Xena

Xena
56. Fakta mengenai hubungan Ray.



Postingan Ray tentu saja membuat gempar publik dan seluruh Fans setia Ray, mereka jelas tahu kode yang di maksud oleh Ray dalam postingan di IG nya.


"Ternyata tebakanku benar, mereka berdua memang tengah berkencan"


"Lihat bagaimana cepatnya Ray membantah berita yang tengah beredar. Namun saat ia di isukan dengan Xena, ia diam saja. Bukankah ini sangat jelas? Perbedaannya sangat mencolok sekali"


"Aku setuju, terlebih postingan Ray jelas sebagai kode bahwa ia mengakui berita tentang dirinya dan Xena memang benar adanya. Lihatlah keduanya terlihat jelas di tempat yang sama, aku iri sekali mereka the best couple"


"Hei lihat di forum sebelah sedang heboh, Ray dan Xena tertangkap kamera tengah berkencan di mall X"


Beberapa orang beralih ke sebuah akun yang tidak terkenal, pasalnya di akun tersebut melampirkan Foto pasangan yang tengah duduk di ruang tunggu bioskop, foto lain menunjukan pria tengah mengantri membeli tiket dan makanan.


Meskipun di foto itu keduanya menggunakan masker, tapi para penggemar setia Ray sangat paham dan tahu betul jika itu benar-benar Ray.


"Astaga mereka benar-benar berkencan!"


"Kapalku akhirnya berlayar juga!"


"Lihat betapa mesranya Ray menggandeng dan memeluk Xena"


Yang di bicarakan di internet memang benar keduanya. Saat ini Xena dan Ray tengah duduk di bangku bioskop premiere.


Keduanya sepakat menonton film Action yang di perankan oleh Ray sendiri sebagai pemeran utamanya. Film itu mengisahkan Ray yang menjadi komandan pasukan khusus yang menyelinap di markas gembong narkoba kelas kakap.


Dia beserta 3 rekannya bertugas mengungkap kejahatan besar itu. Dan melepaskan seorang wanita yang di sekap dan akan di jual ke luar negeri.


Meskipun itu adalah Film Action, ada di selip beberapa adegan pemeran pria dan wanita. Meskipun itu tidaklah terlalu intim, namun Ray sedikit gelisah dan melirik Xena yang tenang menontonnya.


Perasaan Ray campur aduk, dia senang Xena tidak marah melihat adegan itu. Namun ia juga kecewa saat ia tidak menemukan guratan kecemburuan di wajah Xena.


Apakah Xena belum mencintainya? pikir Ray


Xena menikmati tontonan di depannya, ia juga dengan santai meminum Milo Dino kesukaannya dan popcorn caramel uang sudah di belikan oleh Ray.


"Sayang, suapin" bisik Ray di telinga Xena, ia menatapnya dengan tatapan imut di bawah lampu tematram bioskop.


Mau tidak mau Xena menyuapi Ray popcorn. Ray menyesal membeli tiket premiere, harusnya ia membeli yang ruangan biasa saja. Karena ada jarak cukup lebar di premiere, jadi ia tidak bisa memeluk kekasihnya itu saat keduanya menonton.


Setelah kurang lebih dua jam, film pun habis. Xena dan Ray pun keluar paling belakang di banding penonton yang lain. Ray menggandeng tangan Xena, seakan takut Xena tersesat atau jauh darinya.


"Bagaimana filmnya?" tanya Ray.


"Bagus, aku tidak menyangka kamu sangat baik dalam berakting" ucap Xena memuji dengan tulus.


"Kamu nggak cemburu?" tanya Ray


"Kenapa aku mesti cemburu" ucap Xena mengerutkan kening bingung.


"Tadi di sana ada adegan aku memeluk dan mengandeng wanita lain" ucap Ray polos.


"Apa kamu menyukainya?" tanya Xena balik dan menatap Ray.


Xena hanya terkekeh mendengarnya, ternyata kekasihnya itu samudah begitu bucin padanya dan ia baru menyadari hal itu.


"Jadi tidak ada alasan untukku cemburu, karena aku tahu kau hanya menyukaiku. Lagian itu cuma akting, dan aku tahu kamu sangat profesional dan tidak akan melakukan skinship begitu lama dengan lawan main kamu" ucap Xena dengan mata menyipit, tanda ia tengah tersenyum di balik masker yang ia kenakan.


Mendengar itu jelas Ray terharu, ia kemudian lebih mengeratkan genggaman tangannya. Jika tidak berada di tempat umum, mungkin saat ini ia akan membawa Xena dalam pelukannya.


"Kita jadi ke Timezone?" tanya Xena melirik ke arah Ray.


"Tentu, aku kan sudah janji akan menyenangkan kamu hari ini. Jadi aku akan mengikuti kemanapun kamu ingin pergi" ucap Ray.


Keduanya melangkah menuju ke tempat Timezone dan bermain sepuasnya di sana. Ray sebenarnya tahu ada beberapa penggemar yang mengetahui jika itu dia, namun Ray membiarkan mereka mengambil foto.


....


Di sebuah kamar, Yuri awalnya tersenyum saat berhasil mengirim postingan tentang hubungannya dengan Ray. Ia kemudian melangkah ke kamar mandi untuk membersihkan diri.


Namun setelah ia kembali dari mandi dan sudah bersiap-siap untuk keluar. Ia di kejutkan dengan banyaknya komentar yang menghujatnya di internet, atas berita hoax yang ia sebarkan.


"Si*lan! Kenapa kamu begitu pilih kasih! Berita hoax tentang hubunganmu dengan wanita J*Lang itu, kamu nggak pernah meresponnya. Tapi kenapa berbeda denganku, hanya dengan waktu singkat kamu mengklarifikasi dan menyangkal semuanya" ucap Yuri geram dengan mengacak-acak rambutnya yang awalnya sudah rapih itu.


Saat amarahnya memuncak karena berita klarifikasi dari Ray, ia kembali di kejutkan oleh pesan dari kedua temannya mengenai postingan Ray di IG yang tengah Viral.


Ia langsung mengecek postingan Ray dan juga Xena, ia mengepalkan tangannya dengan kuat. Ia sangat marah melihat postingan keduanya yang seakan-akan tengah bersama.


"Aarrgghhh...Dasar wanita murahan, beraninya kau mengabaikan ancamanku! Kau pikir aku tidak serius dengan itu semua? Lihat saja nanti, aku akan memberikan kehidupan bak neraka untukmu!" teriak Yuri.


Ia kemudian mengambil ponselnya dan menekan nomor di dalamnya, setelah beberapa saat teleponnya terhubung dengan seorang pria jika di dengar dari suaranya.


"Hallo, aku punya kerjaan bagus untukmu" ucap Yuri


"......."


"Aku ingin kamu memberikan pelajaran untuk seorang wanita bernama Xena. Untuk Foto dan informasi lengkapnya aku akan mengirimkannya padamu via chat" ucap Yuri lagi


"......."


"Buat dia malu di depan publik! Aku ingin kamu dan anak buahmu mempe*kosanya secara bergilir, Rekam Videonya dan sebarkan ke media! Jangan membunuhnya, karena tidak akan seru jika ia mati dengan mudah tanpa merasakan hadiah dari gunjingan semua orang yang menghujatnya" ucap Yuri lagi dan menyeringai.


"Aku bisa membayar 100 juta untuk tugas ini, aku akan mengirim 50 jutanya sekarang. Sisanya akan aku kirim setelah tugas selesai" ucap Yuri.


"....."


"Ya, senang bekerja sama dengan mu juga" ucap Yuri


Telepon itu tertutup, Yuri menyeringai. Ia melemparkan ponselnya ke tempat tidur, ia sendiri beranjak ke meja rias untuk membenahi tatanan rambutnya yang berantakan.


"Kau tidak akan bisa mengalahkan ku J*lang! Aku kan memberitahu akibat dari melawan seorang Yuri. Dan perlu kau ingat Ray hanya milikku, dan selamanya akan seperti itu!" ucap Yuri kemudian tertawa keras.


...•••••...