
Olive yang masuk ke kamarnya, hendak menelepon Xena. Namun pintu kamarnya di ketuk oleh orang tuanya, ia mengurungkan niat menelepon Xena. Ia mengambil tongkatnya dan berjalan membukakan pintu terlebih dulu.
Terlihat kedua orang tuanya menatapnya dengan rasa bersalah dan meminta maaf padanya. Olive tersenyum dan mengatakan ia tidak apa-apa, dan meminta kedua orang tuanya meminta maaf pada kakaknya.
Kedua orang tuanya juga mengatakan akan menuntut Yani atas tindakan percobaan pembunuhan yang di lakukan Yani pada putri semata wayangnya. Olive hanya pasrah dan mengangguk setuju, dia akan menyerahkan buktinya besok saat orang tuanya melaporkan Yani ke kantor polisi.
Setelah meminta maaf pada Olive, Danu dan Wenda langsung beranjak dari kamar putrinya menuju ke kamar Vano. Mereka akan minta maaf pada putra mereka satu-satunya itu.
Sedangkan Olive yang sudah melihat orang tuanya pergi, ia kembali masuk ke kamar dan mengambil ponselnya lalu menelepon Xena.
"Hallo Liv, ih Ray bentar dulu ini Olive lagi telepon" ucap Xena di seberang ponsel.
"Hallo Xe, kamu lagi di mana?" tanya Olive mengerutkan kening saat mendengar Xena tengah berbicara dengan seseorang di sana.
"Lagi di apartemen Ray Liv, ini bayi gede namplok Mulu nggak mau lepas" ucap Xena.
"Lah kalian lagi ngapain emang. Hayo loh Jangan-jangan kalian ekhm....?" ucap Olive sambil berdeham
"Husssshh, kamu ini mikir apaan. Ini Ray namplok Mulu meluk nggak lepas-lepas. Kamu jangan ngomong menjurus ke sana, ngomong-ngomong kamu nggak kambuh traumanya, Liv?" ucap Xena
"Kaya bayi koala ya Ha-ha, emang tuh manusia bucin satu nggak kerja Xe? Iya aku lebih baik setelah therapy dengan dokter Ratna. Meskipun masih butuh therapy rutin, karena trauma ku masih kambuh saat melihat sesuatu yang berbau intim. Kalau sekedar ucapan itu tidak berpengaruh lagi" ucap Olive
"Syukurlah kalau kamu lebih baik, aku senang dengarnya. Ray lagi libur sekarang, besok ia baru mulai ada pemotretan dan syuting iklan lagi" ucap Xena-nya
"Oh gitu..." ucap Olive menyahuti
"Ada apa Liv, tumben telepon. Jadwal kamu kontrol besok siang kan? Besok aku bolos kuliah dan temani kamu kontrol" ucap Xena
"Eh, jangan bolos Xe" ucap Olive merasa nggak enak
"Nggak apa-apa, lagian yang isi kelas asisten dosen, karena dosen sedang ada seminar di kota B. Ada apa kamu telepon, Liv? Belum di jawab tadi" ucap Xena
"Ah iya aku hampir lupa, aku mau ngabarin sesuatu Xe" ucap Olive
"Hmm aku dengerin" ucap Xena fokus mendengarkan Olive.
"Tadi tuh Ferry dan ibunya si Lampir dateng ke sini, mereka minta kak Vano biar jengukin Lampir. Aku denger sih Lampir ngamuk nggak mau makan kalau bukan Kak Vano yang nyuapin. Gila nggak tuh orang?!" ucap Olive dengan menggebu saat menceritakannya
"Emang dasarnya tuh anak udah nggak punya urat malu, Liv. Dia nggak belajar dari kesalahan dan malah makin jadi dan nggak tahu diri tanpa ngaca dulu kalau dia sudah cacat sekarang" ucap Xena ikut kesal saat mendengarnya
"Emang! Tuh lampir bener-bener pengen tak pites rasanya. Hah kesel tahu" ucap Olive dengan kesal
"Terus Kaka Vano ke rumah sakit dong sekarang?" tanya Xena
"Nggak! Kak Vano berkali-kali nolak meskipun sudah di bujuk oleh Ferry, dan ibu si lampir sampe berlutut, tapi tetep kak Vano nolak. Sampe mama dan papa ikut bujuk juga kak Vano tetap sama, nolak dengan keras. Bahkan kak Vano marah karena terus-terusan di paksa buat ke sana. Sampai akhirnya kak Vano membongkar semuanya kalau si Lampir pelaku tabrak lari yang buat aku celaka" ucap Olive menghela nafas setelah menceritakannya
"Maaf ya Xe, kak Vano nggak bisa nahan diri untuk membongkar itu semua karena kak Vano sendiri sangat muak di paksa terus-terusan" ucap Olive lagi.
"Tapi Xe, mama sama papah mau laporin Yani ke polisi besok" ucap Olive
"Nggak apa-apa Liv, nanti aku kirim semua buktinya ke email kamu. Untuk kasus Yani yang lain biar aku yang urus semuanya" ucap Xena
"Tentu, makasih banyak Xe" ucap Olive dengan tulus.
"Kita sahabat, jadi tidak perlu berterima kasih" balas Xena.
Setelah menutup telepon Olive langsung keluar kamar dan menuju ke kamar kakaknya. Di mana kedua orang tuanya juga ada di sana untuk minta maaf pada Vano.
....
Xena membelai rambut Ray dengan sayang dan lembut saat menutup telepon Olive. Ray mendongak menatap kekasihnya, ia sangat hafal dengan tingkah Xena jika menginginkan sesuatu.
"Kamu menginginkan apa sayang?" tanya Ray
"Kamu memang selalu mengerti aku" ucap Xena terkekeh.
"Tentu saja, karena kamu separuh jiwaku, jadi aku bisa menerawang apa yang kamu pikirkan" ucap Ray yang kini sedang duduk dengan tegak dan menggenggam tangan Xena.
"Cih kamu selalu saja ngegombal. Nerawang emang kamu keturunan Roy Kiyosi" ucap Xena
"Mana ada, Aku nggak punya ayah, kakek atau butmyut yang sama dengannya. Lagian aku ngomong kaya gini hanya sama kamu sayang, sekarang katakan apa yang kamu mau" ucap Ray mengecup pipi Xena.
"Aku ingin menjebloskan Yani ke polisi. Bisakah kamu membuat Yani menjalani hukum yang berlaku sesuai dengan tindakan yang ia perbuat? Kau tahu bukan kalau orang tua Yani termasuk keluarga berpengaruh.
Jika hanya keluarga Dirgantara yang melaporkannya, mungkin Yani hanya di hukum paling lama 1 atau 2 tahun. Bahkan mungkin ia bisa lolos dengan membayar denda, bagaimana pun Olive masih hidup. Tapi aku tetap ingin dia di hukum semaksimal mungkin" ucap Xena
"Aku juga berencana mengupload Video sy*ur Yani dan juga mengirim semua bukti keterlibatannya dengan prostitusi dan narkoba ke polisi" lanjut Xena
"Bisa saja aku menghancurkan sekalian keluarganya, tapi aku tidak ingin membuat orang yang tidak bersalah ikut terlibat hanya kerena ulah Yani. Keluarga Yani selain dirinya adalah orang baik, hanya saja mereka terlalu memanjakan Yani dan membiarkan tingkah lakunya berkembang menjadi semakin buruk. Hanya karena ia anak satu-satunya" ucap Xena
"Hanya membuat wanita itu mendekam di penjara dan mendapatkan hukuman semaksimal mungkin? Itu gampang. Aku akan mengurusnya di balik layar" ucap Ray
"Terimakasih Ray" ucap Xena tersenyum manis.
"Tidak perlu berterima kasih, aku justru senang bisa membantumu yang" ucap Ray kembali memeluk kekasihnya itu.
Xena kini tinggal menunggu keluarga Dirgantara melaporkan Yani dengan kasus percobaan pembunuhan, dan Xena akan bergerak setelahnya.
...•••••...
Maaf Author update 1 BAB karena lagi sumeng, kepala sakit, tenggorokan nggak enak, karena Flu. Kalau pagi udah mendingan Author lanjut 1 BAB lagi🙏