
Xena terbangun dari tidurnya karena ia merasa haus, namun ia terkejut saat merasakan perutnya berat. Ia melihat tangan kekar melingkar di perutnya, ia hampir saja berteriak atau memukul orang yang berani menyentuhnya.
Namun setelah tahu itu adalah Ray, ia mengurungkannya. Xena menatap sekelilingnya, ia tahu jika itu adalah kamar kekasihnya.
Meskipun ia tidak tahu bagaimana caranya ia berada di kamar Ray, yang harusnya saat ini ia berada di rumah sakit menemani Olive. Tapi ia tidak memikirkan hal itu dulu karena tenggorokannya benar-benar kering.
Ia kemudian beranjak bangun dan hati-hati melepaskan pelukan Ray agar kekasihnya itu tidak terbangun. Meskipun ia marah dan kecewa namun ia mencoba menahan itu semua sebelum tahu semua kebenarannya.
Xena beranjak menuju dapur dan mengambil air mineral dari dalam kulkas. Ia duduk di kursi meja makan di sana dan memjamkan matanya sejenak.
Ia menghela nafas pelan saat mengingat berita apa yang ia lihat di restoran dan apa yang terjadi pada sahabatnya.
Jujur ia sangat marah dan kecewa dengan pacarnya, hatinya terasa sangat sakit melihat itu. Di tambah pikirannya kacau saat mengetahui sahabatnya mengalami kecelakaan di hati yang sama.
Xena tidak sengaja melihat Laptop milik Ray ada di atas meja ruang tamu, jadi ia menghampiri laptop milik Ray itu.
Setidaknya ia harus mencari tahu siapa dalang kecelakaan Olive dan apa benar Ray mengkhianatinya bersama wanita lain. Jadi tanpa izin, Xena membuka laptop milik Ray.
"Ray...." gumam Xena pelan saat membuka laptop Ray, ia melihat jelas wallpaper di sana adalah foto dirinya.
Xena mencoba fokus dengan tujuan awal, ia mencoba mencari tahu tentang kecelakaan Olive terlebih dulu.
"Pelakunya pintar, ia memilih jalan yang tidak memiliki kamera pengawas" monolog Xena.
Xena memikirkan cara lain untuk mendapatkan bukti, ia mengingat lokasi kecelakaan baik-baik. Hanya butuh beberapa menit sampai Xena membuka matanya dan mulai menggerakkan jarinya kembali.
"Ketemu!" ucap Xena menyeringai.
Ia meretas CCTV dari gedung-gedung atau ruko yang ada di jalan sekitar tempat kejadian. Dan ia menemukan salah satu rekaman yang menunjukan Olive di tabrak oleh sebuah sedan silver yang melaju kencang.
Tidak jelas siapa pengemudi itu karena jaraknya cukup jauh, namun Xena berhasil mendapatkan plat nomor itu. Ia kemudian mencari tahu siapa pemilik mobil itu.
Setelah di cari tahu, mobil itu adalah mobil sewaan atau rental. Tapi bukan Xena jika menyerah begitu saja, ia melanjutkan pencarian itu sampai menemukan pelakunya.
"Dasar Lampir! Aku sudah menduga jika kamu pelakunya" ucap Xena marah, namun ia berusaha menahan amarahnya saat ini.
"Sebenarnya apa masalah lampir dengan Olive, sampai ia nekad ingin membunuhnya?" ucap Xena, pertanyaan itu terus muncul di pikirannya.
Karena penasaran, Xena melanjutkan membobol data Yani dan juga Olive. Bukannya ia tidak percaya dengan Olive, tapi ia penasaran dengan konflik apa yang sebenarnya terjadi pada keduanya.
Sampai-sampai Yani sebegitu bencinya bahkan ingin melenyapkan nya.
setelah setengah jam menelusuri keduanya, Xena terkejut saat tahu jika Olive dan Yani sempat bersekolah di tempat yang sama saat SMP. Bahkan pernah dekat selama beberapa bulan sebelum akhirnya Olive mulai menjauhi Yani dan membencinya.
"Astaga, jadi karena ini awalnya?? Benar-benar lampir, sudah rusak moralnya sejak masih bocil" ucap Xena bergidik jijik.
"Pantes aja Olive benci banget sama tuh orang, kalau aku jadi dia, aku juga nggak bakal mau kakakku sama modelan begitu" ucap Xena
Mengingat dulu ia memergoki Vano berhubungan badan dengan Yani, Xena merinding saat tahu sepak terjang Yani sejak usia 10 tahun.
"Ya Tuhan, Miliknya itu apa nggak jadi sarang penyakit apa ya??? Iihhh jijik, jangan-jangan dulu Vano bisa jadi terkena penyakit, oh em ji" ucap Xena jijik.
Setelahnya ia mengkopi semua bukti ke laptop Ray dan mengirimnya ke email miliknya. Lalu menghapus semua jejaknya di sana.
Xena melanjutkan berkutat untuk mencari tahu tentang kebenaran berita Ray. Ia tidak terkejut saat tahu kamera di sekitar lorong dan area parkir rusak. Jelas bukti sudah di musnahkan!
Namun Xena tidak menyerah, ia mencoba mencari tahu. Bahkan sudah hampir satu jam ia mencari tahu hal itu dan usahanya tidak sia-sia.
Di mulai mencari tahu akun yang menyebarkan berita, meskipun sulit di tembus oleh orang lain. Tapi tidak untuk Xena yang memiliki ingatan Vierra yang sangat ahli dalam hal ini.
Xena menemukan identitas penyebar berita, wanita yang ada di foto dan juga dalang di balik itu semua berikut orang-orang yang membatunya.
Setelah pencarian, Xena juga menemukan bukti berupa Video. Di mana kejadian sebenarnya saat itu, yang terekam oleh kamera mobil seseorang yang saat itu tengah ON dengan jarak cukup dekat. Dan Video itu jelas telihat.
"Jadi kejadiannya seperti itu?" ucap Xena menghela nafas lega saat ia tahu semuanya.
Ia haus dan lapar, kepalanya juga sedikit pusing karena kurang lebih sudah 2 jam ia berkutat di laptop. Ia terbangun jam 3 pagi, sekarang sudah jam 5 pagi. Pantas saja perutnya sudah mulai keroncongan.
....
Di kamar, Ray terkejut saat ia bangun tidak mendapati Xena di sampingnya. Ia panik dan segera bangun dengan mata terbuka lebar, ia segera mencari ke toilet di dalam kamarnya namun tidak ada.
Ray khawatir jika Xena meninggalkan dirinya, ia menyalahkan dirinya karena ketiduran dan tidak sadar Xena bangun. Dan membuat Xena pergi tanpa mendengar penjelasan darinya.
Tak menunggu lama, Ray mengambil kunci mobil dan keluar dari kamarnya untuk mencari kekasihnya. Namun langkahnya terhenti saat mendengar sesuatu di dapur.
Ray dengan penasaran melangkahkan kakinya ke arah dapur, ia terkejut melihat kekasihnya sedang menuangkan air ke dalam gelas dan meminumnya.
GREP!!!
Dengan segera Ray memeluk kekasihnya itu dari belakang. Dapat ia rasakan jika kekasihnya itu berdiri menegang saat di peluk olehnya.
"Aku pikir kamu pergi..." ucap Ray semakin erat memeluk Xena.
"Aku minta maaf sayang, Maaf sudah membuat hatimu sakit dan menangis. Tolong jangan tinggalkan aku, aku tidak sanggup kehilangan kamu" ucap Ray
"Aku berani bersumpah berita itu tidak benar, aku tidak pernah mengkhianati kamu. Bahkan aku tidak akan pernah memiliki niat untuk menduakan kamu. Aku sangat mencintai kamu, hanya kamu satu-satunya wanita yang aku cintai. Jadi tolong percaya padaku dan kasih kesempatan aku untuk membuktikan bahwa berita itu tidak benar. Aku mohon!" ucap Ray dengan sungguh-sungguh.
...•••••...