidak ada api. Tidak akan mungkin berita itu keluar tanpa sebab dan sumbernya.
"Itu hanya editan! Tidak mungkin putriku melakukan perbuatan hina seperti itu" ucap Melati menyangkal berita itu.
Meskipun putrinya berperilaku buruk dan kasar, Melati masih percaya jika putrinya tidak akan melakukan tindakan kriminal dan mengobral tubuhnya sendiri.
Semuanya terdiam tidak ada satupun yang membuka suara. Ferry juga larut dalam lamunannya sendiri.
Ia memikirkan persahabatan dirinya dengan Vano yang terjalin lama. Ia tidak ingin hubungan persahabatannya putus karena hal ini, tapi ia juga tidak tahu harus berbuat apa.
Meskipun Dia dan Vano nanti memutuskan tetap menjalin persahabatan, akan sulit di masa depan. Karena kasus Yani menyeret dirinya yang sebagai sepupunya. Pastinya Kedua keluarga tidak bisa akur seperti dulu, terlepas benar atau tidaknya Yani melakukan semua yang di tuduhkan padanya.
....
Xena tengah mengantar Olive untuk kontrol ke Dokter Ratna. Selama Dokter Ratna merawat Olive, ia menggunakan ruangan pemeriksaan tulang sebagai media therapy-nya.
Bukan karena apa, ini menyangkut nama baik Xena dan Olive yang cukup di kenal. Xena terkenal sebagai kekasih artis papan atas, sedangkan Olive sebagai putri dari salah satu konglomerat tanah air.
"Peningkatannya cukup bagus, semangat kamu membuat kamu akan sembuh lebih cepat dari perkiraan. Saya akan meresepkan obat yang baru, obat ini lebih ringan dari yang pertama. Therapy juga masih harus di lakukan dengan jadwal yang sama" ucap Dokter Ratna.
"Baik Dok, terimakasih banyak" ucap Olive dan Xena bersamaan.
Olive dan Xena sangat senang mendengarnya, mereka optimis jika Olive akan sembuh.
Setelah berpamitan dengan Dokter Ratna, Keduanya menuju tempat untuk menebus obat. Lalu selesai dari rumah sakit, mereka menuju ke XR Restaurant.
Keduanya masuk ke ruangan pribadi milik Xena. Mereka ke sana untuk merayakan keberhasilan mereka, menjebloskan Yani ke penjara. Meskipun Yani belum menjalani sidang, tapi keduanya yakin jika Yani akan di hukum dengan berat.
"Xe, makasih untuk semuanya" ucap Olive.
"Tak perlu berterima kasih, aku melakukannya karena aku ingin. Aku juga marah dengan Yani, karena dia sudah mencelakai sahabat yang aku sayang. Anggap saja itu yang harus ia tuai, karena perbuatan yang sudah ia tabur" ucap Xena.
"Biarkan saja, apapun yang dia pilih, itu pilihan dia. Kita tidak bisa memaksa seseorang untuk memilih yang kita mau" ucap Xena
"Ya, sayang sekali, padahal Ferry adalah sahabat yang baik. Hanya saja dia menjadi orang yang lemah, meskipun itu sepupunya sendiri. Harusnya kalau salah ya salah saja" ucap Olive.
"Kamu sudah dewasa sekarang" ucap Xena menepuk kepala Olive.
"Bukannya kamu yang dewasa sebelum waktunya ha-ha" ucap Olive tertawa ringan.
"Bay the Way, bagaimana kelanjutan hubungan kak Vano dengan Arsy?" tanya Xena.
"Bagaimana apanya? Kamu kaya nggak tahu Kak Vano aja Xe, entahlah aku juga bingung dengan kakak aku sendiri" ucap Olive menghela nafas.
"Emangnya kak Vano kenapa?" tanya Xena tidak mengerti.
"Kak Vano dingin banget sama Arsy, aku jadi nggak enak sendiri. Dan lagi nih ya, kayanya Arsy belum apa-apa juga udah nyerah. Ya kalau aku jadi Arsy, aku juga nyerah, mana kuat aku sama cowo dingin dan kaku kaya kak Vano" ucap Olive
"Masa sih?" ucap Xena terkejut
"Ya Xe, semenjak dia yakin dengan perasaannya ke kamu, dia berubah jadi lebih dingin. Dia pernah bilang kalau dia nggak bisa lupain kamu dan masih berharap bisa mendapatkan kamu lagi. Hidupnya seperti hampa, kosong" ucap Olive.
"Haaah, maafin aku ya Liv" ucap Xena menghela nafas, ia jadi tidak enak sendiri dengan Vano dan Olive.
"Kenapa minta maaf, ini bukan salah kamu Xe. Cinta itu tidak bisa di paksa dan tidak tahu kapan datang dan perginya" ucap Olive bijak
"Kamu ngomongnya kaya udah pernah pacaran aja" ucap Xena
"Yeeee, meskipun begitu aku pernah ya jatuh cinta, meskipun langsung patah hati karena Dua orang, satu genderuwo satu lagi lampir yang main tubruk-tubrukan" ucap Olive kesal.
"Yang sabar, kamu juga belum waktunya. Jika sudah waktunya, cinta akan datang mendekat padamu Kok sayong" ucap Xena
"Ya-ya-ya percaya aja deh sama nyonya Ray" ucap Olive.
"Eh ya, Arsy bentar lagi turnamen, kamu nonton kan?" tanya Olive.
"Nonton dong, kita harus dukung sahabat kita biar menang" ucap Xena mengepalkan tangannya ke atas dengan semangat.
"Aku juga, nanti kita nonton bareng ya" ucap Olive sama semangatnya.
"Siap, ah iya aku lupa bilang sesuatu" ucap Xena
"Ya bilang aja Xe, kaya sama siapa aja" ucap Olive.
"Aku dan Ray akan bertunangan awal bulan depan" ucap Xena kemudian
"Whaaatttt????" ucap Olive terkejut mendengar berita dadakan itu
...••••••...