Xena

Xena
93. Kejujuran



Pagi-pagi sekali Ray sudah berada di rumah Xena, meskipun begitu orang tua Xena tidak keberatan. Justru mereka senang karena ia ingin mengenal lebih jauh calon menantu mereka.


Xena sudah mengatakan pada kedua orang tuanya, jika Kakek Reksa akan datang bersama dengan Ray besok malam untuk membahas soal pertunangan.


Keduanya jelas sangat terkejut, tapi mereka juga senang dan bangga. Karena putri semata wayang mereka di anggap dan di perlakukan dengan baik dan di pandang penting di keluarga Octavio.


Bagi mereka kebahagiaan putrinya adalah suatu keharusan. Orang tua mana pun akan selalu mendoakan kebahagiaan untuk putra dan putri nya. Begitupun dengan Indra dan Utami.


"Bagaimana kabar mu dan kakekmu, nak?" tanya Indra pada Ray.


"Kakek sehat Om aku juga sehat, kabar om dan Tante bagaimana?" tanya Ray


"Seperti yang kamu lihat, kita semua sehat. Boleh om tanya sesuatu Ray?" tanya Indra serius


"Tentu om, tanyakan saja" ucap Ray


"Apa kamu masih akan bekerja menjadi aktor setelah menikah?" tanya Indra


"Tidak om, Rencananya setelah kontrak Ray berakhir 3 bulan lagi. Ray tidak akan memperpanjang kontrak dan akan fokus mengurus perusahaan nantinya" ucap Ray


"Apa kamu yakin?" tanya Indra terkejut saat mendengarnya


"Yakin om. Ray ingin belajar mengambil alih perusahaan. Di samping kakek sudah waktunya pensiun, siapa lagi yang akan menggantikan kakek untuk mengelola perusahaan" ucap Ray.


"Bagus kalau kamu memikirkan masa depanmu. Tapi apapun keputusan yang kamu ambil, om hanya berharap kamu tetap memprioritaskan Xena. Jangan sakiti putri kami satu-satunya, karena kami tidak akan pernah bisa memaafkanmu nantinya. Meskipun kamu orang paling kaya di negara ini atau bahkan dunia" ucap Indra


"Tentu om, tidak usah khawatir. Karena bagiku Xena merupakan prioritas sebelum diriku sendiri" ucap Ray


"Om percaya padamu, jangan kecewakan om" ucap Indra.


"Pasti Om" ucap Ray yakin.


Obrolan mereka terhenti saat Utami memanggil keduanya untuk menyantap sarapan yang di masak oleh Xena.


....


Di Bioskop hari itu sangat penuh, itu di karenakan Film terbaru Ray yang sudah mulai tayang hari ini. Banyak orang yang datang karena mereka tahu jika Ray akan datang ke acara pemutaran perdana film itu.


Seketika suara teriakan para fans menggema heboh, bukan hanya melihat idola mereka datang. Tapi menyaksikan momen langka, pasangan yang tengah viral di mana-mana sebagai best couple.


Untuk pertama kalinya Ray menggandeng Xena untuk ikut ke acara promosi dan pemutaran perdana film. Semuanya seperti terbius pesona visual keduanya.


Xena yang lumayan gugup hanya tersenyum menanggapi fans dari kekasihnya itu.


Setelah 2 jam pemutaran film, itu menjadi satu dari sekian banyak best film yang di perankan Ray.


"Ya Tuhan, aku lihat pasangan couple secara live. Mereka serasi banget"


"Tuhan, mengapa kau tidak adil padaku, bahkan pesonaku tidak ada setengah dar mereka berdua"


"Aku baru kali ini melihat Ray memperlakukan wanita selembut itu. Astaga mama, calon menantu idamanmu sudah di ambil orang lain, aku cemburu. Tapi entah mengapa dalam hati aku bersorak bahagia melihat keduanya"


....


Setelah pulang dari acara, Ray mengajak Xena ke mansion miliknya. Mereka menikmati sore hari dengan berkuda dan piknik berdua di sana.


"Sayang, aku sangat senang hari ini" ucap Ray yang tengah tiduran di paha Xena dan menggenggam tangan Xena dan mengecupnya beberapa kali.


"Hmm, kenapa kau terlihat senang sekali?" tanya Xena


"Tentu saja karena aku bisa menghabiskan waktu dengan kamu seharian, memperlihatkan ke semua orang bahwa kamu hanya milikku. Dan besok keluarga kita akan menentukan kapan hari pertunangan kita. Aku tidak sabar untuk itu" ucap Ray


"Tentang apa?" tanya Ray


"Tentang rahasiaku" ucap Xena.


Ray bangun dan duduk sambil menatap serius kekasihnya yang tengah mengela nafas dalam.


"Jika berat, tidak usah kamu ceritakan" ucap Ray membelai wajah Xena


"Nggak kok, kamu harus tahu semua tentangku sebelum kita melangkah lebih jauh dalam hubungan kita" ucap Xena, Ray mengangguk setelahnya.


"Apa kamu percaya dengan reinkarnasi?" tanya Xena, Ray mengerutkan keningnya saat mendengar itu.


"Aku tidak percaya, tapi jika kau percaya dengan itu aku juga percaya. Karena aku mempercayaimu sepenuhnya" ucap Ray


"Sebenarnya ada suatu kejadian yang mustahil tapi nyata terjadi padaku. Aku mengalami reinkarnasi, aku kembali ke masa 4 tahun yang lalu. Apa kau percaya dengan itu?" ucap Xena


Ray terlihat diam dan mencerna semuanya, kemudian terdengar Xena tertawa.


"Kau pasti tidak percaya bukan?" ucap Xena


"Aku percaya jika kau yang mengatakannya" ucap Ray


"Aku serius Ray, yang aku katakan itu semuanya benar, karena aku telah mengalaminya" ucap Xena


Ray memeluk kekasihnya dengan lembut ia mengecup kening Xena.


"Aku percaya, lanjutkan ceritakannya, aku akan mendengarkannya" ucap Ray


"Di kehidupanku yang lalu, aku masih mencintai Vano bahkan menikah dengannya selama dua tahun. Tapi selama dua tahun itu, aku tersiksa batin dan juga sering mendapatkan tamparan. Bahkan di akhir hidupku, aku di pukul, di tendang dan di tembak hingga aku tewas. Setelah aku memergokinya berhubungan badan dengan Yani" ucap Xena mulai terisak. Ray lebih erat lagi memeluk Xena memberikannya kekuatan.


"Kau tahu kenapa Vano melakukan itu?" tanya Xena


"Kenapa?" tanya Ray


"Itu karena ia menuduhku membunuh Olive. Olive meninggal karena di per*osa beramai-ramai lalu di bunuh dengan keji. Ia ingin membalaskan dendam kematian olive padaku dengan cara menyakiti batin dan juga fisikku yang berujung kematian. Orang yang membunuh Olive dan mengambing hitamkan ku adalah Yani. Terakhir aku kelihat Vano mengetahui itu dan menyesalinya atas perbuatannya pada ku" ucap Xena


"Setelah aku mati, aku di lahirkan kembali tepat setahun sebelum kematian Olive." ucap Xena mengambil nafas.


"Apa kamu masih mencintainya?" tanya Vano


"Tidak, perasaan itu sudah terkubur sejak aku mati di kehidupan lalu. Maka dari itu aku menyerah padanya, lalu kamu datang dan mengubah kisah hidupku" ucap Xena


"Apa yang kau pikirkan dengan cerita ku?" tanya Xena.


"Tidak ada, aku tidak peduli jika di masa lalu kamu mencintai orang lain. Yang terpenting adalah perasaanmu saat ini. Tapi kelas aku tidak akan membiarkan kamu melirik orang lain selain aku" ucap Ray


"Kamu nggak marah karena menceritakan hal ini? "tanya


"Kenapa aku mesti marah? Yang terpenting adalah kamu sekarang milkku. Dan aku tidak akan membiarkan orang lain mengambilmu dariku meskipun itu masa lalumu" ucap Ray.


"Terimakasih sudah menerimaku apa adanya" ucap Xena


"Aku ingin terimakasih dengan cara lain" ucap Ray.


Wajah Xena memerah, ia dengan berani mengecup singkat bibir Ray. Namun Ray tentu saja tidak akan melepaskan dengan mudah.


Keduanya hanyut dalam keromantisan dan udara segar di sore hari yang menerpa kedua wajah mereka, seakan menjadi pengiring kisah keduanya.


...•••••...